Selasa, 4 Syawwal 1447 H / 24 Maret 2026
08.32 WIB
Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah
Pepatah Arab berbunyi,
ﺍﻟﺼَّﺎﺣِﺐُ ﺳَﺎﺣِﺐٌ
“Sahabat (Lingkungan pergaulan) itu bisa menarik (mempengaruhi)”
***
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ 3545).
https://rumaysho.com/1287-pengaruh-teman-bergaul-yang-baik.html
***
Walhamdulillah, sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan 1447 H ini, bisa kembali kami lewati dengan melaksanakan ibadah itikaf di Masjid Umar bin Khattab, Selacau - Bandung Barat. Ini kali kedua kami melaksanakan itikaf di Masjid Umar bin Khattab.
Kami memilih Masjid Umar bin Khattab karena beberapa alasan, yaitu:
1) Disiapkan fasilitas berbuka dan sahur;serta
2) Kajian Islam Ilmiah bersama Ustadzuna Abu Haidar As-Sundawy, hafizahullah, bada shubuh, pukul 08.00 WIB dan pukul 16.00 WIB.
Selain itu, poin penting bagi kami adalah adanya komunitas orang-orang sholeh yang ada di sana.
Walhamdulillah, di tahun 2025 M/1446 H, kami bisa berkenalan dengan beberapa orang yang bisa saling mendukung dalam kebaikan dan ibadah.
Pada akhirnya, kami hanya seorang manusia biasa. Kami tidak akan bisa untuk selalu konsisten beribadah dalam level tinggi, baik dari segi keimanan maupun semangat. Maka ketika semangat mulai menurun dan Iman mulai mengering, di sana letak pentingnya teman-teman yang shalih.
Kami bisa untuk sejenak saling bertukar pikiran dalam sebentuk diskusi. Tentu diskusi ringan penuh tawa canda. Atau sekadar kami saling melihat satu sama lain yang sedang sibuk beribadah, maka dengan sendirinya kami juga kemudian merasa termotivasi untuk terus menambah amal kebaikan. Ya, kami saling berlomba, ingin saling "mengalahkan" dalam konteks kebaikan.
Dan dengan segala kekurangan ibadah yang telah kami kerjakan kemarin, alhamdulillah kami merasakan sebuah ketenangan dan kebahagian yang rasa-rasanya sulit untuk kami ungkapkan. Rasa nyaman ketika mampu untuk beribadah kepada Allah ta'ala, sejenak melupakan hiruk pikuk dunia luar.
Maka, rasa syukur kami sampaikan kehadirat Allah ta'ala yang telah memberikan kami nikmat istri dan keluarga yang baik. Melalui sebab istri yang shalihah yang mau dan rela untuk kami tinggalkan selama kurang lebih 10 hari lamanya, mengurus segala keperluan rumah tangga dan ramainya para bocah yang ada di rumah, maka tidak mungkin kami bisa tenang dalam beribadah.
Selanjutnya, kepada para pimpinan di tempat kami bekerja yang telah memberikan izin untuk kami mengambil cuti. Karena tanpa izin dari pimpinan, tak mungkin kami bisa meninggalkan tempat kerja dalam waktu yang cukup lama. Dua nikmat yang tidak dirasakan oleh semua orang di luar sana.
Kami yakin banyak yang ingin juga menepi dari dunia, merasakan nikmatnya beritikaf, tapi terhalang oleh kewajiban kerja atau tak bisa meninggalkan istri dan anak dalam waktu yang lama.
Maka, semoga Allah langgengkan nikmat ini dan semoga Allah tidak mencabut seluruh nikmat ini dan sebaik-baik pembuktian rasa syukur adalah dengan terus memperbagus ibadah kita kepada Allah, rabbul alamin. Semoga Allah terima seluruh amal baik kita.
Wallahu'allam.
Selesai ditulis pada hari Selasa, 4 Syawwal 1447 H yan bertepatan dengan tanggal 24 Maret 2026 M pukul 08.55 WIB.

Komentar
Posting Komentar