Langsung ke konten utama

Postingan

PPPK (di SPPG) dan Persoalan Status Kerja Negara (Sebuah Tulisan Tanggapan)

Jumat, 9 Ramadhan 1447 H / 27 Februari 2026 08.57 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Pada kolom Opini harian Kompas (27/02/2026), terdapat sebuah artikel dengan judul PPPK dan Persoalan Status Kerja Negara , yang ditulis oleh Thogu Ahmad Siregar (Staf Legal, Yayasan Pembina Universitas PGRI Yogyakarta). Sependek apa yang bisa kami pahami, secara umum tulisan tersebut memberikan kritikan terhadap status PPPK bagi orang yang bekerja di satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Menurut penulis, " PPPK adalah bagian dari ASN, status hukum publik yang secara normatif hanya dapat dilekatkan pada jabatan dalam instansi pemerintah. Namun, dalam praktik ini, status publik justru ditempelkan pada relasi kerja privat yang tidak pernah diubah strukturnya. " Penulis yang merujuk pada Pasal 19 Perpres No 115/2025, menyebutkan bahwa, " SPPG yang menjalankan program MBG pada dasarnya bukanlah lembaga negara. Ia merupakan unit pelaksana program yang dikelola oleh atau beke...
Postingan terbaru

Episode Ketiga Belas: Dianggap "Wah" di Mata Masyarakat

Rabu, 7 Ramadhan 1447 H / 25 Februari 2026 09.07 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah EPISODE KETIGA BELAS https://youtu.be/-brKBjmicVs?si=xnkccgmh1qk1s6j2 Di obrolan pada episode ini, kami berdiskusi tentang "beratnya beban" yang kami rasakan setelah memutuskan untuk berusaha maksimal menjalani hidup sedekat mungkin dengan aturan Allah dan Rasul-Nya dengan pemahaman salafush shalih . Konsekuensi logis pertama yang mudah terlihat dan kemudian dinilai secara luas oleh orang lain adalah dari penampilan yang sekarang kami tunjukan. Saya yang berjenggot dan bercelana cingkrang dan istri yang menggunakan cadar, menjadi sebuah pembenaran bagi orang lain untuk memberikan label "suci" kepada kami. Faktanya adalah kami bukan ahli ilmu bukan juga orang yang terbebas dari dosa. Tapi sayangnya, persyaratan minimal dalam beragama dalam sudut pandang syariat, menjadi standar yang "wah" bagi masyarakat dewasa ini. Kami coba nikmati itu dan menjadikannya se...

Episode Kedua Belas: Tindak Tanduk Penguasa

Rabu, 30 Syaban 1447 H / 18 Februari 2026 10.54 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah EPISODE KEDUA BELAS https://youtu.be/rbWN2fkZwPE?si=pQZMsZZPxEbBfSvH Dewasa ini, dengan pesatnya perkembangan teknologi dan semakin beragamnya media, terutama media sosial, membuat segala jenis informasi mudah untuk tersebar. Di satu sisi, hal itu memudahkan semua orang untuk bisa mengakses ilmu dan pengetahuan tapi di sisi lain, informasi yang beredar menjadi terlalu banyak dan terlalu "liar". Tidak ada filter, semua saling beradu, tak peduli benar atau salah, semua ada dan tumpah ruah di dalamnya. Sehingga bukannya menambah wawasan dan kebijaksanaan, informasi justru menjadi bumerang dan membuat banyak pertikaian. Pun dengan diskursus tentang kepemimpinan. Tema yang sebenarnya besar dan agung ini, kemudian menjadi sebuah hal yang terlihat "ringan". Di tulisan yang lain, yaitu https://noorzandhislife.blogspot.com/2026/02/tindak-tanduk-penguasa.html , kami sudah sedik...

Game Anak: Antara Hiburan dan Dopamin

Sabtu, 26 Syaban 1447 H / 14 Februari 2026 15.00 WIB Bismillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah EPISODE KESEBELAS https://youtu.be/C1NuDqb6EMc?si=U5JA4YlQjAR3DL9n Di dalam obrolan selama kurang lebih 46 (empat puluh enam) menit ini, salah satu pembahasan yang kami obrolkan panjang lebar adalah berkenaan dengan games anak. Tidak, yang kami obrolkan bukan tentang games dalam arti permainan dalam dunia nyata, tapi permainan dalam kata "games" yang kami maksudkan adalah segala jenis permainan virtual, baik yang ada di hape, tablet ataupun konsol. Bagi kami yang bukan terdidik secara "agamis" sejak kecil, games menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Kami punya cerita masing-masing tentang games. Dan bukan pada tempatnya, kami untuk bernostalgia dengan itu semua. Kini kami yang sudah menjadi orang tua, telah sepakat untuk mendidik dengan metode islami secara utuh, tentu harus mempunyai standar dan batasan yang jelas berkenaan dengan games bagi anak. Dan disini kami me...

NIAT BAIK

Senin, 7 Syaban 1447 H / 26 Januari 2026 07.32 WIB PROLOG 1 Hal itu dialami Dewi. Dalam perjalanan menuju kantornya di Jakarta Pusat, Jumat lalu, hujan deras mengguyur tanpa henti. Dari balik jendela bus, pandangannya kosong menatap air yang turun. Pikirannya melayang pada janji masa kecil yang hingga kini belum terwujud. Puluhan tahun silam, saat masih tinggal di rumah neneknya di Jawa Tengah, Dewi kecil kerap duduk di depan jendela sambil memandangi hujan. Ia sering melihat ibu-ibu perajin gula kelapa berjalan beriringan membawa hasil olahan nira untuk dijual ke pengepul. ”Mereka bekerja sangat keras. Saat itu saya berjanji ingin menjadi orang kaya agar bisa menolong mereka,” katanya lirih. Janji itu belum terwujud hingga kini, dan hujan kerap membawanya kembali pada perasaan gagal, meski ia sadar itu bukan tanggung jawabnya.  (KOMPAS, 26/01/2026) *** PROLOG 2 Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hadits yang beliau riwayatkan dari ...