Sabtu, 20 Februari 2010

The Songs Of My Tragic Love...



awalnya semua indah dan bahkan telah bermimpi jauh ke depan... (Ku Ingin Selamanya - Ungu)
"Ku ingin selamanya mencintai dirimu sampai saat ku akan menutup mata dan hidupku Ku ingin selamanya ada di sampingmu menyayangi dirimu sampai waktu kan memanggilku"

setiap waktu bersama dan terasa hampa bila tanpanya... (Nothing Is What It Seems [Without You] - Saosin)
"Tell me how am i supposed to live without you? This is all that i remember before you changed You're stuck in a dream with next to nothing I'm all alone and nothing is what it seems without you next to me"

tapi selayaknya sebuah petir yang menyambar di teriknya sinar matahari, semua rencana indah hancur seketika, hanya oleh kebodohan dan keegoisan yang bukan untuk pertama kali, tapi untuk kedua kalinya... (It's All Over Now - Saosin)
"I can't hear your heart beating anymore, no I can't hear your heart beating anymore, no It's all over now What am i gonna do with all this time I've set aside for you?"

diriku, untuk kedua kalinya mencampakan nya, menyianyiakan segala kebaikan dan kemurahan hatinya dan penyesalan memang selalu hadir di saat terakhir ketika semua telah terjadi... (Penguasa Hatiku - Ungu)
"dan akhirnya kesendirian hatiku menyadarkan diriku bahwa engkau lah penguasa hatiku"

sempat ku coba mengalihkan hati ini pada wanita lain, tapi diriku terjebak oleh sesuatu yang salah, hatiku berontak dan keadaan tak menginginkannya... (Diantara Kalian - D'Masiv)
"Lupakan aku kembali padanya Aku bukan siapa-siapa Untukmu"

dan lagi-lagi, dia memang yang terbaik, terindah, aku rapuh tanpanya, ada sesuatu yang hilang tanpanya... (Tak Bisa Hidup Tanpamu - D'Masiv)
"kembalilah kembali padaku aku tak akan pernah bisa hidup tanpamu"

tapi sekali lagi, semua telah terlambat, dia terlalu kecewa padaku, tak mungkin bagiku untuk kembali, ku harus melupakannya... (The Letter - Hoobastank)
"It's too late to try and work it out There's no way to turn this thing around It's all there in the letter that i've found I've memorized it line for line Too bad that letter isn't mine, no"



Dengan ini saya, Adima I.A. Noors, meminta maaf yang sebesar-besarnya atas semua kesalahan saya. Saya tak akan lagi mengganggu mu...
forgive me, forget our love, but don't forget our memories...
keep it well as well as i do... :)
Wish You Luck, semoga selalu mendapatkan yang terbaik dari Allah!!:)
Peace and Cheers!!

MY OWN DISASTER

just think of this and
YOU
as just a few of the many things
to lie around,
to clutter up MY shelves
and I wish I weren't worth the wait
cause there are some things
that I'd like to say to you

And I don't think that I know
what I've been missing
cause I don't think that I know
what I've been missing

and I dare ME to forget
the marks you left across my neck
from those nights when we were both found at our best
now I could make this obvious and you,
you could deny me
all in one breath
you could shrug me off your shoulders

And I don't think that I know
what I've been missing
cause I don't think that I know
what I've been missing
And I don't think that I know
said I don't think that I know
said I don't think that I know
what I've been missing

hey lush, have fun
it's the weekend
hey lush, have fun
hey lush, have fun

just forget YOU it's that simple

(TAKING BACK SUNDAY - YOUR OWN DISASTER dengan perubahan kata "YOU" dengan "I")


Minggu, 07 Februari 2010

Black Market Love

BLACK MARKET LOVE
Black Market Love, sebenarnya adalah sebuah istilah yang saya ambil dari nama album keempat band Punk Rock Indonesia asal Bali, Superman Is Dead. SID (Superman Is Dead) sendiri mengartikan Black Market Love sebagai Cinta Pasar Gelap ; Cinta rahasia ; kecintaan kita terhadap terhadap hal-hal yang dianggap "salah" di perspektif masyarakat mayoritas. Yupz, it sounds serious and so politic! Tapi dalam hal ini, saya tak akan berbicara tentang isi dari album band SID ataupun pesan mereka tentang pengertian dari istilah tersebut, saya pribadi mempunyai sudut pandang tersendiri untuk mengartikan istilah tadi dan mencoba untuk mengaplikasikannya atau menelitinya terhadap dunia yang lebih kecil, yaitu dunia olahraga Sepak Bola.

ARIEF NATAKUSUMAH
Istilah Black Market Love bagi saya mempunyai makna, bahwa cara-cara salah yang banyak kita lakukan untuk menunjukan kecintaan kita terhadap suatu hal, dalam setiap segi kehidupan tapi dalam hal ini saya mempersempitnya menjadi kecintaan seorang penggemar sepak bola terhadap tim yang ia idolakan atau bahkan terhadap sepak bola itu sendiri.
Mengutip dari sebuah tulisan yang berjudul "MORALITAS" di kolom Visi pada majalah bulanan BOLA VAGANZA edisi Juni 2009 No. 92, yang ditulis oleh wartawan olahraga profesional, Arief Natakusumah. Beliau menyebutkan bahwa bila diantara kita sudah berani menyebut atau mengklaim diri kita sebagai seorang suporter, berarti dengan sendiri nya kita harus memenuhi tiga prinsip utama, yaitu : vocally, financially, dan morally.

VOCALLY, FINANCIALLY, MORALLY



  • Vocally
yang berarti "dengan suara lantang", artinya kita wajib mendukung tim yang kita sukai dimana pun tim itu berada dan dimana pun kita berada. Tapi, mendukung bukan berarti menjadi seorang pembela, karena apabila kita menjadi seorang pembela, maka kita cenderung untuk menjadi seorang yang tak berpikir logis dan hanya berpikir secara subjektif, tak peduli bila tim kita berbuat salah, kita tetap mendukungnya dan mencari pembenaran untuk itu. Dalam hal ini Arief Natakusumah menyatakan, " kalau tim anda mainnya jelek, lalu tak mau menerima kekalahan ini artinya anda berada dalam risiko dan masalah besar."
  • Financially
"dengan finansial/menggunakan uang", yang berarti kita mempunyai tanggung jawab menaikkan kebanggaan pada tim dengan cara membeli tiket nonton dan merchandise-nya. Bisa dibilang setelah kita dengan lantang menyatakan dukungan terhadap tim yang kita sukai, tahapan selanjutnya adalah menunjukan itu semua kedalam sebuah tindakan nyata di lapangan, yang dewasa ini hanya bisa kita lakukan dengan cara menyisihkan sebagian harta kita, entah itu untuk menonton langsung ke lapangan, membeli merchandise asli atau bahkan melakukan keduanya! Kenapa harus kedua hal itu? karena berdasarkan fakta yang ada, pemasukan tiket dan penjualan merchandise asli adalah sumber utama penghasilan/pendapatan sebuah tim, yang jelas-jelas sangat dibutuhkan oleh suatu tim untuk bisa terus melangsungkan kehidupannya. "...jangan nyablon sendiri", itulah pesan sederhana dari Arief Natakusumah.
  • Morally
yang secara harfiah bisa diartikan "dengan moral/menggunakan moral", artinya bila kita telah berhasil memenuhi prinsip vocally dan financially, maka kita harus mampu memenuhi prinsip yang terakhir dan yang paling penting yaitu morally. Karena tanpa moral, semua yang kita lakukan akan sia-sia dalam artian akan cenderung melakukan sesuatunya tanpa melihat kaidah hukum yang berlaku ataupun dampak yang akan ditimbulkannya. Dalam hal ini, Arief Natakusumah berkata bahwa segala tindakan kita sebagai seorang suporter, citranya akan terekam otomatis dan bila kita melanggar segala moral dan hukum yang ada, yang rugi selain tim tentu saja kita secara pribadi. Karena apabila kita tak berhasil memenuhi prinsip ini atau tindakan kita cenderung tak bermoral, maka tim yang kita dukung akan hancur lambat launnya dan bahkan olahraga sepak bola secara keseluruhannya. Tanpa moral, maka citra buruk yang hanya akan terdengar oleh publik, dengan citra buruk maka tak akan ada orang yang mau mendukung secara vocally apalagi financially, karena mereka ingin sebuah hiburan bukan justru menaikan kadar emosi mereka dengan melihat tindakan tal bermoral suporter yang ada, atau justru pemain dan kalangan elite sepak bola nya.

GROW UP, MAN!
Jadi, satu kesimpulan yang bisa kita tarik adalah kita harus mau berkorban untuk suatu hal yang kita cintai, berkorban untuk hal yang positif dan dengan cara yang positif pula. Jangan melihat seseorang itu mendukung tim kesayangannya dengan selalu menonton langsung ke lapangan, tapi lihatlah apakah orang itu membeli tiket secara legal. Jangan melihat orang itu mendukung tim kesayangannya dengan mengoleksi banyak kaos tim nya, tapi lihatlah apakah kaos itu adalah asli merchandise tim itu. Dan jangan melihat sekelompok suporter yang mati-matian mendukung tim kebanggaannya, tapi lihatlah dengan cara apa kelompok itu mendukungnya, apakah dengan cara kreatifitas, apakah dengan cara yang bermoral atau justru dengan cara-cara yang bejat nan anarkis!
GROW UP MAN!!
bukan karena mayoritas berarti itu adalah benar dan bukan karena minoritas berarti itu adalah salah, ini bukan tentang kuantitas tapi kualitas bung!

PEACE & CHEERS!!

Rabu, 03 Februari 2010

SAOSIN : Live In Concert


"We Will Back Soon Guys"


Kalimat yang diucapkan Cove Rober, Vokalis SAOSIN, yang saya pribadi mengartikannya sebagai sebuah ungkapan bahwa mereka, SAOSIN, sangat kagum dengan penonton Indonesia, Bandung khususnya!

Yes, they have came to Indonesia for the third times!! Dan kali ini saya datang langsung menyaksikan acara tersebut. Hajatan musik yang dipromotori oleh promotor handal Indonesia, Adrie Soebono, dalam naungan JAVAMUSIKINDO sedikit mencoba suasana baru.

Mereka membawa konser ini di daerah Bandung, tepatnya di The Venue Concert Hall, El Dorado. Lalu hal yang cukup mengejutkan lainnya adalah keberanian untuk menggelar konser di waktu yang tidak biasa, pukul 16.00 WIB. JAVAMUSIKINDO pun hanya menyediakan satu jenis tiket yaitu tiket kelas festival seharga 195 ribu rupiah, walau awalnya tiket itu di jual seharga 245 ribu rupiah.

LATAR BELAKANG
Saosin, band yang sebelumnya telah tampil dua kali di Indonesia, tepatnya di Jakarta dan Bali ini memang sedang melakukan tur untuk mempromosikan album kedua sekaligus album terbaru mereka, In Search Of Solid Ground. Saya pribadi telah jauh-jauh hari merencanakan untuk dapat menonton konser itu, yang sebenarnya bukan rencana awal atau tujuan utama saya. Karena pada awalnya saya menyiapkan "dana" menonton itu untuk konser Taking Back Sunday, my favourite band, tapi rencana itu harus pudar, karena mereka akan melangsungkan konsernya di bulan Maret, bulan yang sangat menentukan bagi saya dan semua pelajar di seluruh Indonesia. Ya, pada bulan Maret akan dilaksanakan UN, walaupun UN sendiri di laksanakan pada minggu ketiga, tapi saya ingin benar-benar berkonsentrasi memikirkan dan mempersiapkan diri menghadapi UN ketika sudah memasuki bulan Maret.

Ketika harapan mulai memudar untuk dapat menonton konser musik secara langsung, dengan tidak sengaja saya melihat jadwal manggung Saosin yang ternyata akan tampil di Indonesia, di Bandung pula. Memang saya bukan fans berat Saosin, tapi Saosin memainkan aliran musik yang saya sukai, post-hardcore atau emo. Jadi, dengan pemikiran itulah saya memutuskan untuk menonton saosin.

THE SHOW

Pada hari Minggu, 31-01-2010, sekitar jam 16.25 (molor 25 menit dari jadwal semula), Cove Reber, Beau Burchell, Justin Shekoski, Chris Sorenson dan Alex Rodriguez mulai memasuki panggung diringi tepuk tangan meriah dari penonton. Dan tanpa banyak basa-basi lagi, mereka mulai menggebrak dengan lagu bertempo cepat nan keras, I Keep My Secret Safe, yang langsung memacu adrenalin penonton. Penonton pun, termasuk saya, mulai menari-nari dan bernyanyi seliar-liarnya. Walaupun, saya agak miris melihat penonton wanita yang banyak terdorong tak karuan karena jelas-jelas kalah tenaga dibandingkan dengan lelaki. Tapi, terlepas dari itu dan fakta bahwa ini adalah pengalaman pertama saya menonton gelaran musik, Saosin memang hebat dan penonton sangat GILA!!! Saya benar-benar menikmati setiap lagu yang Saosin bawakan, dan tak terasa telah 1 jam lebih saya berjingkrak-jingkrak dan telah 13 lagu yang Saosin bawakan, maka tibalah di akhir acara dan sebelum mereka memainkan lagu terakhir nya yang berjudul Fireflies ( Light Messengers ), Cove menyampaikan sebuah pesan sederhana penuh makna. Dia mengajak semua penonton yang ada untuk tidak pernah putus asa dalam mengejar segala cita-cita dan semangat dalam mengerjarnya. Hell Yeah!




Selesai itu, mereka mulai mengucapkan salam perpisahan dan meninggalkan panggung. Tapi, masa merasa belum puas dan dengan serentak meneriakan, "WE WANT MORE! WE WANT MORE!! WE WANT MORE!!!" dan tak kuasa dengan semua teriakan itu, Saosin tampil dan memainkan lagu yang paling akhir di sore itu sebagai "Encore". Sesudah itu, kali ini, mereka benar-benar mengucapkan perpisahan, hal itu ditandai dengan pelemparan benda-benda yang mereka gunakan, semisal Stik drum, handuk, botol minuman dll. And guess what?! I got their drum's stick!! YES!!


Dan ini semua benar-benar menjadi kenangan dan pengalaman indah bagi saya, dan mungkin sahabat saya, Damarra Rezza, yang sebenarnya tidak tau apa-apa dan hanya ikut karena saya yang mengajaknya! (Thank You So Much my brad)
Saya harap ini bukanlah pengalaman terkahir saya dalam menonton konser secara langsung dan bila saya akan menonton lagi sebuah gelaran musik, ada beberapa hal yang harus saya perhatikan dan mungkin juga bisa menjadi tips bagi anda semua yang akan menonton konser, band rock khususnya.
  1. Pastikan anda menalikan sepatu sekencang mungkin,
  2. Memakai ikat pinggang sepas mungkin dengan tubuh kita,
  3. Bagi wanita usahakan jangan menonton di barisan depan.
ROCK!! PEACE!!

SAOSIN SONGLIST :
  1. I KEEP MY SECERT SAFE
  2. SLEEPERS
  3. VOICES
  4. CHANGING
  5. COLLAPSE
  6. DEEP DOWN
  7. IT'S FAR BETTER TO LEARN
  8. THE ALARMING SOUND OF A STILL SMALL VOICE
  9. ON MY OWN
  10. I NEVER WANTED TO
  11. BURRY ME
  12. YOU'RE NOT ALONE
  13. SEVEN YEARS
  14. FIREFLIES (LIGHT MESSENGERS)
ENCORE : They Perch On Their Stlits Pointing and Daring Me To Break Custom

Senin, 01 Februari 2010

Noorz's Diary : "AING TEH NAON SIH?!"

Tadinya mau bercerita tentang pengalaman pertamaku menonton konser musik!
tapi, mood ku berubah,
ada banyak hal yang harus kutelaah,.
tentang diriku, mulutku, otak ku, dan semua yang ada dalam tubuhku,

TERIMA KASIH!
untuk semua yang membuatku sadar...