Minggu, 29 Juli 2012

Manusia Sejuta Perkara

Saya harus katakan dengan penuh kebesaran hati bahwa tahun ini, 2012, bukan merupakan tahun yang indah bagi kehidupan pribadi yang telah dan sedang saya lalui, setidaknya hingga detik ini, hingga tulisan ini saya posting di dunia maya. 

Jangan terlalu anda artikan luas “kehidupan pribadi” yang saya tuliskan di atas, cukup asosiasikan kalimat “kehidupan pribadi” itu dengan makna “cinta”. Jadi mari kita coba ulangi sekali lagi : “Saya harus katakan dengan penuh kebesaran hati bahwa tahun ini, 2012, bukan merupakan tahun yang indah bagi cinta yang telah dan sedang saya lalui, .. “
How bout that? 
Sounds better and familiar to u?  
Mmm..tapi saya pikir kalimat itu masih terkesan rancu, jadi mari saya tambah satu kata lagi dan mari kita ulangi lagi untuk yang terakhir kali : “saya harus katakan dengan penuh kebesaran hati bahwa tahun ini, 2012, bukan merupakan tahun yang indah bagi kisah cinta yang telah dan sedang saya lalui, ..” 
Yes!! I get it!! 

Jadi mari saya beri anda gambaran situasinya, yang juga akan menjadi sebuah jawaban juga alasan kenapa saya meng-klaim tahun 2012 sebagai tahun yang tak indah bagi kisah cinta yang saya telah dan sedang saya lalui. 

Let’s begin this freakin shit… 

Awal tahun, saya dengan penuh keegoisan seperti biasanya seorang saya, dengan sangat tidak mempunyai hati harus lagi dan lagi memutuskan sebuah ikatan cinta dan kembali mengkhianati berjuta janji.
Tapi untuk sekian kalinya, saya benar-benar harus mengambil keputusan seperti itu karena menurut pemikiran saya, itu adalah jalan yang paling baik, karena ada beberapa di dalam dirinya yang tidak sesuai dengan apa yang telah saya konsepkan dalam otak. 
Karena sebuah hubungan itu, bagi saya, harus mampu untuk memberikan kenyamanan dan kebahagian, tidak untuk satu orang tapi kedua belah pihak harus sama-sama mampu untuk merasakannya dan bila dari kedua hal itu, kenyamanan dan kebahagaian, ada satu hal yang tidak mampu untuk saya dapatkan ( kenyamanan ) maka pantas kah saya mempertahankan hubungan itu? 

Waktu terus barlalu dan akhirnya saya pun dihinggapi lagi oleh rasa cinta baru dan sungguh sangat berbeda dengan kisah yang lalu. 
Kenapa begitu? 
Karena cinta ini untuk dia yang berbeda, berbeda dalam segala hal, bertentangan dengan tradisi yang ada dan juga agama. Ya, dua hal yang menjadi tembok penghalang cinta ini, agama dan tradisi. Entah mana yang lebih besar penghalangnya, tapi yang jelas seharusnya saya mampu untuk memahami keadaan itu sedari awal dan tidak terlalu berakting menjadi pahlawan yang juga kesiangan, bertindak seperti mampu untuk menerobos tembok penghalang yang jelas besar dan mungkin juga terbuat dari baja. 
Tapi, ya itu-lah saya, akhirnya saya nekat juga nyatakan cinta dan dia pun dengan sangat bijak menolak dengan agama dia ungkapkan sebagai alasan utama, bukan karena tradisi yang ada. Saya percaya dan terus menaruh harap juga asa. Tapi hei, saya seperti orang gila jadinya, menunggu-nunggu untuk suatu hal yang telah sangat jelas tak bisa untuk bersama, menunggu dia yang secara nyata tak bisa untuk mengambil resiko dalam bercinta, bahkan waktu lama berjalan saya sepertinya merasa bahwa sebenarnya bukan agama yang jadi masalah, tapi tradisi-lah yang membuat dia resah. Dia masih sangat terikat, tapi tak ingin lemah terlihat. 
Bukan kah perbuatan berbicara lebih keras daripada sebongkah kata? 
Tapi sudah-lah, apa bedanya? 
Karena agama ataupun tradisi, dia tetap tak mau untuk bersama dan tetap kokoh untuk menolak cinta yang saya tawarkan. Dan saya pun akhirnya mampu untuk menyadarkan hati untuk tidak lagi menaruh harap, asa juga angan padanya. 
Yeah, I’ve got to move on!! 

Di saat-saat seperti itu, tanpa disangka tanpa ada aba-aba, datang-lah seorang wanita yang tak saya kenal akrab tapi cukup saya ketahui dengan sangat singkat. Kami berkomunikasi sangat sering, seakan telah saling mengenal, tidak asing. Kami pun bertemu dengan banyak kesamaan, hingga akhirnya dia menawarkan cinta untuk membentuk sebuah hubungan. 
Saya kaget, sungguh tak saya lihat hal itu bisa datang. Dia sungguh berani untuk mengambil resiko, dia sungguh percaya pada cintanya, dengan sangat cepat saya pun berpikir tepat untuk menentukan sikap. Dan ya, saya terima tawaran itu, saya anggap itu sebuah tantangan dan saya melihat dari sudut pandang yang sangat lain bahwa sangat jarang wanita yang mau mengambil resiko seperti itu dan biasanya wanita seperti itu sungguh sangat tulus dan besar rasanya. 
Tapi tak butuh berapa lama, jiwa saya berontak, saya berubah 180 derajat menjadi takut, saya tak bisa, sungguh tak bisa. Dan akhirnya harus putus jua-lah hubungan singkat itu. 
Perkenalan singkat dan cinta yang sangat singkat. 

Dan ini-lah yang terbaru, sungguh membuat saya tertekan, pedih juga perih! 
Beranikan diri saya dekati dia walau saya telah tau sahabat saya pun menyukainya. Sedari awal, semenjak dia datang ke sini, bergabung dalam kehidupan di sini, saya telah menaruh hati padanya, sebelum akhirnya saya memutuskan untuk mendekatinya saya terlebih dahulu mendengar kabar yang berkata bahwa ternyata teman saya pun menaruh rasa padanya, di lain sisi, dia juga merupakan sahabat dekat dari wanita yang telah saya tinggalkan pada awal tahun. Jadi cukup-lah du alasan itu membuat saya mundur secara teratur. 
Tapi rasa itu tak bisa lama untuk saya atur hingga akhirnya menyeruak keluar ingin untuk terlampiaskan dan sebagai manusia yang lemah saya turuti saja rasa itu, toh itu bukan rasa negatif yang mampu untuk menghadirkan keburukan bagi saya. Dan juga seperti apa yang dikatakan pujangga ternama, juga seorang idola bagi saya, Kahlil Gibran, "dan aku lebih menyukai penyiksaan, penghinaan dan kematian daripada mengingkari panggilan suci" dan bagi saya salah satu panggilan suci adalah cinta. 
Tanpa ada drama, saya ungkapkan saja bahwa saya suka dia dan dia pun dengan mencoba berdiplomatis berkata bahwa juga memilki rasa tapi belum siap apabila harus bersama menjadi sepasang kekasih. 
Ya ya ya, saya pun belajar dari pengalaman yang telah lalu, tak ingin saya banyak mendengar alasan ini-itu, saya hanya membutuhkan jawaban jelas dan pasti, mau atau tidak. Oleh karena itu, saya pun mencoba cepat untuk berlalu, sesaat setelah dia memberikan jawaban pasti yaitu “tidak”, saya tidak ingin memaksa dengan terus menaruh harap padanya. 
Dia katakan belum siap, maka apa yang bisa saya perbuat? 

Bagaimana kawan? Tidak begitu tragis kan? 
Tapi cukup-lah untuk membuat hati ini pedih! 

Saya mungkin gila menuliskan ini semua dan menaruhnya di dunia maya. Saya tidak ingin publikasi atau mencari sensasi, atau bahkan untuk mendapatkan simpati. Saya hanya ingin sekedar berbagi, bercerita meringankan beban di hati, toh ini pun bukan hal yang benar-benar privasi, masih merupakan hal yang wajar untuk saya bagi. Bukan juga aib yang harus saya rapat tutupi. 

Bila anda membaca tulisan saya yang telah lalu, PROSES dan REALISTIS, maka anda mungkin akan mengerti bahwa saya ini merupakan orang yang selalu berusaha untuk hidup se-simple mungkin dan se-realistis mungkin. Prinsip itu berlaku untuk segala segi kehidupan, begitu halnya dengan kehidupan cinta walaupun ada beberapa pengecualian. Karena urusan rasa sungguh sangat tidak bisa untuk saya tebak juga sangka. 

Saya bertemu wanita, jatuh cinta, saya dekati, kemudian kenali hingga akhirnya saya ungkapkan segala rasa yang ada di hati, bila dia mau menerima maka semua tinggal kami lalui dengan komitmen sebagai dasar hubungan serta kebahagian dan kenyaman sebagai dua hal yang harus mampu kami dapati, bila terus mampu bertahan dan menemukan keyakinan bahwa kami ini cocok dan telah sehati, komitmen mampu untuk kami jaga dengan baik maka pernikahan-lah tujuan akhir yang harus kami lalui. 
Tapi apabila, dia menolak tak mau untuk menerima, maka pada saat itu pula saya harus berlari menjauh darinya, melanjutkan hidup dan mencari lagi cinta yang lainnya, tidak memaksanya, tidak juga terus menaruh asa. 
Simple 'kan? 

Lalu bila anda ada yang menertawakan saya dan mengatakan bahwa saya ini terlalu berlebihan dalam menanggapi urusan ini maka akan saya katakan alasannya pada anda : "Sepertinya saya mulai tau dan sadar penyebab utama hilangnya motivasi dalam diri selain dari kebosanan dalam melakukan rutinitas yang sama, stagnan dan monoton setiap hari. Hal itu, hal yang membuat saya lemah merupakan masalah laten juga klasik yaitu cinta, tentang mencintai dan dicintai seorang wanita. Saya tidak berbicara tentang sebuah hubungan atau biasa kita sebut dengan pacaran, itu hanya kemasan, tapi yang saya butuhkan adalah hakikat dari itu semua, bagaimana saya sangat membutuhkan diperhatikan dan memperhatikan seorang wanita, bisa setiap hari membagi kisah juga kasih, saling melempar tawa dan godaan terkadang gombal, saling mengingatkan, sering untuk menasihati juga belajar memahami.
Seorang wanita yang selalu bisa kita percaya untuk berbagi setiap rasa, seorang wanita yang selalu tak lelah berbagi canda, menyemangati dengan sejuta cinta dan kasih sayang, mengerti akan segala sifat buruk yang ada dan dengan sangat sabarnya penuh kelembutan dibalut rasa sayang mencoba membenahi segala apa yang harus diperbaiki."

Memang masih ada waktu bagi saya untuk membenahi ini semua dan merubah tahun 2012 menjadi tahun yang justru indah bagi kehidupan kisah cinta dalam hidup saya, tapi buth lebih dari keajaiban untuk dapat mendapatkan itu semua. 
Yeah, just don't give up hope, noorz!

Jumat, 27 Juli 2012

Milan's Squad Numbers and A Note


SUMBER

MILAN - Here are the official squad numbers for Milan for 2012-2013 : 

1 Marco AMELIA - 2 Mattia DE SCIGLIO - 4 Sulley MUNTARI - 5 Philippe MEXES - 8 Antonio NOCERINO - 9 Alexandre PATO - 10 Kevin Prince BOATENG - 12 Bakaye TRAORE' - 13 Francesco ACERBI - 14 Rodney STRASSER - 15 Djamel MESBAH - 16 Mathieu FLAMINI - 18 Riccardo MONTOLIVO - 20 Ignazio ABATE - 21 Kevin CONSTANT - 23 Massimo AMBROSINI - 25 Daniele BONERA - 28 Urby EMANUELSON - 32 Christian ABBIATI - 59 GABRIEL -  70 De Souza Robson ROBINHO - 76 Mario YEPES - 77 Luca ANTONINI - 92 Stephan EL SHAARAWY - 99 Antonio CASSANO 

The major moves are that Gattuso's number 8 goes to Nocerino, Superpippo's 9 is taken by Pato and Seedorf's 10 passes to Boateng.

*catatan : entah sejak kapan dan sampai kapan saya akan menjadi seorang Milanisti. Tanggal yang tepat secara almanak tak mampu saya ingat dan simpan dalam memori otak tapi saya tau sejak kapan saya menyukai dan menjadikan Milan sebagai tim favorit ; semenjak pemain yang saya sukai yaitu Filippo Inzaghi ( yang kini telah pensiun dan telah resmi menjadi pelatih bagi tim U-16 Ac Milan ) resmi berpindah dari Juventus ke Milan. 
Ya, harus saya akui, penyebab awal saya menyukai Milan ketika itu hanya-lah sebatas suka karena ada pemain yang saya favoritkan bermain di dalamnya.
Tapi ternyata lambat laun namun pasti, cinta itu akhirnya tumbuh juga, melebihi sekedar suka karena terpaksa, kini rasa cinta dan suka itu telah murni tanpa ada embel-embel karena pemain, pelatih atau elemen apapun itu. Rasa suka itu murni untuk Ac Milan secara utuh sebagai sebuah tim/klub sepakbola, tak peduli dengan isi pemain di dalamnya, pelatih yang meracik strategi di pinggir lapang ataupun pemiliknya sebagai pengatur utama klub itu. 
Ku suka Milan apa adanya, senatural mungkin aku lebih suka! hehehe...

Kenapa harus Milan? entah kawan, suka dan cinta itu datang dengan sendirinya, untuk apapun dan hal apapun, teori itu berlaku umum. Dan kini, menyambut musim yang baru, Milan kembali harus menjadi Milan yang baru, evolusi itu terus berjalan. Evolusi, yang didasari oleh krisis keuangan juga umur tidak murni karena kebutuhan teknis permainan, di musim ini terasa sangat radikal bahkan tak masuk akal, tak tanggung-tanggung semua pemain legenda nan tua itu telah resmi keluar hanya tersisa sang kapten Ambrosini, dan semakin terasa radikal ketika pemain yang belum masuk kategori "legenda" ataupun "tua" yaitu Ibrahimovic dan Thiago Silva juga dipaksa pergi meninggalkan Milan demi segepok uang bernila 65 juta poundsterling!

Evolusi ini bila kita bandingkan dengan ketika milan ditinggal pergi oleh sang kapten abadi, Maldini, si anak emas, Kaka dan sang juru selamat, Ancelotti, terasa lebih ekstrim dan terlalu beresiko! Maka tak heran Milanisti dalam hal ini yang berdiri dalam jalur Ultras berteriak sangat keras akan hal ini bahkan sebagian sudah secara resmi mengembalikan tiket terusan yang telah mereka beli, selamat datang stadium sepi nan kosong!
Hal itu sungguh sangat wajar karena jajaran direksi seperti belum melakukan tindakan nyata untuk membenahi kekosongan yang telah ditimbulkan oleh kepergian sebagian besar pilar Milan itu, tapi memang terlalu naif juga apabila kita berharap Galiani atau bahkan memaksanya untuk membeli nama-nama tenar untuk datang dan bermain di Milan karena masalah Milan masih tetap sama yaitu masalah keuangan! Kebijakan transfer Milan beberapa tahun belakangan ini hanya berputar pada pembelian pemain yang telah habis masa kontraknya, peminjaman dengan opsi pembelian permanen pada musim berikutnya dan/atau membeli pemain dengan harga semurah mungkin dan hal itu hanya akan mampu untuk membeli pemain "kecil" bukan "besar".
Tapi jangan anda ragukan strategi itu, karena coba anda liat bagaimana kinerja dari seorang Mesbah, Muntari bahkan Nocerino yang paling fenomenal. 

Maka dengan keadaan dan fakta seperti itu saya tidak pernah beraharap lebih pada transfer yang akan dilakukan oleh Milan walaupun ada kecenderungan Milan selalu memberikan kejutan pada akhir penutupan transfer, yaitu 31 Agustus. Saya hanya akan berharap lebih pada Allegri agar mampu untuk memaksimalkan setiap pemain yang ada, menerapkan strategi yang benar-benar sesuai dengan pemain yang Milan miliki serta benar-benar mengoptimalkan para pemain muda yang Milan miliki, yang kini telah menjadi mayoritas dalam skuad Milan. 
Tapi terlepas dari itu, saya tetap yakin dan optimis Milan akan tetap mampu untuk memberikan sesuatu di musim 2012-2013 nanti.
Pasti dan Harus Bisa!!

Dan kampanye untuk musim depan telah dimulai dengan salah satunya pengumuman resmi tentang nomor punggung yang akan digunakan oleh setiap pemainnya. Ya, untuk sepakbola nomor punggung kerapkali menjadi sebuah elemen penting dan merupakan tanda bagi setiap pemainnya. Terlebih untuk Milan sendiri, Milan benar-benar "mengagungkan" nomor dan memberi penghargaan lebih, itu mereka buktikan dengan mem-pensiunkan nomor 6 milik Franco Baresi dan nomor 3 milik Paolo Maldini, sebagai sebuah bentuk apresiasi Milan atas loyalitas dan prestasi yang telah ditorehkan oleh kedua pemain tersebut.

So, are u ready for the New Milan !?

ALL MILAN'S SERIE A FIXTURES FOR 2012-13

SUMBER




MILAN - Massimiliano Allegri has been giving his view on the fixture list: "The start of the season will be difficult even if the teams need to be faced one after the other."

 ALL MILAN'S SERIE A FIXTURES FOR 2012-13 

1) MILAN-SAMPDORIA 
26/08/2012 - 13/01/2013 

2) BOLOGNA-MILAN 
02/09/2012 - 20/01/2013

3) MILAN-ATALANTA 
16/9/2012 - 27/01/2013 

4) UDINESE-MILAN 
23/09/2012 - 03/02/2013 

5) MILAN-CAGLIARI 
26/09/2012 - 10/02/2013 

6) PARMA-MILAN 
30/09/2012 - 17/02/2013 

7) MILAN-INTER 
07/10/2012 - 24/02/2013 

8) LAZIO-MILAN 
21/10/2012 - 03/03/2013 

9) MILAN-GENOA 
28/10/2012 - 10/03/2013 

10) PALERMO-MILAN 
31/10/2012 - 17/03/2013 

11) MILAN-CHIEVO 
04/11/2012 - 30/03/2013 

12) MILAN-FIORENTINA 
11/11/2012 - 07/04/2013 

13) NAPOLI-MILAN 
18/11/2012 - 14/04/2013 

14) MILAN-JUVENTUS 
25/11/2012 - 21/04/2013 

15) CATANIA-MILAN 
02/12/2012 - 28/04/2013 

16) TORINO-MILAN 
09/12/2012 - 05/05/2013 

17) MILAN-PESCARA 
16/12/2012 - 08/05/2013 

18) ROMA-MILAN 
22/12/2012 - 12/05/2013 

19) MILAN-SIENA 
06/01/2012 - 19/05/2013 

 

Selasa, 24 Juli 2012

Hisab dan Rukyah part. 2

*catatan : Tulisan ini masih berkaitan erat dengan permasalahan perbedaan penentuan awal bulan Ramadhan yang ada di Indonesia. Tidak berbeda jauh dengan tulisan yang telah saya posting sebelumnya, Hisab dan Rukyah, tulisan ini pun bukan merupakan tulisan yang saya buat sendiri tapi merupakan tulisan hasil karya orang lain yang dalam hal ini adalah anak-anak dari Sekolah Tinggi Pertanahan Negara. Dan juga tidak berbeda jauh dengan postingan saya yang sebelumnya itu, alasan saya memilih tulisan ini untuk saya posting di blog saya adalah karena tulisan ini sungguh sangat informatiif tapi sama sekali tidak provokatif. 

Tulisan ini mampu untuk berdiri netral dengan tetap mengedepankan analisis yang bersumber dari Qur'an, Hadits dan juga sains. Hal itu saya pikir menjadi sangat penting karena dewasa ini masyarakat sangat mudah terprovokasi, sehingga tulisan pun harus mampu untuk menjadi media yang menyajikan kebenaran tapi dengan tetap menjaga keutuhan dan tali silaturahmi. Saya pribadi merasakan langsung hal ini ketika membaca tulisan atau analisis berkenaan dengan Hisab dan Rukyah tapi sungguh memiliki tendensi sehingga tidak mampu untuk mengulas secara komprehensif, hanya menyudutkan dan menyulut emosi. 

Akhir kata, selamat menikmati dan meresapi apa yang tertulis di bawah ini dan juga seperti tulisan yang lalu, ada beberapa redaksi kata yang saya rubah tapi sekali lagi tidak mengubah substansi atau makna yang terkandung di dalamnya. 

Tulisan anak STPN (Sekolah Tinggi Pertanahan Negara) 

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. 

PENENTUAN AWAL SHAUM RAMADHAN 1433 H ATAU TAHUN 2012 M. 

Fakta telah terjadi perbedaan penentuan awal shaum ramadhan 1433 H atau Tahun 2012 M tidak bisa kita pungkiri. Sebagian umat merasa baik-baik saja, ada yang pura-pura bersikap seolah-olah baik-baik saja, dan ada yang tidak bisa menutupi rasa kegelisahannya. Penentuan awal shaum ramadhan pada dasarnya adalah dengan memperhatikan posisi bulan (hilal) dari berbagai tempat di permukaan bumi. 

Permukaan bumi berarti “tanah” tempat melakukan pengamatan atau perhitungan. Karena terkait dengan tanah (pertanahan), hal inilah yang menjadi dasar kami untuk ikut mengkajinya dalam forum Pertanahan Syariah ini. Secara sederhana, penentuan hilal dalam perkembangan ilmu fikih dilakukan dengan beberapa metode, yaitu hisab hakiki (terbagi menjadi dua, yaitu aliran yang berpegang pada ijtima semata dan yang berpegang pada posisi hilal di atas ufuk). Metode lainnya berdasar rukyat al hilal dan imkan al rukyat

Di Indonesia, terdapat dua aliran besar dalam penggunaan metode-metode di atas. Aliran besar pertama adalah kalangan warga Nahdiyin (Nahdatul Ulama / NU) yang berafiliasi dengan Pemerintah dan sebagian besar organisasi masyarakat Islam di Indonesia, kemudian aliran besar kedua adalah kalangan warga Muhammadiyah dan sebagian kecil organisasi masyarakat Islam di Indonesia. Aliran Pertama, menggunakan metode Imkan al Rukyat, dimana ciri utamanya adalah melakukan pengamatan langsung ke lapangan (lokasi tertentu yang sudah ditetapkan) untuk mengamati posisi Hilal. 
Dalam perkembangannya, disepakati beberapa kriteria di antara mereka yaitu, ketentuan tinggi hilal minimal 2 derajat, umur bulan 8 jam atau jarak antara matahari dan bulan 3 derajat. Kriteria inipun sudah disepakati dalam Lokakarya Hisab Rukyah yang diselenggarakan Sub Direktorat Hisab Rukyah dan Pembinaan Syari’ah Kemenag RI di Cisarua, Bogor, tahun 2011. Sebagian ahli berpendapat bahwa aliran pertama ini menerapkan metode horizon lokal karena membatasi wujudul hilal di atas 2 derajat. 
Aliran Kedua, menggunakan metode Hisab Hakiki. Dimana merujuk kepada Firman Allah SWT. dalam Q.S. Yunus:5, yang artinya: “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” 
Mereka yang berpedoman terhadap ini, melakukan pengamatan hilal menggunakan bantuan sains (astronomi) dan teknologi terkini. Sehingga penentuannya lebih kepada memanfaatkan sains dan teknologi daripada mengamati langsung di lapangan. Apabila posisi hilal sudah kelihatan (wujudul Hilal) meskipun tidak lebih dari 2 derajat, maka aliran ini meyakini bahwa merupakan tanda bahwa keesokan harinya adalah awal bulan Ramadhan. Sebagian ahli berpendapat bahwa aliran kedua ini menerapkan metode horizon bebas karena tidak membatasi wujudul hilal di atas 2 derajat. 

Bagaimana kondisi alam terkait dengan penentuan Hilal sebagai tanda masuknya awal Ramadhan 1433 H atau Tahun 2012 M? 
Berdasarkan data yang dikumpulkan dari berbagai sumber bahwa untuk tahun ini konjungsi matahari dan bulan terjadi pada Kamis 19 Juli 2012 pukul 04.24 UT, 07.24 waktu Mekkah. Kondisi hilal di Indonesia sulit dirukyah (diamati langsung di lapangan) karena ketinggian hilal kurang dari 2 derajat. Hilal sudah ada setelah matahari terbenam dan berumur lebih dari 8 jam setelah konjungsi. Diperkirakan dapat dilihat di Mekkah sekitar 6 menit setelah matahari terbenam pada pukul 19.05 waktu setempat, lalu hilal tenggelam pada pukul 19.11. Sedangkan di Indonesia, dilihat dari Pelabuhan Ratu pada hari kamis 19 Juli 2012 Pada saat matahari terbenam 17:52 WIB, ketinggian posisi hilal adalah 1 derajat 20 menit. Sedangkan secara umum, di Indonesia, hilal sudah ada sejak matahari terbenam hari Kamis tanggal 19 Juli 2012, dimana posisi hilal pada kisaran ketinggian 1 derajat 15 menit hingga 1 derajat 33 menit. 

Meski ada perbedaan pada awal Ramadhan, untuk 1 Syawal 1433 H, waktu ijtima pada 17 Agustus 2012 pukul 22.26 WIB, matahari terbenam pukul 17.56 WIB. Kemudian pada 18 Agustus 2012, tinggi hilal yaitu pada posisi 7 derajat 35 menit, dengan azimuth Bulan (275 derajat 45 menit), sehingga besar kemungkinan bahwa Hari Raya Idul Fitri akan dilaksanakan bersama-sama yaitu pada tanggal 19 Agustus 2012. 

Demikianlah informasi dari berbagai sumber yang dapat kami bagikan untuk pencerahan dan pengayaan wacana umat Islam dalam berkehidupan bersyariat dan khususnya terkait dengan melaksanakan kehidupan yang menjalankan prinsip-prinsip Pertanahan Syariah. Akhirnya, kembali kepada keyakinan Saudaraku masing-masing, tak lupa kami menyampaikan "Selamat Menjalankan Ibadah Shaum Ramadhan 1433 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin." 
Marilah kita laksanakan Shaum Ramadhan 1433 H dengan sebaik mungkin dan diawali dengan hati yang bersih, ikhlas dan tawadduk. Semoga Rahmat dan Ampunan Allah SWT senantiasa selalu bersama kita semua. 
Amin ya robbal ‘alamiin. 
Wallahu ‘Alam bi al Sawwab. 
Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Ariel dan Gerakan Propornografi

“Kondisi yang masih banyak remaja mengidolakan ( Ariel ) membuat miris Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI ). KPAI mengajak masyarakat mewaspadai konsolidasi gerakan propornografi yang dimotori pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari bisnis tersebut. 

‘masyarakat perlu mewaspadai adanya gerakan sistematik terdesain dari pengusaha hitam yang mengambil untung dari industri pornografi, yang membangun citra seolah-olah pelaku kejahatan pornografi sebagai idola, yang justru akan mengancam prinsip perlindungan anak,’ kata Wakil Ketua KPAI Asrorun Ni’am Sholeh di Jakarta, Senin. 

Menurutnya, tanggapan terhadap pembebasan Ariel terkesan berlebihan, seolah-olah Ariel adalah sosok pahlawan yang telah berjasa besar teradap bangsa dan Negara. ‘seolah orang mulia, lebih mulia dari atlet-atlet kita yang mengharumkan nama bangsa di kancah internasional,’ katanya. 

Faktanya, kata Ni’am, Ariel dihukum karena tindak pidana kejahatan yang meruntuhkan harga diri bangsa, tidak hanya berskala nasional, tetapi jadi isu internasional. Ni’am menduga penyambutan berlebihan terhadap bebasnya Ariel bukan bersifat spontan, melainkan direkayasa, didesain pihak-pihak tertentu yang mengambil untung dari industri pornografi. 

Padahal, lanjutnya, fakta menunjukan kasus pornografi ini telah menyebabkan demoralisasi anak-anak dan memicu kekerasan seksual kepada anak, baik sebagai pelaku maupun korban. (tribun-news/yog/dic/wja/rro/ant)” 
Tribun Pontianak, Edisi 354 Tahun IV, Selasa 24 Juli 2012, “Saya Wajib Lapor Sebulan Sekali”  

Tulisan diatas merupakan sebuah artikel yang saya kutip dari harian Tribun Pontianak dan saya akui tulisan di atas bukan merupakan keseluruhan dari artikel yang ada di Koran tersebut, yang saya tuliskan hanya merupakan potongan akhir dari artikel itu. Tapi tidak, saya menolak bila ada anggapan bahwa saya bermaksud menggiring anda semua yang mungkin sempat membaca potongan artikel itu ke dalam sebuah opini. Tidak, saya tidak sepicik itu dan hal itu sangat bertentangan dengan prinsip yang saya pegang. Saya pribadi berpendapat bahwa alangkah sangat bodohnya apabila kita bertindak, memberikan respon dan mengambil sikap akan sesuatu hal tanpa kita terlebih dulu memahami secara utuh atau menelan secara penuh hal itu. Sikap, respon dan tindakan kita tidak lain hanya akan menjadi sebuah hal yang sia-sia, tak berguna, karena hanya berdasarkan sebuah emosi, tak akan menjadi solusi dan yakin-lah hal itu hanya akan menimbulan perselisihan baru. 

Adapun maksud dan tujuan saya tidak menuliskan keseluruhan dari artikel itu karena saya berpendapat bahwa inti dari artikel itu terdapat pada potongan akhirnya, seperti apa yang saya tulis di atas. Paragraf-paragraf awal dari artikel itu menurut pemahaman saya, hanya merupakan deskripsi singkat tentang sebuah proses pembebasan seorang pesakitan dan situasi serta kondisi yang ada mengiringi proses tersebut. Mungkin lebih tapi tidak kurang saya pikir. 

Ya, Ariel eks vokalis dari band fenomenal yang dulu kita kenal dengan sebutan Peterpan, telah resmi keluar dari tahanan dengan status bebas bersyarat dan dikenakan kewajiban untuk melapor setiap bulannya. Ariel telah menjalani kurang lebih 3,5 tahun masa kurungan di lapas karena tersentuh oleh sebuah kasus, yang saya pikir cukup memilukan juga memalukan yaitu pornografi. 

Saya mencoba untuk tidak menjadi hakim terhadap sosok pribadi seorang Ariel, tapi konsekuensi logis dengan menjadi seorang selebritis yang dikenal luas oleh banyak orang, yang mau tidak mau, suka tidak suka, segala tingkah laku akan selalu terawasi oleh sejuta pasang mata, menyebabkan seorang selebritis tidak lagi bisa untuk bertindak bebas, tapi harga yang harus dia bayar sebagai seorang public figure, apapun statusnya, entah itu artis, aktor, musisi, politikus, pejabat pemerintah, apapun namanya yang berkenaan dengan ranah publik dan dikenal luas oleh masyarakat, maka dia harus mampu untuk “berpura-pura” menjadi seseorang yang “sempurna”, dia harus mampu menjaga image-nya sebaik dan sesuci mungkin. Ini tidak hanya untuk kepentingan dia pribadi tapi jauh dari itu, dengan jutaan mata yang menyaksikan dan melihat jelas padanya, maka dia pun menjadi memiliki sebuah kewajiban untuk selalu menjaga sikap karena disadari atau tidak apa yang dia lakukan atau apa yang tidak dia lakukan akan selalu berdampak pada masyarakat, terlebih pada mereka yang dengan secara nyata mengidolakannya. Segala apa yang mereka lakukan, segala kebiasaan mereka yang terkena sorot lampu kamera para wartawan serta waratawati akan menjadi sebuah headline berita dan menjadi patokan yang akan selalu dibicarakan bahkan dikuti oleh banyak masarakat. Ini adalah konsekuensi yang nyata, mungkin mereka bisa berkilah bahwa mereka tidak pernah menginginkan hal seperti itu tapi sekali lagi ini adalah sebuah keniscayaan, yang datang seiring dengan status sosial yang termiliki. Like it or not you have to deal with it! 

Pun dengan Ariel, seorang musisi yang telah mampu membawa nama Peterpan melambung tinggi, seorang pencipta lagu yang hampir dari setiap lagu yang ia ciptakan menadi sebuah hits yang mungkin akan terkenang sepanjang masa, untaian lirik puitis dengan paduan nada romantis tak sedikit melululantahkan hati wanita hingga menangis. Ditambah dengan bakat dan anugerah suara indah yang dia miliki dalam balutan wajah tampan membuat mati setiap wanita yang menatap, Ariel memilki semua syarat untuk menjadi terkenal dan dia memang mendapatkan itu tapi sungguh ironis hal itu tak mampu ia selaraskan dengan sikap yang dia miliki. Seharusnya sadar dengan posisi yang dia emban, dia harus mampu untuk lebih menjaga sikapnya sebagai seorang yang diidolai ribuan orang akan tetapi Ariel tak mampu untuk melakukanya. Dimulai dengan kasus hamil di luar pernikahan hingga akhirnya berpuncak pada kasus video porno dia dengan dua orang wanita yang diduga Luna Maya dan Cut Tari. 

Dan disini-lah letak kebodohan yang ada, seringkali kecintaan kita yang berlebihan terhadap seorang yang kita idolakan membuat hancur logika serta nurani kita sebagai manusia, kita seringkali mencintai dengan membabi buta sehingga menggelalapkan mata kita, semua yang terdapat dalam diri seseorang yang kita idolakan semuanya menjadi benar dan baik untuk kita ikuti, kita menjadi pembela baginya tak peduli entah itu benar atau salah. Ya, kita menjadi gila karenanya! 

Sesuatu hal yang wajar dan sangat lumrah ketika kita menyukai, mengagumi dan mengidolakan orang lain akan kelebihan yang dia miliki akan tetapi sesuatu hal yang berlebihan itu memang tidak akan pernah menjadi baik, untuk hal apapun itu. Kita tetap harus tetap berpikir logis dan komprehensif, apa yang benar harus kita bela dan apa yang salah harus kita musnahkan, tak peduli apakah itu berkenaan dengan mereka yang kita idolakan atau tidak, untuk sesuatu hal yang benar dan salah tak bisa kita berpikir subjektif tapi kita harus mampu berpikr objektif dan nayata. Karena kebenaran itu bukan tentang apa yang kita rasa. 

Kasus Ariel adalah contoh paling nyata dari hal itu, dari kebodohan mereka yang terlalu mengidolakan seorang manusia seperti Ariel, mereka terbutakan dan tak peduli walau Ariel telah secara jelas melakukan hal yang menjijikan dan merupakan sebuah aib serta dosa besar, tapi mereka tetap mengelu-elukannya selayaknya seorang pahlawan. 
Dimana otak kita semua berada? 
Ada dimana letak agama kita?? 

Saya tidak menghasut anda semua untuk juga mencaci hingga mati seorang Ariel dan seluruh orang yang mungkin khilaf dan melakukan sebuah kesalahan, saya hanya mengajak anda dan juga kita semua untuk berlaku adil, memperlakukan yang hak itu secara benar dan yang batil itu secara salah. Ketika ada orang yang berbuat salah maka kita perlakukan dia sewajarnya sesuai dengan hukum yang ada sebagai seorag yang salah dan begitu juga sebaliknya. Hanya itu dan hanya sesederhana itu. 

Karena Allah Swt. pun maha mengampun, Dia memaafkan segala dosa hamba-Nya ( kecuali syirik ) selama hamba-Nya mau untuk bertaubat secara sungguh-sungguh dan tidak melakukan lagi kesalahan yang sama dan kesalahan-kesalahan yang lainnya, jadi kita pun sebagai makhluk ciptaan-Nya juga harus mampu untuk memaafkan tapi tetap tidak lantas hanya karena cinta, hanya karena idola, kita menjadi mendukung, membenarkan, membiasakan kesalahan yang mereka lakukan. Terlebih untuk sebuah kesalahan yang fatal dan besar!

Jumat, 20 Juli 2012

Khotbah Nabi Muhammad

KHOTBAH NABI MUHAMMAD SAW MENYAMBUT BULAN RAMADHAN  

Wahai manusia! 
Sungguh telah datang pada kalian bulan ALLAH dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi ALLAH. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malam-nya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jam-nya adalah jam-jam yang paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu ALLAH dan dimuliakan oleh-NYA. 
Di bulan ini nafas-nafas-mu menjadi tasbih, amal-amal-mu diterima dan doa-doa-mu diijabah. Bermohonlah kepada ALLAH RABB-mu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar ALLAH membimbing-mu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-NYA. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan ALLAH di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan haus-mu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tua-mu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraan-mu, jaga lidah-mu, tahan pandangan-mu dari apa yang tidak halal kamu memandang-nya dan pendengaran-mu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatim-mu. Bertaubatlah kepada ALLAH dari dosa-dosa-mu. Angkatlah tangan-tangan-mu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika ALLAH AZZA WA JALLA memandang hamba-hamba-NYA dengan penuh kasih; DIA menjawab mereka ketika mereka menyeru-NYA, menyambut mereka ketika mereka memanggil-NYA dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-NYA. 

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-diri-mu tergadai karena amal-amal-mu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggung-mu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujud-mu. 
Ketahuilah! ALLAH TA`ALA bersumpah dengan segala kebesaran-NYA bahwa DIA tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan RABB AL-ALAMIN. 

Wahai manusia! Barang siapa di antara-mu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang shaum di bulan ini, maka di sisi ALLAH nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. 
Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian. “Rasulullah meneruskan: “Jagalah diri-mu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah diri-mu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

Wahai manusia! 
Siapa yang membaguskan akhlak-nya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanan-nya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, ALLAH akan meringankan pemeriksaan-NYA di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekan-nya di bulan ini, ALLAH akan menahan murka-NYA pada hari ia berjumpa dengan-NYA. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, ALLAH akan memuliaka-nya pada hari ia berjumpa dengan-NYA. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, ALLAH akan menghubungkan dia dengan rahmat-NYA pada hari ia berjumpa dengan-NYA. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, ALLAH akan memutuskan rahmat-NYA pada hari ia berjumpa dengan-NYA. 
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, ALLAH akan menuliskan bagi-nya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu bagi-nya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepada-ku di bulan ini, ALLAH akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjaran-nya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain. 

Wahai manusia! 
Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagi-mu, maka mintalah kepada TUHAN-mu agar tidak pernah menutupkannya bagi-mu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada RABB-mu untuk tidak akan pernah dibukakan bagi-mu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasai-mu. 
Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”. 

Wahai manusia! 
Sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalam-nya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang ALLAH telah menjadikan shaumnya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’
Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain. Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahala-nya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan ALLAH memberikan rizqi kepada mukmin di dalam-nya. 
Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang shaum, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosa-nya dan kemerdekaan diri-nya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang shaum tanpa sedikitpun berkurang. Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka untuk orang lain yang shaum."
Maka bersabdalah Rasulullah saw, “ALLAH memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.“ 
Dialah bulan yang permulaan-nya rahmat, pertengahan-nya ampunan dan akhir-nya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya ( termasuk di sini para pembantu rumah ) niscaya ALLAH mengampuni dosa-nya dan memerdekakan-nya dari neraka. 
Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan TUHAN-mu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya. Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguh-nya bahwa tidak ada TUHAN selain ALLAH dan mohon ampun kepada-NYA . Dua perkara yang kamu sangat memerlukan-nya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka. Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka, niscaya ALLAH memberi minum kepada-nya dari air kolam-KU dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudah-nya, sehingga dia masuk ke dalam surga. 
[HR. Ibnu Huzaimah].

Selamat datang, Bulan Ramadhan 1433 H!

Alhamdulillah... 
akhirnya Allah berkenan juga, 
mengantarkan aku tiba,
pada bulan penuh rahmat dan juga berkah.
Segalanya menjadi ibadah, 
berlipat ganda pahalanya. 
Sungguh bulan yang sangat istimewa,
menjadi sangat istimewa 
karena bulan ini hanya untuk umat Nabi Muhammad.
Jangan lupa ucapkan Saw. ya.. 

Syukurku hanya perlu aku buktikan nyata,
pada ibadah yang tidak henti-hentinya, 
ikhlas karena-Nya 
mengharap segala ridho dan ampunan-Nya, 
atas segala dosa, 
khilaf di 12 bulan yang telah terlewat tentunya. 
Dan berharap mampu melewati bulan ini nantinya 
dengan sangat baik perilakunya, 
shaum yang sebanar-benarnya, 
menjalankan yang wajib dan menghidupkan yang sunah serajin-rajinnya. 
Terus tanpa putus tanpa pernah mengeluh seakan bukan manusia. 
selama 29 hari lamanya 
hingga nanti menjadi kebiasaan dengan sendirinya, 
terus terbawa hingga bulan-bulan kedepannya 
sehingga setan pun tak mampu lagi untuk menggoda 
dan malaikat pun akan tersenyum melihatnya. 
amin ya Allah, amin ya Allah...amin! 

Tak ada lagi momen yang lebih tepat 
untuk kita berubah cepat 
menjadi sesosok manusia yang taat 
dan berguna bagi agama juga umat 
selain dari saat ini, sekarang ini, di bulan Ramadhan, bulan penuh Rahmat. 

Bila bukan sekarang lantas kapan lagi? 
ingat saudara, umur tak akan mampu kita prediksi. 
kapan saja, kita bisa mati. 
tak ada alasan untuk berlari. 
mati ya mati! 
bila begitu mau apa lagi? 

Jadi mari kita sambut dan jalani Bulan Ramadhan di tahun ini 
1433 Hijriah, dengan sangat baik, khusyuk menundukan diri. 
seakan kita akan cepat mengahadap pada Illahi 
seakan tidak akan ada lagi esok hari. 

dan terakhir ya Allah, 
bila Kau mengizinkan dengan penuh rahmah 
sampaikan lah, 
hamba mu ini hingga ramadhan akhir 
dan bahkan pertemukan lagi diriku dengan ramadhan di tahun yang akan datang. 
semoga...

Rabu, 18 Juli 2012

Hisab dan Rukyah

Pengertian Hisab dan Rukyah


Rukyah adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal setelah terjadinya ijtima’ (konjungsi). Aktivitas ini dapat dilakukan oleh siapa saja dengan mata telanjang, teropong atau dengan alat bantu lainnya. Apabila hilal telah dapat dilihat, maka pada petang (magrib) waktu setempat sudah memasuki bulan baru hijriah.
Sedangkan Hisab adalah perhitungan secara matematis astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender hijriah.

Ditulis oleh Muhammad Nurul Ahsan (Al-Azhar University)

*catatan : saya merubah beberapa redaksi kata tapi sungguh tidak mengurangi atau menambahi isi tulisan yang ditulis oleh saudara Muhammad Nurul Ahsan. Perubahan itu hanya terhadap diksi tidak merubah substansi.

Jujur dari sekian banyak tulisan yang ada di Internet berkenaan dengan masalah ini, masalah perbedaan penetepan awal/akhir dari bulan Ramadhan di Indonesia, yang memang pasti membawa serta dua organisasi Islam terbesar yang ada di Indonesia, yaitu NU dan Muhamadiyah, tulisan ini-lah yang menurut saya sangat mampu untuk menjelaskan pokok permasalahan dengan rinci tapi praktis dan yang terpenting dari itu semua tulisan ini sungguh sangat mampu untuk menempatkan diri sebagai sebuah tulisan yang tidak menghakimi, benar-benar mampu untuk berdiri netral, tidak berputar dalam masalah tapi mampu untuk mengupasnya kemudian memberikan sebuah solusi cerdas. Hal yang saya pikir tidak mungkin untuk dilakukan.

Terlepas dari inti masalah yang ada, saya pribadi berpendapat ini merupakan contoh tulisan yang cerdas, patut dan wajib untuk dijadikan referensi. Informatif, tidak provokatif, membeberkan masalah tapi kemudian menawarkan altenatif solusi.

Fenomena menarik di Indonesia, menjelang bulan Ramadhan maupun lebaran, yang hampir terjadi setiap tahunnya adalah kontroversi penentuan awal bulan Ramadhan dan Syawal. Kontroversi ini terjadi di beberapa organisasi keagamaan dan lembaga pemerintahan yang ada di Indonesia. Untuk mengetahui masuknya awal bulan, ada beberapa organisasi di antara sekian banyak organisasi keagamaan bersikeras mengaplikasikan secara independen metodologi hisab maupun rukyat. Namun ada juga yang lebih memilih untuk melakukan kalaborasi antara keduanya. Ternyata, dinamika keagamaan seperti ini sulit dikendalikan. Apalagi masing-masing dari mereka sama-sama merasa telah mengantongi legalitas agama dan merasa sebagai kelompok yang mampu mengimplementasikan firman Allah dan sabda rasul-Nya. Sebuah realita yang patut disayangkan; bagaimana mungkin dalam sebuah negara mempunyai begitu banyak otoritas dalam memberikan rekomendasi masuknya awal bulan Ramadlan maupun Syawal, sebagai tanda umat Islam mempunyai kewajiban melaksanakan shaum dan berhari raya. Memang, sejauh ini, realita sosial masing-masing organisasi keagamaan masih mampu menunjukkan sikap toleransi, meskipun dalam tataran praktis di kalangan tertentu masih tetap terkontaminasi, sehingga perbedaan itu berpotensi menciptakan terjadinya sentimen keagamaan di luar paham kelompoknya. Inilah sebuah problem yang tentunya membutuhkan gagasan solutif agar semua pihak tidak terjebak pada pola berfikir partikular dan parsial sehingga mampu menciptakan pola berfikir multidimensional dan komprehensif.

Legalisasi Metodologi Rukyah dan Hisab

Membicarakan metodologi rukyah --dalam konteks Indonesia-- tentunya tidak lepas dari organisasi besar Nahdlatul Ulama (NU). Setiap menjelang bulan Ramadhan dan hari raya, organisasi ini secara konsisten menggunakan metode rukyah sebagai skala prioritasnya, daripada metode hisab. Legalitas metodologi rukyah yang digunakan bertendensi adalah al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 185 dan banyak Hadits yang secara eksplisit menggunakan redaksi “rukyah” dalam menentukan awal bulan Ramdhan dan hari raya. Oleh karena itu –menurut mereka, dengan mengacu pada pendapat mayoritas ulama—hadits mengenai rukyah tersebut mempunyai kapasitas sebagai interpretasi al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 185 tersebut di atas. Jika bentuk perintah pada redaksi Hadits sekaligus praktek yang dilakukan pada pereode nabi telah jelas menggunakan rukyah, mengapa harus menggunakan metode hisab?
Pada kesempatan lain, organisasi keagamaan semisal Muhammadiyah bersikeras menggunakan metodologi hisab dan meyakini bahwa metode ini sebagai metode paling relevan yang harus digunakan umat Islam dewasa ini. Argumen ini mengemuka salah satunya mengacu pada aspek akurasi metodologis-nya. Menurut mereka, polusi, pemanasan global dan keterbatasan kemampuan penglihatan manusia juga menyebabkan metode rukyah semakin jauh relevansinya untuk dijadikan acuan penentuan awal bulan. Semangat al-Qur’an adalah menggunakan hisab, sebagaimana terdapat pada surat al-Rahman ayat 5. Di sana menegaskan bahwa matahari dan bulan beredar dengan hukum yang pasti dan peredarannya itu dapat dihitung dan diteliti. Kapasitas ayat ini bukan hanya bersifat informatif, namun lebih dari itu, ia sebagai motivasi umat Islam untuk melakukan perhitungan gerak matahari dan bulan. Mengenai redaksi “syahida” dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 185 itu bukanlah “melihat” sebagai interpretasinya, namun ia bermakna “bersaksi”, meskipun dalam tataran praktis pesaksi sama sekali tidak melihat visibilitas hilal (penampakan bulan). Memang, banyak hadits secara eksplisit memerintahkan untuk melakukan rukyah, ketika hendak memasuki bulan Ramadhan maupun Syawal. Namun redaksi itu muncul disebabkan kondisi disiplin ilmu astronomi periode nabi berbeda dengan periode sekarang, dimana kajian astronomi sekarang jauh lebih sistematis sekaligus akurasinya lebih dapat dipertanggungjawabkan.
Nabi sendiri dalam sebuah hadisnya menyatakan bahwa: ”innâ ummatun ummiyyatun, lâ naktubu wa lâ nahsubu. Al-Syahru hâkadzâ wa hâkadzâ wa asyâra biyadihi”, Artinya: “Kita adalah umat yang ummi, tidak dapat menulis dan berhitung. Bulan itu seperti ini dan seperti ini, (nabi berisyarat dengan menggunakan tangannya)”.
Jadi, mempriotiaskan metode hisab merupakan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan pada pereode nabi.

Analisa, Solusi dan Penutup

Menurut hemat Penulis, metodologi hisab dan rukyah merupakan dua komponen yang mempunyai korelasi sangat erat dan hampir tidak dapat dipisahkan. Rasanya tidak tepat jika dalam penentuan awal bulan hanya murni menggunakan metode rukyah. Sebab, meskipun telah dilengkapi dengan teknologi teleskop, ada banyak problematika yang harus dihadapi, semisal adanya polusi, pemanasan global dan kemampuan mata yang terbatas, sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Begitu juga sebaliknya, tidak tepat jika dalam penentuan awal bulan hanya menggunakan metode hisab. Alasan paling mendasar adalah fakta empiris metodologi ini bermula dari sebuah riset para astronom, sedangkan obyeknya adalah "melihat" peredaran matahari dan bulan. Memang, dipandang dari akurasi metodologisnya, hisab lebih unggul dibanding rukyah. Tingkat kesalahan metodologi hisab jauh lebih kecil dibanding metodologi rukyah. Namun, bagaimanapun juga hasil ilmiah apapun tidak akan pernah dapat dipertanggungjawabkan jika pada akhirnya tidak sesuai dengan fakta. Telah jelas kontroversi metodologi hisab maupun rukyah --secara aplikatif-- merupakan persoalan furu’iyyat (hukum cabang). Tentunya perbedaan-perbedaan yang ada tidak perlu dibesar-besarkan. Namun, fenomena kontroversial itu tidak dapat dibiarkan bagitu saja, mengingat dampak arus bawah yang timbul begitu signifikan. Pada dasarnya itsbat (keputusan) penetapan bulan Ramadhan maupun Syawal adalah hak preogratif pemerintah (Kementerian Agama) secara otoritatif. Apalagi telah jelas, pemerintah selama ini mampu mengakomodir semua aspirasi organisasi keagamaan di Indonesia, dengan mengundang masing-masing delegasi untuk melakukan rukyat sekaligus hisab. Jadi, sama sekali tidak salah, jika mulai dari sekarang masing-masing organisasi mencoba untuk menghormati otoritas pemerintahan ini. 
Wallahu a’lam.

Selasa, 17 Juli 2012

Ini tentang Waktu, Ramadhan dan Permintaan Maaf

Sungguh tidak terasa. Itulah kata. Untuk menggambarkan betapa relatifnya waktu kita. Terkadang besarnya angka. Yang ada sebagai penunjuk sebuah masa. Tak selalu berbanding lurus dengan apa yang dirasa. Karena besarnya angka tak berarti waktu itu lama. Tapi tak juga sebentar tentunya. 

Begitupun sekarang. Waktu terasa cepat lajunya. Tak ku sangka bulan Ramadhan kembali tiba, tinggal beberapa hari saja. Walau mungkin ada lagi sedikit problema. Ya, masalah seperti biasa. 
Biasa ? 
Kenapa ??
Kok bisa ???
Karena setiap tahunnya, selalu begini adanya. Selalu ada beda. Antara pemerintah dan salah satu ormas Islam ternama. Dua-duanya shahih, berdasarkan ilmu dan logika. Tak mengarang, apalagi mengada-ngada. Yang satu dengan hisab satunya dengan rukyah. Jadi silahkan anda mau pilih yang mana. 

Sudah-lah, sejenak kita lupakan itu semua. Jangan jadi bertikai karenanya. Sikapi secara bijak juga dewasa. 

Mari ku lanjutkan kemasalah yang utama. Masalah yang ingin ku curahkan pada kalian semua. Ya ya ya, lagi dan lagi ini masalah cinta. Kisah cinta di waktu SMA. Juga saat ku telah lulus dari sana. 

Ini tentang dua wanita. Yang telah dengan kejam ku tinggalkan mereka. Ku lukai hatinya. Ku sakiti jiwanya. Ku tinggalkan setelah ku beri mereka sejuta janji. 

Tapi ku tak berniat sungguh. Ku tak pernah berniat begitu. Ku cinta mereka tulus. Cinta ku nyata dari hati bukan nafsu. Tapi keadaan tak selalu mulus. Penuh lika liku. Rasa ku pun akhirnya rapuh. Hingga ku pilih jalan untuk putus. Aku salah dan aku mohon ampun. 

Tapi entah lah. Entah hanya perasaan saja atau memang nyata ada. Dua wanita itu rasanya masih membenci ku dengan sangat. Belum bisa untuk biasa atau mengampuniku dengan sepenuh hati mereka. 

Hal itu sangat menggangguku. Mengusik hatiku, mengusik kehidupanku. Tak bisa tenang diriku. Ku takut itu kan menghambatku. Menjadi duri terjal dalam hidupku. Maafkan aku! 

Tak ingin ku dibenci. Di sumpah serapahi. Terlebih oleh wanita yang ku cintai. Walau bukan lagi cinta 'tuk memiliki. Sekali cinta, ku 'kan tetap cinta. Begitu adanya, terserah mau percaya atau tidak. 

Akhir kata, sekali lagi ku meminta maaf, untuk segala yang telah ku perbuat. 
Jujur ku harap ini hanya perasaan ku saja, bukan kehidupan nyata yang ada. 

It is special for I.R.A. & I.M., u can forget me but please forgive me.
Tak ada lagi waktu yang lebih tepat selain sekarang dan saat ini, saat indah nafas dan nyawa masih dengan setia ada di tubuh. Karena kita tidak pernah tau kapan tangan malaikat itu akan menarik nafas dari dada hingga akhirnya nyawa kita melayang menuju tempat abadi dan jasad diam terpaku, membatu, tak ada daya untuk bergerak. 
Bila sudah begitu, apa masih bisa saya meminta maaf dan berguna kah kalian memaafkan saya? 
dan lagi tak juga baik menyimpan dendam di bulan yang suci itu bahkan di bulan-bulan lainnya, betul kan? 

maaf untuk janji yang tak bisa ku tepati. 
maaf telah membuat kalian melayang tinggi tapi kemudian jatuh keras ke bumi. 
maaf telah dengan egois mengambil keputusan sendiri. 
maaf ... 
maaf ... 
maaf .. untuk sejuta maaf lainnya ... 

harus kah saya sebut satu per satu ?

Senin, 16 Juli 2012

Cinta Dalam Hati

untuk seseorang, satu sosok wanita. 
yang secara tersirat, telah ku tuliskan indah dalam untain kata 
.... , .... 

hmmm..tak usah-lah ku sebut nama, 
karena untuk satu alasan keamanan saya juga dia. 

dia yang tak tau apa-apa, 
tapi aku yang membuatnya masuk ke dalam situasi sulit nan susah. 
jadi ku awali dengan maaf, 
maaf telah merusak indahnya hubungan kamu dan mereka, 
merusak kenyamanan kehidupan kalian semua. 
menjadi pergunjingan juga problema. 
bahkan merusak juga hubungan pertemanan kita. 

menjadi canggung sulit untuk menyapa. 
tak bisa lagi bebas untuk bercanda. 
jangan harapkan lagi untuk menggoda. 

tapi bila ku suka, lalu cinta, 
kadang ku jadi gila. 
berpikir cepat tanpa logika 
tidak untuk jangka waktu lama 
yang penting rasa terlepaskan 
kemudian berharap untuk terbalas. 
jadi maaf ya? 

jangan juga tanya kenapa, 
karena suka dan cinta itu urusan rasa, 
turun ke hati dari atas mata. 
walaupun dari segalanya kita berbeda. 
sehingga terlalu sulit untuk bersama. 
tapi itu-lah bodohnya cinta, 
kenapa harus tetap dia singgah di hati serta terungkapkan melalui kata? 

dan setelah sekian lama, 
ku nyaman untuk tetap dekat dan menaruh asa, 
berharap jatuh sebuah anugerah, 
ku putuskan untuk hentikan saja. 
bukan, bukan berhenti mencintai dia. 
tapi berhenti untuk terus berpura-pura juga mencoba 
serta menanti sebuah anugerah, 
karena dia pun enggan sepertinya. 
karena memang resiko itu terkalu besar adanya. 

dan bila pun kita dekat, 
justru terus akan menimbulkan polemik diantara kita, 
lalu di malam itu dia kirimkan sebuah pesan, 
ku baca jelas di layar nokia, 
tersirat bahwa aku jauh lebih baik untuk mudur tanpa syarat. 
tak lagi "menggangu"-nya, dengan segala pesan perhatian selayaknya sepasang kekasih. 

ini yang ku simpulkan cepat, 
maaf bila tak tepat. 
tapi bukan kah pesan tersirat itu terserah kita yang membaca? 

jadi ku akan mencintai mu dalam diam, 
mencintai mu dalam kecanggungan, 

tak akan hilang, tak juga berkurang, 
karena sekali cinta, maka rasa itu akan selalu di hati, yang kata orang letaknya ada di dada.
karena itu yang aku rasa, 
terhadap semua wanita yang pernah aku cinta, 
rasa tetap ada, akan tetap ada, 

don't get this wrong, please..