Rabu, 28 Desember 2011

Talk More, Do More

The conversation below was happening in the middle of nowhere. This conversation is between noorz58milanello and Adima Insan Akbar Noors. Enjoy!
Peace and Cheers, my friends!


noorz58milanello : “Okay, let’s be honest, adima insan akbar noors! The truth is you have a very big mouth. Sometimes and always you’re talking too much, too way fuckin’ much! You talk like you know everything, yeah you talk like you’re the smartest man all over the world. One simple word, but you always make it as a long and complicated word. You always choose the long way rather than the short one. Damn! That’s the fact, adima insan akbar noors!”


Adima Insan Akbar Noors : “Yeah! That’s right and I can’t ignore that fact, noorz58milanello. But at least I’m not telling a lie. I’m talking the truth, I talk in the right place and the right situation. I never talk if there’s not belong to my place, to my capability. I won’t talk about something that I don’t know. The last but not least, I talk much but I do much too. I mean the things won’t work out by itself, the other people won’t understand if we remains silent and the other people will hard to understand something if we choose to explain it with only the sign. We have to speak with our own voice to explain it so other people will understood. ( baca : Speak Up! ) So for me, we have to talk much and do much. That’s me, that’s my damn opinion, noorz58milanello. At least for now ‘cause nothing last forever but my believe in Allah!”


Catatan : Maafkan bila banyak terdapat kesalahan dalam penggunaan kata serta penempatan kalimat. Terlebih kesalahan dalam tata bahasanya. Sekali lagi saya mohon maaf dan dengan segala kerendahan hati yang saya miliki saya memohon koreksi, cacian, hinaan, kritikan serta masukan yang membangun dari anda semua sehingga saya bisa terus belajar menjadi orang yang terus berkembang menjadi terus lebih baik lagi. Karena saya sungguh masih merupakan seseorang yang belajar dalam bahasa dan bahkan dalam setiap segi kehidupan yang ada, ya..saya masih merupakan seseorang yang amatir.


Tapi mohon jangan pernah anda beranggapan bahwa saya adalah seseorang yang tidak nasionalis karena saya dengan sok-nya menggunakan bahasa asing dalam tulisan ini dan beberapa tulisan saya yang lainnya, yang walaupun bahasa asing itu masih sangat jauh dari kata sempurna dan justru dekat dengan kata kacau balau. Walaupun memang itu hak anda dalam berpendapat dan saya tidak mempunyai sedikit pun daya untuk menahan, membatasi ataupun merubah pendapat anda. Tapi izinkan-lah saya untuik memberikan suatu penjelasan, hanya sekedar untuk membela diri dan menunjukan bahwa prinsip ini benar atau anggap-lah ini hanya merupakan suatu wujud implementasi Hak Azasi Manusia, Hak untuk menyuarakan pendapat. Dan apabila setelah saya menjelaskan anda menjadi berubah pendapatnya, menganggukan kepala seraya setuju dengan argumentasi yang saya kemukakan, maka hal itu merupakan bonus bagi saya.


Jadi, alasan kenapa saya menggunakan bahasa asing, dalam hal ini bahasa inggris, itu semata karena tuntutan zaman karena dunia ini “memaksa” kita untuk seperti itu. Dan agar saya mampu bertahan hidup maka jelas saya harus beradaptasi. Karena sekali lagi , Semua bisa berubah sejalan dengan kejadian yang kita alami, entah musibah ataupun anugerah. Persepsi kita, cara pandang kita, opini kita, pengalaman kita, semuanya bisa berubah. Tapi, satu hal yang jangan berubah adalah : Aqidah kita, kepercayaan kita terhadap Allah, terhadap semua kekuasaan-Nya dan pilihan-Nya. ( Wisdom, Justice and Love Part I, II, III )


Dan khusus untuk bahasa, saya sendiri membedakannya menjadi tiga macam, yaitu : bahasa ibu, bahasa pemersatu dan bahasa untuk kita maju.


Bahasa ibu bagi saya adalah bahasa Sunda karena itu-lah bahasa suku saya, bahasa tempat saya dilahirkan dan dibesarkan. Itu-lah bahasa ibu bagi saya.


Bahasa pemersatu adalah bahasa Indonesia karena konsekuensi logis bagi saya sebagai Warga Negara Indonesia, sebagai seseorang yang menyatakan dengan bangganya sebagai seorang Indonesia karena tidak mungkin kita bersatu tanpa ada hal yang mempersatukannya. Terlebih lagi dalam hal yang paling utama dan penting yaitu komunikasi. Kita harus mempunyai bahasa yang satu, dan bahasa itu adalah bahasa Indonesia.


Dan bahasa untuk kita maju adalah bahasa asing. Ya, karena itu-lah resiko kita sebagai Negara berkembang yang berada di bawah ketiak Negara-negara maju yang dalam hal ini adalah negara-negara barat. Negara-negara barat masih memegang kendali penuh dalam edukasi, hiburan, ekonomi dan segala segi kehidupan lainnya. Sehingga menjadi kewajiban bagi kita untuk mampu berbahasa dalam bahasa mereka sebagai syarat utama agar bisa diterima oleh mereka dan bergaul dalam kehidupan globalisasi dewasa ini.


Sebenarnya tak ada keraguan dalam hal itu dan tak sedikitpun pertentangan untuk hal itu. Tapi menjadi sangat ironi dan suatu permasalahan ketika justru bahasa ibu belum dikuasai betul, bahasa pemersatu pun belum sepenuhnya dipahami tapi kita justru terus mengejar bahasa asing dan akhirnya bahasa asing itu pun tidak bisa kita salami benar. Ya, situasi seperti itu sungguh tidak ideal, rawan akan kehilangan identitas diri dan terdapat banyak kemungkinan untuk kita terombang-ambing arus globalisasi tanpa arah, situasi seperti itu sungguh hanya akan membuat kita limbung. Dan ya, situasi seperti itu tergambar jelas dalam diri ini, damn!!


Minggu, 25 Desember 2011

Wahana Wyata Praja IPDN






Sejarah Singkat Wahana Wyata Praja




Wahana Wyata Praja adalah organisasi internal Praja IPDN yang pada dasarnya mempunyai tugas dan fungsi sama dari tahun ke tahun, namun namanya berubah sesuai situasi dan kondisi pada masa angkatan tersebut. Nama organisasi praja yang terbentuk sejak awal berdirinya STPDN hingga IPDN adalah sebagai berikut:

Manggala Corps Praja
Angkatan I STPDN sampai dengan angkatan IV STPDN
Organisasi ini bernama MANGGALA CORPS PRAJA, yang pimpinannya adalah Manggala Pati dengan tanda jabatan talikur berwarna merah, nama Manggala Corps ini hanya sampai pada angkatan IV saja, karena pada angkatan V organisasi internal Praja ini berubah nama menjadi WAHANA BINA PRAJA.

Wahana Bina Praja
Angkatan IV STPDN sampai dengan angkatan XVI STPDN
Wahana Bina Praja ini pimpinannya bernama Gubernur Praja dengan tanda jabatan talikur berwarna biru lis kuning nestel dua, dari Wahana Bina Praja inilah mulai di bentuk berbagai instansi dan UKP yang di anggap penting dalam hal mengembangkan minat dan bakat para praja, diantaranya ialah Komando, Kombat dan lainya. Nama Wahana Bina Praja digunakan mulai angkatan V sampai dengan angkatan XVI STPDN, dan selanjutnya berubah nama menjadi BADAN EKSEKUTIF PRAJA pada angkatan XVII, hal ini terjadi di karenakan perintah presiden mengenai pembekuan organisasi Wahana Bina Praja terkait dengan tragedi tewasnya seorang madya praja.

Badan Eksekutif Praja
Angkatan XVII IPDN
Adapun Badan Eksekutif Praja yang biasa di singkat dengan BEP ini di buat untuk menyeimbangkan dengan organisasi internal mahasiswa di Universitas lainnya yang biasa di sebut dengan BEM ( badan eksekutif mahasiswa ), yang pimpinanya adalah Presiden Praja dengan tanda jabatan talikur warna biru lis kuning nestel dua, badan eksekutif praja ini dibuat tanpa di dasari ataupun tidak ada dasar hukum dalam bentuk apapun. Badan eksekutif praja ini hanya di angkatan XVII, dimasa angkatan XVIII nama Badan Eksekutif Praja berganti nama menjadi ORGANISASI KORPS PRAJA.

Organisasi Korps Praja
Angkatan XVIII
Organisasi Korps Praja yang pimpinanya seorang Gubernur Praja dengan tanda jabatan talikur berwarna biru lis kuning nestel dua. Organisasi Korps Praja pada masa angkatan XVIII berubah nama lagi menjadi WAHANA WYATA PRAJA.

Wahana Wyata Praja
Angkatan XIX sampai dengan sekarang
Ketika pada masa angkatan XIX, Wahana Wyata Praja yang pimpinanya seorang Gubernur Praja dengan tanda jabatan talikur warna biru lis kuning. Dasar hukum pembentukan organisasi ini adalah Peraturan Rektor Nomor 8 tahun 2010. Dimasa organisasi Wahana Wyata Praja Angkatan XIX mempunyai dua periode masa kepemimpinanya, yaitu periode 2010 – 2011 dan periode 2011 – 2012, hal ini terjadi di karenakan adanya ekselerasi diangkatan XVIII serta tidak menerima calon praja pada tahun 2007, sehingga terjadi kekosongan ditingkat tiga ( nindya ) dan tingkat empat ( wasana ).









Arti Lambang Wahana Wyata Praja






Bintang satu : Ketuhanan Yang Maha Esa yang artinya sebuah organisasi berdasarkan kebaikan dan kebenaran
Padi dan kapas : Kesejahteraan yang artinya Wahana Wyata Praja berkontribusi terhadap masyarakat praja.
Rektorat IPDN : Wahana Wyata Praja adalah organisasi senat IPDN









Definisi Wahana Wyata Praja




Definisi 'wahana' :

1. kendaraan; alat pengangkut;
2. alat atau sarana untuk mencapai suatu tujuan: koperasi diharapkan menjadi -- untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat
3. tafsir mimpi; alamat

Definisi 'wiyata' :

1. pengajaran; pelajaran;
-- mandala lingkungan pendidikan tempat berlangsung proses belajar-mengajar: sekolah merupakan -- mandala bagi siswa; -- praja jawatan urusan pengajaran

Definisi 'praja' :

1. Kota;
2. Negara;
3. Pemerintahan;
4. Orang yang mengerti dan paham akan pemerintahan atau orang yang menjalankan roda pemerintahan/negara.







Institut Pemerintahan Dalam Negeri merupakan sebuah lembaga pendidikan kedinasan kepamongprajaan pencetak kader-kader aparatur pemerintahan. ( baca : Selayang Pandang IPDN ) Secara sangat sederhananya, apabila AKPOL adalah pencetak kader-kader polisi yang bertugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta AKMIL adalah pencetak kader-kader tentara yang bertugas untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka IPDN adalah pencetak kader-kader pemerintahan, PNS, para birokrat, yang bertugas untuk menciptakan kesejahteraan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ya, AKPOL, AKMIL dan IPDN merupakan pilar pendidikan kader di Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang mempunyai beban dan tugas yang sangat penting dalam eksistensi suatu Negara, karena ketiga lembaga pendidikan kedinasan itu harus menjaga tiga pilar utama dalam suatu Negara, pilar dasar, fondasi utama, dari adanya suatu Negara yaitu : Keamanan, Kedaulatan dan Kesejahteraan. Percayalah tanpa adanya ketiga dasar itu sebuah Negara tak akan mampu untuk bertahan lama atau bahkan untuk sekedar berjalan tegak!

Walaupun dewasa ini disiplin ilmu pemerintahan tidak lagi dimonopoli oleh IPDN, akan tetapi kelebihan yang tetap akan menjadi nilai lebih dari IPDN adalah sampai dengan saat ini IPDN masih merupakan perguruan tinggi kedinasan, yang itu berarti segala biaya pendidikan ditanggung oleh Negara dan peserta didiknya apabila nanti lulus sudah hampir dipastikan akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil di lingkungan Kementerian Dalam Negeri maupun di lingkungan Pemerintahan Daerah di seluruh Indonesia, dengan golongan kepangkatan III/a. Selain itu, dari segi kurikulum, IPDN menganut kurikulum JarLatSuh ( Pengajaran, Pelatihan dan Pengasuhan ) ini-lah nilai lebih yang sampai kapanpun tidak akan pernah bisa kita temui di perguruan tinggi lainnya yang menyediakan displin ilmu pemerintahan ( kecuali di Provinsi Kalimantan Barat ). Dengan kurikulum JarLatSuh, maka apa yang dididik di IPDN tidak hanya terfokus pada sisi kognitif semata atau hanya terbatas pada penguasaan teoritis belaka akan tetapi menyeluruh atau komprehensif pada kognitif, apektif dan psikomotorik. Karena menjadi seorang pegawai negeri sipil yang baik tentu tidak hanya harus menguasai displin ilmunya saja, akan tetapi juga harus ditunjang dengan penguasaan aturan-aturannya, keterampilan dalam pemerintahan serta sikap dan akhlak yang baik. Itu-lah yang coba untuk dilakukan di IPDN, semua unsur dididik secara intensif dan tepat sehingga nantinya benar-benar bisa bermanfaat dan menjadi seorang birokrat yang handal. Sederhannya, ilmu pemerintahan yang ditawarkan di IPDN adalah ilmu pemerintahan terapan dan pelatihan serta penanaman sikap yang baik sebagai seorang birokrat, karena seorang birokrat harus mampu mempunyai sikap sebagai seorang birokrat seutuhnya, harus mampu memahami apa yang disebut dengan “hierarki”, tanpa adanya pemahaman akan hal itu, maka semua ilmu pemerintahan yang kita miliki akan menjadi tak berguna nantinya dalam kerja kita sehari-harinya. ( baca : Keluarga Besar IPDN )

Dan atas dasar pemikiran itulah, organisasi kemahasiswaan di lingkungan IPDN agak berbeda dengan organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi lainnya. Di IPDN organisasi kemahasiswaannya atau organisasi senatnya disebut dengan Wahana Wyata Praja, disingkat WWP. WWP merupakan organisasi mahasiswa/praja di IPDN sebagai sarana praktikum pemerintahan daerah. WWP adalah BEM akan tetapi tidak murni independen seperti BEM di universitas lainnya, karena WWP masih terikat dengan prosedur, kultur dan struktur yang ada di IPDN. WWP dibentuk semirip mungkin dengan pemerintahan daerah, karena tujuan utama dibentuknya WWP tidak hanya sebagai sarana berorganisasi bagi praja akan tetapi jauh dari itu, diharapkan praja juga mampu untuk berlatih senyatanya dengan jabatan-jabatan, tanggung jawab, tupoksi dan keadaan apabila nanti telah lulus dan bertugas sebagai pegawai negeri sipil, entah itu di pusat maupun di daerah.

Organisasi WWP dibagi menjadi dua macam yaitu Provinsi Wahana Wyata Praja yang ada di IPDN Kampus Pusat Jatinangor dan Kabupaten Wahana Wyata Praja yang ada di setiap IPDN Kampus Daerah ( Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua ). ( baca : Kampus Daerah dan Semangat Perubahan ) Pimpinan dalam WWP adalah Gubernur Praja yang ada di Kampus Pusat dan bertugas di Provinsi WWP, dengan demikian setiap Kampus Daerah merupakan bagian dari Provinsi WWP sehingga disebut dengan Kabupaten WWP yang dipimpin oleh seorang Bupati Praja. Sekali lagi, pengaturan, nama, dan tupoksi serta azas yang digunakan oleh WWP, entah itu di Provinsi WWP maupun di Kabupaten WWP, semuanya diatur sedemikian rupa, semirip mungkin dengan pemerintahan daerah dengan dasar hukumnya adalah Peraturan Rektor IPDN Nomor 08 Tahun 2010 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Wahana Wyata Praja IPDN, dengan ruang lingkup tugas yang dispesifikan pada lingkungan masyarakat praja di lingkungan kampus IPDN.

IPDN Kampus Kalimantan Barat merupakan Kampus Daerah baru, sehingga pembentukan organisasi praja menjadi sesuatu hal yang urgent, untuk melakukan pengaturan kedalam serta keluar, sehingga masyarakat praja yang ada di IPDN Kampus Kalbar bisa lebih terorganisir dengan baik. Melihat hal itu, Direktur IPDN Kampus Kalbar melalui Bagian Administrasi Keprajaan mendorong dan memfasilitasi para praja untuk segera membentuk organisasi praja IPDN Kampus Kalbar dalam bentuk Kabupaten Wahana Wyata Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Kalimantan Barat sesuai dengan amanat Peraturan Rektor IPDN No. 08/2010. Diawali dengan dipilihnya terlebih dahulu DPPD ( Dewan Perwakilan Praja Daerah ) yang kemudian membentuk KPUD ( Komisi Pemilihan Umum Daerah ), maka dilakukan-lah pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Praja IPDN Kampus Kalbar secara langsung.

Dari serangkaian kegiatan diatas, maka masyarakat praja IPDN Kampus Kalbar sedikit banyaknya telah belajar untuk berdemokrasi secara benar, suatu pembelajaran yang sangat berharga untuk nantinya diterapkan di lapangan. Dan proses yang cukup menguras tenaga serta emosi itu akhirnya berbuah manis, karena pada hari Jumat, tanggal 16, bulan Desember, tahun 2011, dalam Apel Pelepasan Cuti Natal 2010 dan Tahun Baru 2012 yang dirangkaikan dengan pelantikan Fungsionaris dan DPPD Kabupaten WWP IPDN Kampus Kalbar, maka pada hari itu Kabupaten WWP IPDN Kampus Kalbar resmi ada, seiring dengan dilantiknya pejabat yang ada di Kabupaten WWP IPDN Kampus Kalbar, melalui SK Direktur IPDN Kampus Kalbar Nomor 800.224 Tahun 2011 tentang Pengangkatan Fungsionaris Wahana Wyata Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Kalimantan Barat Tahun 2011, SK Direktur IPDN Kampus Kalbar Nomor 800.225 Tahun 2011 tentang Pengangkatan Dewan Perwakilan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Kalimantan Barat tahun 2011 dan SK Bupati Praja WWP Nomor 01 Tahun 2011 Tentang Pengangkatan Pejabat Organisasi Kabupaten Wahana Wyata Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Kalimantan Barat.






SK Direktur IPDN Kampus Kalbar Nomor 800.224 Tahun 2011 tentang Pengangkatan Fungsionaris Wahana Wyata Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Kalimantan Barat Tahun 2011




Bupati Praja : EKO SUDIANO
Wakil Bupati Praja : TERESA IRMINA N.
Sekretaris Daerah : ADIMA INSAN AKBAR NOORS
Sekretaris Dewan : SEHAT TERATETI
Inspektorat Praja : HANAFI ZUHRI
Kepala Dinas Pendidikan : HAJID ARIF HIDAYAT
Kepala Dinas Olahraga dan Kesehatan : RIDHO WINAR LAGAN
Kepala Dinas Kesenian dan Kebudayaan : HIZKIA BILL MONTOLALU
Kepala Dinas Kesejahteraan Praja : AWALLUDIN HARAHAP
Kepala Dinas Peranan Wanita : NI MADE ELSYA
Kepala Badan Administrasi Praja : VIRZA PRATAMA
Kepala Kantor Agama dan Kerohanian : M. FAUZI
Camat Madya Praja : SUTRISNO
Camat Muda Praja : STENRY STEVENSON SOHILAIT
Camat Wanita Praja : FINA ADRIANI
Lurah Madya Praja Blok A : ZULPAHMI
Lurah Madya Praja Blok B : NUGROHO ARI PUTRA
Lurah Muda Praja Blok A : FAJRI RAHMAD ERSYA
Lurah Muda Praja Blok B : YEHEZKIEL FRENDATA
Lurah Madya Wanita Praja : RYA YOHANA
Lurah Muda Wanita Praja : ARIHUN RAHMATIN
Kepala Polisi Praja : FRENDI ARIFIN
Komandan Batalyon : ARIF SETIO AJI









SK Direktur IPDN Kampus Kalbar Nomor 800.225 Tahun 2011 tentang Pengangkatan Dewan Perwakilan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Kalimantan Barat tahun 2011




Ketua DPPD : AHMAD OKTABRI W.
Wakil Ketua DPPD : RAHMAT HADIYAHTULLAH ANDI G.
Anggota DPPD : 1. EDGAR TAMBUN
2. M. RIZKI AHMAD
3. PIETER SANDY IPUL LIU
4. HALEN PERDANA
5. ADI TYA INDRAWAN
6. YANUARTI WIDYA A.
7. HANIFAH ROMADHONI









SK Bupati Praja WWP Nomor 01 Tahun 2011 Tentang Pengangkatan Pejabat Organisasi Kabupaten Wahana Wyata Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Kalimantan Barat.




A.SEKRETARIAT DAERAH
1. MUHAMMAD IKHSAN KABAG PERENCANAAN DAN KEUANGAN
2. NIRWAN NURCAHYA KABAG HUBUNGAN MASYARAKAT
3. AFIUDDIN KABAG UMUM
4. FERNANDA KASUBBAG RENCANA DAN PROGRAM
5. RINI WULANDARI KASUBBAG KEUANGAN
6. KHAERUL ARIFIN KASUBBAG DOKUMENTASI
7. FAZRI MUHAMMAD SYAPUTRA ANGGOTA SUB BAGIAN DOKUMENTASI
8. DIAN FURQANI KASUBBAG PENERANGAN
9. BUNGA UMAIYAH PRATIWI KASUBBAG MULTIMEDIA DAN KREATIFITAS
10.MUSLIMIN ABADI KASUBBAG TATA USAHA
11.ARDIAN ANGGAWA P.P. KASUBBAG RUMAH TANGGA
12.FIKA NOVIANTI R. KASUBBAG PROTOKOL
13.FATARUL TANRE KASUBBAG HUKUM

B.SEKRETARIAT DEWAN
1. FAHRUDIN IBRAHIM M KABAG UMUM
2. SUCITYA DWI NOVIRA KABAG KEUANGAN
3. ANDI ARDIANTO EKA PUTRA KABAG RISALAH DAN PERSIDANGAN

C.INSPEKTORAT PRAJA
1. SIGIT HARSENO KEPALA SEKRETARIAT
2. ARNANDO YUGANTARA INSPEKTUR PEMBANTU BIDANG APARATUR
3. RONI IMAM PRABOWO INSPEKTUR PEMBANTU BIDANG KEUANGAN
4. FEBRIAN PRADITA INSPEKTUR PEMBANTU BIDANG KESEJAHTERAAN DAN SOSIAL

D.DINAS PENDIDIKAN
1. HENDRA SETIAWAN SEKRETARIS DINAS
2. TRI WANDA KABID JARLATPUS
3. DIKKI AHADIYAT MUTAQIN KABID SARANA DAN KERJASAMA

E.DINAS KESEJAHTERAAN PRAJA
1. SAVITRI SEKRETARIS DINAS
2. DINDA RACHMAN ANINDITYA KABID KEBUTUHAN PRAJA
3. RISKI MEDIA PAMBUDI KABID SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN

F.DINAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN
1. MIKAEL A. SIMATUPANG SEKRETARIS DINAS
2. MOEH. IRTHO HARFIAN KABID BINJAS
3. YURINDA OLEO KABID KESEHATAN
4. M. AHDI SATRIA KABID KOMITE

G.DINAS KESENIAN DAN KEBUDAYAAN
1. SRI SARTIKA SEKRETARIS DINAS
2. FATHYA ALBAAR KABID EKSTRAKULIKULER SENI DAN BUDAYA
3. STEVIE IRIANDO LUMATAUW KABID PERALATAN SENI DAN BUDAYA

H.DINAS PERANAN WANITA
1. VERLYANA RISYAH SEKRETARIS DINAS
2. ELSA ASRINA POETRI KABID KEGIATAN DAN OPERASIONAL
3. DWI HANDAYANI KABID INFORMASI, KOMUNIKASI DAN PERENCANAAN

I.BADAN ADMINISTRASI PRAJA
1. ANDI ASRUL SANI SEKRETARIS BADAN
2. DEWA NGAKAN NYOMAN K.P. KABID ADMINISTRASI KAB. WWP
3. KIRING YOPI KABID INFORMASI

J.KANTOR AGAMA DAN KEROHANIAN
1. RIFO REYNALDO KALUMATA KASUBBAG TU






Kebahagiaan dan kelegaan jelas terpancar dari setiap mata praja yang ada, harapan untuk dapat belajar berorganisasi dan mampu untuk mewujudkan suatu siklus kehidupan praja yang lebih bermanfaat dan berkualitas, tidak lagi monotan ataupun stagnan terbayang jelas di depan mata. Semnagat itu terasa ada, dan harus tetap mampu untuk dipertahankan sehingga pekerjaan yang kita emban bisa terlakana dengan baik.
Akhir kata, selamat bertugas kawan! Marilah bertindak dan bekerja sesuai dengan peran dan status yang kita emban.
Just remember one thing, GREAT POWER COMES GREAT RESPONSIBILITY.


Selasa, 13 Desember 2011

My Name Is ...

nothing last forever...
things and people will change...
with the new colors, new spirit, new hopes, and new dreams.
change to survive, change to stay alive and change to be a better one.
so be ready for something new.


*catatan : artikel yang seharusnya sudah dapat saya selesaikan jauh-jauh hari dan bahkan seharusnya ( rencana awalnya ) akan saya posting-kan bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1433 H. Ya, artikel yang, lagi-lagi, sebenarnya merupakan artikel yang saya buat sebagai salah satu cara saya untuk memperingati Tahun Baru Islam, karena moment tahun baru saya pikir sangat tepat dengan tema perubahan yang saya tuliskan dalam tulisan ini. Tapi, itu-lah manusia, hanya dan hanya akan selalu bisa untuk berencana dan berusaha diiringi oleh do’a, setiap hasil yang ada sungguh sangat di luar dari kekuasaan seorang manusia, cause u know what? I’ve been so damn busy this week, I was so busy till i forgot to look after my face and now my face full of acne! Shit!! But, I still face it with smile, just let it flow and enjoy it. Karena yang terpenting adalah akhirnya saya tetap bisa menyelesaikan tulisan ini walaupun dengan agak terburu-buru dan dengan tulisan yang bila boleh saya katakan agak kurang “mengena”, It’s a little fucked up!
So, as the wise man said, it’s better late than never, saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1433 H., moment yang tepat bagi kita umat Islam untuk meningkatkan kualitas Iman, Ikhsan dan Islam kita. Bermuhasabah dan membuat resolusi, untuk menjadi insan yang lebih Qur’ani dan lebih mampu untuk menjadi manusia secara kodrati tidak sedikit pun menyalahi aturan Illahi dan terus mampu mempertahankan ibadah diri.
Peace and Cheers, enjoy!


Apa yang akan saya bicarakan di sini adalah berkenaan dengan sebuah nama, sebuah istilah. Banyak orang yang berkata, “apa-lah artinya sebuah nama”, tapi saya akan dengan sangat mudah untuk menyerang pernyataan tersebut dengan segala argument pembantahan, sejuta alasan untuk menunjukan ketidaksetujuan. Tapi walaupun sebenarnya pernyataan tadi tidak sepenuhnya salah tapi juga tidak seleruhnya benar. Saya pribadi mempunyai pemikiran bahwa sebuah nama/istilah hanya-lah sebuah cara bagi kita ntuk menyebutkan sesuatu hal, membedakan satu hal dengan hal yang lainnya agar tidak ada suatu kerancuan, suatu kesalahan dalam penggunaannya.
Sehingga menjadi jelas, objek apa yang sedang dibicarakan atau dipermasalahkan. Bayangkan bila tidak ada sebuah nama/istilah dalam dunia ini. Perlu waktu yang lama bagi kita untuk dapat memahami suatu maksud pembicaraan seseorang, karena bukankah lebih mudah bagi kita untuk menyebutkan “mobil”, daripada “ sebuah kendaraan bermotor yang memiliki empat roda atau lebih”, it’s too damn long! Dan ya, dalam konteks ini, sangat jelas apabila sebuah nama/istilah itu memang sangat berperan penting.

Tapi akan menjadi lain permasalahannya, apabila sebuah nama/istilah tersebut ada dan terus kita gunakan, kita ucapkan tetapi sungguh salah maknanya dan bahkan sama sekali tidak kita ketahui maknanya. Dan disini-lah letak suatu permasalahan itu muncul, salah penggunaan nama/istilah karena tidak pahamnya kita tentang arti atau makna dari nama/istilah memang harus sesegera mungkin kita perbaiki. Hal iu selain memang merusak tatanan bahasa juga membuat sebuah makna dari sebuah nama/istilah bergeser dari postif menjadi negatif dan bahkan negatif menjadi positif. Saya akan mencoba memberikan sebuah contoh dari kesalahan kita memahamai sebuah makna sehingga menjadi salah juga kita menggunakan sebuah nama/istilah.

Islam, agama saya, merupakan agama yang indah dan smpurna ( baca : Shaum bukan Puasa, Berawal Dari Permasalahan Nifsu Syaban ), seakan sudah memprediksi tentang hal ini, tentang masa kini yang semakin banyaknya orang salah dalam menggunakan sebuah nama/istilah, orang-orang dewasa ini dengan lagaknya menggunakan nama/istilah ilmiah atau barat atau latin atau bahkan yunani kuno tapi sedikit saja diantara mereka yang mengerti apa yang mereka katakan itu, atau kalaupun mereka mengerti sungguh mereka hanya mengerti secara dangkal saja.

Ya, seakan sudah mampu untuk mengetahui hal itu, Islam dalam kitabnya, selalu memberikan suatu pengertian atau pemahaman yang jelas tentang sebuah pemahaman nama/istilah dan bahkan Islam lebih menekankan pada suatu pengertian daripada sebuah nama/istilah belaka. Jadi, apapun nama/istilah yang digunakan, pada zaman apapun, yang terpenting adalah hakikat, isi dari perbuatan/tindakan itu, apapun bungkusnya, apapun sebutannya. Itu-lah yang ditekankan oleh Islam.

Contoh paling sederhana ( dan mungkin satu-satunya contoh yang bisa saya berikan ), berkenaan dengan istilah “pacaran”. Polemik yang berkembang sekarang, banyak orang dengan lantang berkata bahwa pacaran itu haram dan bla bla bla lain sebaginya. Tapi saya walaupun dengan segala keterbatasan ilmu agama yang saya miliki, tetap akan dengan angkuhnya berkata bahwa bukan pacaran itu yang haram akan tetapi Islam hanya mengharamkan perbuatan zina! Bukan pacaran! Sekarang begini, walaupun dengan status sebagai teman, sahabat, keluarga sekalipun bila anda berbuat zina maka itu-lah yang menjadi haram dan merupakan perbuatan dosa. Dan dalam hal ini, nama/istilah menjadi tidak terlalu penting, tapi yang terpenting adalah isi/arti/makna yang terkandung dalam sebuah nama/istilah itu.

***

Setelah cukup melenceng jauh dengan ruang lingkup yang terlampau luas, maka di bagian kedua tulisan ini saya akan mempersempit bahasan kita hanya pada istilah nama seorang manusia.

Bila berkaitan dengan nama seorang manusia maka jelas pendapat saya bahwa penamaan itu sangat penting karena nama seorang manusia merupakan perwujudan dari do’a serta harapan yang ingin dicapai dalam diri manusia tersebut. So, allow me to describe the meaning of my name..
Nama saya Adima Insan Akbar Noors, saya lahir pada tanggal 10, bulan Mei, Tahun 1992. Dan setelah melakukan sedikit investigasi dengan menginterogasi kedua orang tua saya, ternyata Bapak saya-lah yang mempunyai peranan dominan dalam memberi nama itu kepada saya dan bahkan untuk semua anak-anaknya.

a. Adima :
Ini merupakan sebuah singkatan, bisa singkatan dari “adiknya Mariam” ataupun “adiknya Raima”. Karena saya sendiri merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara dan kakak saya yang pertama bernama Mariam Awallyn Noors dan kakak saya yang kedua bernama Raima Syahidah Noors, bahkan Raima sendiri merupakan sebuah singkatan juga, kepanjangan dari “rainya Mariam”, “rai” dalam bahas Sunda berarti “adik”.

b. Insan :
Manusia; orang tua saya jelas menginginkan saya menjadi seorang manusia yang bersifat dan bertingkah laku selayaknya seorang manusia. Tidak melanggar segala kodrat, hak dan kewajiban saya sebagai seorang manusia.

c. Akbar :
Besar; ya…orang tua saya ingin saya menjadi seorang yang “besar”, dalam pemaknaan positif tentunya.

d. Noors :
Cahaya; asal katanya adalah “Nur”. Karena tidak cukup hanya menjadi “manusia yang besar”, tentunya orang tua saya pun mengharapkan saya menjadi seperti cahaya mampu untuk menerangi, mampu untuk bermanfaat bagi yang lain.

Noors sendiri bisa dibilang merupakan sebuah nama keluarga, karena saya dan kedua kakak saya sama-sama mempunyai nama akhir Noors, walaupun memang Noors itu adalah nama keluarga “tidak resmi”, karena bapak saya mempunyai nama asli Iman Nursyah. Jadi seharusnya nama keluarga kami adalah Nursyah. Tapi itu-lah bapak saya, beliau memang mempunyai jiwa pemberontak, memberontak dan menerobos kebiasaan untuk menegakan sesuatu hal yang benar. Begitu halnya dengan nama keluarga, dalam kebiasaan ataupun adat sunda hampir tidak ada yang namanya nama keluarga, tapi dengan segala keberaniannya beliau menerobos itu semua dengan tetap “keukeuh” untuk memakai nama keluarga pada ketiga anaknya dan bahkan beliau melakukan sedikit modifikasi, yang hasilnya menjadi terasa kebarat-baratan dan pada kenyataannya agak kurang familiar untuk diucapkan oleh kebanyakan orang Sunda, yaitu Noors.

Saya mulai menyadari hal ini sebenarnya semenjak saya duduk di bangku SD, tapi mulai benar-benar merasa “bangga” ketika saya duduk di bangku SMP. Pada saat SMP saya mulai berani untuk menuliskan nama saya dengan Adima I.A. Noors dan lebih radikal lagi saya hilangkan singkatan kedua nama tengah saya, sehingga hanya menjadi Adima Noors. Hal itu terus konsisten saya lakukan, saya tuliskan nama Adima Noors di semua buku saya sehingga hal itu cukup mengundang perhatian teman dan guru-guru saya dan hal itu secara tidak langsung menjadi sebuah ajang promosi bagi saya tentang nama keluarga yang saya miliki, karena setiap kali guru-guru membaca nama saya, mereka pasti setidaknya mengerucutkan dahi dan sejurus kemudian akan bertanya tentang hal itu.

Keradikalan saya mulai bertambah, kebanggaan saya dengan Noors mulai bertambah “gila”. Hal itu dipengaruhi jelas dengan kenyataan bahwa saya amat tertarik dengan julukan dari beberapa orang ternama, seperti The Doctor ( Valentino Rossi ), The Real Slim Shady ( Eminem ), Super Pippo ( Fillipo Inzaghi ), dsb. Terobsesi oleh hal itu saya pun memutar otak untuk membuat sebuah julukan atau nama alias bagi diri saya pribadi dan satu hal yang pasti, konsep utama yang sudah terbayang dalam otak adalah apapun nama alias itu harus diawali dengan nama noors.

Nama pertama yang keluar adalah “noorsmachine”, yang kemudian beubah menjadi “noorzmachine”, akhiran “s” pada nama “noors” saya ganti dengan “z”, karena saya pikir …hmmm…apa ya?..I think it sounds cool, sounds dangerous! Hell yeah!!
Machine saya pilih karena terinspirasi oleh nama studio dari band Linkin Park, Machine Shop. Akan tetapi nama “noorzmachine” tidak bertahan lama, karena saya pikir nama itu tidak merefleksikan siapa saya sebenarnya.

noorzmilanello pun muncul, menyeruak menjadi sebuah ide hebat. Milanello saya ambil dari nama maskot tim Ac Milan, dengan noorzmilanello saya pikir nama itu lebih terasa “hebat”, lebih bisa untuk menjelaskan siapa saya. ( baca : Who Is Noorz?, 19th, Selamat Datang, Kawan )

Setelah sekian lama noorzmilanello bertahan, akhirnya saya dengan banyak pertimbangan, untuk sebuah pembaharuan berharap semangat baru akan datang seiring dengan nama baru dan memotivasi lebih diri ini, terlebih di tahun yang baru ini, 1433 H.
Ya, saya memutuskan untuk menambahkan nomor 58! 58 saya pilih karena nomor itu bermakna lebih, nomor yang dipakai oleh mendiang Simoncelli. ( baca : Marco Simoncelli 1987-2011 ) Saya menyukai dia tapi bukan juga fans berat dia, hanya sekedar seorang pengagumnya. Tapi kematian yang datang terlalu cepat merenggut nyawanya, semakin menambah rasa simpati saya kepadanya dan justru semakin membuat saya menyukai dia, bahkan saya jadi berani untuk mendeklarasikan bahwa saya adalah fans dari seorang Simoncelli. Sehingga nomor 58 menjadi terasa mengena dalam hati ini.

Bila boleh jujur, saya tidak pernah menyukai satu angka/nomor secara spesifik, saya hanya menyukai sebuah nomor karena nomor itu dipakai oleh para idola saya, seperti nomor 46 milik Rossi, 20 Bambang Pamungkas dan 9 Fillipo Inzaghi. Dan pada hakikatnya saya bukan-lah orang yang percaya takhayul, saya selalu percaya bahwa semua nomor itu baik dan indah dengan segala keindahannya masing-masing. Saya memang pernah menyukai beberapa nomor tapi kemudian menjadi biasa lagi terhadap nomor-nomor itu.
Sehingga merupakan sebuah resiko untuk menambahkan nomor 58 ke dalam nama alias ini, akan sangat dekat dengan resiko untuk sering mengalami pergantian. Akan tetapi saya cukup yakin bahwa nama baru ini dengan tambahan nomor 58, akan bisa bertahan lama akan mampu untuk memberikan sesuatu yang baru bagi diri ini di tahun yang baru ini. Ya, ini bukan sekedar gaya, atau sekedar mencari ketenaran bahkan untuk mencari perhatian, ini hanya salah satu bentuk ekspresi diri, mencoba menjadi sesuatu hal yang lain, menjadi seorang yang tidak selalu Adima Insan Akbar Noors, tapi sejenak saya bisa berlari dari segala kepenatan dan rutinitas seorang Adima dan bebas lepas menjadi seorang noorzmilanello, and now be ready for the new noorzmilanello, please welcome....noorz58milanello ( red : noorz fifty-eight milanello )