Senin, 16 Juli 2012

Komitmen

Hati yang rapuh karena tak ada cinta yang datang berlabuh.  

Kapal itu mungkin datang silih berganti, hilir mudik, mengusik. 
tapi bukan untuk singgah dan menetap, 
mereka hanya berlalu, 
tak tak tahu malu bahkan enggan tuk sekedar menatap. 

Indah kah kata-kata? 
Entah..
karena aku bukan pujangga, 
bukan juga Raditya Dika, 
aku hanya Adima,
yang kisah cintanya selalu gagal berjalan lama apalagi selamanya. 

Biarlah beberapa kata ini menjadi korban muntahan segala rasa di hati yang tak kujung mampu menanggulangi sepi dengan hadirnya seorang kekasih serta cinta sejati,
cinta sejati ??

terkadang ku pikir cinta itu terlalu semu, 
abstrak tak berbentuk 
tak bisa untuk kita ukur secara utuh. 
cinta hanya mampu untuk kita rasa tak bisa indrawi kita untuk menyentuh. 

cinta itu datang dan pergi sesuka hati 
terkadang, sering dan selalu bertentangan dengan segala janji. 
apa yang terasa saat ini seketika berubah di kemudian hari. 
tak ada takaran dan ukuran yang pasti. 
betapa sangat relatifnya cinta dan bila begitu ada kah cinta sejati ? 

dan karna bukan hal yang pasti, 
maka cinta bukan sesuatu hal yang pantas aku sandari. 
terlebih untuk membangun sebuah hubungan sehidup semati, 
cukup-lah cinta itu hanya sebagai pembuka jalan untuk saling mengenal pribadi 
dan bumbu penyedap hari. 
sehingga hidup mampu untuk terasa berwarna-warni, 
indah menghiasi bumi. 

Tapi untuk jangka waktu yang lama, maka tak cukup hanya cinta, lalu apa? 

Ku mulai teringat tentang apa yang dikatakan oleh seorang dosen pengajar. 
ketika beliau mengajar 
sehingga kami tak menjadi kurang ajar. 

beliau berkisah tentang pernikahannya yang mampu bertahan di sela-sela waktu. 
menjelaskan bahwa cinta itu hanya akan mampu bertahan dua atau tiga tahun, itu pun tak tentu. 
sedangkan untuk mampu bertahan hingga bertahun-tahun. 
maka bukan cinta-lah yang menahan dan menjaga hubungan itu tapi, sebuah komitmen.
Komitmen, ya komitmen, komitmen tentu. 

komitmen itu kesepakatan diri dan hati.
komitmen itu janji.
komitmen itu bisa kita takar dan ukur secara pasti.
komitmen itu nyata dan terbukti.
dan komitmen itu sedang ku cari.
semoga lekas cepat kudapati.

0 komentar:

Posting Komentar