Rabu, 9 Syaban 1447 H / 28 Januari 2026
08.38 WIB
Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah
EPISODE KESEMBILAN
Perasaan tidak boleh mengalahkan logika dan logika tidak boleh mengalahkan syariat. Sebuah kalimat yang coba kami implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Karena bagi kami, perasaan dan logika harus dibingkai dalam ikatan syariat.
Dalam kondisi normal maka respon awal kita terhadap suatu kejadian selalu menghadirkan perasaan terlebih dahulu. Idealnya perasaan tersebut kemudian duduk manis berdiskusi dengan logika. Sehingga "keinginan" bisa berubah menjadi "kebutuhan".
Ya, bila boleh kami analogikan, perasaan itu akan menghasilkan "keinginan". Maka tanpa hadirnya logika, keinginan tersebut tak bisa untuk kemudian mengerucut menjadi "kebutuhan". Logika dalam hal ini berfungsi sebagai filter, dia memilah dan memilih dengan berbagai pertimbangan logis, sehingga muncul "kebutuhan".
Dan sesaat sebelum kita lakukan, kita nilai dulu dengan syariat, apa hukum dari "kebutuhan" itu. Karena bisa jadi ada beberapa "kebutuhan" yang itu dinilai tidak baik oleh syariat, walaupun sudah sangat masuk logika manusia.
Mungkin begitu ilustrasinya tapi dalam pelaksanaan selalu ada pengecualian dan realita tidak bisa selalu dalam kondisi ideal. Ini hanya prinsip umum yang coba kami terapkan. Semoga Allah mudahkan.
EPISODE KESEMBILAN
Wallahu'allam.
Selesai ditulis pada hari Rabu, 9 Syaban 1447 H yang bertepatan dengan tanggal 28 Januari 2026 pukul 08.43 WIB.

Komentar
Posting Komentar