Langsung ke konten utama

Postingan

Tindak Tanduk Penguasa

Sabtu, 13 Syaban 1447 H / 31 Januari 2026 19.30 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Prolog Pada hari Sabtu, 12 Syaban 1447 H yang bertepatan dengan tanggal 31 Januari 2026, dilaksanakan kajian bedah buku “Tindak Tanduk Penguasa dan Hukum-hukum yang Disyariatkan bagi Rakyat dalam Menghadapinya” . Buku tersebut adalah buku terjemah dari kitab “Al-Ihkam fi Sabri Ahwal Al-Hukkam wa Ma Yusyra’ul ArRa’iyyatil fiha Minal Ahkam” karya Syaikh Dr. Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily, yang diterjemahkan oleh Ustaz Muflih Safitra, M.Sc.   Buku setebal 108 halaman tersebut dicetak pertama kali pada Rabi’ul Awwal 1440 H yang bertepatan dengan bulan Desember 2018 M. Tindak tanduk Penguasa terdiri dari empat bagian. Bagian pertama yaitu Muqaddimah Pertama. Muqaddimah Pertama berisi sepuluh dalil untuk mendengar dan taat pada penguasa. Satu dalil dari Al-Qur’an, delapan dalil dari Hadits dan satu dalil dari ijma ulama. Bagian kedua adalah Muqaddimah Kedua, yang berisi sepuluh ...
Postingan terbaru

Episode Kesembilan: Berbicara tentang Perasaan, Logika, Syariat hingga Kasus NPD Taubat

Rabu, 9 Syaban 1447 H / 28 Januari 2026 08.38 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah EPISODE KESEMBILAN https://youtu.be/A3gQcAAckQw Perasaan tidak boleh mengalahkan logika dan logika tidak boleh mengalahkan syariat. Sebuah kalimat yang coba kami implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Karena bagi kami, perasaan dan logika harus dibingkai dalam ikatan syariat.  Dalam kondisi normal maka respon awal kita terhadap suatu kejadian selalu menghadirkan perasaan terlebih dahulu. Idealnya perasaan tersebut kemudian duduk manis berdiskusi dengan logika. Sehingga "keinginan" bisa berubah menjadi "kebutuhan".  Ya, bila boleh kami analogikan, perasaan itu akan menghasilkan "keinginan". Maka tanpa hadirnya logika, keinginan tersebut tak bisa untuk kemudian mengerucut menjadi "kebutuhan". Logika dalam hal ini berfungsi sebagai filter, dia memilah dan memilih dengan berbagai pertimbangan logis, sehingga muncul "kebutuhan". Dan sesaat...

Cita-cita

Jumat, 4 Syaban 1447 H / 23 Januari 2026 08.19 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Saya yang sedang duduk di sofa rumah, tetiba dihampiri oleh Abang (Abdullah, anak pertama yang kini berusia tujuh tahun). Dengan mimik muka serius dia kemudian menyampaikan sebuah kalimat, "Abun, nanti kalau Abang udah besar, kayaknya Abang mau jadi tukang (kuli) aja deh". Apakah saya terkejut mendengar pernyataan itu? Alhamdulillah tidak, karena itu bukan yang pertama dia berkata yang semisal dengannya. Kebetulan tetangga rumah memang sedang dalam proses membangun, sehingga saat ini anak-anak saya, terutama Abang, sering melihat pemandangan para tukang yang sedang membangun rumah. Di kesempatan yang lain, sudah banyak cita-cita yang dia sampaikan. Dan semua itu masih sangat tergantung dengan hal-hal yang sedang rutin dia lihat. Respon yang saya berikan, selalu dalam nada yang sama. Saya dan istri, mencoba untuk konsisten menyampaikan nasihat dan merespon pernyataan seperti itu ...

Episode Kedelapan: Tidak Menjadi Hakim bagi Kehidupan Orang Lain

Rabu, 2 Syaban 1447 H / 21 Januari 2026 12.45 WIB Bissmillah wa sallatu wa sallam ala rasulillah EPISODE KEDELAPAN https://youtu.be/IkiCluxMtFc?si=FL5W2c4N0konx3pv Dewasa ini, semua dari kita merasa layak untuk berbicara. Memberikan penilaian terhadap segala fenomena. Bila itu tersimpan rapi sendiri, tidak kemudian dibagi sehingga ramai terkonsumsi, ya silahkan saja karena tak akan menjadi kontroversi. Tapi bagi kami, prinsipnya sama saja, jangan pernah menjadi hakim bagi orang lain. Cukuplah kita beri udzur dan mengambil pelajaran darinya tanpa harus ditambah bumbu apapun didalamnya. Cukup kita sikapi potongan cerita yang datang menghampiri, sesuai dengan kadarnya. Bila itu keliru, menyalahi kaidah syariat dan normatif aturan yang ada, kita ingkari dan nasihati sesuai kemampuan dengan adab yang mulia.  Tak perlu kemudian terlalu tajam mengomentari hingga tak ada faidah yang mampu kita ambil. Untuk apa? EPISODE KEDELAPAN https://youtu.be/IkiCluxMtFc?si=FL5W2c4N0konx3pv Wallahu'all...

Tipe Pemimpin

AHAD, 29 RAJAB 1447 H / 18 JANUARI 2026 09.29 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Dalam sebuah artikel berjudul Seni Persuasi yang ditulis oleh Eileen Rachman dan Emilia Jakob (Experd - HR Consultant/Konsultan SDM) ( KOMPAS, 17/01/2026 ), disebutkan empat tipe pemimpin yang biasanya ada dalam sebuah organisasi. Konteks tulisan tersebut sedang membahas bagaimana cara menghadapi pemimpin sesuai dengan tipenya masing-masing. Kita harus bisa terlebih dahulu memetakan tipe seperti apa pimpinan kita sehingga selanjutnya kita bisa lebih mudah untuk menyesuaikan cara menghadapi mereka. Hal itu menjadi sesuatu yang penting untuk dilakukan ketika kita ingin menawarkan sebuah perubahan atau sekadar menghadirkan ide baru dalam organisasi tempat kita bekerja. Karena pada akhirnya sebagus apapun ide yang kita miliki, tanpa kita bisa meyakinkan pimpinan maka ide tersebut tak akan pernah bisa dilaksanakan. Pertama, tipe pemimpin "si paling tahu" . Cirinya, cenderung tampil s...