Langsung ke konten utama

Postingan

Kisah Jejak Terhina

  Sebuah judul yang dulu sering menemani di saat diri masih terasa bebas berapi-api penuh emosi terwakili oleh sebuah teriakan yang kala itu masih dinikmati waktu berjalan dan semua berganti tak disangka kalimat itu kini datang menghampiri datang memberi label akan karir kami di dunia birokrasi merangkum dengan sangat jelas vulgar dan bahkan terdengar kasar tapi faktanya memang tak memberikan arti hanya membebani, tak ada yang ditinggalkan secara pasti sebagai sebuah legacy . qadarallah.. Semoga di tempat yang baru nanti, setidak-tidaknya kami tak ingin jadi beban. ingin banyak memberikan kontribusi signifikan. menebar manfaat walau bukan dalam ranah formal kedinasan. Tak ingin lagi terjebak dalam mimpi yang terlalu besar sehingga terlalu banyak ekspektasi yang membuncah menjadi beban dalam pikiran. hanya berjalan dan fokus memberikan yang terbaik sesuai dengan peran. semoga Allah mudahkan.
Postingan terbaru

Counting down the days to go. (the reason why)

Selasa, 26 Rabiul Awal 1448 H / 8 September 2026 11.17 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Ketika di tahun 2023 saya menulis Mulai Dari Nol , saya belum mempunyai niat untuk selanjutnya akan mengajukan pindah unit kerja atau bahkan pindah instansi. Bahkan setelah berproses kurang lebih tiga tahun bekerja di unit kerja saat ini, walhamdulillah Allah mudahkan saya untuk bisa memiliki banyak waktu dengan keluarga sebagaimana yang saya harapkan. Walaupun pada prosesnya banyak “hal” yang terjadi, tapi itu-lah konsekuensi dari kehidupan, yang paling penting adalah saya masih bisa untuk terus berjalan dan melakukan perbaikan, baik dari perspektif personal maupun profesional, walhamdulillah semua bisa berjalan dalam kendali yang relatif normal. Tapi kemudian ada hal lain yang terjadi, puncaknya sebagaimana yang saya coba tuliskan di Pesimis Bertamengkan Introspeksi Diri . Dengan segala hormat, tentu saya tidak bisa menuliskan rinci apa yang terjadi, detail per detail dari ran...

Counting down the days to go.

Senin, 11 Rabiul Awwal 1448 H // 24 Agustus 2026 10.46 WIB Setelah kurang lebih 12 tahun lamanya. Akhirnya saya akan secara resmi bekerja di sana.   Mungkin terlambat, Karena mayoritas sudah memetik buah karyanya. Adapun saya sekarang, justru baru akan memulai lembaran.   Tapi tak mengapa, Saya tidak akan menggunakan penggaris orang lain untuk mengukur diri ini.   Di sisi yang lain, ini ujian bagi klaim keimanan yang sering saya suarakan. Sejauh mana saya yakin dan tenang menjalani jatah rezeki yang telah dituliskan. Walaupun dikelilingi oleh orang yang sudah berlari sangat kencang tak tertahan.   Apakah benar saya akan tetap konsisten berada dalam koridor kebenaran. Atau pada akhirnya larut juga dalam umumnya pergaulan. Lalu apa yang saya tinggalkan? untuk "rumah" yang telah memberi saya kehidupan selama kurang lebih 12 tahun lamanya. sayangnya tak ada yang bisa dibanggakan. Datang sebagai orang biasa, yang tak dikenal. Dan kini akan ...

Lembutkan Hatimu dengan Ilmu

Ahad, 14 Dzulhijah 1447 H / 31 Mei 2026 M 11.30 WIB   Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah   Buku Lembutkan Hatimu dengan Ilmu karya Ustaz Yusuf Abu Ubaidah as-Sidawi, semoga Allah ta’ala senantiasa memberkahi dan menjaga beliau dalam kebaikan , merupakan salah satu jenis buku yang bisa kita selesaikan dalam sekali duduk.   Buku yang diterbitkan oleh Pustaka Imam Asy-Syafi’i , dengan cetakan pertama pada Jumadal Ula 1447 H/November 2025 M, memiliki jumlah halaman sebanyak 106 lembar. Buku tersebut terdiri dari sepuluh bab/bagian.   Sebagaimana judulnya, Lembutkan Hatimu dengan Ilmu , buku ini membahas tentang bagaimana caranya agar kita bisa melembutkan hati dengan ilmu. Oleh karena itu, Ustaz Yusuf Abu Ubaidah as-Sidawi, s emoga Allah ta’ala senantiasa memberkahi dan menjaga beliau dalam kebaikan , memulai pembahasan dengan terlebih dahulu menjelaskan tentang kenapa ilmu itu bisa melembutkan hati dan dimana kita bisa meraih ilmu itu ( M...

Tentang Menjalani Pilihan

Sabtu, 29 Dzulqadah 1447 H // 16 Mei 2026 20.42 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Ini tentang sebuah karir. di sebuah tempat yang disebut birokrasi. Ketika yang tertulis tak mesti sesuai dengan apa yang terjadi. Ketika fakta tak melulu sejalan dengan yang tertulis rapi. Alkisah, tersebutlah seorang pegawai. Bertahun-tahun berjibaku, tak dia dapat bagian dari jabatan . tak juga dia dapat bagian dari harta . Lalu kemudian dia memilih untuk menepi, mendekat pada keluarga . Memilih tenang dengan hangatnya kebersamaan . Waktu berganti, kehidupan ternyata memaksanya untuk bisa mengambil sesuatu yang lebih. Hitungan matematika dunia mengusik hati, dengan kondisi yang kini dia hadapi. Tapi nurani yang dia yakini, tak inginkan dia mengambil dengan jalan yang menyalahi. Walaupun harus diakui, dia bukan malaikat yang senantiasa suci. Masih banyak dosa yang dia lakukan setiap hari. Dengan bertameng bahwa itu adalah sebuah sistem yang tak bisa dihindari. Seolah-olah bisa selamat d...