Langsung ke konten utama

Postingan

Game Anak: Antara Hiburan dan Dopamin

Sabtu, 26 Syaban 1447 H / 14 Februari 2026 15.00 WIB Bismillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah EPISODE KESEBELAS https://youtu.be/C1NuDqb6EMc?si=U5JA4YlQjAR3DL9n Di dalam obrolan selama kurang lebih 46 (empat puluh enam) menit ini, salah satu pembahasan yang kami obrolkan panjang lebar adalah berkenaan dengan games anak. Tidak, yang kami obrolkan bukan tentang games dalam arti permainan dalam dunia nyata, tapi permainan dalam kata "games" yang kami maksudkan adalah segala jenis permainan virtual, baik yang ada di hape, tablet ataupun konsol. Bagi kami yang bukan terdidik secara "agamis" sejak kecil, games menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Kami punya cerita masing-masing tentang games. Dan bukan pada tempatnya, kami untuk bernostalgia dengan itu semua. Kini kami yang sudah menjadi orang tua, telah sepakat untuk mendidik dengan metode islami secara utuh, tentu harus mempunyai standar dan batasan yang jelas berkenaan dengan games bagi anak. Dan disini kami me...
Postingan terbaru

NIAT BAIK

Senin, 7 Syaban 1447 H / 26 Januari 2026 07.32 WIB PROLOG 1 Hal itu dialami Dewi. Dalam perjalanan menuju kantornya di Jakarta Pusat, Jumat lalu, hujan deras mengguyur tanpa henti. Dari balik jendela bus, pandangannya kosong menatap air yang turun. Pikirannya melayang pada janji masa kecil yang hingga kini belum terwujud. Puluhan tahun silam, saat masih tinggal di rumah neneknya di Jawa Tengah, Dewi kecil kerap duduk di depan jendela sambil memandangi hujan. Ia sering melihat ibu-ibu perajin gula kelapa berjalan beriringan membawa hasil olahan nira untuk dijual ke pengepul. ”Mereka bekerja sangat keras. Saat itu saya berjanji ingin menjadi orang kaya agar bisa menolong mereka,” katanya lirih. Janji itu belum terwujud hingga kini, dan hujan kerap membawanya kembali pada perasaan gagal, meski ia sadar itu bukan tanggung jawabnya.  (KOMPAS, 26/01/2026) *** PROLOG 2 Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hadits yang beliau riwayatkan dari ...

Episode Kesepuluh: Seni Kritik

Kamis, 17 Syaban 1447 H / 5 Februari 2026 08.58 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah EPISODE KESEPULUH https://youtu.be/x069ie9tMqc?si=U67uyeUIgrGsYLtn Pada episode ini, kami berbicara tentang kritik, dalam istilah dakwah sering dikenal dengan sebutan tahdzir . Ya, akhir-akhir ini, dunia dakwah dihiasi dengan maraknya tahdzir di kalangan ustaz. Setidaknya, itu yang dirasakan oleh istri kami di media sosial yang dia miliki. Walhamdulillah , kami yang sudah sejak lama tidak mempunyai akun Instagram, twitter (X), facebook, tiktok, dan yang semisal dengan itu, sehingga banyak informasi "dunia luar" kami dapatkan dari cerita istri. Pun dengan kritik atau tahdzir ini, berdasarkan informasi yang muncul di beranda media sosial istri kami, ada salah seorang Ustaz yang akhir-akhir ini sedang ramai diberikan kritik. Dan sebagaimana umumnya respon dalam berbagai fenomena, termasuk dalam hal kritik atau tahdzir ini, masyarakat awam kemudian terbagi menjadi tiga golongan....

Tindak Tanduk Penguasa

Sabtu, 13 Syaban 1447 H / 31 Januari 2026 19.30 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Prolog Pada hari Sabtu, 12 Syaban 1447 H yang bertepatan dengan tanggal 31 Januari 2026, dilaksanakan kajian bedah buku “Tindak Tanduk Penguasa dan Hukum-hukum yang Disyariatkan bagi Rakyat dalam Menghadapinya” . Buku tersebut adalah buku terjemah dari kitab “Al-Ihkam fi Sabri Ahwal Al-Hukkam wa Ma Yusyra’ul ArRa’iyyatil fiha Minal Ahkam” karya Syaikh Dr. Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily, yang diterjemahkan oleh Ustaz Muflih Safitra, M.Sc.   Buku setebal 108 halaman tersebut dicetak pertama kali pada Rabi’ul Awwal 1440 H yang bertepatan dengan bulan Desember 2018 M. Tindak tanduk Penguasa terdiri dari empat bagian. Bagian pertama yaitu Muqaddimah Pertama. Muqaddimah Pertama berisi sepuluh dalil untuk mendengar dan taat pada penguasa. Satu dalil dari Al-Qur’an, delapan dalil dari Hadits dan satu dalil dari ijma ulama. Bagian kedua adalah Muqaddimah Kedua, yang berisi sepuluh ...

Episode Kesembilan: Berbicara tentang Perasaan, Logika, Syariat hingga Kasus NPD Taubat

Rabu, 9 Syaban 1447 H / 28 Januari 2026 08.38 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah EPISODE KESEMBILAN https://youtu.be/A3gQcAAckQw Perasaan tidak boleh mengalahkan logika dan logika tidak boleh mengalahkan syariat. Sebuah kalimat yang coba kami implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Karena bagi kami, perasaan dan logika harus dibingkai dalam ikatan syariat.  Dalam kondisi normal maka respon awal kita terhadap suatu kejadian selalu menghadirkan perasaan terlebih dahulu. Idealnya perasaan tersebut kemudian duduk manis berdiskusi dengan logika. Sehingga "keinginan" bisa berubah menjadi "kebutuhan".  Ya, bila boleh kami analogikan, perasaan itu akan menghasilkan "keinginan". Maka tanpa hadirnya logika, keinginan tersebut tak bisa untuk kemudian mengerucut menjadi "kebutuhan". Logika dalam hal ini berfungsi sebagai filter, dia memilah dan memilih dengan berbagai pertimbangan logis, sehingga muncul "kebutuhan". Dan sesaat...