Rabu, 29 Juni 2011

Selamat datang, Kawan !

Hai kawan-kawan semua,
di belahan mana pun kalian berada.
Yang sempat dan menyampatkan datang,
tanpa rasa terpaksa,
atau hanya tak sengaja,
hingga terdampar akhirnya,
di blog seorang adima,
noorzandhislife.blogspot.com alamatnya.

Berisikan hal-hal yang hina,
ditulis oleh seorang yang muna,
anak mama,
anak yang terlalu di manja,
semenjak kecil hingga ia dewasa.
Jadi, mungkin hmm.. memang tak berguna.

Tapi, ya..mau gimana,
mau tak mau, suka tak suka,
kalian terlanjur tersesat.
Jadi baca saja lah,
toh anda tak akan rugi walau mungkin tak ‘kan untung juga.

Setidaknya ini adalah curahan hati ku,
tempat ku berkesah keluh,
tanpa manipulasi, jujur sungguh.
Menceritakan hal-hal yang telah lalu,
atau yang terjadi baru-baru.
Serta menumpahkan segala rasa penuh peluh,
berharap rasa itu akan pergi jauh,
setelah kutuliskan penuh sahdu.

Ya, di sini kutuliskan saja semua,
apa adanya tanpa harus mengada-ngada.
Atau berpura-pura menjauh dari realita,
menjadi sesosok yang sok sempurna,
menjadi manusia setengah dewa.

Tidak, tidak sama sekali.
Ini murni tulisan hati,
di ungkapkan dalam sebuah narasi,
atau puisi.
Dalam tema yang menjadi empat ku bagi,
life, music, sports, dan poetic tragedy.
Apapun itu, segala kejadian yang terjadi,
yang mengusik hati,
yang mengganggu sistem kerja otak kanan dan kiri,
serta menggelitik nurani.
Dari masalah jiwa sampai rohani,
dari bahagia sampai frustasi,
dari sebuah tugas sampai artikel seorang ahli,
dari hasil sebuah caduran sampai murni pemikiran pribadi,
dari kata-kata penuh anarki sampai sok memotivasi,
dari hidup orang lain sampai hidup diri sendiri,
dari peristiwa biasa sampai penuh kontroversi,
semuanya jujur ku ungkapkan tanpa suatu tendensi,
Dengan sudut pandang, pengalaman, dan ilmu yang kumiliki.
Walau skill menulis belum mumpuni,
tapi ku pede berkreasi,
dan mantap kuyakini,
bahwa ini adalah sebuah hobi.
Salah satu potensi dalam diri,
atau mungkin satu-satunya potensi.
Juga sebagai sebuah ciri,
Suatu eksistensi,
Bahwa aku ini seorang akademisi,
membaca dan menulis sebagai bukti aktualisasi.
Dan akhirnya berharap semoga dihargai.

Diriku pun mencoba mempengaruhi,
sekaligus do’a untuk sendiri,
agar senantiasa berubah menjadi lebih baik.
Yang salah dikritisi,
dan yang benar disayangi.

Ya, semuanya ada,
ku ungkapkan saja,
dalam kata-kata,
dalam sudut pandang seorang adima,
noorz’s point of view istilahnya.

Sudahlah,
Akhir kata,
ku ucapkan saja selamat datang.
Karena terlalu panjang basi-basa,
akan terlalu banyak waktu terbuang percuma,
Jadi, silahkan melihat dan membaca,
Syukur-syukur bisa di cerna,
dimengerti pesan dan maksudnya.
Bahkan maksimalnya,
mau untuk meninggalkan komentar,
cacian, hinaan, masukan terserah lah.
Yang penting ada bukti nyata,
kalian pernah ada dan datang di sana.
Haha

Salam hangat,

adima insan akbar noors (noorzmilanello)

Renungan Ditengah Konser SID & PWG

Artikel fantastis, menyentuh, penuh makna sangat mendalam. Dari sebuah pengalaman sederhana dalam sebuah perhelatan konser musik, mampu menghadirkan sebuah cerita penuh pesan. Olahan dan pilihan kata yang tepat sehingga mampu menggugah. Setidaknya itu yang saya alami dan rasakan setelah selesai membaca artikel ini. Dan itu lah alasan kenapa saya mem-posting artikel ini secara utuh, tanpa ada sedikit kata pun yang saya bunuh. Saya harap artikel ini semakin luas dibaca orang dan setiap orang yang membacanya mampu juga merasakan energi serta pesan positif yang ada di dalamnya. Inilah kelebihan sebuah bahasa yang terukir manis dalam sebuah paragarf, mereka mempunyai arti dan makna lebih, karena imaji kita bisa liar menafsirkan segala kata yang ada.
So, enjoy it my friends, especially for all the haters, the destroyers, all over the world!
Open your damn mind with ur open freakin’ arms!!

Renungan Ditengah Konser SID & PWG
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9336246
|TRANSFORMERS|
UserID: 2188084

hai!
Perkenalkan, namaku Dewa Made Cakrabuana Aristokra. Panggil saja aku Dewo, sebagaimana teman-teman sejak TK memanggilku sampai sekarang. Tahukah kamu, kemarin aku baru saja menonton konser live Superman Is Dead setelah sekian lama?
Sekian lama... Ya, lama sekali!
Dan konser kemarin -konser yang kutunggu-tunggu itu- jujur saja agak membuatku sedih. Sedikit sedih ditengah kebanggaan di dada akan kebesaran Superman Is Dead sekarang. Pekan Raya Jakarta jadi saksi pertemuan kami kembali. Bagian menarik dari pertemuan kali ini -entah karena panitianya memang lugu atau bagaimana- mereka menyepanggungkan SID dengan, ehm... Pee Wee Gaskins!!!
Panitia yang sangat berani, bahkan terkesan nekat, bukan?!

Baik, ini ulasan peristiwanya!
Pertama-tama, bayangkanlah sebuah lautan manusia beratribut OutSIDers memenuhi bibir panggung dengan kaos, topi, bahkan poster besar pokoknya semua berbau Superman Is Dead. Nah, dimanakah anak Dorky, para fans PWG berada? Of course, tidak ditengah-tengah massa hitam-merah ini, mereka ada di belakang. Dan massa berwarna-warni ngejreng dan terlihat masih belia sekali.

And the mad time begin!
Dimulai dengan MC yang (dibayar untuk) cerewet, dimana setiap mereka menyebut kata-kata tertentu langsung disambut koor "wuu...." dari penonton, sampai pada sesi wawancara pertama untuk PWG yang jauh dari khusyuk. Bagaimana tidak, lontaran teriakan "anj*ing lo!!!", "turun bang*sat!!!", dan sebangsanya meluncur dengan fasih dari penonton tiap mendengar kata "Pee Wee Gaskins", "PWG" maupun "Dorky". Belum lagi lautan jari tengah yang mewabah di udara. OutSIDers malam itu kompak duduk manis, memberi pesan bahwa PWG yang dipanggung itu tak layak mendapat atensi. Pokoknya, kalau kau menjadi Pee Wee malam itu, kau akan menangis dan berlari pulang. Sambil menutupi wajah!

Aku pernah punya band, kami pun pernah diteriaki atau dimaki-maki. Itu memang kehidupan wajar bagi tumbuh kembang sebuah band, apalagi yang hidup ditengah massa penuh asap rokok dan bau alkohol. Karena itu ku tahu pasti, keadaan itu akan membuat perut para personel mulas-mulas. Persis seperti saat ku diteriaki oleh para pemabuk di Peanut Bar, Kuta dulu!

Sesi wawancara Pee Wee berakhir.
Tak lama kemudian, sesi wawancara SID dimulai. Lautan manusia yang tadi duduk manis serentak berdiri. Semua bertepuk tangan. Aku juga berdiri, sumringah. Pertanyaan MC mengalir seiring jawaban dari SID, dimulai yang nyleneh sampai yang serius. Tapi sebelum meninggalkan panggung, Ari Astina alias Jrx mengambil microphone dan berpesan,
"...nanti jangan ada lempar-lemparan, ya. Atau kami pulang..."
yeah...
Sebuah ancaman?
Bukan juga. Sudah bukan rahasia lagi bila PWG manggung, berbagai material akan beterbangan ke arah panggung. Semua penonton bertepuk mendengar pesan damai Jrx sang orator ini. Aku pun membatin, "bijak sekali kau, Jrx... Penonton membutuhkan kata-kata itu!"
tapi bahkan pesan langsung dari bibir sang idola tak bisa menempel lama di dahi pemirsa!

Begitu PWG naik panggung, massa beringas dan lupa pada aksi duduk diam mereka! Berdiri, berteriak, mengumpat, mengacungkan jari tengah. Hellyeah, meski miris, aku masih manganggap ini oke-oke saja. Tapi -sayang beribu sayang- mulai ada aksi lempar-lempar.

Hmm...
Panitia mungkin membaca bahwa suasana terlalu panas dan harus segera didinginkan. Secepatnya! Mulailah mereka menyemprot air. Aku awalnya kegirangan, berjingkrak di bawah semprotan air konser yang selalu menyenangkan sambil menari liar ala setan. Tapi ini kok makin deras, haha. Aku pun menyingkir agak ke pinggir. Ternyata semprotan itu sukses membubarkan kerumunan kesetanan secara halus. Tapi masih saja material-material beterbangan.

Lagu pertama PWG berakhir...... Dan hal mencengangkan itu terjadi!!!
Aku tersenyum bangga melihat apa yang nampak di panggung saat ini...
Superman Is Dead, tiga pahlawan sejak aku masih ingusan 9 tahun lalu, muncul dari belakang panggung berasap dan berdiri di pinggir panggung. Gagah sekali! Susah payah aku mendongakkan leher agar bisa melihat mereka. Kemudian Jrx dengan lantang berkata...
"...kalian terserah berteriak atau mengacungkan jari apapun, tapi tolong jangan melempar sesuatu. Properti band kesayangan kalian juga bisa jadi korban. Hargai band mereka, biarkan mereka menjadi diri mereka sendiri. Menjadi diri sendiri itu tidak mudah, dan usaha itu harus kita hargai..."
kata-kata selanjutnya tak kudengar jelas, karena tepuk tangan dan elu-elu membahana terdengar lagi. Ending orasi sang drummer dapat kutangkap sedikit...
"... Jangan bikin malu kami..."

yeah...
Pee Wee kembali melanjutkan bernyanyi, dan benda-benda beterbangan lagi. Aku terus mengacungkan jari tanda piss ke udara, meski orang-orang yang sibuk mengacungkan jari tengah memandang murka padaku. Aku tak peduli... Karena memang itu yang ada di hatiku, itu yang ingin ku sampaikan. Sebuah jari tanda damai!

Saat asik mengacung jari, orang disebelah kiri ku -yang sejak tadi memperhatikan- mendadak bicara...
"nggak aneh kok bro. Yeah, inilah hidup sebuah band!"
hah? Aku bingung, antara orang ini berbicara padaku, atau ia berbicara dengan dirinya sendiri.
"ingat SID awal-awal muncul dulu?" ia bertanya retoris padaku, "bahkan lebih parah dari ini! Dilempari botol air kencing, panggungnya dibakar, dan lain-lain"

teman disebelahnya mendengarkan, dan menyela, "tapi PWG tu songong, bro! Tadi anak Dork diluar mukulin anak kecil yang berbaju SID"
ia senyum saja.
"emang lo liat? Ah, gosip mah biasa. Dulu SID juga digosipin anti sama etnis Jawa, punya tatto fuck java, kan? Tapi terbukti itu gosip doank. Kalo niat benci emang dapet aja lah alasannya"
...
Mereka berdua asik berdiskusi lagi, sementara aku sibuk dengan pikiranku. Di depan, Pee Wee Gaskins sedang menyanyikan "Dari Mata Sang Garuda" dengan latar bendera merah putih dan Garuda Pancasila. Sayangnya masih ada yang mengacungkan jari tengah.
Pikiran melayang dengan adegan flashback, awal ku berkenalan dengan Superman Is Dead...

* * *
Sejak kelas satu SMP, Superman Is Dead sedang muncul-munculnya dengan album Kuta Rock City. Bahan kekasihku kala itu bercerita bahwa ayahnya disuruh membeli kaset Peterpan malah beli album Kuta Rock ! Tapi yah... Perjalanannya tidak mulus. Banyak yang mencibir, dari masalah etnis tadi, sampai ke mengungkit-ungkit skill.

"Kuta Rock City"
tapi aku kala itu terpukau. Kagum!
Mulailah aku teratur mendengarkan album ini secara intens lewat kaset tape yang legendaris. Artwork albumnya juara! Merah dengan gambar bergaya stempel hitam. Seketika lelaki di SMP 1 Negara jadi suka mengkancing kerah baju teratas dan berambut mohawk, biar mirip Jrx katanya. Aku pun berusaha keras belajar lagu "Kuta Rock City", karena band ku akan membawakannya di panggung sekolah yang biasanya dipenuhi pop bali, haha ! Banyak yang mencibir, tapi disanalah serunya. Seru menjadi pemberontak, seru punya pendirian musik dan lifestyle, serta seru menjadi minoritas.

Bagaimana tidak minoritas?
Dulu SID dicap sebagai band biang rusuh. Tiap konser selalu menyerempet bahaya. Dan kami, sekelompok anak desa tetap memberi dukungan penuh. Demi Kuta Rock City, demi Ephedrine King, demi Burn For You, demi Disposable Lies, dan segala demi-demi lain. Ditengah lautan pencibir, kami pemberontak. Dan itu sangat menyenangkan. Punk dan perlawanan terhadap budaya mainstream selalu menjadi pasangan manis, bagaikan kopi dengan pisang goreng di pagi terakhir sebelum hari kiamat; anggun nan horor!

Bukankah perasaan berdiri tegak menantang itu juga sedang bergemuruh di dada adik-adik Dorky dibelakang sana sekarang? Mereka sedang melawan arus mainstream yang benci PWG dengan datang ke arena PRJ lautan OutSIDers. Bagaimana aku tak respek pada orang-orang pemberontak macam ini?

Aku dulu bangga menjadi muda beda dan berbahaya. Kini, Superman Is Dead sudah besar. Tak ada lagi lemparan, hujatan saat pentas, apalagi bensin dan obor untuk menyulut panggung. Kini ada kata "utsiders" yang menjadi sahabat sid di setiap pestanya. Namun, di malam gelap dengan panggung gemerlapan ini, aku, Dewa Made Cakrabuana Aristokra, pengikut setia Superman Is Dead sejak nyaris 10 tahun lalu merasa rindu akan sesuatu.

mengapa kini ada orang yang mengaku cinta SID justru melempari band lain?
Mengapa kini ada orang yang mengaku cinta SID justru menghujat band lain ditengah pentasnya?
Tidak kah mereka belajar sesuatu dari perjalanan penuh keringat dan darah band pujaannya ini?
Mengapa mereka justru melakukannya pada orang lain?

Aku bingung...

Kesadaranku kembali ke dunia nyata, ditengah-tengah panggung megah Pekan Raya Jakarta lagi. SID memperkosa panggung dengan luarbiasa berandal. Semua berjingkat, semua sumringah, semua berdansa setan, dan aku ikut dengan mereka. Ikut kesetanan! Entah ini memang benar atau hanya perasaanku saja, orang-orang yang tadi memandangku tajam karena mengacungkan tanda piss ke udara -mungkin aku dianggap Dorky- kini menari-nari liar dan menjadikan aku semacam target operasi. Kunikmati saja sambil basah kuyup.
Kuperhatikan mereka...
pantas mereka bisa membenci band lain sementara mengaku cinta SID.

Mereka baru-baru saja cinta, terbukti mereka sibuk menari liar menjadikan tubuh penonton lain sebagai samsak hanya berbekal sedikit lagu. Album Black Market Love, mereka seru berjingkat. Album Angels and Outsiders, apalagi! Namun begitu intro lagu Vodkabilly terdengar, mereka diam.

Giliranku beraksi!!! Sekarang!!!

Kuteriakkan liriknya sambil menari liar. Malam gelap dingin mencekam, kesepian serasa ingin berontak!!! Ini lagu yang mengawal tumbuh kembang hidupku, bahkan kapan saat JRX memukul kepala ride nya pun ku tahu pasti. Dilanjutkan dengan Kuta Rock City, kuteriakkan lagi liriknya sambil berjingkat! With the engine running fast! Seketika mereka memandangiku, orang yang mereka kira Dorky. Yeah, aku menikmati hentakkan lagu PWG, aku bahkan suka sekali lagu "Berdiri Terinjak", so fuckin what??? Dengan begitu berarti aku tak boleh mencintai SID? Atau kalau aku mencintai SID berarti harus meneriaki PWG dengan kata-kata kotor? Atau dengan membenci PWG, kalian merasa menjadi lebih "outSIDers" dari yang lain?

Ini aku, ini cintaku pada sekelompok pemuda pemabuk yang berevolusi perlahan menjadi aktivis lingkungan dan keberagaman sekarang. Lalu apa yang dilakukan "para pecinta SID" itu didepanku kini?
Jauh....

Jauh dari pesan lagu Luka Indonesia yang mereka teriakan bersama-sama. Mereka satu nusa satu bangsa namun masih saling hina. Aku kecewa, dan JRX juga kecewa. Lihat tweet-nya ini

JRX_SID: Sama. Mudah2an aksi lempar2an itu berakhir di PRJ & ga terulang lagi RT @kkhancuteunyu: JRX, semalem kecewa sama Outsiders nya

JRX_SID: Atas alasan apapun, melempari sebuah band yg sedang manggung gak akan menjadikan kalian seorang pemberontak.

ahh... SID...
aku rindu kebersamaan kita yang dulu saat kita masih jadi minoritas. Namun apapun yang terjadi, selalu sebarkan pesan damai seperti tadi. Aku salut saat kalian berdiri gagah di pinggir panggung. Makin tinggi nada melodi gitar, maka makin lebar pula neck-nya, makin besar kejayaan, makin besar pula tantangan yang akan dihadapi. Seperti pesan kalian saat fans facebook mencapai 1 juta. Aku tau lewat lagu, tindakan, dan tweet kalian sedang berusaha menularkan nilai-nilai positif.
Maju terus SID...
Untuk PWG, dorky, atau siapa saja diluar sana yang sedang memberontak arus, hormatku padamu! Teruslah berdiri terinjak hadapi hidupmu, dengan semangat berdiri tegak menantang yang tak pernah menyerah dan tak mau mengalah!

bagi kita sesama outSIDers, ingat lagi pesan Superman Is Dead, band yang kita banggakan bersama. Jangan bermusik dengan fasisme. Jangan buang-buang energi dengan membenci. Ayo bangun dunia di dalam perbedaan. Bhinneka Tunggal Ikka, in rock n roll ways! Resapi apa lirik yang kalian teriakkan, dan kalian akan tahu bahwa SID itu liar bagai kuda gila, nasionalis bagai burung garuda, dan cinta kedamaian bagai Mahatma Gandhi!

Minggu, 26 Juni 2011

IRONI !

Kita semua ingin surga,
tapi sangat sedikit beramal.
Kita semua takut neraka,
tapi terus berbuat dosa.
Hey, ini ironi ‘kan?

Kita semua ingin pintar,
tapi malas untuk belajar.
Kita semua takut jadi dungu,
tapi tak mau cari ilmu.
Hmmm....ironi sungguh.

Kita semua ingin hidup bahagia,
tapi bertindak penuh aniaya.
Kita semua tak ingin hidup dalam derita,
tapi bertingkah sesuka-suka.
Ironi sangat.

Kita semua ingin hidup bebas,
tapi bergerak melewati batas.
Kita semua tak ingin masuk penjara,
tapi berbuat melanggar norma.
Sekali lagi ini ironi namanya!

Banyak harapan,
banyak impian,
banyak cita,
tapi hanya berdiam menunggu ilham.
Berharap semua datang seketika tanpa usaha,
tanpa tetes keringat,
tanpa ada pengorbanan jiwa,
tanpa ada pengurangan harta,
tanpa harus berturun tahta,
tanpa ada halang rintang jatuh bangun dalam dunia.
Semua tercipta begitu saja,
turun tepat di depan muka!

Akh, bodohnya!
Kau pikir kita ini apa?
Kau pikir dunia ini milik siapa?

Sadari hai kawan dan saudara,
hidup itu susah penuh masalah,
berisi dua sisi yang berbeda,
salah benar,
dan lain-lain yang semacamnya.

Jadi, jangan hidup segan mati tak mau,
banyak berharap hal indah, tapi hanya termangu.
Mengharap segala yang baik, tapi bertindak segala yang buruk.

Semua yang salah dianggap sebuah rahasia.
Sehingga ketika ada yang coba melawan,
yang benar dibela,
Dia justru dicerca,
dianggap seorang yang hina,
pembocor rahasia.

Akh!!

Ironi memang,
harapan dan tindakan tidak saling berkaitan justru saling bertolakan.
Dan ketika yang salah merasa benar dan melakukan pembenaran.

Lantas mau jadi apa dunia kita ?!

Sabtu, 25 Juni 2011

Donor Darah

“Setiap tetes darah anda sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan.”

“Mari budayakan sifat ikhlas, bijaksana dan dermawan”



Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah untuk kemudian dipakai pada transfusi darah.




Syarat-syarat teknis menjadi donor darah



• Umur 17-60 tahun( usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila mendapat izin tertulis dari orang tua)
• Berat badan minimal 45 kg
• Temperatur tubuh: 36,6 – 37,5 derajat Celcius
• Tekanan darah baik yaitu sistole = 110 – 160 mmHg, diastole = 70 – 100 mmHg
• Denyut nadi teratur yaitu sekitar 50 – 100 kali/ menit
• Hemoglobin Perempuan minimal 12 gram, sedangkan untuk pria minimal 12,5 gram
• Jumlah penyumbangan per tahun paling banyak lima kali dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya tiga bulan. Keadaan ini harus sesuai dengan keadaan umum donor.
Seseorang tidak boleh menjadi donor darah pada keadaan:
• Pernah menderita hepatitis B
• Dalam jangka waktu enam bulan sesudah kontak erat dengan penderita hepatitis
• Dalam jangka waktu enam bulan sesudah transfusi
• Dalam jangka waktu enam bulan sesudah tato/tindik telinga
• Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi
• Dalam jangka waktu enam bulan sesudah operasi kecil
• Dalam jangka waktu 12 bulan sesudah operasi besar
• Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, kolera, tetanus dipteria, atau profilaksis
• Dalam jangka waktu dua minggu sesudah vaksinasi virus hidup parotitis epidemica, measles, dan tetanus toxin
• Dalam jangka waktu satu tahun sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies therapeutic
• Dalam jangka waktu satu minggu sesudah gejala alergi menghilang
• Dalam jangka waktu satu tahun sesudah transplantasi kulit
• Sedang hamil dan dalam jangka waktu enam bulan sesudah persalinan
• Sedang menyusui
• Ketergantungan obat
• Alkoholisme akut dan kronis
• Mengidap Sifilis
• Menderita tuberkulosis secara klinis
• Menderita epilepsi dan sering kejang
• Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan ditusuk
• Mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya kekurangan G6PD, thalasemia, dan polibetemiavera
• Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang berisiko tinggi mendapatkan HIV/AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks, dan pemakai jarum suntik tidak steril)
• Pengidap HIV/ AIDS menurut hasil pemeriksaan saat donor darah.








Sedikit fakta tentang darah



1. Satu kantung/labu darah (250 cc) yang kita sumbangkan, rata-rata bisa menyumbang untuk 3 kehidupan (tambahan: dan hanya awet selama 28 hari/ 4 minggu)
2. Orang dewasa yang sehat minimal 17 tahun, dan setidaknya mempunyai berat 110 lbs (+/- 45 kg), dapat menyumbangkan sekitar satu labu setiap 56 hari, atau setiap dua bulan.
3. Empat utama sel darah merah tipe: A, B, AB dan O. RH faktor bisa positif atau negatif. AB merupakan penerima universal; O negatif adalah universal donor sel darah merah.
4. Satu unit darah dapat dipisahkan menjadi beberapa komponen: sel darah merah, plasma, platelets dan cryoprecipitate.
5. Sel darah merah membawa oksigen ke organ-organ tubuh dan jaringan. Sel darah merah tinggal sekitar 120 hari dalam sistem peredaran darah.
6. Platelets mempromosikan darah dan memberi mereka yang leukemia dan kanker lainnya kesempatan untuk hidup.
7. Plasma adalah kuning pucat campuran air, protein dan garam. Plasma, yang 90 persen air, membuat sampai 55 persen dari volume darah.
8. 42 hari: lamanya sel darah merah dapat disimpan. Lima hari: lamanya platelets dapat disimpan. Satu tahun: lamanya plasma beku dapat disimpan. (ini masih menjadi perdebatan karena di Indonesia usia penyimpanan Sel darah merah itu hanya 28 hari atau sekitar 4 minggu)
9. Anak-anak yang dirawat untuk kanker, bayi prematur dan anak-anak yang memerlukan operasi jantung dan darah platelets dari donor dengan berbagai jenis, khususnya jenis O.
10. Pasien penderita kurang darah memerlukan transfusi darah untuk meningkatkan tingkat sel darah merah. Kanker, transplantasi dan trauma pasien, serta pasien yang menjalani operasi jantung terbuka memerlukan platelet transfusions untuk bertahan hidup.
11. Tes tigabelas (11 untuk penyakit menular) yang dilakukan pada setiap unit darah yang disumbangkan.
12. 17 persen dari non-donor memberikan alasan “never thought about it” sebagai alasan utama untuk tidak menjadi donor, sedangkan 15 persen mengatakan mereka sudah terlalu sibuk.
13. # 1 alasan donor darah mereka berikan adalah karena mereka “ingin membantu orang lain.“
14. Jika semua memberi donor darah tiga kali dalam setahun, kekurangan darah akan menjadi peristiwa langka di dunia ini
15. 46,5 gallons: jumlah darah yang dapat disumbangkan jika anda mulai pada usia 17 dan donasi setiap 56 hari hingga mencapai 79 tahun.
16. Empat langkah mudah untuk menyumbangkan darah: sejarah medis, tes fisik cepat, donor dan makanan ringan.
17. Donor darah biasanya hanya memakan waktu sekitar 10 menit (namun bisa memperpanjang nyawa yang membutuhkan, selama bertahun2 lagi). Seluruh proses – mulai dari waktu anda masuk ke waktu yang meninggalkan – berlangsung sekitar satu jam. Setelah menyumbangkan darah, tubuh anda mengganti cairan dalam 1 jam dan sel darah merah dalam waktu empat minggu. Delapan bulan yang diperlukan untuk mengembalikan besi hilang setelah sumbangan.
18. Darah membuat sampai sekitar 7 persen dari berat badan Anda. Memberikan darah tidak akan menurunkan kekuatan.
19. Anda mendapat cek kesehatan gratis pada saat anda menyumbangkan darah.

Diambil dari : http://bloodforlife.wordpress.com/syarat-donor-darah/ yang bersumber dari http://www.bloodcenters.org/aboutblood/bloodfacts.htm








Lima Manfaat Kesehatan Donor Darah



1. Menjaga kesehatan jantung
Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan risiko penyakit jantung.

2. Meningkatkan produksi sel darah merah
Donor darah juga akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Hasilnya, sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Oleh karena itu, donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru.

3. Membantu penurunan berat tubuh
Menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650. Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping.

4. Mendapatkan kesehatan psikologis
Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis. Sebuah penelitian menemukan, orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar.

5. Mendeteksi penyakit serius
Setiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Bagi yang menerima donor darah, ini adalah informasi penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah. Sedangkan untuk kita, ini adalah "rambu peringatan" yang baik agar kita lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan kita sendiri.

Sumber : http://female.kompas.com/read/2011/01/12/1820587/5.Manfaat.Jadi.Donor.Darah-12





***

Ini adalah artikel yang saya buat, beberapa menit atau lebih tepatnya beberapa saat setelah saya selesai mendonorkan darah saya, untuk yang pertama kalinya!! Dan seperti hal-hal lainnya yang dilakukan untuk pertama kali, entah itu positif ataupun negatif, selalu ada perasaan lebih, selalu ada adrenalin yang berbeda yang kita rasakan dan yang jelas pengalaman itu akan tertanam jelas dalam ingatan kita dan kelak akan selalu kita banggakan.
Itulah sekiranaya yang sedang saya rasakan, hal yang mungkin sepele, tapi karena ini lah pengalaman pertama dan terlebih ini merupakan hal yang positif, jadi wajar rasanya kalau saya merasa bangga, bahagia dan senang.

Donor darah bukan merupakan hal yang taboo dewasa ini, bagi saya pribadi donor darah adalah sebuah kata yang sering saya dengar walaupun memang tidak terlalu sering. Donor darah pertama kali menjadi perhatian saya atau menjadi cita-cita saya, ketika pertama kali sahabat saya, saudara/doeloer saya, Damarra Rezza, berkali-kali mengajak saya untuk bersama-sama mendonorkan darah.

Kami adalah sepasang sahabat yang sering berjalan melewati kantor PMI (Palang Merah Indonesia), yang tak lain dan tak bukan merupakan “pusat” dari kegiatan transfusi darah, karena sepengetahuan saya (koreksi jika saya salah) hanya PMI yang merupakan lembaga kesehatan internasional, independent, lepas dari birokrasi pemerintah, apalagi mencari suatu keuntungan, yang secara konsisiten bergerak di bidang kesehatan. Dan PMI pun menjadi bank darah yang secara teratur menyumbangkan darah kepada setiap Rumah Sakit, atau kepada siapa saja yang sedang membutuhkan darah. Walaupun sering terdengar ada isu negatif yang berkembang bahwa PMI memperjualbelikan darah dengan harga tinggi, tapi sudah lah, saya tidak dalam konteks untuk mempermasalahkan itu atau membawa masalah itu ke permukaan, selain karena saya memang tidak begitu tahu tentang masalah itu, artikel ini juga saya buat bukan untuk membahas tentang isu-isu negatif tersebut. So, let’s back to our main business!
Masa-masa SMA saya habiskan di kabupaten Sumedang, tepatnya di SMA negeri 1 Sumedang. Sedangkan saya tinggal di Tanjung Sari (sekitar 24 km dari SMA saya) dan Damarra tinggal di daeah Margahayu ( mungkin sekitar 30 km dari SMA), hal itu membuat kami selalu pulang bersama, dan kebetulan kami pun berada dalam satu kelas. Mobil umum yang kami gunakan adalah sebuah mobil angkutan perkotaan (angkot) 04 jurusan Sumedang-Jatinangor dan terkadang kita pun pulang menggunakan Bis. Intinya angkot yang akan kami naiki, tidak melewati sekolah kami, tapi kami harus terlebih dulu naik angkot jurusan lain, untuk akhirnya turun di tempat biasa angkot 04 tersebut berhenti menunggu penumpang (ngetem). Dengan berbagai pertimbangan, kami selalu memutuskan untuk berjalan kaki, karena memang jaraknya tidak terlalu jauh dan kami pikir bisa membuat kami lebih sehat dan menghemat uang jajan. Singkat cerita jalan yang kami lalui itu melewati sebuah kantor PMI, entah karena itu atau karena faktor lainnya, Damarra menjadi orang yang sangat semangat untuk mendonorkan darahnya tapi sayang ketika itu saya belum terlalu berani dan mempunyai niat yang kuat untuk mendonorkan darah, alhasil segala bujuk rayu yang dia keluarkan belum mampu untuk menghasut saya agar mau mendonorkan darah. Akhirnya, di suatu hari pada suatu masa, dia mendonorkan darahnya dan saya ikut menemani, hanya ikut menemani. Hehehe.... Beberapa menit registrasi, akhirnya proses itu dimulai. Saya tidak melihat, saya hanya menunggunya di ruang depan kantor itu, menunggu sekitar 15 menit dan akhirnya Damarra keluar ruangan dengan muka sumringah agak pucat dan membawa snack, yang berisi makanan ringan, susu, dan pil (multivatamin) penambah darah. ( pada akhirnya saya mengetahui bahwa sanck itu bernama snack donor )
“gimana rasanya, Mar ?”, tanya saya seiring kami berjalan pergi meninggalkan kantor itu.
“biasa aja, gak kerasa apa-apa!”, jawabnya penuh semangat.

Dan akhirnya sepanjang perjalanan, kami isi dengan sebuah percakapan bertemakan “donor darah”. Kalimat yang membuat saya tertegun dan semakin meyakinkan saya bahwa dia memang merupakan orang dengan jiwa sosial tinggi adalah ketika dia berkata mantap,
“akh, pengen lagi gw donor darah! Pokoknya setiap 3 bulan sekali gw harus rutin mendondorkan darah!”
Niat yang tulus, walaupun entah bagaimana dengan impementasinya sekarang. He..

*catatan : percakapan dilakukan dalam bahasa sunda, tapi demi kenyamanan pembaca dan memperhatikan bahwa tidak semua pembaca berasal dari daerah Sunda, maka saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Hahahaha.....


Itulah sekelumit kisah yang membuat saya bercita-cita dalam hati, bahwa saya pada saatnya nanti harus bisa mendonorkan darah, HARUS!!

***

Waktu berjalan dengan cepatnya dan akhirnya kesempatan itu datang di depan mata. Dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad Saw. ( baca : Isra Miraj ), pada tanggal 29, bulan Juni, tahun 2011 ini. Rohis IPDN Kampus Daerah Kalimantan Barat, melakukan serangkaian kegiatan untuk menyambut kegiatan puncak peringatan Isra dan Miraj, yang satu diantaranya adalah kegiatan donor darah bekerja sama dengan PMI Kota Pontianak. Ya, ini lah kesempatan bagi saya untuk mewujudkan cita-cita saya, agar tak menguap hilang begitu saja. Rasa takut itu ada karena wajar sebagai sesuatu hal yang baru akan kita lakukan untuk pertama kali, tapi kalah dengan rasa takut tidak selalu berdampak baik bagi psikis kita, terlebih bila rasa takut itu menghambat kita untuk berkembang menjadi seseorang yang lebih baik dan lebih bermanfaat. Jadi saya mantapkan hati dan bulatkan tekad, bahwa saya harus mendonorkan darah.

Akhirnya hari itu datang juga, hari Sabtu, tanggal 25, bulan Juni, tahun 2011, sekitar pukul 14.30, setelah dilakukannya kegiatan seremonial pembukaan kegiatan donor darah, yang dibuka langsung oleh Plt. Direktur IPDN Kampus Daerah Kalimantan Barat, Bapak H. Hasbullah Hassan, saya pun menjadi orang kedua yang melakukan donor darah. ( Oh ya, jangan anda bayangkan acara seremonial ini dengan bayangan sebuah acara seremonial mewah, tidak sama sekali!) Langkah yang saya lewati adalah mengisi sebuah lembaran berwarna kuning, diukur berapa tekanan darah yang saya milki (saya lulus), kemudian ditest apakah Haemoglobin dalam tubuh saya berada dalam batas yang normal (saya pun lulus), lalu diberilah saya tempat penyimpanan darah, berbaring dalam kasur empuk bersepraikan putih bertuliskan IPDN, dan petugas PMI pun mulai melakukan tugasnya untuk mengambil darah dalam tubuh saya. Jarum saya rasakan masuk manis menghujam nadi dalam lengan, dan darah pun mengalir deras keluar dari tubuh ini menuju tempat penyimpanan itu. 3 atau 5 menit telah terlewat dan akhirnya tempat itu penuh terisi oleh darah saya. Yupz, it ends and it didn’t as scary as i thought! Dengan ramahnya petugas PMI itu mengucapkan terima kasih dan memberi saya snack donor. Saya pun berjalan pulang menuju wisma diiringi tanya dari teman-teman saya yang belum melakukan donor dan masih ragu bahkan takut untuk mendonorkan darah.











***

Rasa takut memang sangat wajar untuk keluar di saat-saat seperti itu, apalagi bagi mereka yang mempunyai ketakutan lebih terhadap jarum suntik, jadilah donor darah menjadi sesuatu hal yang sangat mengerikan untuk mereka dengar apalagi jalani. Tapi, bagi saya pribadi, seperti yang telah saya kemukakan, tidak selalu berdampak postif apabila kita selalu kalah oleh rasa takut, terlebih dalam hal-hal yang positif. Pertama saya akan bicara sebagai kapasitas sebagai seorang praja (mengutip dan mengolah dari kata-kata sambutan yang diucapkan oleh bapak Direktur), IPDN merupakan perguruan tinggi kedinasan ( baca : IPDN 2010/2011 ), yang segala biaya pendidikannya ditanggung oleh uang negara yang tak lain merupakan uang hasil jerih payah rakyat Indonesia, yang diantaranya tentu adalah orang tua kami disini. Negara berani “menghabiskan” bermiliar-miliar uangnya bukan tanpa maksud dan tujuan, tapi mereka berharap mampu menghasilkan birokrat-birokrat pemerintahan yang berdaya guna, berilmu tinggi, berskill mumpuni dan berakhlak mulia sehingga mampu memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat dan mewujudkan suatu kesejahteraan sosial bagi rakyat Indonesia. Tujuan utama yang harus kita garis bawahi adalah untuk menjadi Pelayan yang Prima! Suatu tujuan yang teramat berat memang, tapi bukan merupakan suatu hal yang mustahil. Dengan berbagai harapan itu, wajar bila negara rela untuk membayar mahal pendidikan kita disini. Dengan fakta seperti itu, dari dunia pendidikan inilah kita mulai dilatih untuk bertindak serba teratur penuh perhitungan, karena sungguh teramat besar amanah yang kita pikul, sekali saja kita berbuat kesalahan fatal maka kita telah berbuat dosa untuk berjuta-juta orang yang ada di Indonesia. Tujuan yang saya ucapkan tadi merupakan tujuan akhir yang hanya bisa kita lihat setelah kami lulus dari dunia pendidikan tinggi kepamongprajaan ini, akan tetapi semenjak dini, dari sekarang pun kita bisa “mencicil” membayar segala hutang kita kepada negara, khususnya kepada rakyat Indonesia. Kita bisa lakukan itu dengan cara menjadi praja yang baik, dengan menaati segala aturan yang ada, menerapkan segala ilmu yang kita dapati dan belajar rendah hati, hal lain yang bisa kita lakukan adalah ini dia, Donor Darah. Hal kecil, yang berarti nyata bagi kehidupan masyarakat Indonesia, ini merupakan salah satu diantara banyak perbuatan baik yang bisa kita lakukan untuk membayar segala hutang kita pada negara ini.

Kedua : persoalan darah terkesan masalah yang kecil, tapi sebenarnya merupakan persoalan yang cukup besar. Di Kalimantan Barat saja, di pontianak khususnya memerlukan kurang lebih 60 kantong darah setiap harinya, dengan realita di lapangan pendonor hanya ada sekitar 6 orang setiap harinya. Hey, ini adalah fakta yang ada di hanya lingkup Kota Pontianak, tidak di seluruh daerah di Indonesia, tidak juga dengan fakta yang ada di seluruh penjuru dunia! Mari kita sama-sama membuka mata dan batin kita, mari kita untuk lebih peka dengan kedaan di sekitar, hidup ini bukan hanya tentang kau dan orang yang ada di sekitar badan mu saja, tapi hidup ini tentang bermiliar-miliar orang yang ada di seluruh pelosok dunia, dengan berbagai masalah yang mereka dera. Apakah kita kan diam saja? atau pura-pura tidak peduli? Atau hanya berusaha untuk selamat sendiri? Donor darah , sekali lagi saya katakan adalah salah satu dari sekian banyak hal baik yang bisa kita lakukan untuk menolong sesama kita, siapapun dia.

Jadi, masihkah anda mempunyai suatu pembenaran untuk rasa takut itu?

Kamis, 23 Juni 2011

Meratapi Nasib Penuh Rasa Iri

Kalian cape, dan aku dongkol !
Ini adil, karena kita sama-sama merasakan hal negatif.

Tapi, menjadi tak adil ketika negatif yang kalian rasakan akan berubah menjadi positif,
sedangkan negatif yang ku rasakan akan tetap menjadi negatif.

Inilah situasi ketika rasa iri sudah meninggi,
Ketika hati tak bisa berbesar lagi menerima segala kenyataan hidup yang terjadi.

Ya, diskriminasi penuh intimidasi yang ku rasakan menusuk tajam ke relung hati,
mematikan saraf dalam diri, serta merusak kerja otak kanan dan otak kiri.
Hingga akhirnya melakukan sebuah resistensi, membangkang penuh emosi dengan segala tindakan anarki destruktif.

Tak bisa ku bendung, mulut ini mulai menghujat, menghardik, mencaci dan memaki.
Dan saat mulai tersadar,
Ketika emosi telah hilang karena hati telah tenang.
Ku ratapi semuanya telah tersakiti,
Oleh segala teriakan yang penuh tendensi untuk memaki.
Hanya lelah dan dosa yang kudapati.
Tak kurang, tak juga lebih.
Karena penyesalan akan selalu datang di saat paling akhir.

Mengerti tapi terus terjadi !
Damn!!

Sabtu, 18 Juni 2011

Ny. Siami : Pahlawan tanpa Topeng

”Menyontek adalah awal dari korupsi. Jika perbuatan curang ini sudah dianggap biasa, maka ini akan membuka perilaku yang lebih menghancurkan masyarakat. Tentu tidak ada yang mau demikian,”
Prof Daniel Rosyid (Ketua Tim Independen Pencari Fakta dan Penasihat Dewan Pendidikan Jatim)

"Bila yang jujur sudah dianggap pengkhianat, dan yang da'wah sudah disangka pemecah belah, sebaliknya penjahat sudah merasa dirinya pahlawan !"
Deddy Rahman (Ustadz Dialog Islam Bandung)


Ujian Nasional SMA, SMP, dan SD telah selesai dilaksanakan. Dan akan benar-benar selesai setelah pada hari senin, tanggal 20, bulan Juni, tahun 2011 nanti hasil UN tingkat SD, yang merupakan UN untuk tingkatan paling rendah sekaligus UN terakhir yang dilaksanakan akan secara resmi mengumumkan hasilnya. Sebelumnya hasil UN SMA dan SMP telah diumumkan terlebih dahulu, yang secara hasil ataupun proses pelaksanaan relatif tidak terlalu mengundang banyak perhatian ataupun sebuah kontroversi walaupun masih ada indikasi kecurangan di sana-sini dan juga hasil yang tidak terlalu menggembirakan bagi setiap sekolah yang melaksanakan UN tersebut. Masih ada beberapa SMA dan SMP dengan tingkat kelulusan yang rendah dan bahkan secara massal murid-muridnya tidak lulus UN tahun ajaran 2010-2011 ini.

Akan tetapi hal yang membuat khalayak luas terkejut dan bahkan sangat terkejut adalah tentang terjadinya sebuah kontroversi yang terjadi pada UN di tingkatan pendidikan paling rendah yang melaksanakan UN yaitu SD, yang sebenarnya menurut pengamatan saya di setiap tahunnya diselenggarakan suatu Ujian Nasional, tidak begitu banyak dan cenderung tidak ada suatu permasalahan. Tetapi pada penyelenggaraan tahun ini yang dilaksanakan pada tanggal 10-12, bulan Mei, tahun 2011 lalu ternyata terdapat suatu kontroversi atau dalam kata lain, bisa secara jelas kita sebut sebagai suatu indikasi kecurangan yang dilakukan oleh oknum guru di salah satu sekolah dasar di negeri Indonesia tercinta ini.

Adalah Nyonya Siami yang menjadi aktris utama dalam kontroversi ini. Dia secara berani bersuara lantang membuka suatu aib yang dia rasa sangat tidak sesuai dengan suatu aturan yang ada dan bisa meracuni setiap anak bangsa yang ada di seluruh pelosok negeri ini apabila terus dibiarkan. Dia membongkar contek massal yang terjadi di SD Negeri Gadel II Surabaya. Awal kisah terjadi ketika anaknya, Alifa Ahmad Maulana, dengan bergelinang air mata bercerita kepadanya bahwa pada penyelengggaraan UN di sekolahnya, yaitu di SD negeri Gadel II, dia dipaksa untuk memberikan contekan kepada teman-temannya yang lain. Karena Alif, begitu biasa ia dipanggil memang dikenal sebagai siswa yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata siswa-siswa lainnya. Alif tidak serta merta menceritakan kejadian itu secara langsung kepada ibunya, tapi dia menceritakan seluruh kejadian itu setelah ibunya, Nyonya Siami, mendapatkan cerita dari sesama rekan orang tua murid yang anaknya mendapatkan contekan dari Alif. Tidak terima dengan kejadin itu, Ny. Siami segera mendatangi Kepala Sekolah dan bertanya secara langsung tentang kejadian tersebut, tetapi merasa tidak mendapatkan suatu jawaban yang memuaskan lantas dia pun meneruskan pertanyaan itu pada pihak komite sekolah, dan lagi-lagi tidak ada suatu tanggapan yang bisa memuaskan hati seorang Ibu yang tidak rela anaknya ditanami nilai-nilai ketidakjujuran semenjak kecil dan dari sebuah lembaga pendidikan. Puncaknya dia membeberkan semua kejadian ini kepada pihak media, dinas pendidikan daerah setempat dan akhirnya sampai juga lah pada pimpinan tertinggi, yaitu Walikota Kota Surabaya. Dampak dari kasus tersebut adalah Kepala sekolah dan dua oknum guru telah dicopot dari jabatannya masing-masing serta pangkat dan golongan PNS nya diturunkan satu tingkat. Pihak pemerintah daerah pun segera membentuk tim independen pencari fakta. Simpang siur sempat membuat cemas orang tua murid lainnya, karena kemungkinan besar akan diadakannya UN ulangan di SD tersebut. Tapi, belakangan kekhawatiran terebut tidak menjadi suatu kenyataan karena setelah melihat hasilnya secara langsung, pemerintah tidak menemukan bukti nyata bahwa telah terjadi suatu contek massal karena jawaban UN dari setiap siswa di SD negeri Gadel II tersebut pun sangat beragam dan tidak sama secara identik. Kemungkinan besar jawaban yang diberikan oleh Alif tidak semuanya dia tulis sama dengan apa yang dia miliki dan bahkan murid-murid lainnya pun tidak sepenuhnya percaya dengan jawaban tersebut.

Suatu peristiwa yang sekali lagi saya katakan cukup mengejutkan saya, tapi secara jujur saya katakan saya tidak terkejut dalam konteks menyontek massal, tapi saya terkejut dengan keberanian yang benar-benar berani dari seorang Ibu, seorang masyarakat biasa. Nyonya Siami warga Jl. Gadel Sari Barat, Kecamatan Tandes, Surabaya, yang hidup sederhana dari penghasilannya sebagi seorang penjahit. Tapi mempunyai keberanian melebihi seorang legislator, yang hanya mampu berkoar. Lalu mengapa saya tidak terkejut dengan peristiwa contek massalnya? Saya adalah seorang mahasiswa, yang dalam prosesnya saya pernah dalam posisi sebagai seorang siswa dari mulai tingkatan SD, SMP dan SMA. Dan untuk melewati setiap tingkatan itu, saya pun harus melewati dan lulus dari apa yang biasa kita sebut dengan UJIAN NASIONAL. Saya munafik bila saya berkata saya terkejut dan buta dengan segala peristiwa berkenaan dengan menyontek massal tapi saya pun tidak terlalu mempunyai keberanian untuk mengatakan dan bercerita secara gamblang tentang apa yang terjadi pada setiap perhelatan ujian nasional yang telah saya lewati itu. Saya penakut, saya masih seorang pecundang untuk masalah ini.

UN SMA adalah UN yang paling menegangkan yang saya alami, dan saya pun telah menuangkan semua perasaan itu pada beberapa tulisan dan bebarapa tulisan itu juga berisi kritikan saya terhadapa pelaksanaan UN sebagai bentuk ketidaksetujuan saya dalam kebijakan pemerintah dalam melaksanakan suatu Ujian Nasional untuk menentukan setiap kelulusan siswa di setiap tingkatan pendidikan. ( baca : UN 2009/2010 ) Secara garis besarnya saya berpendapat bahwa UN terlalu mendewakan sebuah hasil tanpa melihat dan bahkan telah menafikan sebuah proses pendidikan. UN juga mengeneralisasikan semua kualitas pendidikan di setiap daerah yang ada di Indonesia, padahal secara sadar pemerintah pun tahu bahwa dalam praktenya kualitas pendidikan kita masih sangat timpang di satu daerah dan daerah lainnya. Walaupun kriteria kelulusan telah dirubah sedemikian rupa, akan tetapi intinya tetap sama pemerintah masih menilai dan menentukan kelulusan dari sebuah nilai, tidak dari sebuah proses. Sehingga akhirnya fokus setiap sekolah apabila UN akan dilaksanakan bukanlah untuk mendidik murid-muridnya melalui sebuah bahan pelajaran, tapi menjadi berubah sebagai bimbingan belajar mengajari segala tips untuk lulus UN dan hanya mempelajari contoh-contoh soal yang kemungkinan besar akan keluar di UN nantinya. Jadi, sistem yang tidak tepat, tak akan mungkin bisa diimplementasikan secara tepat.

Indikasi-indikasi kecurangan yang selalu terdengar setiap tahunnya di pelaksanaan UN di setiap tingkatan pendidikan sebenarnya adalah suatu bentuk nyata dari sebuah implementasi yang tidak tepat dari sistem yang tidak tepat. Kecurangan itu merupakan suatu indikasi kepanikan dari setiap penyelenggara pendidikan karena hanya terfokus dalam sebuah hasil akhir, 3 tahun belajar hanya ditentukan dalam waktu lima hari saja.

Dan itulah yang terjadi di SD Negeri Gadel II, kecurangan dalam sebentuk paksaan dari oknum guru kepada salah satu muridnya untuk memberikan contekan kepada teman-temannya yang lain adalah buah dari sebuah kepanikan. Dan saya yakin ini bukanlah merupakan inisiatif pribadi dari oknum guru itu saja, tapi kecuranagan yang terjadi dalam penyelenggaraan UN adalah sebuah kecuranagan yang sistematis. Itulah yang dicoba dilawan oleh seorang Nyonya Siami, mencoba memberitahu kepada masyrakat tentang suatu kecuranagan yang terjadi walaupun sebenarnya masyarakat telah mengetahui permasalahan itu secara sadar. Dan disinilah letak permasalah lainnya muncul, yaitu suatu pembenaran atau pemwajaran terhadap suatu kesalahan atau kecurangan yang telah lama terjadi. Nyonya Siami yang atas tindakannya ini telah berubah menjadi seorang pahlawan, tetapi sebagai seorang pahlawan dia tidak mendapat sebuah apresiasi ataupun suatu puja-puji, tapi cercaan yang justru yang ia dapati. Ya, dia mendapatkan berjuta apresiasi dan penghargaan setinggi langit dari kalangan media, elite politik dan kalangan terepelajar lainnya, tapi itu semua menjadi percuma ketika semua golongan yang memberikan penilaian positif terhadap tindakannya itu menjadi suatu kaum yang minoritas karena pada kehidupan nyata yang benar-benar dia rasakan, dia dicerca habis-habisan dan bahkan diusir paksa dari tempat tinggalnya. Suatu ironi!

Itulah sesuatu yang sangat mengerikan yang apabila terus kita biarkan apalagi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara kita yang sangat mendewakan Demokrasi, sehingga mayoritas lah yang utama, Winner Takes All. Padahal esensi utama bukanlah mayoritas yang memaksakan kehendak dan minoritas yang terus-terusan tertekan, seharusnya tercipta sesuatu hal yang bernama “equal respect” antara kedua kaum itu, sehingga entah dia mayoritas atau minoritas apabila setelah didiskusikan ternyata dia bernilai salah dan menyalahi aturan maka secara legowo harus mengakuinya dan harus segera diperbaiki. Tapi, inilah demokrasi dalam suatu negara yang sedang berkembang, dalam masyarakat yang masih dalam masa transisi, demokrasi belum mengakar terhadap nilai-nilai utamanya tapi masih menjadi sebuah baju yang hanya kita kenakan tanpa kita ketahui maknanya.

Sekali lagi saya katakan sebuah kecurangan dalam sebuah pelaksanaan UN, adalah suatu tindakan yang harus segera dirubah. Saya secara pengecut, tidak bisa lagi berkata jauh mengenai permasalahan ini, saya hanya mampu berkata bahwa tindakan ini salah dan harus dirubah, saya hanya mampu berkata sebatas itu, tanpa mampu memberikan suatu wejangan ataupun analisis sok suci, karena saya adalah orang-orang yang pernah merasakan apa yang sebenarnya terjadi pada permasalahan itu. Tanpa banyak bicara dan tanpa banyak berkomentar, saya akan berusaha merubah semua kebijakan itu dan bahkan semua kebijakan serta aturan salah, yang menyebabkan suatu kecurangan ataupun kesalahan yang dilakukan secara sistematis, melibatkan pihak-pihak dalam pemerintah. Karen jalan yang sedang saya rintis sekarang adalah jalan menuju dunia birokrasi pemerintahan. Dan semoga cita-cta idealis ini mampu saya wujudkan dan tidak serta merta justru ikut terlilit oleh sebuah lingkaran setan kesalahan. Dan terus terjerembab menjadi seorang yang munafik, lain di lidah, lain di sikap.

Saran saya kepada mereka kaum minoritas benar, yang melawan kedigdayaan kaum mayoritas salah, bertindaklah secara bijak dan penuh perhitungan. Jangan anda terlalu berani hingga kurang hati-hati atau menjadi melakukan suatu tindakan yang terlalu radikal, karena anda kemungkinan besar akan mati konyol. Apalagi anda yang secara jelas hanya rakyat biasa, karena memang suatu kesalahan apabila kita menunggu datangnya suatu kekuasaan untuk menegakan suatu kebenaran akan tetapi suatu kekeliruan juga apabila kita menegekan kebenaran tanpa mempunyai suatu kekusaan. Jadi, bertindak secara realistis dan nyata serta positif dalam peran dan status yang anda miliki sekarang.

The last but not least, teruntuk Nyonya Siami bagaimanapun anda adalah seorang pahlawan tanpa topeng, yang secara berani mengungkapkan suatu kesalahan yang anda ketahui secara jelas oleh mata, pikran serta nurani anda. Tindakan anda tetap jauh lebih baik daripada tindakan besar oleh mereka yang hanya berani menjadi pahlawan bertopeng.

Jumat, 17 Juni 2011

Menganalisis Pemerintahan yang Sedang Berjalan

Tugas yang diberikan oleh dosen terasa semakin banyak, setidaknya setiap satu mata kuliah setiap dosennya telah memberikan minimal satu buah tugas yang harus kami kerjakan, dengan batas waktu kerja yang sangat beragam. Bisa dipahami memang, karena tugas-tugas itu menjadi sesuatu hal yang bisa disebut hal yang wajib. Karena merupakan salah satu faktor penilaian. Faktor-faktor penilaian yang berlaku di lembaga pendidikan ini adalah kehadiran, nilai UTS, nilai UAS dan yang terakhir tugas terstruktur. Dan memang bukan sesuatu hal yang bisa kita anggap remeh juga, karena nilai yang kita dapatkan dari hasil kerja sebuah tugas sangat mungkin untuk bisa mengatrol nilai kita nantinya apabila seandainya nilai kita kurang, khususnya hasil dari sebuah ujian.

Seperti yang telah saya singgung sebelumnya, saya pribadi lebih menyukai tugas-tugas yang bersifat analisis, yang lebih mengedepankan daya pikir dan kemampuan nalar kita untuk melihat dan kemudian membaca segala kejadian yang sedang terjadi. Dan itu lah gambaran umum dari tugas mata kuliah Sistem Pemerintahan Indonesia (SPI), yang diajarkan oleh dosen, bapak Dwi Haryono. Kita harus menganalisis sistem pemerintahan yang sedang berlangsung saat ini. Menentukan tema utamanya, kemudian mencari segala berita yang terkait dengan tema yang kita pilih itu, lalu kita analisis, dan kemudian kita tutup dengan sebuah kesimpulan serta saran.
Untuk tugas ini, tema yang saya pilih adalah tentang stabilitas pemerintahan kita yang sangat berpengaruh terhadapa wajah dari pemerintahan Indonesia kali ini. Saya tertarik untuk membahas itu, karena semakin hari kinerja pemerintahan SBY untuk masa periode yang kedua ini semakin banyak mendapatkan suatu sorotan, terutamanya sikap Presiden SBY yang semakin terlihat ragu-ragu dan serba lamban dalam mengambil setiap kebijakan atau untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang ada. Ini menjadi semakin menarik, karena seharusnya secara teori, sistem pemerintahan presidensil yang kita anut, bisa memberikan suatu kestabilan dan ketentraman dalam kehidupan berpolitik dan kehidupan pemerintahan, tapi sekali lagi, tak semua yang terjadi bisa seindah dan sebaik teori yang telah dibuat oleh para ahli.

Jadi, selayaknya seorang pengamat pemerintahan, saya mencoba menuangkan segala teori yang telah saya pelajari, dibalut segala opini pribadi yang saya miliki untuk menganalisis permasalahan itu, sehingga pada akhirnya bisa memberikan suatu gambaran umum dan suatu rekomendasi untuk penyelesaian permasalahan tersebut. Dan satu hal lagi, yang sangat saya sukai dengan segala tugas yang berhubungan erat dengan pendapat pribadi adalah tidak akan ada pendapat yang mutlak benar dan pendapat yang mutlak salah.

Menganalisis Pemerintahan yang Sedang Berjalan

Minggu, 12 Juni 2011

Linkin Park Heading to Jakarta!!


Linkin Park Heading to Jakarta
Linkin Park will be playing at Stadion Utama GBK in Jakarta, Indonesia. Information regarding pre-sale tickets will be available shortly, so stay tuned.
( from : Linkin Park, do-not-reply@linkinpark.com )

Jakarta, Indonesia. We're Coming. September 21. Stadion Utama GBK. See You Soon.
( twitter : @linkinpark )

Linkin Park kembali ke Indonesia..!!
Akhirnya Linkin Park menkonfirmasi jadwal konser mereka di Indonesia. Berita ini bersumber dari akun Facebook dan twitter nya Linkin Park.
( lpiblogsite.blogspot.com )


Yupz, untuk kedua kalinya Linkin Park, the greatest band rock in this world, datang lagi ke Indonesia. Band rock yang benar-benar membuat saya jatuh cinta, band rock pertama yang saya kenal melalui sebuah kaset album Hybrid Theory milik teman kakak saya, yang terus saya dengarkan setiap lagu-lagu dalam album itu melalui walkman butut bermerk sony, yang sekarang sudah entah kemana barang itu pergi.

Band yang membuat saya jatuh cinta pada musik rock dengan segala teriakan dan lirik kritis nya. Dan semenjak itu lah saya mendeklarasikan diri sebagai seseorang yang sangat menyukai Linkin Park dan musik rock pada umumnya. Mulai saat itu saya mulai mengoleksi album-album kaset band rock dan Linkin Park pada khususnya. Saya secara rutin mengikuti perkembangan Linkin Park dan membeli secara rutin album-album terbaru mereka, tapi karena satu dan lain hal terutamanya masalah biaya, hobi saya untuk mengoleksi album-album rock harus terhenti ketika saya mulai masuk SMA dan benar-benar berhenti ketika saya masuk kuliah. Dan sebagai gantinya, saya menikmati semua album-album itu melalui cara yang memang ilegal tapi terkesan legal, yaitu men-download gratis dari internet. I'M SORRY!
Dan secara jantan saya akui, saya pun melakukan itu untuk dapat mendengarkan album paling baru Linkin Park yaitu, A Thousand Suns. Jadi, saya hanya dapat mengoleksi album asli Linkin Park sampai album mereka yang bernama Minutes to Midnight ( CD dan Kaset ). Saya pun tidak tergabung dengan komunitas resmi dari perkumpulan orang-orang yang menyukai Linkin Park, tapi itu lebih kepada sifat dan pilihan saya yang memang lebih memilih untuk tidak mengikuti hal-hal yang semacam itu, karena saya bukan orang yang gampang bersosialisasi apalagi termasuk orang yang suka nongkrong. Intinya, itu lebih ke kebiasaan saya dan saya lebih memilih untuk menjadi Stand Alone Fans, tapi itu tidak sedikit pun melunturkan segala cinta saya tapi tetap dalam cinta yang sehat dan normal. Tetap menjadi seorang penggemar yang waras! ( baca : Black Market Love )

Saya lupa tahun pasti pertama kali Linkin Park datang ke Indonesia, tapi yang saya ingat mereka datang ke Indonesia ketika awal-awal tahun saya masuk SMP atau akhir-akhir tahun saya di bangku SD. Sehingga pada saat itu saya cukup sadar kalau saya pasti tidak akan mendapatkan izin untuk menonton suatu acara konser musik sekaliber band sebesar Linkin Park dan beraliran rock. Dan faktanya, walaupun telah banyak band-band rock yang datang ke Indonesia, yang walaupun bukan band favorit saya, tapi mereka memainkan musik yang sesuai dengan selera saya, saya belum bisa menonton aksi panggung mereka secara langsung. Saya baru bisa mengeluarkan segala hasrat itu, ketika saya menonton konser Saosin di Bandung. ( baca : SAOSIN : Live in Concert ) Pertimbangan dana dan tempat menjadi suatu masalah utama yang selalu menggagalkan niat saya itu, walaupun ada saat waktu menjadi suatu masalah yang sempat membuat saya sangat kecewa, yaitu ketika Taking Back Sunday, my another favourite band, akan datang ke Indonesia pada tanggal 3 Maret 2010, yang pada bulan itu saya akan melaksanakan UN (Ujian Nasional) SMA. ( baca : TBS Will Rock Indonesia ) Walaupun pada akhirnya konser TBS itu dibatalkan. ( baca : March 3 in Jakarta is Being Rescheduled )

Dan kabar tentang kehadiran kembali Linkin Park di Indonesia sempat membuat saya terkejut dan senang tapi seketika menjadi suatu perasaan kecewa, karena (hampir serupa dengan peristiwa datangnya TBS) konser yang akan mereka laksanakan ada di tanggal yang secara pasti dan meyakinkan saya tak akan bisa datang untuk menghadiri pertunjukan mereka itu. Damn!! Rencana nya mereka akan datang ke Indonesia pada tanggal 21 di bulan September, tahun 2011. Di tanggal itu saya sudah berada di Kalimantan Barat untuk melanjutkan studi saya di tahun ajaran baru, di tingkat kedua (mudah-mudahan saya naik tingkat (Yudicium) dengan nilai yang baik, sangat baik saya harap. Amin!!). Karena jadwal cuti menurut rencana awal, bila tak ada perubahan, yaitu di mulai pada tanggal 19 di bulan Agustus sampai tanggal tanggal 12 di bulan September tahun 2011.

So, let me say goodbye to my dream, my dream to see Linkin Park with my own eyes!
Konser Saosin tetap menjadi konser pertama dan satu-satunya konser yang dapat saya datangi setidaknya sampai dengan detik ini. Tapi, saya tetap tidak akan berhenti berharap untuk bisa menonton konser-konser musik yang kedua, ketiga dan seterusnya.

Hidup terkadang dan bahkan terlampau sering mengecewakan kita. So, get used to it!

Jumat, 10 Juni 2011

KELAM

Tak tahan diri ini digoda,
akhirnya kulepaskan saja semua.
Toh ini bukan lah sebuah dosa,
hanya makruh karena memang secara nyata merusak jiwa dan raga.
Dan bahkan bisa memperpendek usia kita untuk hidup di dunia,
dengan segala penyakit akan yang kita derita.
Yang biasa terjadi di usia senja nantinya,
atau bila kita kurang beruntung datang di saat kita masih muda usia.

Tak ada hal positif yang ku dapat,
tapi entah kenapa dorongan itu muncul sangat kuat.
Walau uang hilang dengan percuma nan cepat.

Ku lakukan itu semua sendiri,
tak ada yang tau atau pun menyadari.
Ku biarkan ini menjadi rahasia pribadi,
ku biarkan mereka tetap menganggap ku orang yang suci.
Yang jauh dan tak terjamah oleh hal –hal yang dapat meracuni,
benda-benda yang bersifat adiktif.
Setidaknya sampai detik ini,
sampai ada yang membaca tulisan ini,
dan menegrti serta mampu memahami.

Ku nikmati itu sendiri.
Jadi kan ku hadapi segala resiko nya sendiri.
Bukan untuk sebuah sensasi atau sekedar menunujukan eksisitensi,
tapi hanya untuk memuaskan nafsu diri, segala hasrat di hati.

Ku lakukan sendiri,
ku nikmati sendiri,
ku renungkan sendiri,
ku maknai sendiri,
ku sesali sendiri,
dan akhirnya ku kan mati sendiri.

I’LL TAKE MY CHANCES. I’LL TAKE THE RISK!

Analisis Masalah Kontemporer

Karena bagaimana mungkin seseorang bekerja dengan maksimal dan memberikan pelayanan yang optimal, bila seseorang tersebut bekerja di suatu tempat dengan ilmu yang tidak dia kenal?


Analisis masalah kontemporer menjadi sesuatu hal yang tidak asing lagi bagi saya, terlebih di IPDN Kampus Daerah Kalimantan Barat ini. Dosen di sini lebih “senang” memberikan kami tugas-tugas yang bersifat analisis, yang lebih mengedepankan kemampuan kita untuk melihat segala peristiwa, segala berita yang sedang hangat atau isu-isu yang sedang terjadi secara kritis berdasarkan suatu kerangka ilmu atau perspektif yang telah kita pelajari. Secara garis besarnya itu lah yang dimaksud dengan analisis masalah kontemporer, menganalisis segala masalah terkini.

Bagi saya pribadi, saya cukup menyukai tugas seperti ini. Karena tugas analisis seperti ini sangat bisa untuk meminimalisir plagiat, yang dewasa ini semakin marak terjadi dan ironisnya banyak terjadi dalam dunia akademik, suatu dunia yang seharusnya diisi oleh suatu idealisme yang mutlak, suatu dunia yang seharusnya benar-benar sempurna. Tapi ternyata realitanya masih bisa tercoreng oleh suatu hal yang bernama plagiat. Bagaimana tidak? Dengan mudahnya akses informasi, orang-orang akademisi sangat mudah untuk meng-copy paste segala tulisan atau informasi yang ada, khususnya yang ada di internet. Dengan segala budaya instant yang telah merasuki sukma setiap orang, sehingga segala sesuatunya ingin dicapai dengan proses yang cepat, usaha yang minimal tapi berharap mendapatkan hasil yang maksimal. Inilah dunia zaman sekarang, menafikan sebuah proses, mendewakan sebuah hasil. ( baca : PROSES atau HASIL ? )

Back to our main topic, dengan tugas analisis, maka akan terlihat jelas bila terjadi suatu penjipalakan. Karena tugas analisis hampir secara garis besarnya berisi pendapat pribadi kita, cara pandang kita terhadap suatu masalah yang sedang terjadi. Bagaimana nalar kita mempelajari, mencari penyebab dan kemudian mampu memberikan suatu solusi konstruktif yang mampu digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Analisis masalah kontemporer yang saya kerjakan kali ini adalah suatu tugas yang diberikan oleh bapak Rusdiono, dosen mata kuliah Administrasi Publik. Sebuah mata kuliah yang secara pribadi saya sukai dan beliau merupakan slah satu dosen favorit saya. Untuk tugas ini, saya memilih tema mengenai, “The Right Man on The Right Place”, suatu permasalahan mengenai penempatan pegawai di Indonesia yang sering kali tidak sesuai aturan yang berlaku dan disiplin ilmu yang dimiliki oleh pegawai tersebut. Analisis ini saya bagi ke dalam tiga bagian, yaitu : Latar belakang masalah, analisis dan rekomendasi. Analisis yang berjumlah lima halaman ini saya harap mampu mendapat apresiasi positif dari beliau, sehingga mampu memberikan suatu nilai yang baik pula. Walupun pada hakikatnya nilai bukanlah sesuatu yang utama bagi saya, tapi sayang situasi dan kondisi memaksa saya untuk mementingkan sebuah nilai. ( baca : Proses yang benar atau hasil yang baik ? )

Analisis Masalah Kontemporer : The Right Man on The Right Place

Selasa, 07 Juni 2011

Hasan al-Bana & Damarra Rezza

Hari Selasa, tanggal 7, bulan Juni, tahun 2011, di pagi hari yang cukup cerah terasa dingin, agak dingin tidak seperti biasanya, tidak seperti pagi-pagi yang telah lewat di tanah Kalimantan Barat. Pagi itu saya baru selesai mandi, bersolek sewajarnya untuk menjaga kesehatan kulit dan menjaga penampilan tentunya, kemudian hendak meneruskan untuk memakai seragam. Yang saya tau dan saya ingat, semua yang saya perlukan untuk menjalani hari itu telah siap dan saya hanya tinggal memakai itu semua dan berjalan atau bila perlu berlari menjalani hari itu. Hari yang akan tetap sama, tetap dengan rutinitas yang sama, stagnan dan terkesan monoton. Amat dekat dengan rasa bosan mengarah pada suatu rasa penat diselimuti frustasi terbingkai jelas dalam suatu kondisi yang serba tidak menentu, ketika ketidakjelasan adalah sebuah kejelasan.

Bila tak pintar memotivasi, maka semangat diri akan lambat laun tapi secara pasti akan terkikis habis dan menjauh pergi meninggalakan hati, mencampakan jiwa dan raga. Hingga akhirnya rasa malas menguasai seluruh sistem kerja dalam tubuh. Dan bila hal itu yang terjadi, hal-hal negatif hanya tinggal menunggu waktu untuk terjadi. Sungguh saya tak ingin menjadi orang yang seperti itu, orang sangat merugi. Tapi saya pun tak bisa memungkiri, pada saat itu, pagi itu, gairah terasa sedikit, motivasi terasa berjalan lambat dan semangat serasa hilang. Saya coba lawan dan memakskan diri ini untuk tetap tersenyum dan berpikir positif tentang segala aktifitas yang telah menanti untuk saya jalani, dan di saat seperti itu, hati ini agak terkejut dengan sebuah nada getar dari hape yang tergeletak mulus di atas kasur. Sebuah nada penanda bahwa telah ada sebuah pesan pendek yang masuk pada pagi itu, seketika saya lihat dan terpampang jelas di layar hape nokia butut saya, nama pengirim pesan penedek itu, "doeloer Damarra" a.k.a. Damarra Rezza, sahabat baik sekaligus saudara bagi saya.

Aneh, bahasa yang terlintas dalam benak saya, karena tidak biasanya dia mengirim pesan pendek di pagi hari terlebih setelah kita terpisah oleh jarak dan tempat. Dan entah kebetulan atau tidak, di saat perasaan diri tak menentu, semangat yang datang tenggelam, ternyata dia mengirimi saya sebuah pesan pendek berisi kutipan motivasi dari seorang yang bernama Hasan al-Bana. Damn! Pesan singkat di pagi hari dari sahabat, saudara, dulur, yang tak disangka datang di saat yang sangat tepat, membuat saya termotivasi dan semangat datang kembali. Terlebih dari pesan singkat itu, hal yang membuat saya lebih bersemangat adalah karena ternyata hubungan kami sebagai sahabat tak lekang oleh perbedaan jarak maupun tempat. Kita masih saling mendoakan masih saling memikrkan satu sama lainnya!
YOU ARE MY MAN, MY BROTHER!!!

"Jk mreka brtanya kpdmu ttg smngat, jwblah bhwa bara itu msh trsemat dlm dadamu! bhwa api itu msh brsemayam dlm dirimu! bhwa matahari it msh trbit dr htimu! bhw letupan itu siap mledak dlm duniamu! Katakan itu pda mrka, org2 yg ragu akn kmampuan dirimu..
Krna mimpimu saat ni adlh knytaan utk esok..
(Hasan al-Bana)
hhe,,semangat!!,"

Sender:
doeloer Damarra
+6285722406***