Rabu, 30 Desember 2009

Pikirkan Solusinya, Bukan Masalahnya

Willis C. Carrier pernah berkata :

"Sesungguhnya pengaruh rasa cemas yang paling buruk itu adalah kehancuran yang ditimbulkannya pada kemampuan kita untuk berakal sehat. Apabila kita merasa cemas pikiran kita akan melayang kesana kemari, berlompatan tak menentu dan kita kehilangan kemampuan untuk membuat keputusan. Bagaimanapun juga, kalu kita berani memaksa diri untukmenghadapi akibat yang paling buruk dan secara mental kita sanggup memikulnya, kita akan dapat memperkecil imajinasi-imajinasi yang simapng siur dan menempatkan diri kita pada suatu posisi di mana kita akan dapat berkonsentrasi menghadapi persoalan tersebut."

Kamis, 24 Desember 2009

Manipulasi dan Kepantasan



Pada hari ini, Kamis 24 Desember 2009, siswa/siswi SMA Negeri 1 Sumedang mendapatkan laporan hasil belajar mereka selama enam bulan di semester ganjil dalam sebuah buku bernama Rapot. Ada yang senang, ada yang puas, ada yang kecewa dan bahkan ada yang menangis dibuatnya. Dan ternyata kesedihan atau pun kesenangan itu tak berhenti hanya di sekolah saja, tapi terus berlanjut di dunia maya, di situs jejaring sosial tepatnya. Banyak orang yang mencurahkan semua perasaan mereka, yang kebanyakan dari mereka yang merasa tidak puas dengan hasil yang mereka terima, ke dalam status. Tak ada yang melarang mereka untuk melakukan itu, itu jelas merupakan hak mereka masing-masing untuk mencurahkan perasaan yang sedang mereka alami. Walaupun terkadang, bahasa yang mereka gunakan sangat tidak pantas karena cenderung kasar, tapi sekali lagi, itu adalah sebuah ekspresi yang wajar dari orang-orang yang sedang sedih atau kecewa karena suatu hal. Menyalahkan orang lain atas apa yang mereka alami.

Setidaknya ada dua hal yang menjadi tema dari status mereka itu, manipulasi dan pantas.
Manipulasi adalah sebuah proses rekayasa dengan melakukan penambahan, pensembunyian, penghilangan atau pengkaburan terhadap bagian atau keseluruhan sebuah realitas, kenyataan, fakta-fakta ataupun sejarah yang dilakukan berdasarkan sistem perancangan sebuah tata sistem nilai, manipulasi adalah bagian penting dari tindakan penanamkan gagasan, sikap, sistem berpikir, perilaku dan kepercayaan tertentu.(http://id.wikipedia.org)
Bila kita melihat pengertian itu akan terkesan terlalu "berat" bila kita memasukan terhadap masalah ini, tapi bila kita melihat tiga kata awal dari pengertian itu, maka ini akan terdengar relevan. Manipulasi nilai atau sebuah proses rekayasa nilai, ya banyak orang yang mengatakan hal itu dan memang begitulah faktanya. Sebuah nilai memanglah bisa di rekayasa, ini sudah menjadi sebuah rahasia umum dan saya pribadi merasa kasihan kepada orang-orang yang masih menomorsatukan sebuah nilai yang tertera pada rapot. Yang terpenting adalah pemahaman kita akan pelajaran itu, karena apabila kita telah mengerti maka nilai bukanlah sesuatu hal yang sulit untuk diraih. Tapi apabila dari awal kita hanya mengejar sebuah nilai, maka kita pasti akan melupakan hal esensial kita sebagai seorang pelajar. Dan bila memang kita telah mengetahui dan menyadari bahwa nilai yang ada adalah sebuah manipulasi, lalu kenapa kita masih mempermasalahkannya?

Yang kedua adalah pantas. Berhubungan dengan masalah manipulasi tadi, banyak diantara kita yang kemudian bertanya-tanya, apakah dia pantas mendapatkan nilai itu?dan bahkan apakah kita sendiri pantas? Sejujurnya untuk menjawab pertanyaan itu, pribadi masing-masing lah yang bisa menjawabnya. Karena tak ada yang lebih mengetahui kemampuan diri kita masing-masing selain diri kita sendiri dan Allah tentunya. Tapi, bila memang kita tidak pantas akan sesutu hal maka kita tak akan pernah mendapatkan itu dan bila kita mendapatkan sesuatu, itu berarti kita memang pantas mendapatkannya. Lalu muncul pertanyaan, pantas dalam sudut pandang siapa? Tentu saja pantas menurut Allah, karena sekali lagi, manusia hanya berkewajiban untuk berikhtiar, berdo'a dan hasil adalah sesuatu hal yang diluar tanggung jawab kita, itu merupakan hak preogratif Allah. Dan segala hal yang kita dapatkan, apapun itu, itulah hal yang paling pantas menurut Allah untuk kita. Tak peduli sebarapa keras perjuangan kita atau bahkan seberapa malas usaha kita. Kita harus menyikapi itu sebijak mungkin dan berusaha untuk menikmati semuanya. Mungkin semua akan terasa mudah bila hasil nya sesuai dengan harapan kita, tapi lain cerita bila hasilnya jauh dari rencana kita. Tapi satu hal yang perlu kita ingat adalah kehidupan ini telah diatur oleh Allah sedemikian rupa dan kita hanya tinggal menjalani semua dengan sikap tawakal.

Jadi, apapun yang kita dapatkan sekarang, apakah itu sesuai dengan harapan kita ataupun tidak, tetaplah bersyukur kepada Allah dan tetap berkhusnudzan kepada-Nya. Tetap yakin dan percaya bahwa inilah yang terbaik untuk kita dan jadikan setiap yang terjadi itu sebgai semngat dan pengalaman untuk semakin kuat dalam menjalani hidup ini.

Cheers!

Sabtu, 19 Desember 2009

TBS WILL ROCK INDONESIA!!


TAKING BACK SUNDAY LIVE IN CONCERT

DATE

Wednesday, 3 March 2010

VENUE
Tennis Indoor Senayan, Jakarta

TICKET PRICE
Presale 1:
(14 – 30 December 2009)
Tribune Rp. 150.000
Festival Rp. 200.000

Presale 2:
(January 2010)
Tribune Rp. 200.000
Festival Rp. 250.000

Normal Price:
Tribune Rp. 300.000
Festival Rp. 350.000

Yupz, Taking Back Sunday band rock asal Amerika akan menggebrak Indonesia!
Band yang beranggotakan :
  • vocalist Adam Lazzara,
  • guitarist/back-up vocalist Matthew Fazzi,
  • guitarist Eddie Reyes,
  • drummer Mark O'Connell,
  • bassist/back-up vocalist Matt Rubano.
TBS telah menghasilkan 4 album dengan album terbaru mereka yang berjudul "New Again". Mungkin banyak orang yang tidak begitu tau dengan band ini dan cenderung asing dengan namanya, tapi bagi para pecinta musik rock dan emo khususnya, Taking Back Sunday bukanlah nama yang asing bagi mereka.

And I do love them!
saya agak terkejut sendiri ketika tau mereka akan manggung di Indonesia. Semua berawal ketika saya membuka situs resmi TBS dan melihat jadwal konser mereka and damn! They will come to Indonesia!
Tapi, sesaat setelah saya merasa sebuah kebahagiaan saya pun merasakan sebuah kekecewaan. Ya, saya dipastikan tidak akan bisa melihat mereka.
Setidaknya ada dua alasan utama kenapa saya tidak akan bisa melihat aksi mereka secara langsung. Yang pertama tentu saja masalah uang dan jarak, itulah masalah klasik ketika ada band favorit saya yang mampir untuk manggung di sini. Dimulai dari Linkin Park hingga MCR.
Yang kedua adalah di bulan yang sama yaitu bulan Maret adalah bulan penentuan bagi saya sebagai seorang pelajar karena pada bulan itu akan diselenggarakan UN. Dan karena itu, alasan saya membenci UN semakin bertambah.

Tapi sudahlah, mungkin memang inilah yang terbaik. Tak semuanya yang kita sukai dan inginkan harus terkabul, ada kalanya kita harus mengorbankan semua kesenangan itu untuk sesuatu yang lebih berharga, yang belum kita sadari.
Jalani saja semua dengan penuh rasa syukur dan menikmati setiap hal yang kita lewati.

Oh iya, dan saya harap mereka tidak akan mendengar lagu "Papa Rock'n Roll" dari THE DANCE COMPANY, karena intro dari lagu tersebut sangat mirip (bila tidak bisa di bilang sama atau PLAGIAT) dengan lagu TBS yang berjudul "Summer, Man"

Cheers!

FOR MORE INFORMATION :
http://www.takingbacksunday.com/tour/2010/03/02
http://www.javamusikindo.com/upcoming_events.htm#tbs

Kamis, 17 Desember 2009

Berharap Bukan Renungan Semu.

Akhirnya, kita telah sampai di akhir tahun.
waktu yang paling tepat untuk mengintrospeksi diri, melihat apa saja yang telah kita lakukan telah sesuai dengan semua rencana indah kita di awal tahun ataukah masih banyak diantaranya yang meleset?

Apakah pahala kita lebih banyak daripada dosa kita?
dan apakah semua yang telah kita lakukan di tahun ini mendapat ridho-Nya?

Tak usah berkecil hati, tapi tetaplah optimis!
toh manusia tidak ada yang sempurna dan hanya berkewajiban untuk berikhtiar dan berdo'a kepada Allah.

Honestly, life is so simple, kita hanya tinggal menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.
tapi, justru disitulah letak permasalahannya, proses yang kita lalui selalu tak seindah yang kita bayangkan atau teori yang kita pelajari.
Well, It's LIFE!

In the end, saya hanya ingin mengucapkan :
SELAMAT TAHUN BARU HIJRIAH 1431 H! MARI BERSAMA-SAMA MENGINTROSPEKSI DIRI DAN BERUBAH MENJADI SOSOK YANG LEBIH BAIK LAGI.

Cheers!

Senin, 30 November 2009

Teruntuk Sahabatku..


Sebuah kesalahan telah saya lakukan, sesuatu hal yang wajar karena pada akhirnya kita semua hanyalah manusia biasa yang tak sempurna.

Sesuatu hal yang memalukan bila kita bertengkar dengan sahabat, keluarga kita sendiri.
Tak ada maksud lain tak ada alasan lain selain karena kebodohan saya tak bisa mengendalikan emosi, nafsu sesaat.
Tapi, terlepas dari itu, pertengkaran bukanlah hal yang membanggakan bila sebenarnya kita masih bisa untuk duduk hangat berdiskusi menyelesaikan semua permasalahan yang ada.

Sebuah pelajaran berharga buat saya pribadi, karena sesungguhnya setiap kejadian yang telah terjadi dalam hidup kita, tak peduli apakah itu kecil atau besar, sudah sepantasnya kita jadikan pelajaran hidup untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Kita tak akan pernah belajar berbuat benar bila kita tak pernah berbuat salah.
Dan, berubah lah secepat mungkin, berubah lah menjadi yang lebih baik sebelum ajal menjemput.

Teruntuk WSL dan semua orang yang mungkin mempunyai cara berpikir yang sama dengan dia.
Rubahlah pola pikir anda karena hidup tak seburuk yang anda pikirkan, itu hanyalah dalam pikiran anda!
Mulai lah melihat segala sesuatunya dengan positif, jangan anda salah paham tentang segala yang terjadi.
Dan sebagai sahabat, Insya Allah saya akan membantu anda melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda, dari sudut yang lebih indah dan tentu saja saya akan mencoba untuk lebih sabar.
and for the rest of my friends, especially for my classmates, kita mungkin belum benar-benar kompak dan bahkan saya sendiri yang pernah "mengkhianati" kata-kata itu. Tapi, kita tidak hidup di masa lalu, jadi mari kita sama-sama menjadi yang terbaik. Yang paling penting adalah menikmati setiap waktu yang kita habiskan bersama dan mensyukuri itu semua.

shit...honestly, I LOVE U ALL, even if you don't give a damn 'bout me, i don't fuckin' care!
coz, deep in my heart u are my family!
if you don't like me or don't wanna call me your friends, please just treat me like you know me and It will be just fine for me!
I swear to God, please don't ignore me!

Senin, 16 November 2009

Piala Dunia 2022 dan Mimpi Indonesia


Bagi para penggila bola, Piala Dunia adalah turnamen yang sangat dinantikan, sebuah kompetisi terbesar dan terdahsyat di dunia (setidaknya itulah klaim dari FIFA) karena mempertemukan 32 negara dari masing-masing benua di belahan dunia ini.

Walaupun negara kita tercinta, Indonesia, belum pernah sekalipun tampil di ajang termegah ini, kita rakyat Indonesia para penggemar keindahan sepak bola selalu mempunyai tempat tersendiri untuk menikmati turnamen ini.

Dan tanpa disangka-sangka Indonesia, yang jelas-jelas belum mempunyai pengalaman ataupun sejarah khusus dalam kejuaraan ini, dengan berani mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022! Ini bukan berita baru dan bahkan telah terdengar tak asing lagi. Karena Indonesia sendiri telah melakukan pendaftaraan resmi kepada FIFA pada tanggal 16 Maret lalu. Dan kini perjuangan Indonesia, melalui PSSI telah memasuki babak baru dan akan masih melewati babak-babak lainnya.

Apakah Indonesia pantas untuk melakukan itu? Hmm...jawaban dari pertanyaan ini sangat tergantung dari sudut mana kita memandang permasalahan bidding piala dunia 2022 ini. Bila kita menanyakan itu pada Nurdin Halid, ketua umum PSSI, maka kita akan disuguhkan sebuah jawaban yang sangat menggebu-gebu nan optimis. Nurdin berkali-kali telah memberikan pernyataan bahwa Indonesia sangat layak untuk menyelenggarakan Piala Dunia dan tidak ada satu alasan pun bagi Indonesia untuk mersa rendah diri dari negara-negara lainnya. Dia tidak salah tapi bagi saya pernyataan itu juga tak sepenuhnya benar.

Menyelenggarakan sebuah event besar sebesar Piala Dunia merupakan impian setiap negara di dunia ini, termasuk negara Indonesia. Tak ada salahnya bagi kita untuk bermimpi dan mempunyai cita-cita, bahkan kita memang sudah seharusnya memiliki cita-cita dan keinginan setinggi mungkin. Karena sungguh, kita manusia tak akan pernah bisa hidup tanpa adanya sebuah mimpi sebagai sebuah penyemangat dalam diri kita. Tanpa adanya sebuah mimpi dan cita-cita, mungkin tak akan ada semangat bagi kita dalam menjalani segala rutinitas sehari-harinya, tapi dengan adanya sebuah mimpi, itu merupakan sebuah motivasi lebih bagi kita dalam menatap dan menata masa depan kita sebaik mungkin. Tapi, selayaknya seorang bayi yang pasti bermimpi untuk bisa berlari, bayi itu harus melewati serangkaian proses dan melalui beberapa "mimpi yang lebih kecil" agar bisa mendapatkan dan meraih mimpi yang lebih besar itu.

Begitu pun dengan kasus ini, apakah tak sebaik nya Indonesia yang dalam hal ini PSSI terlebih dahulu mereformasi dirinya sendiri, memperbaiki kompetisi dalam negeri, membenahi prestasi timnas Indonesia? yang sedianya merupakan mimpi yang tak kunjung selesai untuk direalisasikan oleh PSSI. Dan dengan fakta yang kurang mengenakan itu, kenapa justru PSSI dengan "berani" mencalonkan diri sebagai tuan rumah piala dunia 2022? Bahkan dari segi nonprestasi pun, yaitu dari segi infrastruktur Indonesia masih jauh dari sekadar kata cukup!

Sekali lagi hal ini bukanlah untuk membatasi kita untuk bermimpi, tapi lebih untuk agar kita bersikap optimis diimbangi rasa realistis. Memikirkan segala tahapan dan prosesnya.
Hanya untuk mengikuti bidding ini pun PSSI memerlukan sedikitnya uang sebesar 24 juta dollar AS atau sekitar Rp 240 miliar, apakah tidak sebaiknya uang sebesar itu digunakan untuk mewujudkan mimpi yang lebih kecil dulu yaitu memperbaiki segala sarana dan prasarana olahraga di Indonesia?
Lalu untuk melancarkan segala urusan dalam bidding itu, PSSI juga menyewa seorang jasa konsultan asing, Michel Bachini yang dibayar tak kurang dari 1 juta dollar AS, dan apakah uang sebesar itu tidak sebaiknya digunakan untuk memperkejakan pelatih berkaliber dunia untuk mengangkat prestasi timnas kita?

Sebuah ironi memang dan terkesan banyak bermuatan politis di dalamnya. Tapi PSSI telah menentukan sikap dan tak mungkin lagi untuk mundur, suka atau tidak semua telah berjalan dan marilah kita berharap segala yang akan terjadi adalah benar-benar yang terbaik bafi wajah persepakbolaan tanah air.

Benar kata orang, hampir tak ada batasan yang jelas antara berbuat berani dan berbuat bodoh. Karena terkadang kita akan disebut orang bodoh ketika melakukan sesuatu yang menurut kita berani dan justru orang menyebut kita berani ketika sebenarnya kita melakukan hal yang bodoh.

Sabtu, 14 November 2009

UN 2009/2010

Sampai dengan hari ini, Sabtu, 14-11-2009, setidaknya ada dua artikel koran atau berita yang sangat menarik bagi saya dan siswa/siswi di seluruh Indonesia pada umumnya. Berita itu adalah berita tentang Ujian Nasional, sebuah hal yang sangat menakutkan bagi sebagian besar pelajar di Indonesia. Artikel pertama berjudul, "Menjawab Tuntutan, UN Tahun Depan Dilaksanakan 2 Kali." dan yang kedua berjudul, "UN Dua Kali bukan Terobosan." Kedua artikel itu diberitakan di koran Pikiran Rakyat berturut-turut pada tanggal 13 dan 14 November 2009.

Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2009/2010 akan dilaksanakan dua kali dan UN pertama yang disebut UN utama akan dilaksanakan pada minggu ketiga Maret 2010 (untuk SMA/MA/SMALB/SMK) dan minggu keempat Maret 2010 (untuk SMP/MTs/SMPLB). Lalu UN kedua atau yang akan disebut UN ulangan akan dilaksanakan pada minggu kedua Mei 2010 (untuk SMA/MA/SMALB/SMK) dan minggu ketiga Mei 2010 (untuk SMP/MTs/SMPLB). Dan bagi mereka yang berhalangan mengikuti UN, akan dilakukan UN susulan satu minggu setelah UN utama. Terobosan ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dan masukan yang diterima oleh Departemen Pendidikan Nasional dan bisa dibilang inilah gebrakan yang dilakukan oleh Menteri Pendidikan yang baru yaitu, M.Nuh. Jadi, bagi mereka yang gagal dalam UN utama bisa memperbaiki itu semua dan mendapatkan kelulusan dengan mengikuti UN ulangan. Tapi, bila mereka tetap gagal, mereka masih bisa mendapatkan kelulusan dengan mengikuti UN paket C.

Sebenarnya disatu sisi ini merupakan kabar gembira bagi kita semua, khusunya pelajar di seluruh Indonesia. Tapi ternyata Dan Satriana, Ketua Lembaga Advokasi Pendidikan mempunyai pendapat lain tentang hal ini. Baginya, ini bukanlah terobosan brilian dan hanya alternatif agar semua murid lulus. Dia berpendapat para menteri Pendidikan Nasional Indonesia proparadigma pendidikan liberal yang artinya mengutamakan kompetisi individu dan mekanisme pasar. Karena pelaksanaan UN sangat mencerminkan sebuah kompetisi.

Saya pribadi kurang begitu yakin harus bagaimana dalam menyikapi berita ini, apakah saya harus merasa senang? atau tetap merasa was-was? Pada dasarnya setiap pelajar tidak setuju dengan diadakannya UN dan begitu juga saya. Karena, yang saya permasalahkan adalah UN yang dijadikan sebagai tolak ukur kelulusan. Karena dengan seperti itu, berarti secara tidak langsung pemerintah telah menyama ratakan kualitas pendidikan di Indonesia dari sabang samapai merauke, dari pelosok desa hingga perkotaan. Yang secara fakta dilapangan masih terdapat gap yang cukup jauh antara pendidikan di satu sekolah dengan sekolah lain, apakah tidak lebih bermanfaat bila uang jutaan juta untuk membuat soal-soal UN digunakan untuk memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia terlebih dulu?
Karena sungguh pelaksanaan UN yang Indonesia telah lakukan sangat jauh dari harapan, terutama dari segi moral. Terlalu banyak kepentingan yang bermain di dalamnya.

Dan setiap menginjak atau memasuki semester genap bagi kelas IX dan kelas XII, maka pembelajaran mereka tak akan lagi efektif dan justru terjadi pengerdilan pembelajaran, karena KBM yang terjadi adalah pembelajaran intensif dengan mengutamakan hapalan.

Tapi, kita sebgai rakyat dan pelajar tak akan bisa berbuat apa-apa, karena "merekalah" yang memiliki kekuasaan untuk membentuk sebuah aturan. Dan oleh karena itu, tak ada gunanya bagi kita untuk mengeluh yang justru membuat hati kita tak karuan dan akhirnya menjadi penyakit bagi raga kita. So, let's face it with smile and prepare ourself as best as we can!
Study harder dude!
Cheers!

Senin, 09 November 2009

KO-TEKS Vs. KONTEKS

Dalam sebuah wacana, apapun bentuk wacana itu, biasanya kita selaku pembaca akan menemukan atau bahkan sengaja mencari makna apa yang terkandung dalam sebuah wacana tersebut. Kegiatan itu tidak lain dilakukan agar kita dapat mengetahui, mengerti dan memahami isi dari wacana tersebut dan pesan apa yang hendak disampaikan oleh penulis.

Biasanya dalam sebuah wacana, kita akan menemukan dua macam makna. Yang pertama adalah makna ko-teks (tersurat), yaitu makna yang benar-benar ada dalam wacana tersebut atau sesuai dengan fakta kalimat yang kita baca atau dengar. Yang kedua adalah makna konteks (tersirat) adalah makna yang tidak terdapat dalam kalimat yang kita baca atau dengar.

Kedua macam makna tersebut memberi pemahaman bagi saya pribadi, bahwa saya tak akan pernah mau untuk membatasi pendapat orang lain, selama masih sesuai dengan topik pembicaraan dan tidak merugikan saya pribadi khususnya dan orang banyak pada umumnya. Kenapa demikian? karena dengan adanya kedua jenis makna tersebut, terlebih untuk makna konteks, maka disitu yang akan berperan banyak adalah faktor persepsi dan pendidikan orang yang kita ajak bicara atau orang yang membaca tulisan kita.

Setiap otak manusia akan berbeda isinya dan mempunyai beragam sudut pandang dan bila dalam mendengarkan atau membaca sebuah wacana, mereka menggunakan makna konteks untuk dapat memahami wacana tersebut, maka yang akan kita dapatkan adalah beribu-ribu macam kesimpulan. Yang harus kita pahami adalah semua orang berhak untuk mengeluarkan pendapat mereka, tapi pendapat itu haruslah bisa dipertanggung jawabkan dan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Jadi, hendaknya bila kita memperbincangkan segala sesuatunya atau berdebat tentang suatu hal, maka haruslah jelas patokan dan pijakan hukum nya. Agar pada akhirnya, perdebatan itu tak akan menjadi debat kusir and means nothing but waste our time....

Senin, 02 November 2009

"KH Siddiq Amin Berpulang"

KH Siddiq Amin Berpulang, sebuah judul artikel berita pada surat kabar Republika edisi Senin 2 November, 14 Dzulkaidah 1430 H, nomor 292/tahun ke-17. Seperti biasa sepulang sekolah saya selalu menyempatkan diri untuk membaca koran, sekadar untuk memenuhi hasrat untuk membaca sekaligus menambah wawasan tentang apa yang terjadi di sekitar kita. Dan pada hari ini, Kamis, ketika saya membuka halaman 12, saya melihat judul itu dan tertarik untuk membacanya.

Berita itu termasuk berita duka, khususnya bagi dunia dakwah Islam di Indonesia. KH Siddiq Amin adalah Ketua Umum Pimpiman Pusat Persatuan Islam (Persis). Almarhum menjabat ketua umum PP Persis sejak 1999. Beliau dikukuhkan menjadi ketua umum sejak 2000 dan terpilih kembali pada 2005. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya, Sabtu (31/10), pukul 22.10 WIB, di RS Al Islam, Bandung.

Saya pribadi tidak mengenal beliau secara detail, bahkan saya baru tahu beliau dari pemberitaan di artikel tadi. Tapi, hanya dengan membaca sejarah singkat tentang beliau dari artikel tersebut, dalam sekejap timbul rasa simpati dalam diri saya. Terlebih beliau merupakan ketua umum dari Persis, walaupun saya dan keluarga saya bukan termasuk di dalam organisasi keagamaan itu. Tapi, yang jelas Persis memang dikenal sebagai organisasi keagamaan yang sangat "saklek" dalam meyampaikan syiar Islam dan beliau tentunya, sebagai ketua umum dari organisasi tersebut dikenal sebagai sosok yang cerdas dan konsisten. Banyak orang yang kagum dan merasa kehilangan dengan kepergiannya. Tak percaya? Untuk menyalatkan saja, banyak orang yang mengantri untuk itu, bahkan dilakukan lebih dari sekali untuk menyalatkan beliau.

Hmm...kematian memang sebuah topik yang selalu membuat saya merinding. Sekali lagi, kematian adalah satu-satunya hal yang pasti akan terjadi pada diri kita semua. Tapi, artikel tersebut membuat semangat lebih dalam diri saya, bahwa kematian KH Siddiq tidaklah sia-sia. Karena sungguh hidup seseorang dapat kita nilai dari kematian nya. Bila kematian seseorang sangat tidak diinginkan orang banyak, dan ketika dirinya mati ditangisi banyak orang lalu banyak diantara mereka yang ikut bersama-sama mengurusi jenazahnya dan akhirnya dengan ikhlas menyalatkannya. Maka dirinya telah berhasil dalam hidup, telah sukses memberikan hal yang posif dalam kehidupan bermasyarakat dan telah menjadi manusia yang berguna.
Dan itulah kehidupan KH SIDDIQ AMIN.

Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun...

Minggu, 01 November 2009

Renungan Semu


Setiap seminggu sekali,
kami mendapat sebuah pelajaran yang sangat berarti.
Pada hari Kamis tepatnya,
dimulai setelah istirahat selesai dan berakhir tepat pada jam 12 siang.

Selama kurang lebih 90 menit,
aku dan 40 temanku yang lain
dengan setia mendengarkan semua nasihat indah penuh petuah.
Walaupun ada diantara kami yang terkantuk dibuatnya.

Dan bagi kami yang memperhatikan itu semua,
kami akan berlomba menampilkan wajah serius seolah mengerti.
Mengangguk dengan pasti, mengiyakan semua yang dikatakannya.
kami seolah malaikat suci, dengan wajah penuh arti.
berintrospeksi diri, karena sungguh setiap kalimat yang kami dengar,
seberapun acuhnya kami terlihat,
dan seberapa kuatnya kami mencoba untuk tidak mendengar,
kata-kata itu akan tetap masuk, menusuk nurani kami semua.

Terlihat sebuah tekad
terlihat sebuah semangat

Tapi, sayang seribu sayang,
semua hilang melayang.
seiring beliau pergi melangkahkan kaki
meninggalkan kami di sini
yang belum sepenuhnya siap 'tuk berserah total pada Illahi...

Kamis, 29 Oktober 2009

PROSES atau HASIL ?



Hmm...saya pernah mendengar sebuah ungkapan yang saya pribadi kurang begitu tahu dari mana dan siapa yang menggabungkan beberapa kalimat itu menjadi sebuah ungkapan, yang tak asing di telinga orang banyak umumnya dan para remaja khususnya. Kurang lebih ungkapan itu berbunyi : "Sebuah vas bunga yang telah pecah, walaupun diperbaiki sedemikian rupa tak akan bisa dan tak akan pernah bisa seindah dulu lagi".

Well..diantara kita mungkin akan mempunyai penafsiran yang berbeda dari ungkapan tersebut, karena seperti yang kita ketahui bersama, sebuah penafsiran setiap orang pada dasarnya memang akan berbeda tergantung sudut pandang dan persepsi yang mereka miliki, yang sangat berkaitan dengan pengalaman dan pendidikan yang mereka jalani. Tapi, yang paling sering kita dengar, biasanya ungkapan tadi sering digunakan bagi orang-orang atau mereka yang tak ingin kembali lagi terhadap mantan kekasihnya, yang menurut mereka telah menyakitinya dan tak ada kata maaf untuk itu.

Saya pribadi, termasuk orang yang kurang begitu setuju dengan ungkapan di atas. Ungkapan tadi seakan-akan lebih mementingkan sebuah hasil daripada sebuah proses. Padahal kehidupan yang kita semua jalani ini, bukanlah tentang hasil tapi tentang seberapa kuat dan kerasnya kita dalam menjalani sebuah proses kehidupan guna mencapai hasil itu sendiri. Bila kita lebih mementingkan hasil, maka kita akan cenderung menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hasil tersebut. Kita lambat laun akan dikuasai oleh hawa nafsu dan rasa egois dalam diri kita. Dan yang terjadi selanjutnya adalah kita tak lagi mengenal kata moral dan kelak agama hanya lah sebagai topeng belaka. Sayangnya, ruang dan waktu yang kita jalani sekarang membentuk kita seperti itu, membentuk kita untuk mendapatkan hasil yang instant.

Apa yang perlu kita sadari adalah Allah telah mengatur semuanya untuk kita. Kita semua telah mempunyai jalan cerita dan takdir nya masing-masing. Tak ada yang perlu kita takutkan lagi, karena Allah telah menyiapkan segalanya untuk kita. Kita hanya tinggal menjalani semuanya dengan sikap tawakal, sabar dan tak kenal putus asa. Kita sebagai manusia hanya berkewajiban untuk melakukan ikhtiar semaksimal mungkin dan berdo'a seraya beribadah yang sebenar-benarnya kepada Allah untuk mendapatkan ridho-Nya. Dan sisanya biarkanlah Allah yang mengaturnya untuk kita. Karena sesungguhnya, Allah lebih mengetahui mana yang terbaik bagi manusia. Karena Allah lah pencipta kita.

Mungkin memang, sebuah vas yang retak bahkan hancur berkeping-keping, tak akan seindah awalnya walaupun telah kita perbaiki. Tapi, pernahkah kita bayangkan sebelumnya, bagaimana sebuah proses yang sangat indah memperbaiki vas itu? Bagaimana kita menahan segala emosi kita dan mencoba untuk bersabar dalam merekatakan setiap kepingan vas yang ada dan di setiap belahan yang kita pegang menyadarkan akan kesalahan kita yang mengakibatkan vas tersebut rusak, dengan begitu kita akan berintrosprksi diri dan mencoba berubah menjadi yang lebih baik lagi.

Hmmm...sebuah proses yang indah :)

Minggu, 18 Oktober 2009

Sepak bola : Our Live In A Small Version



Sepakbola, Football, Soccer, ya..ada banyak cara untuk menyebut permainan ini. Sebuah olahraga yang sangat mendunia dan paling populer dewasa ini. Tak terkecuali, di negara kita tercinta ini, Indonesia, sepakbola (begitu biasa kita menyebutnya) adalah permainan sekaligus olahraga yang paling digemari. Secara sederhana, olahraga ini adalah sebuah permainan yang dilakukan oleh dua tim, yang masing-masing tim berjumlah sebelas orang. Dilakukan di sebuah lapangan, menggunakan sebuah bola dan setidaknya ada tiga orang wasit yang mengatur jalannya pertandingan. It's simple, isn't it?

Dan seiring perkembangan zaman, olahraga ini telah berkembang menjadi sebuah industri olahraga yang sangat menggiurkan bagi para pengusaha, bahkan untuk mereka yang tidak menegerti tentang sepak bola sekalipun. Dan, tentu saja wajah pesepakbolaan kini tak sesederhana dulu, kini telah banyak aturan yang mengatur sebuah sistem ini, entah itu yang berhubungan langsung dengan teknis sepak bola itu sendiri ataupun aturan untuk mengatur bisnis dibalik dan diluar masalah permainan ini.

Mungkin, kita bertanya-tanya mengapa sepak bola bisa begitu digemari di dunia. Tak ada jawaban pasti untuk masalah ini, karena faktor subjektifitas sangat kental di dalamnya. Tapi, saya pribadi yang secara langsung adalah penggemar berat dari olahraga sepak bola itu sendiri, mempunyai pendapat bahwa sepak bola adalah olahraga yang paling dekat dengan kehidupan kita semua. Olahraga yang sangat murah dan sangat mudah untuk dilakukan begitu pula untuk kita pahami. Dan lebih jauh lagi, Sepak bola adalah potret kehidupan kita.

Kita semua bisa mengambil banyak pelajaran dalam olahraga ini. Sepak bola mengajarkan kita agar tidak bersikap individulistis dalam menjalani hidup ini. Karena, sepak bola adalah permainan kolektif dan begitu juga hidup kita. Kita tak akan pernah lepas dari orang lain, karena disadari atau tidak, kita akan selalu membutuhkan orang lain.

Kehidupan ini bukanlah tentang hasil, tapi tentang proses yang kita lalui. Kita lihat bagaimana sepak bola begitu sangat menghargai sebuah proses daripada sebuah hasil. Itulah mengapa sepak bola menggunakan format liga, dimana sang juara didapatkan melalui waktu yang lama. Lalu, di dalam menjalani sebuah proses itu, kita harus selalu semangat, pantang menyerah walau di saat paling terakhir sekalipun. Banyak fakta, yang telah saya lihat dalam sepak bola, bagaimana sebuah tim bisa memenangkan pertandingan dan mengubah atau membalikan skor akhir, hanya dalam hitungan menit bahkan detik sekalipun!

Masih banyak pelajaran hidup ataupun potret kehidupan kita yang tersaji dalam sebuah olahraga yang bernama, Sepak Bola. Sepak bola lebih dari sekadar olahraga, sepak bola adalah sebuah pertarungan gengsi dan harga diri dengan jutaan orang sebagai saksinya. Well, ini hanyalah pendapat saya berdasarkan pemikiran dan persepsi yang saya miliki dan pengetahuan yang saya dapatkan. Tak ada paksaan, terlebih bagi anda yang tidak menyukai sepak bola. Pesan saya, bila memang anda tidak menyukai olahraga ini, jangan buat persaan tidak suka itu menjadi perasaan benci terhadap olahraga ini. Itu hak anda untuk suka ataupun tidak, tapi tetaplah melihat segala sesuatunya dari sudut pandang yang positif. Agar, bila ada hal yang positif atau berguna, anda bisa mengambil pelajaran dari itu semua.

Kamis, 08 Oktober 2009

Shaum, bukan Puasa.

*Artikel ini telah saya tulis pada tanggal 27 Agustus 2009, di www.sman1sumedang.com.

Shaum secara etimologi bermakna menahan diri dari sesuatu, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Sedangkan menurut definisi ahli fikih, shaum adalah menahan diri dari makan, minum, dan hubungan intim (seks) pada siang hari disertai dengan niat.

Bagi kita sebagi siswa apalagi sebagi seorang muslim, pengertian itu bukanlah hal yang aneh. Kita semua sudah sangat paham akan hal itu. Tapi, ada satu permasalahan menarik dalam hal Shaum ini. Bukan mengenai perbedaan pendapat tentang pengertiannya, tapi justru istilah untuk menyebut shaum itu sendiri.

Banyak atupun hampir mayoritas muslim Indonesia menyebut ibadah ini dengan sebutan Puasa. Bagi orang awam, sepertinya masih bisa untuk kita maklumi, tapi sebagai seorang yang terpelajar, agak aneh bila masih menyebut ibadah ini sebagai Puasa.

Kenapa?
itulah mungkin reaksi pertama, karena mungkin banyak dari kita yang berpikir, bahwa ini hanya lah masalah pelafalan. Iya, ini memang hanya masalah istilah dan pelafalan, tapi ini juga menyangkut benar dan salah. Hal yang harus kita pahami adalah bahwa puasa bukanlah berasal dari istilah Islam, melainkan berasal dari agama Hindu. Asal katanya adalah Upawasa, yang berarti pendekatan kepada Hyang Maha Esa. Dan, menurut pengertian ini, puasa bermakna tidak makan dan tidak minum selama sehari penuh.

Lalu kenapa sebutan puasa lebih populer daripada shaum?
Itu karena Agama Hindu lebih dahulu masuk ke Indonesia dan mempengaruhi kehidupan luas masyarakat Indonesia. Dan ketika Islam datang, para cendikiawan Islam pada saat itu, sengaja menggunakan istilah Hindu ataupun Budha dalam melakukan dakwahnya, agar lebih mudah diterima, dicerna dan dipahami oleh masyarakat pada zaman itu. Karena, seperti yang kita ketahui, masyrakat pada zaman itu, bukanlah kaum terpelajar. Tapi, sayangnya, perjalanan dakwah mereka belum benar-benar selesai karena banyak faktor, diantaranya adalah tentu saja faktor umur.

Oleh karena itu, kita sebagai kaum yang terpelajar, wajib meneruskan dakwah para pendahulu kita dan marilah kita mulai dengan menggunakan istilah-istilah yang benar dan sesuai dengan ajaran Islam. Bila kita masih ragu, silahkan kita buka Al-Qur'an ataupun Hadits tentang Shaum, maka kita akan membaca "SHAUM" bukan "PUASA".

Jadi, di bulan Ramadhan ini, mari kita laksanakan ibadah Shaum dan semoga Allah SWT. menerima segala amal ibadah kita. Amin...

Sabtu, 03 Oktober 2009

Gempa, Media dan Pemerintah.



Musibah memang mutlak kekuasaan Allah, manusia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menahan itu semua. Tak ada yang bisa kita perbuat kecuali melewati semua cobaan itu dengan sikap tawakal dan sabar. Hmm...belum hilang dari ingatan kita, belum hilang ketakutan kita tentang gempa yang terjadi di Tasikmalaya, yang saya pribadi pun ikut merasakan guncangan akan "kemarahan" alam tersebut. Kita semua, bangsa Indonesia dikagetkan dengan gempa yang terjadi di kawasan Sumatera Barat pada hari Rabu (30/09/10). Gempa pertama terjadi pada pukul 17:16, lokasi 57km barat laut Pariaman, kedalaman 71km dan berkekuatan 7,6 Skala Ritcher. Gempa yang merupakan gempa tektonik itu, ternyata bukan gempa terakhir yang terjadi pada hari itu. Tepatnya, pada pukul 17:38, gempa susulan terjadi di 22km barat daya Pariaman dengan kedalaman 110km, dan kekuatannya mencapai 6,2 Skala Ritcher. Saya pribadi miris mendengar akan hal itu, tak bisa saya bayangkan bagaimana guncangan yang terjadi, perasaan para korban dan tak bisa saya bayangkan bagaimana guncangan bumi pada hari kaimat nanti...

Dampak gempa pun sangat luar biasa, bisa dibilang inilah gempa terbesar yang terjadi di Indonesia, hampir menyerupai gempa di Aceh, tapi tanpa tsunami tentunya. Secara umum gempa menghancurkan infrastruktur yang ada di kawasan Sumatera Barat dan aliran listrik se-Sumbar pun padam. Korban jiwa, berdasarkan data pada hari Jum'at (2/10/09), korban meninggal : 518, luka berat : 90, dan luka ringan : 1590.

Betapa besar akibat yang ditimbulkannya, kita sebagai manusia harus tetap sabar dan kita sebagai sesama manusia tentunya harus mampu dan berusaha menolong saudara-saudara kita di sana, secara moral ataupun materil. Aapalagi, banyak cara yang bisa kita lakukan untuk itu. Saya pikir, pembirataan media massa, entah itu televisi ataupun koran, sangat keterlaluan bila hati kita tidak terketuk untuk ikut menolong saudara kita di sana. Khusus untuk berita yang ada di televisi, saya pikir mereka sudah melewati moral yang ada, dalam artian mereka terlalu membesar-besarkan peristiwa yang terjadi. Sebenarnya, telah sejak lama media massa pertelevisian kita, melenceng dari tujuan awalnya. Seharusnya, sebagai media massa, mereka hanya berkewajiban untuk menyampaikan fakta yang terjadi di lapangan, tapi apa yang terjadi sekarang, mereka kini telah menjadi media pembentuk opini rakyat. Mereka ramai-ramai menggiring rakyat untuk berpendapat pada satu pendapat tertentu. Tak jadi masalah, bila para jurnalis menyisipkan opini mereka, tapi tentunya tanpa merubah fakta yang ada, apalagi merubah fakta itu sendiri untuk kepentingan tertentu. Ada kesan, Bad News Is A Good News For Them.

Dan apa yang terjadi dalam hal pemberitaan gempa yang terjadi di Sumbar ini pun sangat tidak manusiawi, apalagi di televisi, gambar-gambar dan video-video darah, luka para korban, potongan tubuh, mereka ekspos dengan jelas dan terkesan mengeksploitasi itu semua dan menakuti masyarakat pada umumnya. Jika memang mereka ingin mengetuk hati kita semua, saya pikir tidak perlu berlebihan seperti itu. Saya mengharapkan agar para jurnalis lebih peduli tentang permasalahan ini, lebih mementingkan dalam menyampaikan fakta daripada mengedepankan opini. Jangan mengeksploitasi kesedihan, tapi berilah harapan bagi kita semua, bagi para korban.
Kita semua telah bersedih, jadi jangan ingatkan kita tentang kesedihan itu.

Banyak cara untuk menghibur mereka semua, dan cara itu tentu saja dengan memberi mereka bantuan. Pemerintah dalam hal ini, telah memberi bantuan dana darurat sebesar Rp. 250 miliar untuk hampir 200 ribu korban jiwa. Saya pikir itu jumlah yang tidak kecil, tapi menjadi ironi, karena hampir dalam waktu yang berdekatan dana pelantikan anggota DPR/DPD untuk "hanya" 692 orang, menelan biaya sebesar Rp. 46,049 Miliar. Betapa mereka para wakil kita, belum juga bekerja nyata telah menghabiskan begitu banyak uang disaat sedang terjadi musibah. Dan, yang perlu kita ingat, dana bantuan yang ada dari Pemerintah pun belum sepenuhnya tersalurkan, karena lagi-lagi masalah sepele, yaitu masalah birokrasi yang ada. Begitu ironi memang nasib negara kita...

Pada akhirnya, terjadinya suatu musibah, hanya ada karena 2 kemungkinana, yaitu karena Allah ingin mengingatkan kita agar berintrospeksi diri dan senantiasa mengingat-Nya atau karena Allah mengazab kita semua karena kita telah terlalu jauh melanggar segala hal yang telah Dia tentukan bagi kita. Semoga musibah yang terjadi di Indonesia, bukanlah karena alasan yang kedua. Dan, sekarang kita hadapi semua cobaan ini dengan rasa sabar dan sikap tawakal, jadikan cobaan ini sebagai jalan agar kita semakin dekat kepada Allah Swt. .

Kamis, 01 Oktober 2009

What Is Magic ?



What Is Magic?

Bukanlah sebuah pertanyaan biasa, tapi lebih dari itu kata-kata tadi adalah acara sulap paling terbaru dari ilusionis dan endurance artist terkenal asal Amerika, yaitu David Blaine. Sebenarnya acara itu tidak bisa dibilang baru, karena telah diproduksi atau dibuat pada tahun 2008. Tapi, untuk kawasan Asia, khususnya Indonesia, acara itu baru ditayangkan pada tanggal 24 September 2009 di AXN, chanell tv yang hanya bisa dilihat orang-orang yang berlangganan Tv berbayar. Main Show dari acara yang diberi judul : davidblaine:What Is Magic ?, adalah The Bullet Catch. The Bullet Catch adalah trik yang cukup terkenal di Amerika sana dan David Blaine sendiri bukanlah orang yang pertama dalam melakukan trik berbahaya itu. Sederhananya, The Bullet Catch adalah usaha sang pesulap untuk menangkap sebuah peluru, dengan sebuah cangkir baja yang disimpan di dalam mulutnya. Yupz, sedikit kesalahan saja bisa membuat si pesulap kehilangan nyawanya! dan seperti yang telah saya duga, David Blaine berhasil melewati tantangan itu dengan sukses.

David Blaine adalah pesulap favorit saya, karena dia lebih dari seorang pesulap. Dia juga merupakan orang dengan ketahanan tubuh di atas rata-rata orang pada umumnya. Banyak dari aksi-aksinya yang dapat membuktikan itu semua, diantaranya:

1. Buried Alive, April 5, 1999 : David dikubur secara hidup-hidup selama 7hari dan hanya minum tanpa makan.


2. Frozen in Time, November 27, 2000 : David berdiri dengan ditempel oleh balok es yang sangat tebal selama 63 jam, 42 menit and 15 detik.


3. Vertigo, May 22, 2002 : David berdiri tegak di sebuah pilar atau tiang di kawasan Bryant Park, New York City. Dengan tinggi 30 m dan lebar tiang hanya 0.56 m. David melakukan aksi ini selama 35 jam.


4. Above the Below, September 5, 2003 : David tinggal selama 44hari tanpa makanan dan hanya minum 4,5 liter air per harinya, di sebuah Plexiglass yang diangkat dengan ketingian 9m.


5. Drowned Alive, May 1, 2006 : David tinggal di sebuah bola raksasa yang penuh dengan air selama 7 hari 7 malam.


6. Dive of Death, September 18, 2008 : Inilah aksi yang membuat dia dijuluki "The Upside Down Man". Dia digantung dengan keadaan terbalik selama 60jam.


Yupz...itulah sederat aksi-aksi berbahaya dari seorang David Blaine yang menggabungkan sulap dan ketahanan tubuh. Tapi, apakah sulap itu benar-benar ada? Hmmm...sebuah pertanyaan yang sering kita dengar ketika kita selesai menonton sebuah acara sulap. Wajar memang, tapi mari kita sama-sama selidiki.

Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, karangan Indrawan WS, sulap berarti permainan atau pertunjukan kecepatan tangan atau dengan bantuan roh sehingga menakjubkan penonton. Dari pengertian ini, kita sebagai muslim tentunya, bisa berkesimpulan bahwa sulap tidak lah ada dan hanya trik belaka, tanpa roh, jin atau ilmu ghaib lainnya. Kenapa? Karena untuk masalah atau hal-hal yang ghaib, Allah telah dengan jelas berfirman bahwa itu hanyalah urusan Allah dan manusia hanya sedikit saja diberitahu tentang itu.

Lalu bagaimana dengan para pesulap yang mampu mempertunjukan sebuah ilusi-ilusi yang bisa dibilang mustahil untuk dilakukan? Sekali lagi itu hanyalah buah dari pemikiran dan kecerdikan dari pesulap itu sendiri. Apalagi dewasa ini, telah banyak orang yang berani mempertunjukan rahasia sulap yang ada, contohnya saja, acara Breaking The Magician Code. Si pesulap yang menggunakan topeng dengan blak-blakan memperlihatkan dan memberitahu kita bagaimana caranya melakukan sebuah trik sulap, dari yang sederhana sampai yang paling rumit sekalipun.

Tapi, bagaimana dengan perkataan dari pesulap itu sendiri yang amat begitu meyakinkan ? Pendapat saya, para pesulap dalam hal ini tak lebih dan tak jauh beda dari seorang aktor dan aktris dalam sebuah film, yang berpura-pura menjadi orang lain dan menghayati itu semua, agar kita bisa percaya akan hal itu.

Hemat saya, daripada kita terus membuat bingung pikiran kita sendiri, akan lebih baik kita menikmati mereka para pesulap sebagai sebuah hiburan bagi kita. Selayaknya kita menonton sebuah film, kita tahu bahwa itu semua tidak nyata tapi kita tidak memperdulikannya dan tetap menikmatinya saja. Dan tak jauh beda dari film, agar bisa laku keras dan digemari orang banyak, mereka berusaha keras untuk meyakinkan kita dan membuat itu senyata mungkin, dan begitu juga acara sulap. Tapi, pada akhirnya, itu semua tak lebih dari sebuah trik belaka.

Pada akhirnya, ayo kita nikmati sulap dengan para pesulapnya, seperti hal nya saya menggemari seorang David Blaine. Tapi, tak lebih hanya sebagai sebuah hiburan.
SO, WHAT IS MAGIC ?

DAVID BLAINE - THE BULLET CATCH
http://www.youtube.com/watch?v=ZdKujIUFrwc

Rabu, 30 September 2009

Renungan Sebelum Mati

Ini bukan cerita,
tapi sebuah realita.
Kenyataan yang terjadi di sekitar kita.
Bahkan termasuk kita di dalamnya.

Apakah pernah terpikir oleh kita semua tentang jalan hidup yang telah kita tentukan ?
apakah ini jalan yang benar-benar benar ?
atau hanya benar menurut pendapat orang ?
padahal sangat salah dan jauh dari Ridha-Nya ?

Apakah pernah terpikir tentang bagaimana penilaian-Nya terhadap kita ? tentang jalan hidup kita ?
Ataukah kita terlalu sibuk mendengarkan dan memikirkan pendapat orang tentang kita ? tentang hidup kita ?

Apa sebegitu pentingkah pendapat orang sehingga kita lupa bagaimana penilaian Allah kepada kita ?

Apakah dunia terlihat begitu nyata daripada Akhirat di alam sana ?
Dan apakah kesuksesan lebih pasti daripada kematian diri ini ?

Dunia ini fana,
hanya sementara.
Tak ada yang pasti,
kecuali kematian itu sendiri.

Lalu kenapa tidak kita persiapkan diri ini untuk sesuatu hal yang telah pasti ?

Selasa, 29 September 2009

The Resistance dan Plagiat




The Resistance adalah album kelima dari grup band rock asal Inggris, MUSE. Album ini dirilis di Eropa pada tanggal 14 September 2009. Pada rilis pertamanya, album ini sudah mampu memuncaki chart album di 19 negara dan mampu menembus 3 besar di chart Amerika. Bukti diatas sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa MUSE memang band rock yang sangat berkualitas, bahkan para kritikus pun memberikan penilaian positif terhadaap album ini.

"Uprising" merupakan hits pertama yang dilempar ke pasaran dari album ini pada tanggal 7 September 2009. Hmmm...jujur, saya sangat terkagum-kagum mendengarkan 11 lagu yang terdapat dalam album itu, waktu sekitar 54:18 menit terasa tak percuma saya luangkan hanya untuk mendengarkan album terbaru MUSE itu.

Saya memang bukan kritikus dan saya pun tidak bisa memainkan satu jenis alat musik. Saya hanya orang yang sangat menyukai musik sebagai sebuah hiburan yang mampu membuat hati dan pikiran ini menjadi lebih tenang dan segar.

Saya tak lebih sebagai seorang konsumen saja dan sebagai konsumen, saya pikir saya mempunyai hak untuk mengungkapkan pendapat mengenai "barang" yang saya punya.

Oleh karena itu, ketika saya selesai mendengarkan "The Resistance" yang begitu megah dan indah, juga terdengar berat karena di album ini MUSE sangat terpengaruh oleh musik klasik dan musik opera, saya teringat akan perkembangan musik di Indonesia ini. Ketika di negara Barat sana, mereka berlomba-lomba untuk membuat sebuah album yang berkualitas, maka di sini, di Indonesia kita masih bergulat dengan persoalan plagiat.

Belum hilang dari ingatan kita, ketika d'Masiv band yang begitu sensasional dikagetkan dengan isu plagiat! Tidak tanggung-tanggung lebih dari setengah lagu dari album mereka, dituding menjiplak lagu orang lain.

Sebuah ironi dan peristiwa yang sangat memalukan industri musik Indonesia. Dan setelah kejadian itu, bak bola salju, banyak grup band ataupun musisi lainnya yang juga diisukan menjiplak lagu orag lain, khususnya musisi Barat.

Banyak pendapat dan opini yang berkeliaran dan tidak sedikit yang berdebat akan hal ini. Saya pribadi berpendapat, selama tak ada aturan ataupun hukum yang jelas yang mengatur tentang permasalahan ini, maka berdebatan mengenai penjiplakan akan terus ada dan hanya akan menjadi sebuah debat kusir.

Kenapa? karena, semua orang berpendapat berdasarkan apa yang mereka tau dan pendidikan yang mereka punya, tak ada payung hukum ataupun dasar hukum yang jelas untuk membenarkan suatu pendapat. Karena pada dasarnya, bila kita berbicara tentang benar dan salah maka harus ada sebuah dasar hukum yang jelas yang mengatur tentang itu, sebuah hukum yang telah disepakati dan diketahui semua orang. Dan bila tidak, maka pembicaraan itu tak akan pernah ada habisnya.

Yang ada sekarang hanyalah hukum moral, sebuah hukum yang sangat mahal dan tak ada sangsi fisik untuk para pelanggarnya. Hukum moral sangat ditentukan oleh setiap pribadi orang yang ada. Dalam hal ini, berarti moral para musisi kita masih sangat mengkhawatirkan. Mereka hanya memikirkan popularitas dan materi yang akan mereka peroleh, tak peduli apakah karya mereka itu mirip atau bahkan menjiplak karya orang lain.

Bisa dimengerti memang, karena di negara Indonesia masalah dapur masih menjadi yang utama bagi setiap orang dan moral hanyalah sebuah bagian kecil yang terdapat jauh dalam hati mereka.

MUSE - THE RESISTANCE
www.4shared.com/file/133415421/afeec871/Muse_-_The_Resistance_2009.html?s=1

Who Is Noorz ?

I AM WHAT I AM...
Saya adlh seseorg yg tdk akn pernah peduli dgn apa yg org katakan tentang saya. Krn hidup terlalu singkat hanya untuk mendengar omong kosong mentah mereka!



ALONE...
Saya lebih senang sendiri dpd harus bersama mereka yg salah dan saya lebih senang diasingkan karena membela sesuatu yg benar. Dpd bertekuk lutut dan bergaul dgn mereka yg salah

ANTI-SOSIAL...
Cenderung seperti itu,walaupun sebenarnya tidak. Saya hanya seseorg yg memiliki tingkat sosialisasi yg rendah.

MILANISTI...
Yupz,i am noorzmilanello & i am the real milanisti. Because,Milan is the air that i breathe & the blood in my vein,Milan perfects my life.For me, Milan is more precious than even the prettiest lover!



HUMORIS...
Seseorang yg hidup dgn apa adanya tanpa peduli dgn apa yg dikatakan org tentang dia dan selalu menjalankan semua perintah Allah & menjauhi segala larangan-Nya. Seseorang yang penuh dengan tawa,seseorang yg humoris.

MUSIC ...
They said that I’m EMO, but I’m just the man who loves rock very much. Especially emo, ‘cause emo is a good rock and I’m a good man! Emo is all about emotion, talking love with the different way. Romantic, but vicious...



UNTUK WANITA IMPIAN...
Khusus utk wanita yg nantinya mngkn akan menjadi sandaran hati saya, saya hrap akan bertemu wanita yg mencintai saya apa adanya & bnr2 menyayangi saya sepenuh hatinya.

BKN ANAK BANGSAWAN NAN RUPAWAN...
Wanita yg tdk melihat fisik apalagi harta saya. Karena,jujur saya bukanlah anak bangsawan nan rupawan yang sempurna, saya hanya memiliki cinta yang akan selalu saya berikan untuknya sampai nanti malaikat kan datang tuk menjemput saya menemui yang kuasa.

CINTA SEKECIL KUKU...
Tapi,mungkin cinta saya hanya sekecil kuku yg menempel di jari, tapi tanpa banyak komentar akan selalu tumbuh setiap saat. Karena bwt saya,lebih baik kecil,realistis,tapi tumbuh setiap saat. Dpd,besar,menggebu-gebu tapi kurang ajar!

MENJAGA APA YG HARUS DIJAGA...
Tp terlepas dari itu,dia hrs ttp menjungjung tinggi harkat & martabatnya sbg seorg wanita seutuhnya. Melangkah bebas,tanpa melupakan kodratnya sebagai wanita. Wanita yg tak silau dgn harta atau wajah semata. Wanita yang menjaga "kehormatannya",karena menyadari bahwa itu adalah hadiah khusus yang diberikan Allah untuk wanita.

IN THE END...
Saya hanya manusia biasa yg hidup apa adanya dan selalu berusaha menjalankan segala perintah Allah & menjauhi segala larangan-Nya. Menjalani hidup dgn realistis,optimis dgn dipenuhi tawa canda riang dan akhirnya mati dgn tenang.

AKU INGIN

Aku ingin mencintai seorang wanita dengan sederhana. Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Begitu pun dengan aku ini, ingin rasanya mencintai tanpa harus banyak berkata, karena apabila kita renungkan cinta itu tak akan pernah bisa kita artikan apalagi kita ungkapkan dengan sekedar kata-kata, walaupun kata itu seindah surga di alam sana,sewangi bunga dikala ia mekar,selembut buaian angin sore yang membuat kita tertidur,ataupun semerdu suara biduan cantik sekalipun.

Cinta tetaplah cinta yang tak akan pernah bisa kita ungkapkan secara nyata dan tak akan pernah habis untuk kita bincangkan. Tak percaya? Coba hitung ada berapa banyak lagu cinta? Ada berapa banyak puisi cinta? Ada berapa banyak cerita,entah itu berbentuk cerpen,novel,ataupun yang lainnya yang bertemakan cinta? Lupakan dulu tentang kualitasnya, maka kita akan menemukan ribuan atau mungkin jutaan lagu,puisi dan cerita yang berbicara tentang cinta. Para musisi dan pujangga berusaha keras untuk mengungkapkan apa itu yang namanya cinta. Walaupun pada akhirnya mereka belum bisa mengartikan cinta secara hakiki. Tapi di sisi lain , cinta adalah sesuatu yang mudah untuk dirasakan . Tapi, cinta tetaplah sesuatu yang rumit untuk kita artikan dengan hanya sekedar kata-kata.

Cinta adalah cinta. Cinta adalah sesuatu yang sulit untuk kita mengerti dengan nalar. Cinta harus kita terima dengan hati. Karena cinta memang gila!! Tidak akan pernah permisi untuk menembakkan busur panahnya. Oleh karena itu, aku ingin mencintai dengan sederhana, mencintai dengan apa adanya. Karen cintaku memang tak akan pernah bisa sebesar ataupun sedahsyat gunung merapi, cinta ku hanya sebesar kuku yang menempel di jari. Tapi tanpa banyak komentar cintaku akan selalu tumbuh dan menjaga dia yang kusayangi setiap saat,setiap waktu hingga saat malaikat datang menjemputku untuk menemui dengan yang maha kuasa. Terkesan gombal, tapi itulah apa adanya cintaku. Seperti itulah bila aku jatuh cinta pada seseorang. Buat ku, lebih baik kecil,realistis dan tumbuh setiap saat. Daripada,besar, menggebu-gebu tapi kurang ajar!

Aku juga ingin mencintai dengan sederhana. Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada. Seperti yang telah aku sebutkan tadi, aku hanya ingin mencintai dengan apa adanya. Tanpa terlalu banyak kata ataupun gerak. Walaupun cinta itu memang tak hanya diam. Tapi lebih baik diam, daripada harus melakukan sesuatu hal yang belum boleh kita lakukan. Karena dewasa ini, banyak orang yang salah mengartikan apa itu cinta dan wanita sealau akan menjadi korban dari itu. Atas nama cinta, mereka rela melepaskan kehormatan mereka! Itu bukan cinta, tapi hanya nafsu yang mengatasnamakan cinta. Cinta bukan pelukan atau ciuman. Cinta terlalu hina apabila diartikan seperti itu!

Pada akhirnya,aku hanya ingin wanita yang benar-benar tulus mencintaiku dengan apa adanya,menerimaku dengan apa adanya aku,dengan segala kekuranganku dan tidak menuntut ku untuk menjadi orang lain. Wanita yang menyayangiku dengan sangat sehingga sedetik tanpa kehadiranku akan terasa seperti hidup seribu tahun di padang pasir yang sepi. Tapi,dengan cintanya itu, dia akan membawaku ke jalan yang benar,mengingatkanku ketika aku salah arah dan selalu berusaha agar aku menjadi orang yang lebih baik lagi. Walaupun dia menyayangiku dengan sangat, tapi dia tak akan pernah rela bila aku menjadikannya sebagai subyek pelampiasan hawa nafsu. Wanita yang selalu menjungjung tinggi harkat dan derajatnya sebagai seorang wanita seutuhnya dan hidup sewajarnya tanpa banyak meperdulikan apa kata orang. Tapi sayangnya, hampir tak mungkin menemukan wanita seperti itu, karena sekarang uang adalah segalanya bagi wanita. Duniawi menjadi yang utama bagi mereka. Aku tidak menghakimi wanita secara keseluruhan. Aku hanya mengatakan apa yang aku lihat dan aku dengar dalam kehidupan nyata setelah 16 tahun aku hidup di dunia ini. Wanita pada umumnya hanya melihat penampilan fisik laki-laki dan melihat berapa banyak isi uang di kantongnya. Kini tak perlu proses panjang untuk membuat wanita mencintai kaum lelaki, cukup kau bawa motor ataupun mobil, maka wanita akan rela untuk kau lakukan semaumu! Wanita pada abad ini telah berubah menjadi makhluk yang memiliki kebutuhan yang tak akan pernah habis, makhluk yang beridealiskan matrealisme pemuja kebebasan sebebas-bebasnya hasil pendoktrinan kaum barat!

Tapi aku tetap meyakinkan diri bahwa itu hanya sebagian kecil dari banyak wanita yang ada di dunia ini. Bagiku cinta memang rumit. Jadi, aku akan mencintai dengan apa adanya aku. Aku tak akan membuat cinta itu semakin rumit dengan berusaha mengungkapkannya dengan kata-kata gombal belaka. Karena apabila nanti telah kutemukan dia yang kusayangi dan dia yang menyangiku,maka hati diantara kami berdua akan berbicara melalui bahasanya sendiri.akhirnya yang aku inginkan hanya itu... cuma itu... dan berharap akan segera mendapatkannya.

Adima i.a. noors
X-2

Soul_ID (Sekumpulan Orang-orang Berilmu Alam_Ipa Dua)

Memang sulit untuk menyatukan 42 karakter yang berbeda. Terlalu banyak ego dan keinginan pribadi, terlalu banyak rasa benci, terlalu banyak rasa ingin menang sendiri dan beragam sifat egoistis lainnya.

Semua perbedaan itu adlah anugerah dan sesuatu yang tak perlu untuk kita debatkan. Tapi, bila perbedaan itu membuat kehancuran dan retaknya persahabatan, apakah itu bisa kita benarkan?!

Ayolah, kita semua makhluk sosial dan kita membutuhkan teman. Tidak ada alasan untuk kita memaksakan keinginan pribadi, dpd kepentingan bersama yg jauh lebih indah.

So, mulailah untuk menghargai orang lain. Mulailah mengalah untuk kepentingan bersama. Mulailah untuk menerima teman kita apa adanya dan anggap lah teman kita sebagai keluarga dekat kita.

Mari, saling dukung dan saling mengingatkan satu sama lainnya.
Kunci untuk menjalani itu semua adlh dgn menikmati persahabatan ini dgn senyum di wajah kita.

ps :

friends 4ever!
fuck enemy!

LIFE IS BEAUTIFUL

Hell yeah, life is beautiful.
We just to live it with smile in our face and always be positive thinking.
Face the problem with smile.
And, don’t be afraid to face the future.
Be optimist, that our future will be great!

If You didn’t get what you want.
Just sit tight and smile.
Because, Allah is thinking of something better to give you.

All the problems, be sure we can solve them.
Just pray and keep try.
Don’t touch anything wrong.
Don’t think anything wrong.
Be positive!

Just Let it flow and enjoy it.
Don’t make a scene.
Just stay at the normal temperature!

Well, the key is face everything in your life with SMILE!

Aku Akan "Membunuh" Mereka

Ku biarkan mereka melihatku dengan hina.
Tapi, nanti di suatu masa, ku kan buat mereka menyesal.
Menyesal telah menertawakanku, mencaci, mengolok, meludah, menghina, hingga ku lemah.

Ku kan buat mereka sadar
Bahwa mereka membutuhkanku.

Ya…aku tau mereka membenciku.
Aku liat itu, ketika mereka tertawa terpaksa mencoba menghargai leluconku.
Itu hak mereka.
Tapi, nanti aku pasi akan “membunuh” mereka!

HAL-HAL YANG TERJADI KETIKA SENDIRI

Terdiam lagi di kamar.
Melihat sebuah gambar
gambar intim perusak moral.
Hal ini terjadi berkali-kali
Dan entah kapan ‘kan berhenti.

Aku tau dan mengerti
Aku harus menghentikan semua ini
Atau neraka telah menanti

Aneh ...
Sungguh aneh.
Aku rajin shalat
Tapi, kenapa ku suka film syahwat?
Apa mungkin shalat ku belum tepat?
Dan akhirnya hilang tanpa jejak?

Baiklah, akan ku teguhkan hati.
Untuk mencoba berserah pada Illahi.
Dengan berniat yang hakiki.
Menjauhi hal-hal yang tak berarti.

BADUT TOLOL

Ku terbiasa begini, terbiasa terhina oleh cacian.
Ku hadapi itu dengan senyuman
Berharap mereka akan mengerti dan berhenti.

Tapi, semua tak semudah itu.
Semua semakin menjadi-jadi.
Dan mereka malah terus semakin melewati batas.
Sekali lagi, ku hadapi itu semua dengan senyuman. Tak ada guna membalas itu semua.
Ku ‘kan tetap seperti ini, membuat mereka tertawa lepas.
Ku kan tetap berusaha membuat mereka riang. Walau harus mencaci diriku.
Karena, pada dasarnya ku suka peran seperti ini, menjadi Badut Tolol penghibur mereka.
Ku rela terluka asal mereka bahagia.

Sejujurnya, ku lakukan itu semua hanya agar mereka mau menerimaku dan menganggapku ada sebagai seorang teman.
Tak peduli, apakah mereka sayang atau benci padaku.

Ku hanya ingin diterima dalam lingkungan ku sendiri.

LOVE AND HATE

Is true love exist ?
‘Cause, I always alone at last.
In fact, I fight alone all this tears and pain.

And, I realize that ‘Friends’ will laugh if I’m happy.
Then, they will laugh more loud if I’m sad and finally they will kill me inside.

I don’t know why.
But, it seems that everybody hate me.
I can see it in their eyes.
I can see it when they look down on me.
Am I wrong?
Or do I make a silly mistake?

Yeah, maybe!
But, sometimes I can’t feel love and sometimes I just feel pain.
That shit always make me crazy.

Well, here I am…
“love me , then hate me or hate me and never love me”

Senin, 28 September 2009

I’M YOUR FRIEND, ANYWAY!

Are you love me as your friend or hate me as your enemy?
I’m your friend, aren’t I?
So, I hope you love me for true.
But, I know my mistake and silly joke have made your heart break.

So, please forgive me.
And, don’t break our friendship.
‘Cause, nobody’s perfect.
I’m just full of shit.
And, dude I need you all to make me right

What Should I Do?

Sometimes, I can’t feel love.
Sometimes, I just feel pain.
I want scream!
I want shout!
I want die!
And meet the devil in Hell!

Yeah, maybe this is my life.
But, I can’t take this anymore.
FUCK!

I try my best to make them happy.
I try to be funny to make them smile.
But, in fact, they still ignore me with their violent & dirty words.
SHIT!

I’m sick of being like this!
So, what should I do now?!

ANTARA HIDUP DAN CINTA

Inikah hidup?
Inikah seharusnya hidup?
Ku coba memaknai arti hidup, hingga mati menjemputku.

Ku hancur tanpa cinta, tapi cinta menghancurkanku.
Ku coba memilih, tapi tak ada pilihan yang tersisa.
Menangis hanya itu yang tersisa.

Tenggelam dalam kelam ...
Hatiku menangis dalam gelap ...
Diriku terbuang, terhina ...
Tapi telah terbiasa.

Mencoba berteman, tapi tak sepaham.
Mencoba berkawan, tapi hanya melawan.

KENYATAAN TRAGIS

Seakan belum mengerti
Hati ini masih menangis
Tentang satu bayangan tragis.

Tak tau apa.
Tapi, aku takut itu ‘kan terjadi di suatu masa.

Aku takut hidupku hancur.
Hanya oleh dosa kecil sebesar debu.
Dan setiap kebaikan yang ku lakukan
Mereka seolah lupa.
Terlupa oleh sebuah dosa yang tak sengaja aku sentuh.
Walaupun, aku telah menangis darah untuk menyesal.
Dan, aku yakin Allah pun ‘kan mampu mengampuni.
Tapi, aku takut mereka tak akan memahami ku.

Karena, mereka tak ‘kan mengerti.
Akan terus mencaci.
Hingga aku mati.

Minggu, 27 September 2009

2 SISI KEHIDUPAN

Ada saat dimana kita menikmati hidup

Melamun, berkhayal, bermimpi tanpa batas.

Terus tinggi melewati awan.

Ingin terus seperti ini

dan tak ada yang berani

untuk sekedar menghampiri.

Bahkan setan pun seakan enggan ‘tuk meracuni.

Tapi, ini hidup

Yang berarti ‘kan selalu ada hari esok.

Bila belum ajal menjemput

Jangan pernah merasa cukup.


Ada saat dimana kita ingin mengakhiri hidup

Frustasi, stres, penat tiada tahan.

Terus menerus membuat hati tak karuan.

Tak ingin seperti ini

Ingin ada yang berani

Untuk sekedar menghampiri.

Tapi, malaikat pun seakan enggan ‘tuk menasihati.


Tapi, ini hidup

Yang berarti ‘kan selalu ada hari esok.

Bila belum ajal memanggil

Jangan bosan tuk berlari.


Toh, ini hanya hidup.

Kita hanya tinggal melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

It’s easy, isn’t it?