Selasa, 10 Mei 2011

19th


“Mas, ngaturakeun sugeng tanggap warso. Mugi2 diparingi yuswo ingkang barokah lan manfaat. Amin.. “ Hajid Arif Hidayat – Jatim

Happy Birthday – Selamat Ulang Tahun – Wilujeng Tepang Taun – Wilujeng Milad


Pada suatu masa, di suatu hari pada tanggal 10, bulan Mei, tahun 1992, konon katanya telah dilahirkan seorang anak lelaki dari pasangan H. Iman Nursyah dan Hj. Aminah. Anak itu terlahir dengan selamat tanpa ada kekurangan suatu apapun. Pasangan orang tua yang berbagia tersebut sepakat untuk memberi nama anak lelaki yang merupakan anak ketiga dan satu-satunya anak lelaki di keluarga tersebut, dengan nama Adima Insan Akbar Noors. Dia cukup dimanja untuk ukuran seorang anak lelaki. Dipahami memang, dia merupakan anak terakhir (bungsu) dan satu-satunya anak lelaki serta kondisi ekonomi keluarga itu pun tidak lah miskin walaupun tidak juga kaya. Hal lain yang mungkin juga bisa menjadi suatu pembenaran untuk hal itu adalah karena semenjak kecil hingga dia berusia sekitar 13 tahun, dia terlampau sering keluar masuk Rumah Sakit untuk mengobati penyakit yang dia derita. Dan seiring waktu berjalan, seiring dengan berbagai peristiwa hidup yang dia jalani, lambat laun mentalnya terbentuk juga. Berubah dari anak cengeng ingusan menjadi anak yang lebih kuat dan mampu lebih positif memandang hidup. Tapi sebagaimanapun dia berusaha berubah, dia tidak bisa mengelak hasil buruk didikan manja, dia menjadi seorang yang arogan, seorang yang egois yang susah untuk mengalah. Dia sadari realita tersebut dan mencoba untuk berbenah. Dan perkara dia berhasil atau tidak itu sepenuhnya dia serahkan kepada orang lain yang memang lebih pantas untuk menilai dia.

Kini dia menginjak suatu masa peralihan, menuju ke kedewasaan. Kini usianya tepat menginjak 19 tahun. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, tak ada yang spesial dan memang tidak harus ada sesuatu yang spesial di hari jadi seseorang, atau khalayak luas biasa menyebutnya sebagai hari ulang tahun. Hanya ada ucapan selamat dan doa, seperti biasanya, yang mungkin tulus dari orang-orang terdekat sampai yang terjauh sekalipun. Dia tidak pernah mempersoalkan itu, karena memang dia tidak dididik untuk bertindak spesial pada sebuah hari ulang tahun. Karena seharusnya hari ulang tahun, hari kita bertambah umur sekaligus hari semakin berkurangnya umur kita, bukan diisi oleh suatu suka cita. Tapi, seharusnya dan sebaiknya di isi oleh suatu renungan sebagai bentuk introspeksi diri dan moment untuk mematangkan mental dan mendewasakan diri. Melihat apa yang telah lalu sebagai suatu pelajaran kita melangkah ke depan dan sebagai suatu masukan berarti untuk menata masa depan. Tidak mengulangi kesalahan, melanjutkan segala yang baik dan meningkatkannya serta memantapkan mental dengan segala kejadian yang telah dilalui. Itulah hakikat dari ulang tahun. Satu-satunya suka cita yang boleh ada adalah suatu rasa syukur karena masih dipercaya untuk menjalani kehidupan ini. Itu yang coba dia pahami dan coba dia implementasikan.

Pernah suatu ketika dia berkata dengan arogan khasnya,

“cukuplah dengan ucapan selamat. Jangan ada tiup lilin dan segala macam yang menyertainya. Karena itu bukan kebiasaan agama saya dan secara logika pun tidak relevan.”
Sekali lagi cukup arogan memang (WHO IS NOORZ ?), tapi itu memang benar adanya. Kegiatan merayakan ulang tahun, tiup lilin, dsb., merupakan kebiasaan agama lain (non-Islam). Bagi kaum mereka, mengucapkan selamat ulang tahun dan merayakannya adalah sesuatu hal yang wajib. Jadi bila kita mengikuti hal-hal tersebut bukankah kita menyerupai kaum mereka? Secara logika pun tidak relevan, karena bila kita merayakannya secara suka cita dan berfoya-foya, secara tidak langsung kita telah menganggap bahwa diri kita ini berhasil tanpa ada yang harus dievaluasi dan secara tidak langsung juga kita telah merayakan semakin dekatnya kita dengan kematian. Sekali lagi, suka cita yang pantas hanyalah sebatas rasa syukur karena kita masih di beri kesempatan untuk hidup dan itu berarti masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri. Lalu, bila ini bukanlah suatu kebiasaan kita, kenapa dia berependapat mengucapkan selamat masih diperbolehkan? Itu karena dia berpendapat bahwa dengan ada orang yang mengucapkan selamat, itu berarti orang-orang mengingatkan kita untk sadar dan menyadari bahwa diri ini sudah bertambah tua. Dan karena dalam setiap ucapan selamat itu selalu terselip doa yang entah tulus atau tidak telah mereka ucapkan kepada kita, doa-doa positif yang sangat indah bila mampu untuk menjadi nyata. Bagaimana dengan hadiah?? Well, he isn’t sure 'bout that, but everytime he gets a present he always take it and keep it well. So, just make ur own conclusion.

Satu hal yang selalu membuat hatinya tersentuh adalah setiap tahunnya masih ada orang-orang yang peduli dan mau untuk mengucapkan selamat serta mendoakan dia untuk segala yang baik, padahal terkadang dia lupa dan melupakan mereka. Satu hal yang selalu membuat hatinya tertegun dan mulutnya terdiam. Suatu hal yang tak bisa dia balas, hanya mampu dia mendoakan kemabali semua orang itu.

Happy B*day, noorzmilanello!
Thank to God for all the people who care and love you and for the chance to live this life well. Don’t waste ur time, stand up and change to the better person!

Thnaks to : his family and his lover, Intan Maharani (he really loves you girl)

Special thanks to his damn friend in Wisma Nusantara 1 : Ridho Winar Lagan, Arief Setio Aji, Dewa Ngakan Nyoman, Stevie, Arnando Yugantara, Patris, Edgar, Sani, and Ardian Anggawa. Good fuckin' job guys. U guys really make him angry, so fuckin' angry!! hahahahaha......
but just wait for his damn revenge, he won't let you guys get away clean!

0 komentar:

Posting Komentar