Langsung ke konten utama

Episode Kelima: Bermain Peran

Selasa, 11 Rajab 1447 H / 30 Desember 2025

18.50 WIB

 

Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah

 


EPISODE KELIMA

https://youtu.be/9Qj26iX4JDQ

 

Belum ada tema/konsep utama yang digunakan dalam obrolan rutin yang kami kemas dalam bentuk siniar ini. Tema bebas selayaknya obrolan biasa coba kami gunakan tapi rasa-rasanya hal itu tidak terlalu efektif untuk memantik obrolan.

 

Hingga akhirnya di episode ini, kami coba untuk meniru konsep yang dihadirkan dalam Podcast Seminggu yang disampaikan oleh Awwe dan Pican. Intinya dalam Podcast Seminggu, Awwe dan Ican akan membuka obrolan di dalam siniarnya dengan menanyakan hal-hal yang telah terjadi seminggu kebelakang. Dari sana, kemudian obrolan akan berlanjut dengan mengalir begitu saja.

 

Insyaallah tema seperti itu, membuka obrolan dengan flasback terhadap hal-hal yang terjadi di seminggu kebelakang, akan rutin kami gunakan untuk memantik obrolan setiap pekannya.

 

Di episode ini kami tidak bisa terlalu leluasa dalam mengobrol. Qadarallah, Abdulmalik (anak ketiga) dan Aisyah (anak keempat) sedang mengalami demam sehingga terus memanggil Ummun-nya untuk menemani mereka tidur.

 

Well, begitulah realita yang harus kami hadapi dan disinilah letak penting waktu khusus bagi kami untuk bisa mengobrol panjang lebar. Sehingga tangki canti bisa terus terisi, biidznillah.

 

Ada beberapa hal lain yang kami obrolkan, silahkan mendengarkan dan semoga ada manfaat yang bisa untuk diambil.

 

https://youtu.be/9Qj26iX4JDQ

 

Wallahu'allam.

Selesai ditulis pada hari Selasa, 11 Rajab 1447 H yang bertepatan dengan tanggal 30 Desember 2025 M pada pukul 19.06 WIB.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

D-IV atau S1 ?

Suatu malam pada hari Sabtu , tanggal 14, bulan Januari , tahun 2012, berlatar tempatkan teras masjid Al-Ilmi IPDN Kampus Kalimantan Barat, terjadi satu percakapan ringan sangat sederhana tapi kemudian mampu untuk membuat otak ini menjadi rumit karena terus memikirkan substansi dari apa yang diperbincangkan itu, terlalu rumit sehingga saya pikir perlu untuk dituangkan dalam sebuah narasi penuh kata, tidak berpetuah dan tidak juga indah. Tapi cukup-lah untuk sekedar berbagi ide dan informasi yang pastinya tidak sesat. Dan ini-lah percakapan singkat itu : HP ( inisial teman saya ) : “Dim, kamu lebih milih mana, S.IP atau S.STP ?” Saya : “mmm….pengennya sih S.IP” HP : “Kenapa, Dim? Kata orang kan kalo S.STP tuh lebih baik buat karir dan kata orang juga S.IP tuh lebih condong buat jadi dosen.” Saya : “Wah gak tau sih kalo masalah yang kayak gitunya, tapi saya ingin S.IP karena yang saya tau S.IP itu lebih mudah untuk nantinya kita mau nerusin ke S2, nah kalo S.STP itu gak semua unive...

Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Ketujuh)

AHAD, 10 MUHARAM 1447 H // 6 JULI 2025 12.41 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Pertama)  1. Membagi tugas. 2. Menjadi mentor. Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Kedua)  3. Pengambilan Keputusan (Decision-making). Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Ketiga)  4. Tidak Terlalu Membutuhkan pada Bawahan. Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Keempat)  5. Jujur. Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Kelima)  6. Menciptakan dan/atau membangun sebuah iklim birokrasi/proses kerja sesuai dengan yang dia inginkan/ucapkan/janjikan. Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Keenam)  7. Teladan Pimpinan dan Konsistensi Penerapan Aturan Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Ketujuh) 8. Regenerasi Di dalam sebuah organisasi yang baik harus memiliki pembagian tugas yang jelas sehingga masing-masing orang yang ada di dalam organisasi tersebut bisa melakukan identifikasi serta bertindak sesuai dengan tugas yang telah mereka miliki. ...

Ibnu Qayyim bicara Cinta

RABU, 8 RABI’UL AWWAL 1438 H / 7 DESEMBER 2016 09.20 WIB “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman : ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Katakanlah kepada wanita yang beriman : ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An-Nuur : 30-31) “Tidak ada fitnah yang lebih berbahaya sepeninggalku bagi seorang laki-laki selain dari (fitnah) wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)    ***   Adakah yang tidak mengetahui nama sekaliber Ibnu Qayyim Al Jauziyah? Ada? Ibnu Qayyim Al Jauziyah, mempunyai nama lengkap Abu Abdillah Syamsuddin Muhammad bin Abu Bakar bin Ayyub bin Sa’ad bin Hariiz bin Maki Zainuddin az-Zura’I ad-Dimasyqi al-Hanbali. Dari beberapa sumber yang saya dapatkan dari internet, dikatakan bahwa nama Ibnu ...