Rabu, 28 Desember 2011

Talk More, Do More

The conversation below was happening in the middle of nowhere. This conversation is between noorz58milanello and Adima Insan Akbar Noors. Enjoy!
Peace and Cheers, my friends!


noorz58milanello : “Okay, let’s be honest, adima insan akbar noors! The truth is you have a very big mouth. Sometimes and always you’re talking too much, too way fuckin’ much! You talk like you know everything, yeah you talk like you’re the smartest man all over the world. One simple word, but you always make it as a long and complicated word. You always choose the long way rather than the short one. Damn! That’s the fact, adima insan akbar noors!”


Adima Insan Akbar Noors : “Yeah! That’s right and I can’t ignore that fact, noorz58milanello. But at least I’m not telling a lie. I’m talking the truth, I talk in the right place and the right situation. I never talk if there’s not belong to my place, to my capability. I won’t talk about something that I don’t know. The last but not least, I talk much but I do much too. I mean the things won’t work out by itself, the other people won’t understand if we remains silent and the other people will hard to understand something if we choose to explain it with only the sign. We have to speak with our own voice to explain it so other people will understood. ( baca : Speak Up! ) So for me, we have to talk much and do much. That’s me, that’s my damn opinion, noorz58milanello. At least for now ‘cause nothing last forever but my believe in Allah!”


Catatan : Maafkan bila banyak terdapat kesalahan dalam penggunaan kata serta penempatan kalimat. Terlebih kesalahan dalam tata bahasanya. Sekali lagi saya mohon maaf dan dengan segala kerendahan hati yang saya miliki saya memohon koreksi, cacian, hinaan, kritikan serta masukan yang membangun dari anda semua sehingga saya bisa terus belajar menjadi orang yang terus berkembang menjadi terus lebih baik lagi. Karena saya sungguh masih merupakan seseorang yang belajar dalam bahasa dan bahkan dalam setiap segi kehidupan yang ada, ya..saya masih merupakan seseorang yang amatir.


Tapi mohon jangan pernah anda beranggapan bahwa saya adalah seseorang yang tidak nasionalis karena saya dengan sok-nya menggunakan bahasa asing dalam tulisan ini dan beberapa tulisan saya yang lainnya, yang walaupun bahasa asing itu masih sangat jauh dari kata sempurna dan justru dekat dengan kata kacau balau. Walaupun memang itu hak anda dalam berpendapat dan saya tidak mempunyai sedikit pun daya untuk menahan, membatasi ataupun merubah pendapat anda. Tapi izinkan-lah saya untuik memberikan suatu penjelasan, hanya sekedar untuk membela diri dan menunjukan bahwa prinsip ini benar atau anggap-lah ini hanya merupakan suatu wujud implementasi Hak Azasi Manusia, Hak untuk menyuarakan pendapat. Dan apabila setelah saya menjelaskan anda menjadi berubah pendapatnya, menganggukan kepala seraya setuju dengan argumentasi yang saya kemukakan, maka hal itu merupakan bonus bagi saya.


Jadi, alasan kenapa saya menggunakan bahasa asing, dalam hal ini bahasa inggris, itu semata karena tuntutan zaman karena dunia ini “memaksa” kita untuk seperti itu. Dan agar saya mampu bertahan hidup maka jelas saya harus beradaptasi. Karena sekali lagi , Semua bisa berubah sejalan dengan kejadian yang kita alami, entah musibah ataupun anugerah. Persepsi kita, cara pandang kita, opini kita, pengalaman kita, semuanya bisa berubah. Tapi, satu hal yang jangan berubah adalah : Aqidah kita, kepercayaan kita terhadap Allah, terhadap semua kekuasaan-Nya dan pilihan-Nya. ( Wisdom, Justice and Love Part I, II, III )


Dan khusus untuk bahasa, saya sendiri membedakannya menjadi tiga macam, yaitu : bahasa ibu, bahasa pemersatu dan bahasa untuk kita maju.


Bahasa ibu bagi saya adalah bahasa Sunda karena itu-lah bahasa suku saya, bahasa tempat saya dilahirkan dan dibesarkan. Itu-lah bahasa ibu bagi saya.


Bahasa pemersatu adalah bahasa Indonesia karena konsekuensi logis bagi saya sebagai Warga Negara Indonesia, sebagai seseorang yang menyatakan dengan bangganya sebagai seorang Indonesia karena tidak mungkin kita bersatu tanpa ada hal yang mempersatukannya. Terlebih lagi dalam hal yang paling utama dan penting yaitu komunikasi. Kita harus mempunyai bahasa yang satu, dan bahasa itu adalah bahasa Indonesia.


Dan bahasa untuk kita maju adalah bahasa asing. Ya, karena itu-lah resiko kita sebagai Negara berkembang yang berada di bawah ketiak Negara-negara maju yang dalam hal ini adalah negara-negara barat. Negara-negara barat masih memegang kendali penuh dalam edukasi, hiburan, ekonomi dan segala segi kehidupan lainnya. Sehingga menjadi kewajiban bagi kita untuk mampu berbahasa dalam bahasa mereka sebagai syarat utama agar bisa diterima oleh mereka dan bergaul dalam kehidupan globalisasi dewasa ini.


Sebenarnya tak ada keraguan dalam hal itu dan tak sedikitpun pertentangan untuk hal itu. Tapi menjadi sangat ironi dan suatu permasalahan ketika justru bahasa ibu belum dikuasai betul, bahasa pemersatu pun belum sepenuhnya dipahami tapi kita justru terus mengejar bahasa asing dan akhirnya bahasa asing itu pun tidak bisa kita salami benar. Ya, situasi seperti itu sungguh tidak ideal, rawan akan kehilangan identitas diri dan terdapat banyak kemungkinan untuk kita terombang-ambing arus globalisasi tanpa arah, situasi seperti itu sungguh hanya akan membuat kita limbung. Dan ya, situasi seperti itu tergambar jelas dalam diri ini, damn!!


Minggu, 25 Desember 2011

Wahana Wyata Praja IPDN






Sejarah Singkat Wahana Wyata Praja




Wahana Wyata Praja adalah organisasi internal Praja IPDN yang pada dasarnya mempunyai tugas dan fungsi sama dari tahun ke tahun, namun namanya berubah sesuai situasi dan kondisi pada masa angkatan tersebut. Nama organisasi praja yang terbentuk sejak awal berdirinya STPDN hingga IPDN adalah sebagai berikut:

Manggala Corps Praja
Angkatan I STPDN sampai dengan angkatan IV STPDN
Organisasi ini bernama MANGGALA CORPS PRAJA, yang pimpinannya adalah Manggala Pati dengan tanda jabatan talikur berwarna merah, nama Manggala Corps ini hanya sampai pada angkatan IV saja, karena pada angkatan V organisasi internal Praja ini berubah nama menjadi WAHANA BINA PRAJA.

Wahana Bina Praja
Angkatan IV STPDN sampai dengan angkatan XVI STPDN
Wahana Bina Praja ini pimpinannya bernama Gubernur Praja dengan tanda jabatan talikur berwarna biru lis kuning nestel dua, dari Wahana Bina Praja inilah mulai di bentuk berbagai instansi dan UKP yang di anggap penting dalam hal mengembangkan minat dan bakat para praja, diantaranya ialah Komando, Kombat dan lainya. Nama Wahana Bina Praja digunakan mulai angkatan V sampai dengan angkatan XVI STPDN, dan selanjutnya berubah nama menjadi BADAN EKSEKUTIF PRAJA pada angkatan XVII, hal ini terjadi di karenakan perintah presiden mengenai pembekuan organisasi Wahana Bina Praja terkait dengan tragedi tewasnya seorang madya praja.

Badan Eksekutif Praja
Angkatan XVII IPDN
Adapun Badan Eksekutif Praja yang biasa di singkat dengan BEP ini di buat untuk menyeimbangkan dengan organisasi internal mahasiswa di Universitas lainnya yang biasa di sebut dengan BEM ( badan eksekutif mahasiswa ), yang pimpinanya adalah Presiden Praja dengan tanda jabatan talikur warna biru lis kuning nestel dua, badan eksekutif praja ini dibuat tanpa di dasari ataupun tidak ada dasar hukum dalam bentuk apapun. Badan eksekutif praja ini hanya di angkatan XVII, dimasa angkatan XVIII nama Badan Eksekutif Praja berganti nama menjadi ORGANISASI KORPS PRAJA.

Organisasi Korps Praja
Angkatan XVIII
Organisasi Korps Praja yang pimpinanya seorang Gubernur Praja dengan tanda jabatan talikur berwarna biru lis kuning nestel dua. Organisasi Korps Praja pada masa angkatan XVIII berubah nama lagi menjadi WAHANA WYATA PRAJA.

Wahana Wyata Praja
Angkatan XIX sampai dengan sekarang
Ketika pada masa angkatan XIX, Wahana Wyata Praja yang pimpinanya seorang Gubernur Praja dengan tanda jabatan talikur warna biru lis kuning. Dasar hukum pembentukan organisasi ini adalah Peraturan Rektor Nomor 8 tahun 2010. Dimasa organisasi Wahana Wyata Praja Angkatan XIX mempunyai dua periode masa kepemimpinanya, yaitu periode 2010 – 2011 dan periode 2011 – 2012, hal ini terjadi di karenakan adanya ekselerasi diangkatan XVIII serta tidak menerima calon praja pada tahun 2007, sehingga terjadi kekosongan ditingkat tiga ( nindya ) dan tingkat empat ( wasana ).









Arti Lambang Wahana Wyata Praja






Bintang satu : Ketuhanan Yang Maha Esa yang artinya sebuah organisasi berdasarkan kebaikan dan kebenaran
Padi dan kapas : Kesejahteraan yang artinya Wahana Wyata Praja berkontribusi terhadap masyarakat praja.
Rektorat IPDN : Wahana Wyata Praja adalah organisasi senat IPDN









Definisi Wahana Wyata Praja




Definisi 'wahana' :

1. kendaraan; alat pengangkut;
2. alat atau sarana untuk mencapai suatu tujuan: koperasi diharapkan menjadi -- untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat
3. tafsir mimpi; alamat

Definisi 'wiyata' :

1. pengajaran; pelajaran;
-- mandala lingkungan pendidikan tempat berlangsung proses belajar-mengajar: sekolah merupakan -- mandala bagi siswa; -- praja jawatan urusan pengajaran

Definisi 'praja' :

1. Kota;
2. Negara;
3. Pemerintahan;
4. Orang yang mengerti dan paham akan pemerintahan atau orang yang menjalankan roda pemerintahan/negara.







Institut Pemerintahan Dalam Negeri merupakan sebuah lembaga pendidikan kedinasan kepamongprajaan pencetak kader-kader aparatur pemerintahan. ( baca : Selayang Pandang IPDN ) Secara sangat sederhananya, apabila AKPOL adalah pencetak kader-kader polisi yang bertugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta AKMIL adalah pencetak kader-kader tentara yang bertugas untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka IPDN adalah pencetak kader-kader pemerintahan, PNS, para birokrat, yang bertugas untuk menciptakan kesejahteraan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ya, AKPOL, AKMIL dan IPDN merupakan pilar pendidikan kader di Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang mempunyai beban dan tugas yang sangat penting dalam eksistensi suatu Negara, karena ketiga lembaga pendidikan kedinasan itu harus menjaga tiga pilar utama dalam suatu Negara, pilar dasar, fondasi utama, dari adanya suatu Negara yaitu : Keamanan, Kedaulatan dan Kesejahteraan. Percayalah tanpa adanya ketiga dasar itu sebuah Negara tak akan mampu untuk bertahan lama atau bahkan untuk sekedar berjalan tegak!

Walaupun dewasa ini disiplin ilmu pemerintahan tidak lagi dimonopoli oleh IPDN, akan tetapi kelebihan yang tetap akan menjadi nilai lebih dari IPDN adalah sampai dengan saat ini IPDN masih merupakan perguruan tinggi kedinasan, yang itu berarti segala biaya pendidikan ditanggung oleh Negara dan peserta didiknya apabila nanti lulus sudah hampir dipastikan akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil di lingkungan Kementerian Dalam Negeri maupun di lingkungan Pemerintahan Daerah di seluruh Indonesia, dengan golongan kepangkatan III/a. Selain itu, dari segi kurikulum, IPDN menganut kurikulum JarLatSuh ( Pengajaran, Pelatihan dan Pengasuhan ) ini-lah nilai lebih yang sampai kapanpun tidak akan pernah bisa kita temui di perguruan tinggi lainnya yang menyediakan displin ilmu pemerintahan ( kecuali di Provinsi Kalimantan Barat ). Dengan kurikulum JarLatSuh, maka apa yang dididik di IPDN tidak hanya terfokus pada sisi kognitif semata atau hanya terbatas pada penguasaan teoritis belaka akan tetapi menyeluruh atau komprehensif pada kognitif, apektif dan psikomotorik. Karena menjadi seorang pegawai negeri sipil yang baik tentu tidak hanya harus menguasai displin ilmunya saja, akan tetapi juga harus ditunjang dengan penguasaan aturan-aturannya, keterampilan dalam pemerintahan serta sikap dan akhlak yang baik. Itu-lah yang coba untuk dilakukan di IPDN, semua unsur dididik secara intensif dan tepat sehingga nantinya benar-benar bisa bermanfaat dan menjadi seorang birokrat yang handal. Sederhannya, ilmu pemerintahan yang ditawarkan di IPDN adalah ilmu pemerintahan terapan dan pelatihan serta penanaman sikap yang baik sebagai seorang birokrat, karena seorang birokrat harus mampu mempunyai sikap sebagai seorang birokrat seutuhnya, harus mampu memahami apa yang disebut dengan “hierarki”, tanpa adanya pemahaman akan hal itu, maka semua ilmu pemerintahan yang kita miliki akan menjadi tak berguna nantinya dalam kerja kita sehari-harinya. ( baca : Keluarga Besar IPDN )

Dan atas dasar pemikiran itulah, organisasi kemahasiswaan di lingkungan IPDN agak berbeda dengan organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi lainnya. Di IPDN organisasi kemahasiswaannya atau organisasi senatnya disebut dengan Wahana Wyata Praja, disingkat WWP. WWP merupakan organisasi mahasiswa/praja di IPDN sebagai sarana praktikum pemerintahan daerah. WWP adalah BEM akan tetapi tidak murni independen seperti BEM di universitas lainnya, karena WWP masih terikat dengan prosedur, kultur dan struktur yang ada di IPDN. WWP dibentuk semirip mungkin dengan pemerintahan daerah, karena tujuan utama dibentuknya WWP tidak hanya sebagai sarana berorganisasi bagi praja akan tetapi jauh dari itu, diharapkan praja juga mampu untuk berlatih senyatanya dengan jabatan-jabatan, tanggung jawab, tupoksi dan keadaan apabila nanti telah lulus dan bertugas sebagai pegawai negeri sipil, entah itu di pusat maupun di daerah.

Organisasi WWP dibagi menjadi dua macam yaitu Provinsi Wahana Wyata Praja yang ada di IPDN Kampus Pusat Jatinangor dan Kabupaten Wahana Wyata Praja yang ada di setiap IPDN Kampus Daerah ( Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua ). ( baca : Kampus Daerah dan Semangat Perubahan ) Pimpinan dalam WWP adalah Gubernur Praja yang ada di Kampus Pusat dan bertugas di Provinsi WWP, dengan demikian setiap Kampus Daerah merupakan bagian dari Provinsi WWP sehingga disebut dengan Kabupaten WWP yang dipimpin oleh seorang Bupati Praja. Sekali lagi, pengaturan, nama, dan tupoksi serta azas yang digunakan oleh WWP, entah itu di Provinsi WWP maupun di Kabupaten WWP, semuanya diatur sedemikian rupa, semirip mungkin dengan pemerintahan daerah dengan dasar hukumnya adalah Peraturan Rektor IPDN Nomor 08 Tahun 2010 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Wahana Wyata Praja IPDN, dengan ruang lingkup tugas yang dispesifikan pada lingkungan masyarakat praja di lingkungan kampus IPDN.

IPDN Kampus Kalimantan Barat merupakan Kampus Daerah baru, sehingga pembentukan organisasi praja menjadi sesuatu hal yang urgent, untuk melakukan pengaturan kedalam serta keluar, sehingga masyarakat praja yang ada di IPDN Kampus Kalbar bisa lebih terorganisir dengan baik. Melihat hal itu, Direktur IPDN Kampus Kalbar melalui Bagian Administrasi Keprajaan mendorong dan memfasilitasi para praja untuk segera membentuk organisasi praja IPDN Kampus Kalbar dalam bentuk Kabupaten Wahana Wyata Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Kalimantan Barat sesuai dengan amanat Peraturan Rektor IPDN No. 08/2010. Diawali dengan dipilihnya terlebih dahulu DPPD ( Dewan Perwakilan Praja Daerah ) yang kemudian membentuk KPUD ( Komisi Pemilihan Umum Daerah ), maka dilakukan-lah pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Praja IPDN Kampus Kalbar secara langsung.

Dari serangkaian kegiatan diatas, maka masyarakat praja IPDN Kampus Kalbar sedikit banyaknya telah belajar untuk berdemokrasi secara benar, suatu pembelajaran yang sangat berharga untuk nantinya diterapkan di lapangan. Dan proses yang cukup menguras tenaga serta emosi itu akhirnya berbuah manis, karena pada hari Jumat, tanggal 16, bulan Desember, tahun 2011, dalam Apel Pelepasan Cuti Natal 2010 dan Tahun Baru 2012 yang dirangkaikan dengan pelantikan Fungsionaris dan DPPD Kabupaten WWP IPDN Kampus Kalbar, maka pada hari itu Kabupaten WWP IPDN Kampus Kalbar resmi ada, seiring dengan dilantiknya pejabat yang ada di Kabupaten WWP IPDN Kampus Kalbar, melalui SK Direktur IPDN Kampus Kalbar Nomor 800.224 Tahun 2011 tentang Pengangkatan Fungsionaris Wahana Wyata Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Kalimantan Barat Tahun 2011, SK Direktur IPDN Kampus Kalbar Nomor 800.225 Tahun 2011 tentang Pengangkatan Dewan Perwakilan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Kalimantan Barat tahun 2011 dan SK Bupati Praja WWP Nomor 01 Tahun 2011 Tentang Pengangkatan Pejabat Organisasi Kabupaten Wahana Wyata Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Kalimantan Barat.






SK Direktur IPDN Kampus Kalbar Nomor 800.224 Tahun 2011 tentang Pengangkatan Fungsionaris Wahana Wyata Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Kalimantan Barat Tahun 2011




Bupati Praja : EKO SUDIANO
Wakil Bupati Praja : TERESA IRMINA N.
Sekretaris Daerah : ADIMA INSAN AKBAR NOORS
Sekretaris Dewan : SEHAT TERATETI
Inspektorat Praja : HANAFI ZUHRI
Kepala Dinas Pendidikan : HAJID ARIF HIDAYAT
Kepala Dinas Olahraga dan Kesehatan : RIDHO WINAR LAGAN
Kepala Dinas Kesenian dan Kebudayaan : HIZKIA BILL MONTOLALU
Kepala Dinas Kesejahteraan Praja : AWALLUDIN HARAHAP
Kepala Dinas Peranan Wanita : NI MADE ELSYA
Kepala Badan Administrasi Praja : VIRZA PRATAMA
Kepala Kantor Agama dan Kerohanian : M. FAUZI
Camat Madya Praja : SUTRISNO
Camat Muda Praja : STENRY STEVENSON SOHILAIT
Camat Wanita Praja : FINA ADRIANI
Lurah Madya Praja Blok A : ZULPAHMI
Lurah Madya Praja Blok B : NUGROHO ARI PUTRA
Lurah Muda Praja Blok A : FAJRI RAHMAD ERSYA
Lurah Muda Praja Blok B : YEHEZKIEL FRENDATA
Lurah Madya Wanita Praja : RYA YOHANA
Lurah Muda Wanita Praja : ARIHUN RAHMATIN
Kepala Polisi Praja : FRENDI ARIFIN
Komandan Batalyon : ARIF SETIO AJI









SK Direktur IPDN Kampus Kalbar Nomor 800.225 Tahun 2011 tentang Pengangkatan Dewan Perwakilan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Kalimantan Barat tahun 2011




Ketua DPPD : AHMAD OKTABRI W.
Wakil Ketua DPPD : RAHMAT HADIYAHTULLAH ANDI G.
Anggota DPPD : 1. EDGAR TAMBUN
2. M. RIZKI AHMAD
3. PIETER SANDY IPUL LIU
4. HALEN PERDANA
5. ADI TYA INDRAWAN
6. YANUARTI WIDYA A.
7. HANIFAH ROMADHONI









SK Bupati Praja WWP Nomor 01 Tahun 2011 Tentang Pengangkatan Pejabat Organisasi Kabupaten Wahana Wyata Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Kalimantan Barat.




A.SEKRETARIAT DAERAH
1. MUHAMMAD IKHSAN KABAG PERENCANAAN DAN KEUANGAN
2. NIRWAN NURCAHYA KABAG HUBUNGAN MASYARAKAT
3. AFIUDDIN KABAG UMUM
4. FERNANDA KASUBBAG RENCANA DAN PROGRAM
5. RINI WULANDARI KASUBBAG KEUANGAN
6. KHAERUL ARIFIN KASUBBAG DOKUMENTASI
7. FAZRI MUHAMMAD SYAPUTRA ANGGOTA SUB BAGIAN DOKUMENTASI
8. DIAN FURQANI KASUBBAG PENERANGAN
9. BUNGA UMAIYAH PRATIWI KASUBBAG MULTIMEDIA DAN KREATIFITAS
10.MUSLIMIN ABADI KASUBBAG TATA USAHA
11.ARDIAN ANGGAWA P.P. KASUBBAG RUMAH TANGGA
12.FIKA NOVIANTI R. KASUBBAG PROTOKOL
13.FATARUL TANRE KASUBBAG HUKUM

B.SEKRETARIAT DEWAN
1. FAHRUDIN IBRAHIM M KABAG UMUM
2. SUCITYA DWI NOVIRA KABAG KEUANGAN
3. ANDI ARDIANTO EKA PUTRA KABAG RISALAH DAN PERSIDANGAN

C.INSPEKTORAT PRAJA
1. SIGIT HARSENO KEPALA SEKRETARIAT
2. ARNANDO YUGANTARA INSPEKTUR PEMBANTU BIDANG APARATUR
3. RONI IMAM PRABOWO INSPEKTUR PEMBANTU BIDANG KEUANGAN
4. FEBRIAN PRADITA INSPEKTUR PEMBANTU BIDANG KESEJAHTERAAN DAN SOSIAL

D.DINAS PENDIDIKAN
1. HENDRA SETIAWAN SEKRETARIS DINAS
2. TRI WANDA KABID JARLATPUS
3. DIKKI AHADIYAT MUTAQIN KABID SARANA DAN KERJASAMA

E.DINAS KESEJAHTERAAN PRAJA
1. SAVITRI SEKRETARIS DINAS
2. DINDA RACHMAN ANINDITYA KABID KEBUTUHAN PRAJA
3. RISKI MEDIA PAMBUDI KABID SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN

F.DINAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN
1. MIKAEL A. SIMATUPANG SEKRETARIS DINAS
2. MOEH. IRTHO HARFIAN KABID BINJAS
3. YURINDA OLEO KABID KESEHATAN
4. M. AHDI SATRIA KABID KOMITE

G.DINAS KESENIAN DAN KEBUDAYAAN
1. SRI SARTIKA SEKRETARIS DINAS
2. FATHYA ALBAAR KABID EKSTRAKULIKULER SENI DAN BUDAYA
3. STEVIE IRIANDO LUMATAUW KABID PERALATAN SENI DAN BUDAYA

H.DINAS PERANAN WANITA
1. VERLYANA RISYAH SEKRETARIS DINAS
2. ELSA ASRINA POETRI KABID KEGIATAN DAN OPERASIONAL
3. DWI HANDAYANI KABID INFORMASI, KOMUNIKASI DAN PERENCANAAN

I.BADAN ADMINISTRASI PRAJA
1. ANDI ASRUL SANI SEKRETARIS BADAN
2. DEWA NGAKAN NYOMAN K.P. KABID ADMINISTRASI KAB. WWP
3. KIRING YOPI KABID INFORMASI

J.KANTOR AGAMA DAN KEROHANIAN
1. RIFO REYNALDO KALUMATA KASUBBAG TU






Kebahagiaan dan kelegaan jelas terpancar dari setiap mata praja yang ada, harapan untuk dapat belajar berorganisasi dan mampu untuk mewujudkan suatu siklus kehidupan praja yang lebih bermanfaat dan berkualitas, tidak lagi monotan ataupun stagnan terbayang jelas di depan mata. Semnagat itu terasa ada, dan harus tetap mampu untuk dipertahankan sehingga pekerjaan yang kita emban bisa terlakana dengan baik.
Akhir kata, selamat bertugas kawan! Marilah bertindak dan bekerja sesuai dengan peran dan status yang kita emban.
Just remember one thing, GREAT POWER COMES GREAT RESPONSIBILITY.


Selasa, 13 Desember 2011

My Name Is ...

nothing last forever...
things and people will change...
with the new colors, new spirit, new hopes, and new dreams.
change to survive, change to stay alive and change to be a better one.
so be ready for something new.


*catatan : artikel yang seharusnya sudah dapat saya selesaikan jauh-jauh hari dan bahkan seharusnya ( rencana awalnya ) akan saya posting-kan bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1433 H. Ya, artikel yang, lagi-lagi, sebenarnya merupakan artikel yang saya buat sebagai salah satu cara saya untuk memperingati Tahun Baru Islam, karena moment tahun baru saya pikir sangat tepat dengan tema perubahan yang saya tuliskan dalam tulisan ini. Tapi, itu-lah manusia, hanya dan hanya akan selalu bisa untuk berencana dan berusaha diiringi oleh do’a, setiap hasil yang ada sungguh sangat di luar dari kekuasaan seorang manusia, cause u know what? I’ve been so damn busy this week, I was so busy till i forgot to look after my face and now my face full of acne! Shit!! But, I still face it with smile, just let it flow and enjoy it. Karena yang terpenting adalah akhirnya saya tetap bisa menyelesaikan tulisan ini walaupun dengan agak terburu-buru dan dengan tulisan yang bila boleh saya katakan agak kurang “mengena”, It’s a little fucked up!
So, as the wise man said, it’s better late than never, saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1433 H., moment yang tepat bagi kita umat Islam untuk meningkatkan kualitas Iman, Ikhsan dan Islam kita. Bermuhasabah dan membuat resolusi, untuk menjadi insan yang lebih Qur’ani dan lebih mampu untuk menjadi manusia secara kodrati tidak sedikit pun menyalahi aturan Illahi dan terus mampu mempertahankan ibadah diri.
Peace and Cheers, enjoy!


Apa yang akan saya bicarakan di sini adalah berkenaan dengan sebuah nama, sebuah istilah. Banyak orang yang berkata, “apa-lah artinya sebuah nama”, tapi saya akan dengan sangat mudah untuk menyerang pernyataan tersebut dengan segala argument pembantahan, sejuta alasan untuk menunjukan ketidaksetujuan. Tapi walaupun sebenarnya pernyataan tadi tidak sepenuhnya salah tapi juga tidak seleruhnya benar. Saya pribadi mempunyai pemikiran bahwa sebuah nama/istilah hanya-lah sebuah cara bagi kita ntuk menyebutkan sesuatu hal, membedakan satu hal dengan hal yang lainnya agar tidak ada suatu kerancuan, suatu kesalahan dalam penggunaannya.
Sehingga menjadi jelas, objek apa yang sedang dibicarakan atau dipermasalahkan. Bayangkan bila tidak ada sebuah nama/istilah dalam dunia ini. Perlu waktu yang lama bagi kita untuk dapat memahami suatu maksud pembicaraan seseorang, karena bukankah lebih mudah bagi kita untuk menyebutkan “mobil”, daripada “ sebuah kendaraan bermotor yang memiliki empat roda atau lebih”, it’s too damn long! Dan ya, dalam konteks ini, sangat jelas apabila sebuah nama/istilah itu memang sangat berperan penting.

Tapi akan menjadi lain permasalahannya, apabila sebuah nama/istilah tersebut ada dan terus kita gunakan, kita ucapkan tetapi sungguh salah maknanya dan bahkan sama sekali tidak kita ketahui maknanya. Dan disini-lah letak suatu permasalahan itu muncul, salah penggunaan nama/istilah karena tidak pahamnya kita tentang arti atau makna dari nama/istilah memang harus sesegera mungkin kita perbaiki. Hal iu selain memang merusak tatanan bahasa juga membuat sebuah makna dari sebuah nama/istilah bergeser dari postif menjadi negatif dan bahkan negatif menjadi positif. Saya akan mencoba memberikan sebuah contoh dari kesalahan kita memahamai sebuah makna sehingga menjadi salah juga kita menggunakan sebuah nama/istilah.

Islam, agama saya, merupakan agama yang indah dan smpurna ( baca : Shaum bukan Puasa, Berawal Dari Permasalahan Nifsu Syaban ), seakan sudah memprediksi tentang hal ini, tentang masa kini yang semakin banyaknya orang salah dalam menggunakan sebuah nama/istilah, orang-orang dewasa ini dengan lagaknya menggunakan nama/istilah ilmiah atau barat atau latin atau bahkan yunani kuno tapi sedikit saja diantara mereka yang mengerti apa yang mereka katakan itu, atau kalaupun mereka mengerti sungguh mereka hanya mengerti secara dangkal saja.

Ya, seakan sudah mampu untuk mengetahui hal itu, Islam dalam kitabnya, selalu memberikan suatu pengertian atau pemahaman yang jelas tentang sebuah pemahaman nama/istilah dan bahkan Islam lebih menekankan pada suatu pengertian daripada sebuah nama/istilah belaka. Jadi, apapun nama/istilah yang digunakan, pada zaman apapun, yang terpenting adalah hakikat, isi dari perbuatan/tindakan itu, apapun bungkusnya, apapun sebutannya. Itu-lah yang ditekankan oleh Islam.

Contoh paling sederhana ( dan mungkin satu-satunya contoh yang bisa saya berikan ), berkenaan dengan istilah “pacaran”. Polemik yang berkembang sekarang, banyak orang dengan lantang berkata bahwa pacaran itu haram dan bla bla bla lain sebaginya. Tapi saya walaupun dengan segala keterbatasan ilmu agama yang saya miliki, tetap akan dengan angkuhnya berkata bahwa bukan pacaran itu yang haram akan tetapi Islam hanya mengharamkan perbuatan zina! Bukan pacaran! Sekarang begini, walaupun dengan status sebagai teman, sahabat, keluarga sekalipun bila anda berbuat zina maka itu-lah yang menjadi haram dan merupakan perbuatan dosa. Dan dalam hal ini, nama/istilah menjadi tidak terlalu penting, tapi yang terpenting adalah isi/arti/makna yang terkandung dalam sebuah nama/istilah itu.

***

Setelah cukup melenceng jauh dengan ruang lingkup yang terlampau luas, maka di bagian kedua tulisan ini saya akan mempersempit bahasan kita hanya pada istilah nama seorang manusia.

Bila berkaitan dengan nama seorang manusia maka jelas pendapat saya bahwa penamaan itu sangat penting karena nama seorang manusia merupakan perwujudan dari do’a serta harapan yang ingin dicapai dalam diri manusia tersebut. So, allow me to describe the meaning of my name..
Nama saya Adima Insan Akbar Noors, saya lahir pada tanggal 10, bulan Mei, Tahun 1992. Dan setelah melakukan sedikit investigasi dengan menginterogasi kedua orang tua saya, ternyata Bapak saya-lah yang mempunyai peranan dominan dalam memberi nama itu kepada saya dan bahkan untuk semua anak-anaknya.

a. Adima :
Ini merupakan sebuah singkatan, bisa singkatan dari “adiknya Mariam” ataupun “adiknya Raima”. Karena saya sendiri merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara dan kakak saya yang pertama bernama Mariam Awallyn Noors dan kakak saya yang kedua bernama Raima Syahidah Noors, bahkan Raima sendiri merupakan sebuah singkatan juga, kepanjangan dari “rainya Mariam”, “rai” dalam bahas Sunda berarti “adik”.

b. Insan :
Manusia; orang tua saya jelas menginginkan saya menjadi seorang manusia yang bersifat dan bertingkah laku selayaknya seorang manusia. Tidak melanggar segala kodrat, hak dan kewajiban saya sebagai seorang manusia.

c. Akbar :
Besar; ya…orang tua saya ingin saya menjadi seorang yang “besar”, dalam pemaknaan positif tentunya.

d. Noors :
Cahaya; asal katanya adalah “Nur”. Karena tidak cukup hanya menjadi “manusia yang besar”, tentunya orang tua saya pun mengharapkan saya menjadi seperti cahaya mampu untuk menerangi, mampu untuk bermanfaat bagi yang lain.

Noors sendiri bisa dibilang merupakan sebuah nama keluarga, karena saya dan kedua kakak saya sama-sama mempunyai nama akhir Noors, walaupun memang Noors itu adalah nama keluarga “tidak resmi”, karena bapak saya mempunyai nama asli Iman Nursyah. Jadi seharusnya nama keluarga kami adalah Nursyah. Tapi itu-lah bapak saya, beliau memang mempunyai jiwa pemberontak, memberontak dan menerobos kebiasaan untuk menegakan sesuatu hal yang benar. Begitu halnya dengan nama keluarga, dalam kebiasaan ataupun adat sunda hampir tidak ada yang namanya nama keluarga, tapi dengan segala keberaniannya beliau menerobos itu semua dengan tetap “keukeuh” untuk memakai nama keluarga pada ketiga anaknya dan bahkan beliau melakukan sedikit modifikasi, yang hasilnya menjadi terasa kebarat-baratan dan pada kenyataannya agak kurang familiar untuk diucapkan oleh kebanyakan orang Sunda, yaitu Noors.

Saya mulai menyadari hal ini sebenarnya semenjak saya duduk di bangku SD, tapi mulai benar-benar merasa “bangga” ketika saya duduk di bangku SMP. Pada saat SMP saya mulai berani untuk menuliskan nama saya dengan Adima I.A. Noors dan lebih radikal lagi saya hilangkan singkatan kedua nama tengah saya, sehingga hanya menjadi Adima Noors. Hal itu terus konsisten saya lakukan, saya tuliskan nama Adima Noors di semua buku saya sehingga hal itu cukup mengundang perhatian teman dan guru-guru saya dan hal itu secara tidak langsung menjadi sebuah ajang promosi bagi saya tentang nama keluarga yang saya miliki, karena setiap kali guru-guru membaca nama saya, mereka pasti setidaknya mengerucutkan dahi dan sejurus kemudian akan bertanya tentang hal itu.

Keradikalan saya mulai bertambah, kebanggaan saya dengan Noors mulai bertambah “gila”. Hal itu dipengaruhi jelas dengan kenyataan bahwa saya amat tertarik dengan julukan dari beberapa orang ternama, seperti The Doctor ( Valentino Rossi ), The Real Slim Shady ( Eminem ), Super Pippo ( Fillipo Inzaghi ), dsb. Terobsesi oleh hal itu saya pun memutar otak untuk membuat sebuah julukan atau nama alias bagi diri saya pribadi dan satu hal yang pasti, konsep utama yang sudah terbayang dalam otak adalah apapun nama alias itu harus diawali dengan nama noors.

Nama pertama yang keluar adalah “noorsmachine”, yang kemudian beubah menjadi “noorzmachine”, akhiran “s” pada nama “noors” saya ganti dengan “z”, karena saya pikir …hmmm…apa ya?..I think it sounds cool, sounds dangerous! Hell yeah!!
Machine saya pilih karena terinspirasi oleh nama studio dari band Linkin Park, Machine Shop. Akan tetapi nama “noorzmachine” tidak bertahan lama, karena saya pikir nama itu tidak merefleksikan siapa saya sebenarnya.

noorzmilanello pun muncul, menyeruak menjadi sebuah ide hebat. Milanello saya ambil dari nama maskot tim Ac Milan, dengan noorzmilanello saya pikir nama itu lebih terasa “hebat”, lebih bisa untuk menjelaskan siapa saya. ( baca : Who Is Noorz?, 19th, Selamat Datang, Kawan )

Setelah sekian lama noorzmilanello bertahan, akhirnya saya dengan banyak pertimbangan, untuk sebuah pembaharuan berharap semangat baru akan datang seiring dengan nama baru dan memotivasi lebih diri ini, terlebih di tahun yang baru ini, 1433 H.
Ya, saya memutuskan untuk menambahkan nomor 58! 58 saya pilih karena nomor itu bermakna lebih, nomor yang dipakai oleh mendiang Simoncelli. ( baca : Marco Simoncelli 1987-2011 ) Saya menyukai dia tapi bukan juga fans berat dia, hanya sekedar seorang pengagumnya. Tapi kematian yang datang terlalu cepat merenggut nyawanya, semakin menambah rasa simpati saya kepadanya dan justru semakin membuat saya menyukai dia, bahkan saya jadi berani untuk mendeklarasikan bahwa saya adalah fans dari seorang Simoncelli. Sehingga nomor 58 menjadi terasa mengena dalam hati ini.

Bila boleh jujur, saya tidak pernah menyukai satu angka/nomor secara spesifik, saya hanya menyukai sebuah nomor karena nomor itu dipakai oleh para idola saya, seperti nomor 46 milik Rossi, 20 Bambang Pamungkas dan 9 Fillipo Inzaghi. Dan pada hakikatnya saya bukan-lah orang yang percaya takhayul, saya selalu percaya bahwa semua nomor itu baik dan indah dengan segala keindahannya masing-masing. Saya memang pernah menyukai beberapa nomor tapi kemudian menjadi biasa lagi terhadap nomor-nomor itu.
Sehingga merupakan sebuah resiko untuk menambahkan nomor 58 ke dalam nama alias ini, akan sangat dekat dengan resiko untuk sering mengalami pergantian. Akan tetapi saya cukup yakin bahwa nama baru ini dengan tambahan nomor 58, akan bisa bertahan lama akan mampu untuk memberikan sesuatu yang baru bagi diri ini di tahun yang baru ini. Ya, ini bukan sekedar gaya, atau sekedar mencari ketenaran bahkan untuk mencari perhatian, ini hanya salah satu bentuk ekspresi diri, mencoba menjadi sesuatu hal yang lain, menjadi seorang yang tidak selalu Adima Insan Akbar Noors, tapi sejenak saya bisa berlari dari segala kepenatan dan rutinitas seorang Adima dan bebas lepas menjadi seorang noorzmilanello, and now be ready for the new noorzmilanello, please welcome....noorz58milanello ( red : noorz fifty-eight milanello )


Sabtu, 19 November 2011

Hari Pahlawan

Tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan bagi Republik Indonesia. Dipilihnya tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan tentu atas dasar sejarah yang sangat kuat. Karena pada tanggal itu, tepatnya pada tanggal 10, bulan November, tahun 1945 terdapat suatu perjuangan yang dipimpin oleh Bung Tomo di Surabaya, Jawa Timur, yang menyemangati rakyat Indonesia lainnya untuk terus berjuang mempertahankan kemerdekaan dan juga pada tanggal itu, pada perjuangan itu, banyak para pejuang dan warga sipil yang tewas.

Dipilihnya suatu tanggal sebagai suatu hari tertentu sebenarnya sebagai sebuah bentuk apresiasi negara atas terjadinya suatu peristiwa penting agar kelak peristiwa penting beserta semangat positif yang terkandung di dalamnya bisa terus kita kenang, kita refleksikan. Tapi pada hakikatnya segala semangat itu tidak harus hanya ada pada tanggal yang dipilih saja tapi terus ada di setiap tanggalan di setiap harinya kita menjalani hidup. Pemilihan tanggal khusus itu hanyalah merupakan simbol, sebagai moment khusus.

Tepat lima hari yang lalu ( tulisan ini saya buat pada tanggal 15, bulan November, tahun 2011 ), kita semua telah melewati Hari Pahlawan. Tapi saya pribadi merasakan sepertinya Hari Pahlawan pada tahun ini berlangsung dan lewat terlalu biasa, jujur saya akui saya pun sempat lupa kalau pada tanggal 10 November adalah Hari Pahlawan, terlebih kami, praja, yang biasanya rutin menyelenggarakan upacara untuk memperingati suatu tanggalan khusus, akan tetapi pada Hari Pahlawan ini, kami di Kampus Kalbar tidak mengadakan upacara. ( belakangan informasi yang saya dapatkan, upacara memperingati Hari Pahlawan hanya diselenggarakan di IPDN Kampus Pusat )

Pada pagi hari, pada tanggal 10, bulan November, tahun 2011, hari Kamis, sekitar pukul 05.00 WIB, saya berinisiatif untuk mengirimkan ucapan selamat Hari Pahlawan kepada rekan-rekan saya satu angkatan, satu kontingen dan juga junior-junior saya ( baca : Keluarga Besar IPDN ). SMS yang saya kirim pada teman-teman satu angkatan hampir tidak ada yang istimewa, hanya ucapan biasa. Saya sendiri melakukan hal itu tidak semata untuk membunuh kejenuhan di pagi hari atau karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa saya lakukan tapi hal itu saya lakukan karena benar ingin mengingatkan pada semua bahwa pada hari itu adalah Hari Pahlawan, saat yang tepat untuk kembali menumbuhkan semangat juang ala pahlawan dan mengenang kembali segala jasa dari setiap para pahlawan yang telah tiada.

Dan ketika saya akan mengirimkan ucapan itu pada adik-adik saya ( junior ), ide lain dibumbui oleh rasa iseng nan jail tiba-tiba muncul, keluar menyeruak dalam otak, “Nah, agar lebih menarik, aku suruh saja mereka untuk membuat kata-kata mutiara bertema pahlawan, minimal satu paragaraf! Ya, itu ide hebat!!”, jeritku dalam hati.
Dan tanpa membuang waktu segera saja saya memainkan jemari saya menuliskan kata dalam hape nokia butut dalam sebentuk pesan bernama short messages service ( SMS ) dan sesegera mungkin mengirimkannya pada semua junior, yang saya ketahui nomer hapenya.
Isi SMS itu kurang lebih seperti ini :

( Versi Asli )
“Wilujeng dinten Pahlawan, yi.
Bales sms ieu ku kata-kata mutiara, minimal saparagraf!
Bales gancangnya!
Namun henteu, berarti KOREKSI!”

( Versi Terjemahan )
“Selamat Hari Pahlawan, dik.
Balas sms ini dengan kata-kata mutiara, minimal satu paragaraf!
Balas cepat!
Kalau tidak, berarti KOREKSI!”

Dan ya, respon mereka pun cepat dan cepat pula gelak tawa keluar dari mulut saya, sesaat setelah membaca beragamnya balasan yang mereka kirimkan. Ada yang sama sekali melenceng dari tema, ada yang hanya sekedarnya, ada juga yang serius, hmmm...dan berbagai macam lainnya. Tapi sedikit banyaknya cukup untuk menghadirkan tawa di pagi hari. Sekali lagi, hal ini saya lakukan tidak untuk semata-mata “iseng”, tapi jauh dari itu, saya ingin setiap orang mampu untuk memaknai tanggalan khusus yang telah disediakan oleh Negara ini, yang dalam hal ini adalah Hari Pahlawan.

Dan ini-lah cara saya memaknai hari itu, bagaimana dengan anda?




SMS Hari Pahlawan




“Siap wilujeng hari pahlawan oge kang Ijin kang lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup dijajah Wilujeng dinten pahlawan Merdeka.”
Hanifa Intan – KBB

“Ijin kang hari yang cerah diawali bukan karena terbitnya matahari tapi diawali oleh hati dan pikiran yang cerah juga penuh semangat.”
Egi – Sumedang

“Dengan semangat pahlawan kita bangun Indonesia menjadi lebih baik lagi.”
Agita – Cimahi

“Siap kang Izin menjawab habis gelap terbitlah terang.”
Hestin – Kab. Bandung

“Siap kang izin dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan yang telah mendahului kita semua seharusnya kita berpikir apa adanya bukan ada apanya.”
Agung – Purwakarta

“Assalamualaikum izin kang izin menjawab jangan lupakan sejarah assalamualaikum.”
Helviana – Kota Bandung

“Siap kang Kenanglah pahlawan kita karena mereka yang telah memperjuangkan kemerdekaan di negeri tercinta ini Jika tidak ada mereka mungkin kita tidak bisa seperti hari ini Izin kang wilujeng hari pahlawan.”
Panji – Kab. Bandung

“Ijin kang tak terkira jasa dan dayamu untuk mengakhiri perjuangan kita kaum muda sepatutnya semangat jangan menyerah lihat apa yang dapat dari keringat dan darah pahlawan yaitu merah putih.”
Kellie – Sumedang

“Siap kang habis gelap terbitlah terang.”
Beni – Tasik

“Ijin kang langkah awal selalu terasa berat tapi kita harus yakin bahwa di langkah kedua ketiga dan seterusnya akan terasa ringan jalani hidup ini dengan penuh semangat.”
Dadan – Sumedang

“Izin kang izin menyampaikan kata kata mutiara masa muda masa yang berapi-api sekian terimakasih.”
Nirma – Cimahi

“Assalamualaikum Ijin kang punten ngawagel waktosna Ijin menjawab kibarkan rasa nasionalisme dan patriotisme di dadamu Hatur nuhun Wassalamualaikum.”
Igham – Sumedang

“Siap salah kang Izin menjawab kang Jika darahmu tak lagi merah untuk negaraJika keringatmu tak dapat lagi menetes untuk negeri ini Maka diamlah Kau sudah jadi pahlawanan sesungguhnya Selamat Hari Pahlawan kang.”
Hestin – Kab. Bandung

“siap izin kang pahlawan betapa mulia dirimu membela negeri ini dengan tumpah darah yang membuat negeri tetap merdeka.”
Riki – KBB

“Hari pahlawan bermakna besar terutama bagi jiwa muda yang dapat mengobarkankan semangat bagi bangsa dan negara.”
Beni – Tasik

“Izin menjawab kang pengabdian pengorbanan bela negara tanpa tanda jasa yang tak akan pernah ternilai merebut kemerdekaan dari tangan penjajah dan kita sebagai generasi muda harus menghargai jasa jasa para pahlawan kita dengan mengabdi pada negara untuk terus mem[ertahankan dan terus mengharumkan nama bangsa Indonesia terimakasih.”
Helviana – Kota Bandung
“Siap kang Poe ninggang cadas hiji mangsa anu raheut ngahiap sangkan nandangan rasa kaduhung cik keneh anjeuna nyaangan ku sakiceupna oge anjeuna ngalapurkeun asa hatur nuhun.”
Vinny – Kuningan

“Siap izin menyampaikan kang dengan darah bergelimpangan dan susunan tulang putih yang melekat dalam tubuh kita mari kita tumbuhkan semangat di hari pahlawan ini selamat hari pahlawan terima kasih.”
Ulfa – Kota Bandung

“muhun kang dikorbankannya harta serta nyawa mereka ditinggalkannya anak istri mereka hanya untuk berjuang dan berkorban demi kemerdekaan negara kesatuan republik Indonesia iya mereka lah pahlawan kita.”
Geri – Sumedang

“siap kang izin di hari pahlawan ini harus menjadi tolak ukur kesadaran kita terhadap jasa para pahlawan dan negara kita, jangan mengharapkan apa yang diberikan para pahlawan terhadap kita tapi harus berpikir lagi apa yang kita berikan terhadap para pahlawan kita, kobarkan semangat pahlawan dalam diri kita, satukan jiwa semangat hari pahlawan kang.”
Andry – KBB

“Ijin kang selamat hari pahlawan menjadi seseorang yang penting memang baik tapi lebih penting menjadi orang yang baik hatur nuhun.”
Bagas – Sumedang

“Punten kang nembe ngawaler Tidak seorang pun dapat kembali ke awal dan membuat permulaan yang baru, tetapi setiap orang dapat memulai sekarang dan membuat akhir yang baru.”
Wahyu – Kota bandung

“Izin kang bagian hal tersulit bukanlah melupakan masa lalu tapi membangun kembali apa yang hancur di masa lalu hatur nuhun.”
Anisa – Kab. Bandung

“Ada satu hal yang lebih penting dari mencari teman baru yaitu mempertahankan teman lama.”
Nirma – Cimahi

“In life we paint our own picture of what we want, then make it a reality it’s not easy but it’s not impossible.”
Tikto – Kab. Bandung

‘Siap kang Izin kang semangat dan tumpah darah itulah yang kau korbankan wahai pahlawan semangat muda sebagai acuan dan rasa tanggap adalah kemampuan Selamat hari pahlawan 10 November Hatur nuhun kang.”
Lutfi - Kota bandung

“Izin kang sami-sami wilujeng hari pahlawan. Di hari penuh rasa perjuangan dan nasionalisme ini indahnya kita bersemangat berpartisipasi mengingat keringat dan darah para pahlawan untuk di kenang.”
Iman – KBB

“Izin kang Sami-sami hari pahlawan ulah dinten ayeuna hungkul tapi kedah saterasna aya dina diri urang Hatur nuhun.”
Pradia – Kota Bandung

“Siap kang. Ijin kang bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya tak lepas dari jasa pahlawan, maka pahlawan adalah suatu sejarah bangsa yang besar.”
Soni – Kota Bandung

“Keringat darah para pahlawan di masa lalu harus selalu kita ingat di masa datang.”
Eki – Tasik

“Ijin kang lakukanlah yang terbaik meski kita bukan yang terbaik.”
Fajar – KBB

“Siap kang Hari pahlawanan Dari gelap menjadi terang Dari tempaan menjadi kemenangan Merdeka Kita harus teruskan perjuangan para pahlawan kita terdahulu Merdeka.”
Andre – Sumedang

“Siap muhun kang yang muda yang bijaksana semangat hari pahlawan.”
Sri – Kota Bandung

“Izin kang sami-sami wilujeng hari pahlawan. Di hari penuh rasa perjuangan dan nasionalisme ini indahnya kita bersemangat berpartisipasi mengingat keringat dan darah pra pahlawan untuk di kenang.”
Afuza – KBB

“Siap kang. Hargailah jasa para pahlawan pejuang bangsa mu karena berkat jasanya lah kita bisa berdiri sekarang ini.”
Khairun – Kota Bandung

“Wilujeng hari pahlawan kang ijin kang hapunten kang siap pahlawan ialah rela mengorbankan hak dan kepentingan nya bagi orang lain hatur nuhun.”
Berlin – KBB

“Assalamulaikum izin kang wilujeng dinten pahlawan semoga kita sebagai anak bangsa dapat meneruskan perjuangan para pahlawan bangsa amin.”
Rakha – Kota Bandung

“Ijin kang beribu luka dan milyaran darah mereka di hari itu menjadi berkas merdeka di hari ini untuk trilliunan semangat bagi para pemuda seperti kami haturnuhun.”
Firman – Sumedang

“Setelah sekian lama para pahlawan berjuang dalam membela indonesia kini saatnya kita sebagai penerus harus meneruskan jejak pahlawan pendahulu kita.”
Thiara – Garut

“Izin kang hapunten nembe di waler sawangsulna kang lebih baik mandi keringat dalam latihandaripada mandi darah dalam pertempuran wilujeng dinten pahlawan merdeka.”
Ema – Tasik

“Siap salah kang izin menyampaikan kata kata mutiara kobarkan semangat perjuangan dengan senyum semangat detiki ini terimakasih kang.”
Nirma – Cimahi

“Siap ijin kang teladani patriotisme pahlawan semata berjuang demi bangsa dan tanah air hatur nuhun wassalamualaikum.”
Yudha – Sumedang

“Kobarkan semangatmu pemuda untuk menjadi pahlawan yang sejati.”
Assyifa – Kota bandung





Jumat, 18 November 2011

IDEALISME




Definisi Ideal




8. sangat sesuai dng yg dicita-citakan atau diangan-angankan atau dikehendaki: gadis itu sangat -- untuk menjadi peragawati;
meng·i·de·al·kan v menyesuaikan dng yg dicita-citakan atau yg diharapkan

SUMBER









Definisi Idealis




1. orang yg bercita-cita tinggi;

2. pengikut aliran idealisme

SUMBER









Definisi Idealisme




1. 1 aliran ilmu filsafat yg menganggap pikiran atau cita-cita sbg satu-satunya hal yg benar yg dapat dicamkan dan dipahami; 2 hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna; 3 Sas aliran yg mementingkan khayal atau fantasi untuk menunjukkan keindahan dan kesempurnaan meskipun tidak sesuai dng kenyataane

SUMBER









Definisi Utopia




6. sistem sosial politik yg sempurna yg hanya ada dl bayangan (khayalan) dan sulit atau tidak mungkin diwujudkan dl kenyataan: kita tidak menghendaki --

SUMBER






Saya mulai mengerti sekarang, kenapa banyak orang yang mempunyai pendapat bahwa mahasiswa berada di garda paling depan sebagai sekelompok agen perubahan ( agent of change ), dalam diri mahasiswa-lah tersimpan sejuta harapan untuk terciptanya suatu perubahan kearah yang lebih baik tentunya. Dulu saya memahami pernyataan ini dengan pemahaman bahwa dalam diri mahasiswa tertanam suatu idealisme yang kuat, semangat untuk merusak yang buruk dan memperindah yang benar. Tapi pada saat itu, saya masih belum mempertanyakan kenapa harus diidentikan dalam diri mahasiswa suatu idealisme itu? Kenapa tidak disematkan juga pada siswa? Bukankah mahasiswa dan siswa sama-sama juga kaum terpelajar?

Pertanyaan itu baru muncul dalam benak saya ketika kini saya menjalani sendiri sebagai seorang mahasiswa. Ya, disini, dalam posisi ini, perbedaan itu mulai saya rasakan, ada suatu perbedaan yang sangat besar antara siswa dan mahasiswa. Menjadi mulai masuk akal bagi saya, kenapa peserta didik di tingkatan bangku kuliah harus mendapatkan gelar maha, saya mulai mengerti alasan itu, setidaknya menurut perspektif saya pribadi.

Di dunia perguruan tinggi, ilmu yang kita dapatkan sudah semakin dalam, tidak sekedar menyentuh permukaannya saja, kita sudah harus memahami segala sesuatunya secara utuh dan rasional, tidak setengah-setengah apalagi dengan emosional. Berbagai macam teori kita ketahui kemudian kita pahami, segala sesuatunya tidak lagi bersifat deskriptif tapi lebih mengedepankan analisis. Teori yang ada kita pahami betul kemudian kita gunakan langsung ke dalam sebuah permasalahan nyata di lapangan. Dan hal terpenting lainnya adalah di bangku kuliah, kita sudah benar-benar di persiapkan untuk nantinya mampu bermanfaat dan memberikan manfaat bagi duni nyata, ya…dunia nyata.

Di dunia pendidikan perguruan tinggi, kita mampu untuk mengembangkan idealisme kita dan memang idealisme kita sengaja untuk dikembangkan sedemikian rupa bertujuan agar setiap peserta didik itu mampu untuk secara optimal mengembangkan segala potensi yang dia miliki. Karena di bangku perkualiahan kita sudah mendapatkan mata kuliah atau ilmu yang benar-benar ingin kita dapatkan, karena segala sesuatunya sudah spesifik sesuai dengan fakultas dan jurusan yang kita pilih. ”Kita pilih” disini saya artikan dan saya generalisasikan bahwa setiap peserta didik di seluruh belahan dunia manapun yang detik ini sedang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, berarti sedang menjalani “pilihan” pendidikan yang telah “dia pilih”, apapun latar belakang yang menyebabkan pilihan tersebut hingga akhirnya dia memilih, tidak ada alasan baginya untuk mengeluh ini, itu karena yang disebut pilihan berarti selalu terdapat alternatif lainnya dan apabila telah menentukan satu pilihan, itu berarti telah siap dengan segala apa yang menyertai dalam pilihan tersebut. ( baca : Memilih Pilihan ) Sehingga tak ada lagi alasan untuk kita tidak mengembangkan segala potensi yang ada.

Idealisme itu semakin muncul keluar dalam diri kita karena dipengaruhi juga dengan tujuan akhir dari pembelajaran yang konsisten kita ikuti dari mulai taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Di perguruan tinggi, kita mulai mengerti betul bahwa hakikat dan tujuan akhir dari setiap ilmu yang ada, ilmu yang kita miliki, ilmu yang kita usahakan adalah adanya sebuah perubahan. Perubahan dalam diri kita sendiri kearah yang lebih baik dan yang terpenting juga yang paling berat adalah mampu untuk melakukan perubahan positif dalam masyarakat. Karena sekali lagi tujuan akhir dari semua pendidikan yang kita miliki adalah mampu menerapkan itu semua di dalam dunia nyata, dunia masyarakat, tidak sekedar hanya untuk menerapkannya tapi juga mampu uuntuk merubah dan memperbaiki yang rusak dan mempertahankan serta mengembangkan semua yang telah benar.

Dan hal itu memang semakin terasa nyata dalam dunia perguruan tinggi dan pilihan itu semakin mengerucut jelas menjadi : sukses atau gagal! Sehingga idealisme itu dibiarkan tumbuh dalam diri setiap peserta didik. Teori yang ada pun mendukung atau menunjang untuk itu. Pikiran mahasiswa sangat terpengaruhi banyak oleh bayangan teori indah, teori tentang bagaimana seharusnya segala sesuatu itu berlangsung dengan baik dan bagaimana jadinya apabila yang baik itu tidak dilaksanakan dan apabiila yang buruk itu dilakukan. Semuanya melalui pendekatan teori serta normatif aturan adapun pendekatan empiris juga dilakukan tapi hanya sedikit, kalaupun banyak kondisi empiris itu itu dibuat sedekat mungkin dengan kondisi yang mendukung teori tersebut, suatu kedaaan empiris rekayasa atau empiris yang hanya ada untuk suatu penelitian/praktek bukan empiris senyatanya, seperti di kehidupan nyata yang berlangsung setiap hari. Sehingga benar idealisme itu benar-benar muncul, benar-benar berkembang besar. Karena sekali saja idealisme itu terkekang atau dibenturkan dengan suatu keadaan senyatanya atau bahkan sengaja dibatasi dengan terus melakukan indoktrinasi bahwa di lapangan nanti banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan teori yang ada. Sungguh hal itu hanya akan menghambat perkembangan serta motivasi setiap peserta didik dalam menuntut ilmu atau untuk mengembangkan potensinya. Bahkan lebih buruk lagi apabila hal itu memang dilakukan untuk mempertahankan suatu sistem yang buruk.

Kita memang benar dipersiapkan untuk dunia nyata tapi dengan terus “menakuti” setiap peserta didik, dalam hal ini mahasiswa, dengan perkataan bahwa tidak semua teori yang kita pelajari mampu untuk berjalan sepenuhnya, hal itu justru saya pikir tidak sesuai untuk dunia pendidikan. Memang benar kita juga harus diberi tahu dan belajar untuk mengetahui bahwa dunia nyata nantinya tidak akan bisa seindah dan sesempurna dunia pendidikan tapi penyampaiannya tentu harus dalam konteks menyemangati agar kita terus belajar untuk merubah hal itu, segala hal yang salah, bukan dengan penyampaian yang terkesan “menakuti” dan justru mematahkan semangat peserta didiknya sehingga akhirnya mereka hanya mencari ilmu apa adanya, dangkal, hanya menyentuh permukaanya. Sehingga tidak sedikit pun ilmu itu kita pahami benar.

Pendapat saya pribadi, dunia pendidikan itu adalah dunia dengan penuh keindahan dalam artian tidak ada penyimpangan sedikit pun dari teori, semua harus sesuai dengan teori serta aturan yang ada sehingga idealisme itu bisa terbentuk maksimal, bentuk ideal karakter seorang manusia bisa benar-benar tercipta. Perkara nanti di dunia nyata, biarlah itu menjadi masalah nanti karena yang terpenting diri setiap peserta didiknya telah kuat dalam hal yang benar karena terbentuk dari proses yang benar pula. Sehingga nanti iedalisme itu tetap kuat dan mantap walaupun nanti banyak sekali pertentangan di dunia nyatanya, bahkan dengan kekuatan itu kita akan mampu untuk merubah setiap kesalahan itu. Coba bayangkan apabila dalam dunia pendidikan saja kita sudah di didik pragmatis, sudah diajarkan senyata-nyatanya yang ada di lapangan, maka kita pun akan mulai membiasakan diri untuk mentoleransi segala hal yang salah, tak ada kemauan dan kemampuan untuk merubah itu semua.

Ya, pada saatnya nanti kita dengan segala keidealismeannya, pasti akan terkaget-kaget dengan kenyataan yang ada tapi apabila idealisme itu telah kuat terbentuk maka sungguh kita akan mampu bertahan dan merubah. Idealisme yang kuat hanya akan terbentuk dari dunia pendidikan yang di dalamnya tidak ada penyimpangan sedkit pun antara harapan dan kenyataan, biarkanlah utopia itu hanya ada dalam dunia nyata, tapi jangan masuk dalam dunia pendidikan.

“Tidak ada teori yang salah atau tidak bisa diterapkan tapi kita-lah, manusia, yang tidak mampu untuk menerapkan suatu teori secara utuh. Karena teori itu benar sampai ada teori lain yang menyalahkan teori itu.”
Pudir I IPDN Kampus Kalbar ( baca : Jujur dan Berprestasi )

Rabu, 09 November 2011

SPEAK UP!!



Saya katakan kepada anda semua, mungkin benar anda itu pintar juga hebat tapi bila anda membungkus kepintaran serta kehebatan itu dalam diam tanpa sedikitpun anda memiliki sebuah keberanian untuk sekedar mengeluarkannya maka dengan sangat berbesar hati anda harus bersiap kalah dengan orang-orang biasa, yang sebenarnya sama sekali tidak jauh lebih baik dari anda, tidak juga sedikit pun layak untuk disandingkan dengan anda, tapi sungguh mereka teramat dekat dengan kemenangan, sangat dekat dengan kesuksesan karena mereka berani untuk bicara, berani untuk bertindak, berani untuk mencoba walaupun dengan segala kekurangan yang mereka miliki.

Tidak, anda tidak harus menjadi seorang penjilat karena ada perbedaan besar antara penjilat dengan mereka yang menunjukan kepintaran serta kehebatannya sesuai dengan tempatnya. Karena anda bukanlah seorang penjilat apabila ada guru, dosen atau siapapun orangnya, memberikan suatu pertanyaan dan karena anda mampu untuk menjawabnya maka anda mengacungkan jari lalu sesaat setelah anda dipersilahkan maka anda pun menjawab pertanyaan itu tepat seperti apa yang diharapkannya maka jelas anda bukanlah seorang penjilat. Penjilat itu ketika anda bertindak baik dan benar ketika ada sebuah pengawasan belaka dan bahkan cenderung bertindak melebihi kewenangan serta tempat yang seharusnya.

Lalu bila anda berkata bahwa anda diam karena memang hanya ingin bertindak apabila telah mempunyai atau diserahi sebuah tugas secara langsung, maka saya berbalik menyerang anda, bagaimana bisa orang lain berani atau percaya menyerahkan sebuah tugas, sebuah tanggung jawab, kepada anda bila anda tidak sama sekali mereka kenal karena anda cenderung lebih banyak diam tidak banyak melakukan suatu pergerakan postif. Karena di setiap kesempatan mereka memberikan kepada anda sebuah pertanyaan, memberikan kesempatan untuk anda mengutarakan opini, pendapat atau memberikan sebuah saran, anda lebih banyak memilih untuk diam, lebih memilih untuk berteori dalam hati, atau berbicara dalam sepi, dan tanpa anda sadari anda telah mengurung, mengunci rapat segala potensi diri. Dan di saat yang bersamaan, orang-orang di sekitar anda yang hanya mengandalkan sebongkah keberanian, keberanian untuk mencoba, berani untuk belajar, tidak sedikit pun nyalinya ciut walau harus beberapa kali tersungkur kalah dan menahan malu. Ya, anda kalah dengan orang-orang seperti itu!

Jadi, manfaatkan segala kesempatan yang ada dan datang pada anda sekecil apapun itu, keluarkan segala potensi yang anda miliki dalam sebuah pergerakan atau tindakan yang positif, tumpahkan itu semua sesuai dengan kemampuan serta kewenangan yang memang anda miliki serta pada tempat dan situasi yang tepat pula. Karena keberuntungan itu tidak datang dengan sendirinya tapi harus kita cari dan usahakan, karena tidak setiap hari pula kita beruntung, kita tidak pernah tau kapan hari sial kita datang. ( baca : Inilah Saya, Hiduplah Pada Hari Ini )
Let’s move, stand up and shout!!

A LETTER FROM CASSANO



8/11/2011
With this open letter Antonio Cassano would like to thank everyone for the wonderful support he has received over the last few days.


Dear friends, I just wanted to express my gratitude, on behalf of myself and my family, for the well wishes that have poured in over the last few days. Whatever sadness or difficulty I felt was soon replaced by the show of affection from people all over the world. The President, Silvio Berlusconi, Adriano Galliani, Massimiliano Allegri, the doctors Tavana and Mazzoni, all the staff, my team mates and everyone involved at Milan have constantly been close to me. Thanks to them and the doctors who have taken care of me I was able to face this strange 'injury' with courage.

I would like to send out a hug to all those who have shown their support and made me feel important by coming to the Policlinico of Milan or through the numerous messages sent to me. I would like to dedicate a huge thank you to all the people at Real Madrid, particularly the President Florentino Perez and the coach Josè Mourinho.

Now I will rest as much as possible at home and will be glued to the television when Milan are playing, or when Italy are playing. Also I will be following the developments in Genoa, a city that remains in my heart and that I know will soon recover from problems of recent days. I will do the same and I promise that I will be back on the pitch as soon as possible.

Big hug to everyone, and thanks!

Antonio Cassano


SUMBER

Jumat, 04 November 2011

Get well soon, Antonio Cassano!






Tanggal Operasi Antonio Cassano Sudah Ditetapkan






Tanggal Operasi Antonio Cassano Sudah Ditetapkan
Striker Milan itu akan menjalani operasi jantung minor hari ini.
4 Nov 2011 02:48:00
Oleh M Yanuar F

Sudah bisa dipastikan bahwa striker Milan Antonio Cassano akan menjalani operasi jantung minor pada hari ini, Jumat (4/11).

Sebelumnya Milan sudah menyatakan striker mereka itu harus menjalani operasi setelah mengalami stroke ringan. Diharapkan proses operasi ini bisa membuatnya melanjutkan karir di tahun 2012.
Jangan Lewatkan

Rencananya dia akan menjalani operasi dengan Dr Mario Carminati menjadi penanggung jawab. Dr Carminati merupakan salah satu dokter terbaik Italia dalam urusan operasi jantung.

Setelahnya, pihak Milan akan memberikan waktu sebanyak mungkin dan tidak akan mengambil risiko memainkan Cassano sampai yang bersangkutan benar-benar pulih.

SUMBER









NEWS ON ANTONIO CASSANO






NEWS ON ANTONIO CASSANO

Antonio Cassano has experienced ischemic cerebral damage. The player will undergo surgery in the next few days and is expected to be out of action for the next few months.

MILAN - AC Milan, according to medical reports of the Policlinico in Milan, have said that Antonio Cassano has experienced ischemic cerebral damage. The instrumental and neuroradiological examinations required 72 hours for their course and have highlighted the problem in the circumscribed area of the brain that did not result in persistent neurological deficits. The cause was identified as the presence of a patent foramen ovale septal heart, detectable only with sophisticated specialized investigations. The timing of therapy established has allowed a rapid recovery and improvement of clinical conditions that are good.

In the coming days the player will undergo a small surgical interventional cardiology (closure of the foramen ovale), the recovery time for return to playing will be better defined after the surgery, but probably will be a few months.

AC Milan gratefully acknowledges the facilities of the Polyclinic of Milan for what they are doing with great promptness and professionalism.

SUMBER


BERITA TENTANG ANTONIO CASSANO


Antonio Cassano mengalami kerusakan otak ischemic. Pemain ini akan menjalani operasi dalam beberapa hari ke depan dan diperkirakan absen beberapa bulan.

MILAN - AC Milan, menurut laporan medis dari Policlinico di Milan, mengatakan bahwa Antonio Cassano mengalami kerusakan otak ischemic. Dibutuhkan tes instrumental dan neuroradiologi selama 72 jam untuk mengetahui kondisi ini dan telah menemukan masalah di area terbatas pada otak yang menyebabkan defisit neurologis tetap. Penyebabnya diidentifikasi sebagai adanya jantung septum foramen oval paten, yang hanya bisa dideteksi dengan pemeriksaan khusus yang canggih. Penentuan waktu terapi yang dilakukan telah memungkinkan pemulihan yang cepat dan peningkatan kondisi klinis yang bagus.

Dalam beberapa hari ke depan sang pemain akan menjalani operasi kardiologi intervensi kecil (penutupan oval foramen), waktu pemulihan untuk kembali bermain akan bisa ditentukan dengan lebih baik setelah operasi, tapi kemungkinan beberapa bulan.

AC Milan bersyukur atas fasilitas di Polyclinic Milan di mana mereka bekerja dengan ketelitian dan profesionalisme yang hebat.

SUMBER









ANTONIO'S RECOVERY






ANTONIO'S RECOVERY

The President of the Football Federation Giancarlo Abate, Barbara Berlusconi, Massimiliani Allegri, Massimo Ambrosini and Zalatan Ibrahimovic all came to see Antonio Cassano in hospital in Milan.

MILAN – The Olympic Committee, the Football Federation, other club coaches and other cub captains, club fans and other clubs’ fans. Visits in person, sms website announcements, letters, facebook messages and much more. The sport’s world, from the pitch to the top of the stands, has never been closer to Antonio Cassano than in the last few days.

Now that the player’s health has stabilized compared to the touch and go situations of Saturday night and Sunday morning and theirs is a certainty that the fans will be able to see him on the pitch again, there has been a general sigh of relief. When he finally gets back to playing, the fans will be waiting with an applause that will be heard the world over. He’ll be surrounded by a level of affection strong enough and broad enough to flatten any and all distrust that may have come from incidents which now belong to the past.

This is what Adriano galliani had to say on his way out from the hospital: “You’ve all seen the communication. It’s a foramen but it’ll be removed through an operation. Antonio definitely wants to get back. Worried? I was worried on Sunday, very worried. I told Antonio he was very lucky even if it would have been better if nothing had happened. He’ll need a few months off. The doctors say between 4 and 6 months and then he’ll almost definitely be able to come back playing. But it’s clear that these are just rough dates. It’ll be up to the medical staff to stabilize these things. What I know for sure is that he misses playing, a lot. But I told him we’ll keep his seat warm for him.”

SUMBER

KEPULIHAN ANTONIO

Presiden Federasi Sepakbola Italia Giancarlo Abate, Barbara Berlusconi, Massimiliani Allegri, Massimo Ambrosini dan Zalatan Ibrahimovic semuanya datang untuk menjenguk Antonio Cassano di rumah sakit di Milan.

MILAN – Komite Olimpiade, Federasi Sepakbola, para pelatih dan kapten klub-klub lain, para suporter klub lain. Menjenguk langsung, pernyataan website, sms, surat, pesan-pesan Facebook dan banyak lagi. Dunia olahraga, dari lapangan hingga ke tribun paling atas, tak pernah lebih dekat dengan Antonio Cassano daripada dalam beberapa hari terakhir.

Kini, dengan lebih stabilnnya kesehatan pemain itu dibanding situasi Sabtu malam dan Minggu pagi ada keyakinan bahwa para fans akan bisa melihatnya kembali di lapangan, ada rasa lega secara umum. Saat ia akhirnya kembali bermain, para fans akan menunggu dengan aplaus yang akan didengar ke seluruh dunia. Ia akan dikelilingi dengan sebuah level kecintaan yang cukup kuat dan lebar untuk melebarkan semua ketidakyakinan yang mungkin muncul dari insiden yang kini telah menjadi masa lalu itu.

Inilah yang dikatakan Adriano galliani dalam perjalanan keluar dari rumah sakit: “Anda semua telah melihat penngumumannya. Itu sebuah foramen tapi akan disingkirkan lewat operasi. Antonio jelas ingin kembali. Khawatir? Saya sempat khawatir pada hari Minggu, sangat khawatir. Saya bilang Antonio sangat beruntung meski akan lebih baik jika tak terjadi apa-apa. Ia akan butuh istirahat beberapa bulan. Para dokter bilang antara 4 dan 6 bulan dan ia hampir pasti bisa kembali bermain. Tapi, jelas sekali bahwa ini hanya prakiraan kasar. Semua ini akan bergantung pada para staf medis untuk menstabilisasi segalanya. Yang saya tahu pasti adalah ia rindu bermain bola, sangat. Tapi saya bilang kepadanya kami akan menjaga kursinya tetap hangat.”

SUMBER






Setelah kabar meninggalnya Simoncelli, kini muncul sebuah kabar yang tidak kalah mengejutkannya, masih dari dunia olahraga, tapi kini dunia sepak bola yang menjadi aktor utamanya. Kabar ini saya rasa cukup mengejutkan, terlepas dari fakta bahwa saya seorang milanisti, tapi saya pikir berita ini cukup mengejutkan bagi seluruh penggemar olahraga di seluruh dunia. Ya, di pagi hari, di hari Rabu, tanggal 2, bulan November, tahun 2011, sekitar pukul 4.20 WIB saya sudah meluncur deras ke dunia maya, situs pertama yang saya buka adalah LiveScore, karena tujuan utama saya untuk browsing di pagi hari di waktu itu adalah melihat hasil pertandingan Liga Champion yang berlangsung pada pagi itu dan kebetulan Milan memang tampil di waktu itu melawan Bate. Hasil pertandingan saya dapati berakhir dengan mengecewakan, Bate yang bertindak sebagai tuan rumah mampu menahan imbang Milan dengan skor 1-1, hasil ini membuat Milan harus puas dengan nilai 8 sementara Barcelona memimpin dengan perolehan angka 10, hasil ini juga menjadi modal yang kurang baik untuk bermain pada pertandingan terakhir melawan Barcelona, pertandingan untuk menentukan siapa yang akan menjadi juara grup dan siapa yang harus puas lolos dengan predikat sebagai runner-up grup.

Sesaat setelah melihat hasil tersebut, saya pun menutup laman LiveScore dan menggantinya dengan laman acmilan.com, dan rasa kekecewaan itu langsung berganti cepat menjadi sebuah perasaan cemas sekaligus aneh melihat sebuah judul berita ALL FOR ANTONIO, pikiran saya langsung dipenuhi oleh berbagai tanya, “Ada apa dengan Cassano?”
Jujur saya akui, pikiran pertama yang terlintas adalah bahwa Antonio Cassano telah meninggal, karena bagi saya kematian masih menjadi sesuatu hal yang sensitif bila berkenaan dengan dunia olahraga setelah meninggalnya Simoncelli, setidaknya itu lah yang saya rasakan.
Dan tanya itu tak memerlukan waktu lama untuk akhirnya mampu terjawab, ternyata Cassano terkena sebuah “penyakit misterius”, karena dia mendadak sakit dalam perjalanan pulang dari Roma menuju Milan, sesaat setelah Milan bermain tandang melawan Roma dan mampu untuk memetik kemenangan 2-3. Pada pertandingan tersebut, Cassano sendiri tidak bermain penuh dia hanya duduk di bangku cadangan dan masuk sebagai pemain pengganti menggantikan Robinho di sekitar 15 menit terakhir pertandingan. Cassano menderita gejala kehilangan kesadaran, pandangan kabur, dan sulit berbicara atau bergerak. Sehingga langsung dilarikan ke Rumah Sakit terdekat, spekulasi awal banyak berhembus bahwa Cassano menderita gejala stroke atau bahkan penyakit jantung. Tapi yang paling paling penting disini adalah Cassano tidak meninggal dunia.
Thank God! ;)

Ya, kabar yang membuat saya pribadi cukup miris serta takut, saya langsung teringat dengan banyaknya pemain bola yang harus meninggal dunia karena serangan jantung saat ataupun setelah mereka selesai melakukan pertandingan sepak bola. Dan bayangan saya pun semakin kacau dengan kembali teringatnya saya pada kematian Simoncelli yang masih hangat dalam ingatan kita semua ( baca : Marco Simoncelli 1987-2011 ) walaupun dalam dunia olahraga yang berbeda dan dengan penyebab yang sangat berbeda pula, tapi konteks sama yaitu kematian seorang olahragawan.




Daftar Pesepakbola Meninggal Mendadak




Daftar Pesepakbola Meninggal Mendadak
London (ANTARA News) - Sejumlah pesepakbola dunia tercatat ada yang meninggal mendadak saat atau setelah pertandingannya, dan berikut ini catatan dari Kantor Berita Reuters.

Striker Zambia Chaswe Nsofwa dari klub divisi dua Israel Hapoel Beer Sheva pingsan dan tewas saat berlatih di kota gurun pasir bagian selatan itu Rabu. Dia pemain muda kedua yang meninggal dunia pekan ini, dan ketiga yang pingsan saat bermain atau berlatih.

Berikut rincian dari peristiwa pemain sepak bola yang mati mendadak sebelumnya:

CUNHA: Di Portugal, pemain tengah Uniao Leiria Hugo Cunha pingsan dan meninggal dunia ketika turun dalam tanding persahabatan dalam Juni 20005. Dia berusia 28 tahun.

DOS SANTOS: Pada Oktober 2002, striker Brazil berusia 28 tahun Marcio Dos Santos tewas akibat serangan jantung beberapa jam setelah mencetak gol untuk tim Peru Deportivo Wanka.

FEHER: Pada Januari 2004, pemain internasional Hongaria berusia 24 tahun Miklos Feher tewas setelah pingsan karena serangan jantung dalam pertandingan liga Portugal antara klubnya Benfica dan Vitoria Guimaraes.

FERREIRA: Pemain Brazil berusia 20 tahun Maximiliano Patrick Ferreira, yang dikenal dengan panggilan "Max", meninggal dunia di rumahsakit setelah merasa tidak enak badan saat berlatih untuk klubnya Botafogo-Ribeirao Preto.

FOE: Pemain Kamerun Marc-Vivien Foe pingsan saat Kamerun menang 1-0 atas Kolombia pada pertandingan Piala Konfederasi dalam Juni 2003 di Lyon, Prancis dan tak lama kemudian meninggal. Foe tampil pada Piala Dunia 1994 dan 2002 dan dua kali memenangi Piala Afrika pada 2000 dan 2002. Dia pernah bermain untuk klub divisi satu Prancis RC Lens dan Olympique Lyon, serta West Ham United dan Manchester City di Inggris.

LONGHURST: Striker York City berusia 25 tahun Dave Longhurst tewas setelah pingsan dua menit sebelum babak pertama berakhir dalam pertandingan liga lawan Lincoln City pada September 1990. Pertandingabn itu ditangguhkan dan hasil pemeriksaan menunjukkan dia mengalami masalah jantung.

OKWARAJI: Pada Agustus 1989, pemain Nigeria Samuel Okwaraji pingsan 10 menit sebelum berakhir pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Angola di Lagos dan meninggal karena penyakit jantung.

SERGINHO: Pemain belakang Sao Caetano Serginho tewas setelah masalah pernafasan saat pertandingan kejuaraan Brazil pada Oktober 2004 melawan Sao Paulo.

PUERTA - Pemain tengah Sevilla Antonio Puerta tewas pada 28 Agustus 2007, tiga hari setelah pingsan dalam pertandingan Liga Primera lawan Getafe. (*)

SUMBER






Saya pikir menjadi sebuah hal yang ironi, ketika justru kini olahragawan lah yang paling dekat dengan resiko kematian di saat justru berolahraga adalah cara yang paling sering dianjurkan agar kita tetap mampu menjaga kesehatan tubuh kita agar tetap dalam kondisi yang fit. Secara logika sederhana, profesi seorang olaharagawan seharusnya membuat mereka menjadi seorang pribadi yang sehat dan kuat karena mereka secara teratur melaksanakan olahraga bahkan dengan porsi yang sangat ideal dalam melakukan setiap latihannya. Akan tetapi banyaknya pesepakbola yang meninggal karena penyakit atau serangan jantung, membuat kita sedikit mengerutkan dahi, ada apa dengan dunia olahraga??

Hal yang harus kita pahami disini, olahraga yang dilakukan sebagai sebuah profesi memang berpotensi untuk menjadi sebuah senjata pembunuh yang paling tajam, olahraga yang mereka lakukan tidak lagi dilakukan untuk sebuah kesenangan mencari keringat tapi berubah menjadi sebuah pekerjaan yang penuh dengan tekanan, penuh dengan emosi. Mereka tidak bisa lagi untuk menikmati setiap permainan yang mereka mainkan, karena tuntutan akan kemenangan sudah terlalu besar, mereka dituntut untuk selalu berada dalam kondisi prima setiap mereka tampil, sehingga tidak ada lagi ruang untuk kesalahan. Ya, inilah konsekuensi logis dari industrialisasi olahraga. Kita tidak akan bisa untuk melawannya karena ini lah tuntutan perkembangan zaman.

Di samping itu, dengan semakin kuatnya faktor industri dalam olahraga, maka perputaran uang pun melaju dengan sangan cepat, gaji yang diperoleh oleh para olahragawan semakin bertambah besar setiap waktunya. Hal ini jelas mempengaruhi gaya hidup mereka, kecil kemungkinan bagi mereka yang mempunyai pendapatan selangit melakukan sebuah konsumsi yang minimal, tentu saja mereka pun akan melakukan sebuah pola konsumsi yang besar menyesuaikan dengan pendapatan yang mereka miliki. Sehingga kehidupan jetset menjadi trend masa kini, dan saya pikir hal itu sangat tidak sesuai dengan pola hidup sehat yang seharusnya diterapkan oleh para olahragawan. Sehingga latihan ataupun olahraga yang rutin mereka lakaukan terasa menjadi percuma apabila tidak diikuti dengan sebuah pola gaya hidup yang baik.

Dan persitiwa yang dialami Cassano setidaknya menyadarkan saya akan hal itu, bahwa seorang olahragawan belum tentu mempunyai tubuh dan jiwa yang sehat, terlebih dengan predikat “bandel” yang dimiliki oleh Cassano membuat saya sedikit banyaknya yakin bahwa pola hidup Cassano pasti tidak sebaik dari yang seharusnya seorang olahragawan kerjakan. Apalagi di saat latihan pramusim Cassano sempat dikritik karena mengalami kelebihan berat badan.

Antonio Cassano ( Bari, 12/07/1982 ), saya pikir sedang mengalami atau mendapatkan kembali kejayaannya sebagai seorang penyerang sepak bola, setelah potensi hebatnya harus beberapa kali tertutup oleh sifat nya yang tempramental. Dibeli Milan dari Sampdoria pada pertengahan musim 2010-2011, banyak orang yang mengira bahwa Milan telah melakukan suatu kesalahan besar selain karena performanya yang sedang menurun dia pun saat itu sedang dalam suatu perselisihan dengan Presiden Sampdoria yang membuat dia diasingkan dari tim utama Sampdoria pada waktu itu, sehingga banyak orang yang mengira bahwa Cassano akan merusak keharmonisan tim, karena Milan terkenal dengan kondisi tim yang sangat kondusif jauh dari permasalahan ruang ganti.

Dan ternyata hal itu tidak terbukti, lambat laun Cassano mulai membuktikan kapasitasnya sebagai seorang penyerang mumpuni, kualitas yang dia miliki yang membuat saya kagum adalah kemampuannya untuk membuka ruang dan memberikan assist yang matang dan sangat memanjakan siapa saja yang berada di depan gawang. Itu dibuktikannya dengan lebih banyak memberikan assist dan hal itu pun berlanjut sampai dengan musim ini, dia masih merupakan pemain Milan terbanyak yang memberikan assist.

Sekali lagi, kepindahannya ke Milan telah membuatnya semakin dewasa, entah karena faktor siatuasi dan kondisi tim Milan yang memang sangat hangat, sangat erat dengan perasaan kekeluargaan ataukah memang diri Cassano sendiri yang telah lelah menjadi seorang yang pembangkang. Tapi, kini dia terlihat lebih tenang, lebih dewasa, dia telah mampu untuk menemukan karakternya dalam bermain sebagai seorang penyerang yang lebih banyak berfungsi untuk membuka ruang dan memberikan assist pada penyerang lainnya.

Dengan fakta-fakta itu lah yang semakin membuat saya takut dengan penyakit yang sekarang sedang dialami oleh Cassano, saya teringat dengan Puerta pemain Sevilla yang meninggal karena penyakit jantung beberapa hari setelah dia tergeletak di lapangan karena serangan jantung. Dan saya pun takut dia menjadi olahragawan kedua asal Italia yang meninggal pada tahun ini. Tidak, saya pikir ini bukanlah waktu yang tepat, di saat Cassano sedang menunjukan performa yang sangat baik, kematangan emosinya sudah terlihat, saya pikir penyakit itu datang di saat yang sangat tidak tepat. Tapi, itulah hidup, tidak akan pernah ada yang tau, kecuali Dia yang Maha Kuasa.
So, get well soon, Peter-Pan!

"kematian itu tidak harus kita takuti karena toh pasti akan terjadi. Jauh lebih baik apabila kita mempersipakan diri untuk bekal kita nanti setelah mati. Tapi apabila dengan takut mati itu membuat kita hati-hati dalam menjalani hari maka sungguh itu adalah perbuatan yang sangat berarti yang harus kita jaga dan pupuk setiap hari."
renungan sebelum mati.