Minggu, 31 Januari 2010

Sindiran untuk Disindir


Untuk para perempuan yang memikat
yupz, tubuhmu memang indah terlihat
tertutup hanya oleh bahan yang ketat
sehingga terlihat sesuatu yang pekat
sesuatu yang menonjol nan bulat
mengundang orang untuk berbuat maksiat
dan meruntuhkan iman orang-orang yang hendak bertaubat

oh, wanita...
kalian memanglah sangat indah
tapi janganlah kalian menjual murah
harga diri yang bukanlah untuk kalian jual
dan kalian obral

tidaklah kalian mengerti
bahwa itu adalah hadiah Illahi
yang harus kalian jaga dan proteksi
dari segala gangguan pria tak berhati
hingga akhirnya kalian nanti
ada yang meminang dan memiliki
dalam satu ikatan halal nan pasti
pernikahan sakral, pernikahan suci

oh, gadis...
kita semua telah dimuliakan oleh Illahi
dan kita hanya tinggal menjaga kemuliaan ini
dengan mengeluarkan semua potensi baik dalam diri

Jadi...
mari angkat derajat kita ke tingkatan yang lebih tinggi
yang hanya bisa kita lakukan dengan mendekatkan diri pada Illahi Rabbi

Selasa, 19 Januari 2010

It's All Over! : 251108-170110



Sepertinya ku hilang arah tanpanya..
sepertinya ku limbung tanpanya...
dan tanpanya ku tersesat,.sepertinya....

Bukan hati atau rasa masalahnya..
ini murni tentang prinsip ku meninggalkannya...
tak ada emosi dalam memutuskannya....
ini murni untuk kebahagiannya di hari nanti tentunya.....

Ku telah berpikir matang untuk melepasnya..
dengan masa lalu sebagai gurunya...
dan masa depan sebagai pertimbangannya....
walau menyakitkan pastinya......

Dan semua kebersamaan satu tahun lebih dengannya..
dengan semua rasa sayangnya...
perhatiannya, rindunya, pengertiannya,. tentunya....
bukan perkara mudah untuk bisa melupakannya.....
atau hanya sekedar terbiasa hidup tanpa segala kebiasaannya,.sepertinya...

...


Sabtu, 16 Januari 2010

Emosi Bernama Kemarahan


"Orang yang kuat bukanlah yang kuat dalam gulat. Orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya ketika marah."
(HR. BUKHARI dan MUSLIM)


Kemarahan
adalah suatu emosi yang secara fisik mengakibatkan antara lain peningkatan denyut jantung, tekanan darah serta tingkat adrenalin dan noradrenalin. Itulah sebuah pengertian dari kata marah atau kemarahan yang bisa saya dapatkan dari situs WIKIPEDIA. Sudah sejak lama saya pribadi ingin menulis mengenai sebuah fenomena pelampiasan emosi dalam bentuk sebuah kemarahan, karena saya pribadi termasuk orang yang agak sulit dalam mengendalikan rasa marah. Dan ketika saya membaca sebuah artikel di koran Republika edisi hari ini, Sabtu, 16 Januari 2010 yang bertepatan dengan 30 Muharam 1431 H, yang berjudul "Menahan Marah" karya Iman Nur Suharno M.Pdl. rasa itu semakin menggebu dan tak bisa saya tahan lagi.

Sudah banyak fakta atau bukti yang secara jelas menunjukan kepada kita semua bahwa buah dari suatu kemarahan selalu menimbulkan efek negatif. Hampir tak ada sesuatu yang positif dari sebuah kemarahan. Tapi, seolah tak mengerti, kita semua masih saja membiarkan kemarahan yang ada dalam hati kita keluar secara menggebu-gebu dan menafikan semua pemikiran logis dan perasaan nurani. Dalam tayangan berita di TV, kita pernah dan bahkan sering melihat sebuah demonstrasi yang dilakukan sekelompok orang yang pada akhirnya berujung ricuh. Dari tayangan itu, satu kesimpulan kecil bisa kita tarik yaitu orang-orang yang ikut serta dalam sebuah demonstrasi belum bisa menahan rasa marah dan bahkan cenderung untuk sengaja mempertunjukan kemarahan mereka, entah untuk menunjukan betapa serius nya mereka atau mungkin untuk menunjukan "kekuasaannya". Saya selalu miris melihatnya dan mungkin juga semua orang yang menyaksikan tayangan seperti itu. Setidaknya ada dua penyebab kemirisan yang saya rasakan, pertama karena perbuatannya dan yang kedua karena pelakunya. Ya, hampir sebagian besar, pelaku atau partisipan dari sebuah kegiatan demonstrasi adalah MAHASISWA. Sekelompok orang yang disebut sebagai orang-orang yang mempunyai intelektual tinggi dan menjadi harapan bagi bangsa Indonesia yang sejalan dengan tugasnya sebagai calon pemimpin. Menjadi sebuah ironi, ketika kekerasan atau pelampiasan kemarahan dilakukan oleh orang-orang yang terpelajar, yang secara teori seharusnya lebih mampu menunjukan kedewasaannya dengan sebuah solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan yang ada, bukan justru sebaliknya. Sebenarnya tak ada yang salah dengan melakukan sebuah demonstrasi selama hal itu masih sesuai dengan koridor yang ada dan menjaga ketertiban umum. Karena, bagaimanapun juga, kita membutuhkan orang-orang yang secara langsung maupun tidak langsung mengikuti dan menjaga perkembangan politik negara kita dan mengkritisi kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah. Ini sesuai dengan budaya politik yang harus kita kembangkan yaitu budaya politik partisipan dan dalam hal ini mahasiswa (agent of change) berada dalam gardu terdepan. Satu-satunya hal yang salah dan harus diperbaiki adalah perbuatan anarki yang biasa mereka lakukan. Tentu masih ingat dalam otak kita, bagaimana demo mahasiswa yang menentang kenaikan BBM berlangsung ricuh dan melakukan perusakan terhadap fasilitas umum dan bahkan sebuah mobil dinas. Lagi-lagi sebuah ironi, ketika yang mereka perjuangkan adalah rakyat tapi mereka justru merusak benda-benda yang secara jelas telah menggunakan uang rakyat.
Ada apa dengan perilaku santun?damai?dan saling mengalah? Apakah sebegitu rusaknya mental bangsa ini sehingga perbuatan anarkis hasil dari ketidakmampuan menahan rasa marah lebih kita kedepankan daripada sebuah musyawarah mufakat dengan kepala dingin?

Dan akhir-akhir ini pun kita disuguhi oleh demo-demo yang berlangsung ricuh mengenai kasus Bank Century dan Anggodo. Sekali lagi, kita sebagai rakyat memang sudah seharusnya ikut serta dalam proses pengawasan terhadap segala "gerak-gerik" yang dilakukan oleh Pemerintah kita. Agar segala kebijakan ynag dilakukan, benar-0benar untuk mensejahterakan rakyat Indonesia pada umumnya. Dan demostrasi adalah salah satu cara bagi kita untuk mengkritisi segala kebijakan yang ada, yang tentunya bila kebijakan itu kita nilai merugikan. Tapi, sebuah demonstrasi janganlah kita jadikan sebagai ajang mempertontonkan perbuatan anarkis dan pelampiasan rasa marah secara berlebihan.

Pada akhirnya, kembali pada sebuah tulisan karya Iman Nur Suharno M.Pdl, sebagai umat Islam setidaknya ada tiga cara yang bisa kita lakukan untuk menahan rasa marah, yaitu :
  1. Berusaha untuk berhenti bicara.
  2. Membaca ta'awudz.
  3. Berwudhu.
Karena sesungguhnya kemampuan menahan marah merupakan karakteristik orang bertakwa yang dijanjikan sebagai penghuni surga oleh Allah SWT.

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan hartanya baik dalam keadaan lapang maupun sempit, mampu menahan marah dan memberi maaf kepada manusia. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik."
(QS. ALI IMRAN, 3:133-134)

Minggu, 10 Januari 2010

Catatan Tentang A.C. Milan

*Tulisan ini telah saya posting/terbitkan di situs jejaring sosial, FACEBOOK, pada tanggal 21 Agustus 2009. Beberapa hari sebelum gelaran Seria A Italia dimulai, tulisan ini menandakan betapa semangatnya saya menyambut Milan yang baru tanpa sang legenda (Maldini), sang juru selamat (Don Carlo) dan sang anak emas (Kaka'). MILAN REMAINS MILAN!! THE BEST CLUB IN THE WORLD!!!

"We're Ready"

Akhirnya semua akan terlihat jelas, semua opini, prediksi dan harapan akan mulai terjawab. Tak ada lagi jalan untuk mundur, semua akan di mulai, semua akan melihat apakah opini mereka benar, apakah prediksi mereka sesuai dan apakah harapan mereka terpenuhi.

Semua persiapan akan terlihat hasilnya, hanya ada 2 yang pasti, menjadi pecundang atau pemenang!

Milan telah siap, siap menjawab semua tantangan dan cercaan!
Milan telah siap, siap membungkam para kririkus!
Milan telah siap, siap untuk menjadi juara!

SELAMAT DATANG SERIE-A. SELAMAT DATANG MUSIM YANG BARU, SAMBUTLAH MILAN YANG BARU!



Catatan Tentang TBS

*Tulisan ini telah saya posting/terbitkan di situs jejaring sosial, FACEBOOK, pada tanggal 14 Juni 2009.

"NEW AGAIN" Is A Must

Yupz, hampir sama dengan perubahan, yang merupakan suatu keharusan. Karena, satu hal yang tidak akan berubah di dunia ini adalah perubahan itu sendiri. So, prepare yourself for something new, something good!
Inilah yang ditawarkan oleh my favourite band : TAKING BACK SUNDAY, dalam album terbaru mereka "NEW AGAIN". Dengan filosofi dan semangat perubahan, mereka akhirnya mampu dengan tegas menyatakan kalo mereka berubah menjadi baru lagi!
So, buat kalian semua yang ingin berubah dari segala sesuatu yang membuat kalian bosan, album TBS bisa menemani anda untuk itu!
ARE YOU READY TO BE NEW AGAIN!?

TAKING BACK SUNDAY - NEW AGAIN

NEW AGAIN adalah album terbaru TAKING BACK SUNDAY dan merupakan album keempat mereka. Dalam album ini, mereka juga sekaligus memperkenalkan personil baru yang menggantikan posisi Fred Mascherino, yaitu Matt Fazzi.
Mungkin karena semangat itulah akhirnya perubahan menjadi tema utama dalam album ini.
NEW AGAIN sendiri berisikan 11 lagu, yaitu :New Again, Sink Into Me, Lonely,Lonely, Summer,Man, Swing, My Mouth Is, Catholic Knees, Carpathia, Capital M-E, Everything Must Go, dan Cut Me Up Jenny.
Semua lagu masih bergenre rock atau post hardcore, karena itulah dasar musik TBS. Tapi, dengan semangat "New Again", tentu saja terdapat nuansa baru dalam setiap lagunya!
Album wajib bagi mereka pemuja perubahan dan penggemar musik rock!
Bagi anda yang kurang suka musik rock, tak ada salah nya untuk mencoba mendengarkan TBS, 'cause TBS is totally Different!
They are damn Good!

Sabtu, 09 Januari 2010

A Trip To Bali : Rinduku Panggilan-Mu




Di saat sesuatu yang salah menjadi benar,
di saat kebebasan menjadi sebuah aturan,
di saat surau-Mu tak banyak kujumpai,
di saat agama-Mu tak menjadi penguasa bagi rakyatnya,
di saat kaum-Mu menjadi sekelompok kecil tak berdaya.

Di saat itulah aku rindu suara panggilan-Mu.
Memanggilku untuk melaksankan segala hal yang benar dan menjauhi semua hal yang salah,
memanggilkuku untuk menegakan aturan-Mu,
memanggilku dari tempat suci nan indah milik-mu, Surau-Mu.

Karena Engkaulah penguasa atas diriku,
dan sejuta umat manusia di dunia ini.