Sebuah judul yang dulu sering menemani di saat diri masih terasa bebas berapi-api penuh emosi terwakili oleh sebuah teriakan yang kala itu masih dinikmati waktu berjalan dan semua berganti tak disangka kalimat itu kini datang menghampiri datang memberi label akan karir kami di dunia birokrasi merangkum dengan sangat jelas vulgar dan bahkan terdengar kasar tapi faktanya memang tak memberikan arti hanya membebani, tak ada yang ditinggalkan secara pasti sebagai sebuah legacy . qadarallah.. Semoga di tempat yang baru nanti, setidak-tidaknya kami tak ingin jadi beban. ingin banyak memberikan kontribusi signifikan. menebar manfaat walau bukan dalam ranah formal kedinasan. Tak ingin lagi terjebak dalam mimpi yang terlalu besar sehingga terlalu banyak ekspektasi yang membuncah menjadi beban dalam pikiran. hanya berjalan dan fokus memberikan yang terbaik sesuai dengan peran. semoga Allah mudahkan.
Selasa, 26 Rabiul Awal 1448 H / 8 September 2026 11.17 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Ketika di tahun 2023 saya menulis Mulai Dari Nol , saya belum mempunyai niat untuk selanjutnya akan mengajukan pindah unit kerja atau bahkan pindah instansi. Bahkan setelah berproses kurang lebih tiga tahun bekerja di unit kerja saat ini, walhamdulillah Allah mudahkan saya untuk bisa memiliki banyak waktu dengan keluarga sebagaimana yang saya harapkan. Walaupun pada prosesnya banyak “hal” yang terjadi, tapi itu-lah konsekuensi dari kehidupan, yang paling penting adalah saya masih bisa untuk terus berjalan dan melakukan perbaikan, baik dari perspektif personal maupun profesional, walhamdulillah semua bisa berjalan dalam kendali yang relatif normal. Tapi kemudian ada hal lain yang terjadi, puncaknya sebagaimana yang saya coba tuliskan di Pesimis Bertamengkan Introspeksi Diri . Dengan segala hormat, tentu saya tidak bisa menuliskan rinci apa yang terjadi, detail per detail dari ran...