Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Lembutkan Hatimu dengan Ilmu

Ahad, 14 Dzulhijah 1447 H / 31 Mei 2026 M 11.30 WIB   Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah   Buku Lembutkan Hatimu dengan Ilmu karya Ustaz Yusuf Abu Ubaidah as-Sidawi, semoga Allah ta’ala senantiasa memberkahi dan menjaga beliau dalam kebaikan , merupakan salah satu jenis buku yang bisa kita selesaikan dalam sekali duduk.   Buku yang diterbitkan oleh Pustaka Imam Asy-Syafi’i , dengan cetakan pertama pada Jumadal Ula 1447 H/November 2025 M, memiliki jumlah halaman sebanyak 106 lembar. Buku tersebut terdiri dari sepuluh bab/bagian.   Sebagaimana judulnya, Lembutkan Hatimu dengan Ilmu , buku ini membahas tentang bagaimana caranya agar kita bisa melembutkan hati dengan ilmu. Oleh karena itu, Ustaz Yusuf Abu Ubaidah as-Sidawi, s emoga Allah ta’ala senantiasa memberkahi dan menjaga beliau dalam kebaikan , memulai pembahasan dengan terlebih dahulu menjelaskan tentang kenapa ilmu itu bisa melembutkan hati dan dimana kita bisa meraih ilmu itu ( M...

Tentang Menjalani Pilihan

Sabtu, 29 Dzulqadah 1447 H // 16 Mei 2026 20.42 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Ini tentang sebuah karir. di sebuah tempat yang disebut birokrasi. Ketika yang tertulis tak mesti sesuai dengan apa yang terjadi. Ketika fakta tak melulu sejalan dengan yang tertulis rapi. Alkisah, tersebutlah seorang pegawai. Bertahun-tahun berjibaku, tak dia dapat bagian dari jabatan . tak juga dia dapat bagian dari harta . Lalu kemudian dia memilih untuk menepi, mendekat pada keluarga . Memilih tenang dengan hangatnya kebersamaan . Waktu berganti, kehidupan ternyata memaksanya untuk bisa mengambil sesuatu yang lebih. Hitungan matematika dunia mengusik hati, dengan kondisi yang kini dia hadapi. Tapi nurani yang dia yakini, tak inginkan dia mengambil dengan jalan yang menyalahi. Walaupun harus diakui, dia bukan malaikat yang senantiasa suci. Masih banyak dosa yang dia lakukan setiap hari. Dengan bertameng bahwa itu adalah sebuah sistem yang tak bisa dihindari. Seolah-olah bisa selamat d...

Pelatihan/Penyamaan Persepsi bagi Calon Fasilitator Pelatihan Dasar CPNS

Jumat, 14 Syawwal 1447 H / 3 April 2026 04.28 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah https://youtu.be/nUQ8neFECuM Pelatihan dasar calon pegawai negeri sipil (Latsar CPNS) adalah pendidikan dan pelatihan dalam Masa Prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Latsar CPNS dilakukan dalam rentang masa percobaan, yaitu satu tahun terhitung dati tanggal seseorang tersebut dinyatakan diangkat menjadi CPNS. Latsar CPNS wajib dilalui oleh seluruh CPNS dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang saat ini berlaku, Latsar CPNS hanya bisa diikuti satu kali. Itu artinya, ketika seorang CPNS dinyatakan tidak lulus, maka tidak ada kesempatan kedua, tidak ada remedial. Yang bersangkutan hanya memiliki satu pilihan, yaitu diberhentikan dan tidak bisa diangkat menjadi...

Lesson Learned dari Program MBG

Sabtu, 8 Syawwal 1447 H / 28 Maret 2026 09.16 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Pada hari Jumat, 7 Syawwal 1447 H (27 Maret 2026), di sore hari menjelang waktu berakhirnya jam kerja. Kami melakukan obrolan ringan bersama Pak Guru, Dr. Sudrajat, seorang Widyaiswara Utama di kantor kami, Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri II (dulu bernama PPSDM Regional Bandung). Pak Guru menyebutkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG), di luar kontroversinya, pro atau kontra dan segala dinamika yang menyertainya, menunjukan bahwa negara kita sangat mampu untuk menjalankan sebuah program dengan baik serta konsisten ketika serius dan maksimal dalam menjalankannya. Sekali lagi, diskusi kami tidak sedang membahas baik atau buruknya program tersebut. Kami hanya sedang berdiskusi tentang kemampuan negara kita dalam mengeksekusi sebuah program.  Bahkan menurut hemat kami, dalam perspektif manajemen perubahan organisasi, program MBG membuktikan bahw...

Catatan sebuah Kegelisahan

Rabu, 5 Syawwal 1447 H / 25 Maret 2026 07.47 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Ketika harga sebuah diri dinilai dari jumlah nominal uang yang tertuliskan. dan ketika penghormatan berbanding lurus dengan jumlah uang yang diberikan. Maka fitnah dunia telah menghujam tajam ke dalam hati, tak terelakan. Beberapa langkah lagi menuju rasa tamak materi dunia, tergelapkan. Ini bukan sebuah kabar gembira. Ini adalah sebuah bencana. Karena seharunya keluarga itu memberikan ketenangan. Bukan justru menghadirkan beban. Semoga Allah selamatkan. Selamatkan kita dari masuknya materi dunia ke dalam hati, menghilangkan rasa qana'ah yang menenangkan. *** Kekayaan Bukan Pertanda Kemuliaan, Kekurangan Bukan Pertanda Kehinaan Allâh  Azza wa Jalla tidak pernah menjadikan kekayaan dan kekurangan yang meliputi kondisi seseorang sebagai bentuk penilaian kemuliaan atau kerendahan derajatnya di sisi Allâh Azza wa Jalla . Namun, itu semua merupakan ujian dan cobaan yang Allâh Azza wa Jalla b...

Catatan sebuah Ketenangan

Selasa, 4 Syawwal 1447 H / 24 Maret 2026 08.32 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Pepatah Arab berbunyi, ﺍﻟﺼَّﺎﺣِﺐُ ﺳَﺎﺣِﺐٌ “Sahabat (Lingkungan pergaulan) itu bisa menarik (mempengaruhi)” *** Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wa sallam bersabda, الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ 3545). https://rumaysho.com/1287-pengaruh-teman-bergaul-yang-baik.html *** Walhamdulillah , sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan 1447 H ini, bisa kembali kami lewati dengan melaksanakan ibadah itikaf di Masjid Umar bin Khattab, Selacau - Bandung Barat. Ini kali kedua kami melaksanakan itikaf di Masjid Umar bin Khattab. Kami memilih Masjid Umar bin Khattab karena beberapa alasan, ya...

Episode Keempat Belas: Melihat Kenakalan Remaja

Jumat, 16 Ramadhan 1447 H / 6 Maret 2026 14.17 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah EPISODE KEEMPAT BELAS https://youtu.be/TaXcay0u5PA?si=hOl72i399iIfRZze Episode ini kami banyak berbicara tentang kenakalan remaja. Remaja dan kenakalan ibarat sebuah keniscayaan. Tidak untuk menjadi sebuah pembenaran tapi memang di usia remaja, mayoritasnya sedang ingin banyak mencoba banyak hal. Ingin mendapat sorotan. Tapi sayangnya, semua itu tidak sepenuhnya di arahkan kepada hal-hal yang baik, bahkan mayoritasnya justru tercurahkan pada hal-hal negatif. Beberapa orang bilang, usia remaja adalah masanya untuk coba-coba. Wallahu'allam , kalimat itu, menurut apa yang kami yakini saat ini, merupakan kalimat yang harus di kritisi. Kenapa? karena dalam perspektif Islam, usia remaja adalah usia yang sudah masuk ke dalam fase baligh , artinya seseorang remaja sudah terkena beban syariat, sudah dicatat seluruh amalnya.  Maka itu bukan lagi saatnya coba-coba, tapi justru menjadi fase krusi...

PPPK (di SPPG) dan Persoalan Status Kerja Negara (Sebuah Tulisan Tanggapan)

Jumat, 9 Ramadhan 1447 H / 27 Februari 2026 08.57 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Pada kolom Opini harian Kompas (27/02/2026), terdapat sebuah artikel dengan judul PPPK dan Persoalan Status Kerja Negara , yang ditulis oleh Thogu Ahmad Siregar (Staf Legal, Yayasan Pembina Universitas PGRI Yogyakarta). Sependek apa yang bisa kami pahami, secara umum tulisan tersebut memberikan kritikan terhadap status PPPK bagi orang yang bekerja di satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Menurut penulis, " PPPK adalah bagian dari ASN, status hukum publik yang secara normatif hanya dapat dilekatkan pada jabatan dalam instansi pemerintah. Namun, dalam praktik ini, status publik justru ditempelkan pada relasi kerja privat yang tidak pernah diubah strukturnya. " Penulis yang merujuk pada Pasal 19 Perpres No 115/2025, menyebutkan bahwa, " SPPG yang menjalankan program MBG pada dasarnya bukanlah lembaga negara. Ia merupakan unit pelaksana program yang dikelola oleh atau beke...

Episode Ketiga Belas: Dianggap "Wah" di Mata Masyarakat

Rabu, 7 Ramadhan 1447 H / 25 Februari 2026 09.07 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah EPISODE KETIGA BELAS https://youtu.be/-brKBjmicVs?si=xnkccgmh1qk1s6j2 Di obrolan pada episode ini, kami berdiskusi tentang "beratnya beban" yang kami rasakan setelah memutuskan untuk berusaha maksimal menjalani hidup sedekat mungkin dengan aturan Allah dan Rasul-Nya dengan pemahaman salafush shalih . Konsekuensi logis pertama yang mudah terlihat dan kemudian dinilai secara luas oleh orang lain adalah dari penampilan yang sekarang kami tunjukan. Saya yang berjenggot dan bercelana cingkrang dan istri yang menggunakan cadar, menjadi sebuah pembenaran bagi orang lain untuk memberikan label "suci" kepada kami. Faktanya adalah kami bukan ahli ilmu bukan juga orang yang terbebas dari dosa. Tapi sayangnya, persyaratan minimal dalam beragama dalam sudut pandang syariat, menjadi standar yang "wah" bagi masyarakat dewasa ini. Kami coba nikmati itu dan menjadikannya se...

Episode Kedua Belas: Tindak Tanduk Penguasa

Rabu, 30 Syaban 1447 H / 18 Februari 2026 10.54 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah EPISODE KEDUA BELAS https://youtu.be/rbWN2fkZwPE?si=pQZMsZZPxEbBfSvH Dewasa ini, dengan pesatnya perkembangan teknologi dan semakin beragamnya media, terutama media sosial, membuat segala jenis informasi mudah untuk tersebar. Di satu sisi, hal itu memudahkan semua orang untuk bisa mengakses ilmu dan pengetahuan tapi di sisi lain, informasi yang beredar menjadi terlalu banyak dan terlalu "liar". Tidak ada filter, semua saling beradu, tak peduli benar atau salah, semua ada dan tumpah ruah di dalamnya. Sehingga bukannya menambah wawasan dan kebijaksanaan, informasi justru menjadi bumerang dan membuat banyak pertikaian. Pun dengan diskursus tentang kepemimpinan. Tema yang sebenarnya besar dan agung ini, kemudian menjadi sebuah hal yang terlihat "ringan". Di tulisan yang lain, yaitu https://noorzandhislife.blogspot.com/2026/02/tindak-tanduk-penguasa.html , kami sudah sedik...

Game Anak: Antara Hiburan dan Dopamin

Sabtu, 26 Syaban 1447 H / 14 Februari 2026 15.00 WIB Bismillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah EPISODE KESEBELAS https://youtu.be/C1NuDqb6EMc?si=U5JA4YlQjAR3DL9n Di dalam obrolan selama kurang lebih 46 (empat puluh enam) menit ini, salah satu pembahasan yang kami obrolkan panjang lebar adalah berkenaan dengan games anak. Tidak, yang kami obrolkan bukan tentang games dalam arti permainan dalam dunia nyata, tapi permainan dalam kata "games" yang kami maksudkan adalah segala jenis permainan virtual, baik yang ada di hape, tablet ataupun konsol. Bagi kami yang bukan terdidik secara "agamis" sejak kecil, games menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Kami punya cerita masing-masing tentang games. Dan bukan pada tempatnya, kami untuk bernostalgia dengan itu semua. Kini kami yang sudah menjadi orang tua, telah sepakat untuk mendidik dengan metode islami secara utuh, tentu harus mempunyai standar dan batasan yang jelas berkenaan dengan games bagi anak. Dan disini kami me...

NIAT BAIK

Senin, 7 Syaban 1447 H / 26 Januari 2026 07.32 WIB PROLOG 1 Hal itu dialami Dewi. Dalam perjalanan menuju kantornya di Jakarta Pusat, Jumat lalu, hujan deras mengguyur tanpa henti. Dari balik jendela bus, pandangannya kosong menatap air yang turun. Pikirannya melayang pada janji masa kecil yang hingga kini belum terwujud. Puluhan tahun silam, saat masih tinggal di rumah neneknya di Jawa Tengah, Dewi kecil kerap duduk di depan jendela sambil memandangi hujan. Ia sering melihat ibu-ibu perajin gula kelapa berjalan beriringan membawa hasil olahan nira untuk dijual ke pengepul. ”Mereka bekerja sangat keras. Saat itu saya berjanji ingin menjadi orang kaya agar bisa menolong mereka,” katanya lirih. Janji itu belum terwujud hingga kini, dan hujan kerap membawanya kembali pada perasaan gagal, meski ia sadar itu bukan tanggung jawabnya.  (KOMPAS, 26/01/2026) *** PROLOG 2 Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hadits yang beliau riwayatkan dari ...

Episode Kesepuluh: Seni Kritik

Kamis, 17 Syaban 1447 H / 5 Februari 2026 08.58 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah EPISODE KESEPULUH https://youtu.be/x069ie9tMqc?si=U67uyeUIgrGsYLtn Pada episode ini, kami berbicara tentang kritik, dalam istilah dakwah sering dikenal dengan sebutan tahdzir . Ya, akhir-akhir ini, dunia dakwah dihiasi dengan maraknya tahdzir di kalangan ustaz. Setidaknya, itu yang dirasakan oleh istri kami di media sosial yang dia miliki. Walhamdulillah , kami yang sudah sejak lama tidak mempunyai akun Instagram, twitter (X), facebook, tiktok, dan yang semisal dengan itu, sehingga banyak informasi "dunia luar" kami dapatkan dari cerita istri. Pun dengan kritik atau tahdzir ini, berdasarkan informasi yang muncul di beranda media sosial istri kami, ada salah seorang Ustaz yang akhir-akhir ini sedang ramai diberikan kritik. Dan sebagaimana umumnya respon dalam berbagai fenomena, termasuk dalam hal kritik atau tahdzir ini, masyarakat awam kemudian terbagi menjadi tiga golongan....

Tindak Tanduk Penguasa

Sabtu, 13 Syaban 1447 H / 31 Januari 2026 19.30 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Prolog Pada hari Sabtu, 12 Syaban 1447 H yang bertepatan dengan tanggal 31 Januari 2026, dilaksanakan kajian bedah buku “Tindak Tanduk Penguasa dan Hukum-hukum yang Disyariatkan bagi Rakyat dalam Menghadapinya” . Buku tersebut adalah buku terjemah dari kitab “Al-Ihkam fi Sabri Ahwal Al-Hukkam wa Ma Yusyra’ul ArRa’iyyatil fiha Minal Ahkam” karya Syaikh Dr. Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily, yang diterjemahkan oleh Ustaz Muflih Safitra, M.Sc.   Buku setebal 108 halaman tersebut dicetak pertama kali pada Rabi’ul Awwal 1440 H yang bertepatan dengan bulan Desember 2018 M. Tindak tanduk Penguasa terdiri dari empat bagian. Bagian pertama yaitu Muqaddimah Pertama. Muqaddimah Pertama berisi sepuluh dalil untuk mendengar dan taat pada penguasa. Satu dalil dari Al-Qur’an, delapan dalil dari Hadits dan satu dalil dari ijma ulama. Bagian kedua adalah Muqaddimah Kedua, yang berisi sepuluh ...

Episode Kesembilan: Berbicara tentang Perasaan, Logika, Syariat hingga Kasus NPD Taubat

Rabu, 9 Syaban 1447 H / 28 Januari 2026 08.38 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah EPISODE KESEMBILAN https://youtu.be/A3gQcAAckQw Perasaan tidak boleh mengalahkan logika dan logika tidak boleh mengalahkan syariat. Sebuah kalimat yang coba kami implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Karena bagi kami, perasaan dan logika harus dibingkai dalam ikatan syariat.  Dalam kondisi normal maka respon awal kita terhadap suatu kejadian selalu menghadirkan perasaan terlebih dahulu. Idealnya perasaan tersebut kemudian duduk manis berdiskusi dengan logika. Sehingga "keinginan" bisa berubah menjadi "kebutuhan".  Ya, bila boleh kami analogikan, perasaan itu akan menghasilkan "keinginan". Maka tanpa hadirnya logika, keinginan tersebut tak bisa untuk kemudian mengerucut menjadi "kebutuhan". Logika dalam hal ini berfungsi sebagai filter, dia memilah dan memilih dengan berbagai pertimbangan logis, sehingga muncul "kebutuhan". Dan sesaat...

Cita-cita

Jumat, 4 Syaban 1447 H / 23 Januari 2026 08.19 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Saya yang sedang duduk di sofa rumah, tetiba dihampiri oleh Abang (Abdullah, anak pertama yang kini berusia tujuh tahun). Dengan mimik muka serius dia kemudian menyampaikan sebuah kalimat, "Abun, nanti kalau Abang udah besar, kayaknya Abang mau jadi tukang (kuli) aja deh". Apakah saya terkejut mendengar pernyataan itu? Alhamdulillah tidak, karena itu bukan yang pertama dia berkata yang semisal dengannya. Kebetulan tetangga rumah memang sedang dalam proses membangun, sehingga saat ini anak-anak saya, terutama Abang, sering melihat pemandangan para tukang yang sedang membangun rumah. Di kesempatan yang lain, sudah banyak cita-cita yang dia sampaikan. Dan semua itu masih sangat tergantung dengan hal-hal yang sedang rutin dia lihat. Respon yang saya berikan, selalu dalam nada yang sama. Saya dan istri, mencoba untuk konsisten menyampaikan nasihat dan merespon pernyataan seperti itu ...