Senin, 30 Mei 2011

Ekologi Pemerintahan, Kekuasaan & Kewenangan

Ekologi Pemerintahan, terdiri dari dua suku kata, yaitu Ekologi dan Pemerintahan. Ekologi adalah bagian dari Biologi murni, yang merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari proses keterkaitan hubungan, baik yang bersifat organisme maupun anorganisme dengan lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Sedangkan Pemerintahan berarti suatu aktifitas, proses, dan institusi yang terbentuk atas dasar kesepakatan Warga Negara yang merupakan pencerminan dari harapan, kebutuhan dan keinginan Warga Negara untuk mewujudkan kehidupan secara tertib, nyaman dan sejahtera atau lebih sederhananya Pemerintahan merupakan suatu bentuk dinamis atau kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah.

Dengan melihat definisi kedua kata tadi maka Ekologi Pemerintahan adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan manusia, lembaga pemerintahan dan lingkungan alam maupun sosial, antara manusia yang mempunyai sifat-sifat tertentu (komunitas) dan saling menyesuaikan antara manusia dengan lingkungan sebagai bagian dari sistem penyelenggaraan pemerintahan dari suatu negara. Secara garis besar, menurut pandangan saya pribadi, Ekologi Pemerintahan merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang hubungan pemerintahan dalam arti sempit, yaitu hubungan dari kegiatan yang dilakukan hanya oleh badan Eksekutif. Hubungan pemerintahan dalam arti luas, yaitu hubungan dari kegiatan yang dilakukan oleh badan Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif. Hubungan pemerintah dengan masyarakat dan interaksi pemerintah dengan lingkungan alam yang tujuan akhir dari segala aktifitas tersebut adalah untuk mewujudkan suatu kesejahteraan bagi rakyat.

Kenapa tujuan akhir dari itu semua adalah untuk mewujudkan suatu kesejahteraan? Karena suatu pemerintahan terbentuk merupakan wujud dari usaha warga negara untuk mengatur kehidupan mereka dan pemerintahan ada karena adanya suatu kekuasaan dan kewenangan. Dan kekuasaan (kemampuan untuk mengatur orang lain) serta kewenangan (kekuasaan yang mendapat legalitas) itu didapatkan dari rakyat yang merupakan pemilik kedaulatan dari suatu negara. Sebagai pemilik kedaulatan, tentunya tidak mungkin mereka semua yang mengatur bersama-sama suatu penyelenggaraan negara. Oleh karena itu, mereka menyerahkan kewenangan dan kekusaan untuk mengatur suatu negara kepada segelintir orang yang mereka percayai dan mempunyai kemampuan dalam bidang itu. ( baca : Struktur Ketatanegaraan di Indonesia)

Akan tetapi, apa yang terjadi di lapangan pemerintah masih belum bisa mewujudkan atau menciptakan suatu kesejahteraan. Dalam implementasinya, pemerintah belum bisa untuk mewadahi segala aspirasi rakyat. Mereka masih bekerja untuk kepentingan sesaat dan hanya bekerja memperkaya diri mereka sendiri. Pemerintah masih memposisikan sebagai seorang politikus yang bekerja dalam sudut pandang politik. Mereka masih bekerja sebagai seorang pemerintah yang mempunyai kekuasaan dan kewenangan untuk memerintah dan rakyat tak lebih dari sekedar objek untuk mereka perintah dan mereka paksa untuk melayani dan menghormati mereka.

Sebenarnya dan seharusnya pemerintah menyadari bahwa kekuasaan dan kewenangan yang mereka miliki adalah pemberian dari rakyat sehingga kekuasaan dan kewenangan itu harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan rakyat. Menyadari dan bekerja sebagai seorang Negarawan, sehingga mampu untuk berpikir jauh kedepan, memikirkan segala akibat yang akan terjadi dari segala kebijakan yang akan, telah dan sedang mereka putuskan. Bertingkah laku sebagai seorang pelayan, karena upah yang mereka dapatkan adalah uang hasil jerih payah kerja keras dari rakyat. Pada hakikatnya, rakyat membayar orang-orang dalam pemerintahan untuk bekerja melayani mereka selayaknya seorang budak bekerja pada Tuannya, melayani apapun yang menjadi kebutuhan masyarakat. Ini lah konsekuensi dari seorang Pemerintah, seorang Pegawai Negeri Sipil dan semua yang secara jelas dan nyata dibayar oleh uang rakyat.

Kamis, 26 Mei 2011

Proses yang benar atau Hasil yang baik ?

A+ akan tetap lebih baik daripada A, A akan tetap lebih baik daripada B+, B+ akan tetap lebih baik daripada B, dan begitu seterusnya.


Kita tak bisa melawan mencoba mencari-cari alasan sebagai suatu usaha pembenaran, ungkapan sebentuk perlawanan. Itulah nilai dari suatu hasil mengeyampingkan suatu proses. ( baca : PROSES atau HASIL ? ) Karena sungguh sebuah hasil lebih mudah untuk diukur atau dinilai daripada sebuah proses. Hasil adalah segala-galanya dan sebuah nilai adalah ukuran nyata untuk menilai hasil tersebut. Tidak pernah dan tidak akan pernah melihat apa yang telah terjadi dalam proses pembuatan hasil tersebut. Padahal secara jelas, proses sangat menentukan kualitas dari hasil yang akan didapatkan. Lebih dari sekedar hasil yang tepat dan benar sesuai dengan apa yang ditanyakan atau yang diharapkan tapi dengan sebuah proses yang benar dan dengan proses yang dilakukan dengan segala hal yang positif maka hasil itu akan lebih bermanfaat, lebih bisa dipertanggungjawabkan dan lebih bisa untuk membentuk sikap, moral dan akhlaq dari pelakunya. ( baca : Manipulasi dan Kepantasan )

Tapi inilah dunia akademis, dunia pendidikan kita dan mungkin dalam segala segi kehidupan masyarakat kita dewasa ini. Hasil adalah yang terpenting dan proses tak lebih dari sekedar tahapan yang harus dilalui. Dan nilai adalah ukuran untuk itu semua. Orang hanya akan melihat apakah proses yang dilakukan itu berhasil atau gagal dari hasil yang mampu dicapai, dari hasil yang mampu untuk diwujudkan. Apapun yang terjadi dalam prosesnya bila hasilnya sesuai, tepat dan benar menurut standar serta nilai yang telah ditetapkan maka hal itu akan dianggap sebagai suatu keberhasilan.

Jadi apa yang harus saya lakukan ? dengan semua fakta dan peristiwa yang telah saya ketahui dan saya alami ?
Karena sungguh, suatu proses yang baik tak akan serta merta menghasilkan suatu hasil yang baik dan bahkan suatu proses yang buruk tidak selamanya menghasilkan suatu hasil yang buruk.

Apakah mungkin kita mengharapkan sesuatu hal yang maksimal di saat segala usaha dan persiapan kita sangat minimal?
dan apakah wajar dan patut bagi kita untuk merasa bangga dengan segala hasil baik yang kita dapatkan walaupun itu semua kita lewati dan dapati melalui sebuah proses yang buruk dan tidak mengindahkan aturan?

Senin, 23 Mei 2011

Kader itu emas dan harus tetap menjadi emas!

JAMES ROBERT PUALILLIN
Purna Praja STPDN Angkatan 01.
Kepala Bidang Kemahasiswaan di Pasca Sarjana IPDN Kampus Cilandak.

Beliau berkata suatu kalimat indah, di akhir penyampaian materi pada kuliah umum di IPDN Kampus Regional Kalimantan Barat pada hari Senin, tanggal 23, bulan Mei, tahun 2011. Kata-kata yang terangkai sederhana tapi penuh makna, sangat dalam sehingga mampu membuatnya terenyuh, matanya berkaca-kaca, memerah menahan air mata. Membuat kita yang mendengarnya ikut merasa takjub menelan ludah selayaknya orang yang terhipnotis tak mampu untuk sekedar menggerakan lidah.

Kalimat yang terlontar tulus dari seorang Kakak yang sama-sama telah pernah merasakan kerasnya dunia pendidikan tinggi kepamongprajaan dan telah merasakan dunia nyata kehidupan birokrasi. Kalimat penyemangat, kalimat penuh motivasi.

"Kalian ini Kader aparatur pemerintahan. Sebagai Kader kalian jangan lah seperti kayu. Kayu yang apabila terkena hujan, terkena panas maka akan lapuk. Sebagai Kader kalian juga jangan seperti besi. Besi apabila terkena hujan, terkena panas maka akan berkarat. Tapi sebagai Kader kalian harus seperti emas. Emas apabila terkena panas ataupun hujan dan bahkan dilemparkan serta ditempatkan di tempat paling hina sekalipun, akan tetap berharga dan bernilai tinggi serta orang-orang akan tetap mencarinya, membutuhkannya. Jadi, jangan pernah kalian merasa terbuang!"



Sabtu, 21 Mei 2011

Wisdom, Justice, and Love part. II

okay! Enough is enough! Bye world! watch ur step, don't forget to pray to Allah and resist the bad majority!
29 Oktober 2009 jam 19:50

Jangan Menghalalkan yang Haram dan Jangan Mengharamkan yang Halal.
31 Oktober 2009 jam 15:19

Don't waste your time or time will waste you!
27 November 2009 jam 14:47

"Don't ever let your life pass you by"
06 Januari 2010 jam 6:56

Semua Ibadah itu HARAM kecuali yang dihalalkan oleh Allah dan semua makanan itu HALAL kecuali yang diharamkan oleh Allah.
16 Januari 2010 jam 16:48

"romantic in the vicious way.."
22 Januari 2010 jam 19:32

said : "I need a 'woman', not a 'girl' and I need a 'mother', not a 'daughter'."
25 Januari 2010 jam 17:07

"yes, I'm A Man with a big MOUTH, but at least I'm not telling a lie!"
27 Januari 2010 jam 16:29

said : "Nobody's Perfect is the best excuse!"
27 Januari 2010 jam 16:51

said : "okay, it's 9 o'clock in the nite and all i wanna say is I DON'T CARE, i repeat I DON'T FUCKIN' CARE, you feel me?! hahaha.... whatever people say I am, i don't care! I will do everything and don't care what you think or say! Just judge me whatever u want and go ahead talk shit 'bout me!!! PEACE and CHEERS!!!"
12 Februari 2010 jam 21:02

said : "ANTI-INTER, ANTI-ENGLAND'S CLUB, ANTI-BARCA, ANTI-SUPPORT OTHER COUNTRIES! JUST MILAN, JUST INDONESIA!!!"
24 Februari 2010 jam 16:39

syair Al-Rawwaq : "Kau durhaka meski kau menyatakan cinta. Itu pasti bukan cinta, tapi dusta. Kalaulah cintamu itu sejati, pastilah kau patuh karena orang yang cinta selalu mengikuti kemauan orang yang dicinta."
25 Februari 2010 jam 19:17

said : "i'm nothing but a sinner and I'm trying to fix it!"
28 Februari 2010 jam 15:07

bismillahirrohmaanirrohiim.... untuk semua orang yang saya kenal dan mengenal saya, maafkan semua kesalahan dan kebodohan yang telah saya lakukan, entah dalam bentuk amarah ataupun candaan sekalipun. I didn't mean to hurt you all! Dan sekarang, saya sangat membutuhkan do'a dan keihklasan hati kalian, agar saya bisa menjalani UN dengan lancar. Ur Friend ( i hope)
20 Maret 2010 jam 18:05

said : "Soon or later, We will get replace. Prepare For It!"
26 Maret 2010 jam 16:18

said : "Mencoba mengejar DUA kelinci, maka kau tak akan mendapatkan apapun."
11 April 2010 jam 17:24

said : "Unlike LOVE, RESPECT can't be bought by MONEY!"
19 April 2010 jam 16:25

said : "Tak ada LELAKI yang terlalu MISTERIUS kecuali untuk DIRINYA sendiri."
21 April 2010 jam 15:40

said : "Seseorang mendapat pahala dari kebajikan yang DIUSAHAKANNYA dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang DIKERJAKANNYA"
24 April 2010 jam 10:49

SAID : "Monday morning, sun is shining.. I hope it's a good sign! Oh, shit! I hate this feeling, my heart is beating so hard!!"
26 April 2010 jam 7:51

Cornerstone (Arctic Monkeys) : It tells us 'bout the man who broke up with his lover and of course, he lost everything. As the time goes on, he can't forget her and he tries to find a girl who look like her (his ex) and when he find one, he always ask, "Can I call you her name?"
27 April 2010 jam 7:05

said : "boga elmu tong di pake nipu, boga harta tong di pake doraka, boga pangkat tong di pake maksiat!"
30 April 2010 jam 13:17

said : "I will celebrate it..hope it will go away forever. I will enjoy it...hope it will be taste better. Yupz, It's a brand new day, a brave new world! The OLD ME is dead and gone!!"
03 Mei 2010 jam 7:38

said : "I went to Bdg, alone. I walked in a mall, alone. I had a lunch, alone. Then finally, I watced a movie there, alone. Oh man, being alone isn't as bad as I thought. But, I still need a lover anyway..."
03 Mei 2010 jam 15:24

Leonardo said : "I believe that things are bad only when you live them badly"
09 Mei 2010 jam 9:54

said : "I'm so scared 'bout my future! So scared 'till I forget to prepare myself to face it! Damn!!!"
13 Mei 2010 jam 15:36

said : "Yes, rock is my favourite music, especially emo! but, hell yeah, i love ST 12! they're rock in "melayu way"!
25 Mei 2010 jam 13:46

said : "Most men can talk to talk, but REAL MEN can WALK the talk"
01 Juni 2010 jam 14:39

said : "Perdamaian bukan berarti tak ada perang. Tapi perdamaian adalah kemampuan untuk mampu mempunyai harapan."
01 Juni 2010 jam 16:35

said : "Piala Dunia 2010 semakin dekat. Akan tiba saatnya, orang2 yg tk mengerti sedkitpun tentang Sepak Bola, akan berlomba-lomba peduli dan menjadi "paham" akan Sepak Bola. What A life, what a shame!"
05 Juni 2010 jam 16:55

said : "Enemy Of My Enemy could be MY FRIENDS!"
10 Juni 2010 jam 17:13

said ; "you don't marry a girl when you love another girl"
12 Juni 2010 jam 16:52

said : "Let's enjoy The Graetest Show On Earth, World Cup 2010! But one thing for sure, WE ARE INDONESIAN! So, don't support other country please!"
13 Juni 2010 jam 12:07

"Bagi mereka yang PERCAYA, penjelasan tidak lah diperlukan tapi bagi mereka yang TIDAK PERCAYA maka penjelasan tak akan pernah cukup!"
21 Juni 2010 jam 9:45

said : "Congratulation for Spain and especially for all the Spanish all over the world. I believe someday, soon or later, my country..Indonesia will win that trophy too! WE DON'T GIVE UP HOPE!!"
12 Juli 2010 jam 16:06

status Rully Ginanjar Anggadinata : "...ada
jga yg sms tentang keutamaan nisfu sya'ban, amalan kita diangkat,
lembaran baru,dll.Padahal tidak ada satupun dalil yg dapat dijadikan
sandaran,hadits2 mengenai fadhilah malam tersebut dha'if shgg tdk dpt
dijadikan landasan,adapun hadits2 ttg keutamaan shalat pd hari itu
adalah maudhu' (palsu)." Maju terus pak Ustadz!
27 Juli 2010 jam 8:25

said : "Memakai Jilbab itu bukan suatu pilihan, tapi sebuah kewajiban bagi kaum hawa."
19 Agustus 2010 jam 15:31

said : "Innalillahi wa Inna Illaihi Roji'un. Kemarin, teman saya, sahabat saya, Arista Yudha ( Arista Yuda ) telah berpulang ke Rahmatullah. Semoga amal ibadah, Iman dan Islam-nya diterima di sisi Allah Swt. dan mendapatkan tempat yang paling indah di alam sana. I miss u, Lur! Dan semoga keluarga yang ditinggalkan bisa diberikan kekuatan. Maaf, saya belum bisa datang. Goodbye forever..."
30 Agustus 2010 jam 4:25

said : "Untuk mengawali dinas kita pada hari ini, marilah kita berdoa. Kita berdoa untuk kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita berdoa untuk IPDN agar tetap eksis sebagai lembaga pendidikan kedinasan. Kita berdoa untuk kesusesan kita semua. Berdoa mulai... "
19 Desember 2010 jam 7:50

said : "lapangkan dada, jernihkan pikiran, ikhlaskan hati, dan indahkan perilaku mu. Semua ada saatnya, semua indah pada waktunya."
25 Desember 2010 jam 12:18

said : "Inilah jeleknya Indonesia, masyarakat kita, media kita. Ketika menang maka pujian datang membawa mereka terbang tinggi ke langit. Dan ketika kalah, hinaan, cacian serta sumpah serampah menjatuhkan mereka ke dasar yang paling bawah."
27 Desember 2010 jam 18:22

aid : "Bila tidak bisa menerima kekalahan dan hanya menginginkan kemenangan. Janganlah anda menjadi seorang penyuka olahraga apalagi sepak bola. Bahkan anda tidak pantas untuk sekedar menjalani hidup ini. Masih ada kesempatan, masih ada harapan."
27 Desember 2010 jam 18:24

Kerjakan lah apa yg harus kita kerjakan sekarang, persiapkan segala sesuatunya utk yg akan datang, dan biarkan yang lalu utk menjadi pelajaran.
19 Januari jam 8:23 melalui Web Seluler

Its a complicated life in a messed up place! Lets enjoy it,and let it flow with a big fuckin' smile on my freakin' face. :-)
26 Januari jam 14:12 melalui Web Seluler

Stagnan, statis, pasif, kurang kreasi, dan inovasi. Mati gaya, mati oleh rutinitas.
27 Januari jam 13:51 melalui Web Seluler

said : "mengorbankan masa muda dengan segala kebebasan dan keindahan nya, menggadaikan itu semua dengan sebuah harapan masa depan."
28 Januari jam 16:02

Loyal : berpikir keras bagaimana caranya untuk mengerjakan suatu perintah, tanpa ada pembangkangan dan resistensi selama perintah itu tdk melanggar norma dan aturan yg ada.
08 Februari jam 8:29 melalui Web Seluler

Respect : menghormati atasan, bawahan dan rekan kerja secara wajar dan sesuai dgn tempatnya, bukan penjilat.
08 Februari jam 8:32 melalui Web Seluler

Disiplin : menerapkan dan melaksanakan sgla aturan yg berlaku secara sadar dan ikhlas tanpa ada paksaan, tanpa ada tekanan.
08 Februari jam 8:33 melalui Web Seluler

Bukankah kekuatan argumentasi lebih penting dpd kekuatan fisik?
09 Februari jam 13:47 melalui Web Seluler

Tidak ada yg salah dengan respect, loyal dan disiplin. Itu benar dan wajib kita miliki, tp semua itu hrs kita dasari dgn wawasan yg luas. Sehingga memunculkan perilaku yg cerdas, bukan justru tindakan membabi buta.
12 Februari jam 10:22 melalui Web Seluler

Karena bila respect, loyal dan disiplin muncul tanpa sebuah ilmu. Maka kepasifan dan sifat tdk kreatif akan datang mengikuti.
12 Februari jam 10:27 melalui Web Seluler

Membiasakan yang biasa dan membenarkan yang biasa tanpa melihat apakah itu benar atau salah sesuai norma yang ada adalah tindakan bodoh!
17 Februari jam 9:05 melalui Web Seluler

"Berhati-hatilah dgn pikiran anda karena pikiran anda akan menjadi perkataan anda. Berhati-hatilah dgn perkataan anda karena perkataan anda akan menjadi perbuatan anda. Berhati-hatilah dgn perbuatan anda karena perbuatan anda akan menjadi akhlak anda. Dan berhati-hatilah dgn akhlak anda karena akhlak anda akan menentukan nasib akhir anda." (Kasubbag Bimwas)
24 Februari jam 7:18

Tidak setiap hari kita beruntung dan kita tidak akan pernah tau kapan hari sial kita akan datang.
04 Maret jam 8:53 melalui Web Seluler

Seandainya setiap kesalahan yg telah terjadi serta nasihat bijak nan indah yg datang mengikuti, kita renungkan dan resapi dlm hati. Maka kehidupan yg jauh lbh baik bukan lagi sekedar mimpi.
04 Maret jam 8:59 melalui Web Seluler

Perubahan itu penting tapi berubah ke arah yg lebih baik jauh lebih penting.
04 Maret jam 9:02 melalui Web Seluler

mencari-cari alasan agar kita mempunyai pembenaran untuk tidak melakukan sesuatu hal yang positif adalah sesuatu hal negatif yang sangat dekat dengan kegagalan.
08 Maret jam 15:50

"Tak ada resep yang misterius untuk mencapai kesuksesan. Kesuksesan merupakan hasil dari persiapan yang matang, kerja keras dan belajar dari kesalahan masa lalu."
14 Maret jam 9:13

"Teguh terhadap Idealisme, luwes dalam implementasi." (Prof. DR. Sadu Wasistiono, M.S.)
21 Maret jam 15:15

"mengeluh secara psikologi akan memberikan beban terhadap kejiwaan kita."
21 Maret jam 15:16

kita, masyarakat Indonesia telah mempunyai pengetahuan dan mendapatkan tingkat pendidikan yang tinggi tapi kita masih enggan untuk meninggalkan segala kebodohan kita.
30 Maret jam 17:36

Kalau kita bisa hidup mewah, kenapa kita harus hidup melarat? Tapi, jangan karena mengejar kemewahan, kita malah hidup dalam kemelaratan.
03 April jam 8:46

Berhati-hati lah dalam bertindak. Karena apa yang kita lakukan, apa yang telah kita lakukan dan apa yang akan kita lakukan, akan kita pertanggungjawabkan secara HUKUM!
13 April jam 17:30

Anarki dalam masyarakat MENGAMUK dan anarki dalam pemerintahan KORUPSI!
17 April jam 16:12

Berani itu berarti memperhitungkan dan mempelajari segala resiko yang akan terjadi.
17 April jam 16:20

Sesuatu yang diforsir di saat akhir, tak akan pernah bisa berhasil dan justru akan bernilai nihil.
20 April jam 11:45

BEPE20 : Pemain sepak bola Indonesia favorit saya, penyerang murni yang jarang mensia-siakan peluang dan hebat dalam heading. Sosok yang pantas untuk dicontoh, diluar dan didalam lapangan. Seorang pemain yang bermain dengan skill dan intelegensi yang tinggi dan seorang manusia sederhana tapi kaya dengan pemikiran konstruktif.
21 April jam 16:50

Aturan itu dibuat bukan untuk dipertanyakan tapi untuk kita laksanakan. Boleh kita perdebatkan, hanya dan hanya jika aturan tersebut bertentangan dengan norma dan nilai-nilai agama yang dianut oleh orang kebanyakan.
03 Mei jam 19:42

bagaimana mungkin kita mengharapkan sesuatu yang maksimal dengan segala persiapan dan usaha kita yang minimal ?! berpikir secara wajar, berkaca pada segala apa yang telah dikerjakan.
13 Mei jam 15:26

( baca : Wisdom, Justice, and Love )

Kamis, 19 Mei 2011

Realistis, bukan Pesimistis

"Don't you think yourself great 'cause someday at the some point you will find that yourself is nohing but a s***. Don't you ever dream big 'cause in the end you will get a big fall, big regret, big ashamed, and big f***** s***!"


Kalimat yang terkesan pesimis mencoba anarki untuk menciptakan sebuah sensasi dan mungkin sedikit apresiasi. Tapi tidak sama sekali, kata-kata itu keluar jujur apa adanya, bukan untuk menjadi pesimis apalagi menghancurkan jiwa-jiwa para pemimpi. Itu adalah sebuah ungkapan hati untuk tetap berpijak di bumi dan berpikir realistis. Ya, realistis, bukan pesimistis!

Saya berkata demikian bukan karena sebuah fantasi atau berdasarkan cerita fiksi penuh friksi hasil dari sebuah narasi diri bercampur ilusi. Itu murni dari curahan hati penuh emosi, mencoba untuk menumpahkan semua ke dalam sebuah ilustrasi. Saya tegaskan di sini, saya memang orang yang selalu mencoba untuk menikmati hidup, melihat segala sesuatunya dari kacamata atau sudut pandang yang positif karena percaya bahwa hidup telah di atur sedemikian rupa sehingga kita bagaimana pun juga telah mempunyai jatahnya masing-masing dan pasti akan selalu mendapatkan segala yang terbaik, menurut Allah tentunya. (baca : Who Is Noorz ?) Tapi semua pengalaman hidup yang telah saya alami, setidaknya untuk 19 tahun ini, saya tau dan mengerti bahwa diri ini tidak akan bisa untuk selalu optimis karena definisi yang dapat saya pahami dengan segala pengalaman dan pengetahuan yang saya punyai, optimis adalah suatu sikap percaya diri bahwa kita akan selalu bisa mendapatkan, mewujudkan segala apa yang kita impikan dan cita-citakan. Definisi ini bermakna sangat luas dengan mimpi-mimpi yang sangat dan mungkin terlampau luas juga. Hal ini memungkinkan kita untuk menjadi seorang pemimpi liar tak mempunyai batas, seorang yang hanya bisa berangan-angan. Dan saya pernah seperti itu, menjadi orang yang terlampau optimis. Sehingga sangat yakin, cenderung menjadi sombong. Dan akhirnya yang saya dapat adalah sebuah tamparan keras di muka dan tak mendapatkan suatu apapun. Terkadang akan ada hari dimana seorang Adima akan mejadi seorang yang sangat beruntung, tapi di lain hari di lain kesempatan maka tiba-tiba saja saya menjadi seorang yang sial, seorang dengan apa yang disentuhnya tak pernah bisa jadi sebuah kehidupan. ( baca : 2 SISI KEHIDUPAN ) Hal ini semakin jelas dan semakin terasa nyata, ketika diri ini medapatkan sebuah sms dari seorang teman di Jatinangor sana, mengabarkan bahwa nilai semaster satu bidang pengajaran telah keluar, suatu bidang yang saya sangat yakin dan merasa bahwa di situ lah dunia saya. Tapi jauh api dari panggang, hasil yang saya dapatkan masih jauh, walaupun tidak terlalu mengecewakan. Tapi masih jauh dari rasa optimis yang saya yakini. Dan tiba-tiba saja hari itu menjadi hari yang sial bagi saya, serangkaian peristiwa tak mengenakan nan memalukan silih datang berganti. Peristiwa-peristiwa yang jauh dari rasa optimis yang saya yakini. Sehingga wajar jika kini saya semakin yakin dan mantap untuk menjadi seorang yang realistis.

"Hidup itu harus realistis tapi bukan berarti pesimis. Karena mengejar sesuatu hal yang pasti tak berarti kita tak boleh bermimpi."

Realistis bagi saya, mempunyai makna sebagai suatu rasa optimis yang didasari oleh sebuah pemikiran rasional penuh nalar dan perhitungan. Kita tetap bebas untuk bermimpi karena mimpi adalah awal dari segala-galanya, awal dari sebuah kehidupan yang kita jalani. Tanpa memiliki sebuah mimpi, kita sama saja dengan orang yang telah mati. Karena mimpi membuat kita bersemangat untuk menjalani hari karena dengan mimpi kita akan memiliki sebuah tujuan untuk kita capai dan kita raih. Tanpa adanya sebuah mimpi, kita hanya akan menjadi seorang yang datar tanpa cerita tiada gairah. Kita menjadi seorang yang hidup segan tapi mati pun tak mau. Jadi apapun itu dalam kondisi seperti apa pun, kita tetap harus bermimpi dalam artian sebuah harapan, cita-cita dan impian bukan sebuah lamunan di waktu kosong. Dan dengan pemikiran realistis, maka kita akan mampu untuk mengontrol setiap mimpi yang kita punya, kita akan mampu untuk mempertimbangkan dan memperhitungkan segala sesuatunya sehingga kita bisa bermimpi secara bertahap dan secara lebih terstruktur. Kita akan mampu mawas ke dalam dan mawas ke luar, kita akan mampu untuk melihat segala potensi diri yang ada, sehingga secara bijak kita akan mampu untuk memilih mimpi-mimpi mana saja yang bisa kita wujudkan dan mimpi-mimpi mana saja yang sekiranya tidak bisa kita capai. ( baca : Piala Dunia 2022 dan Mimpi Indonesia )

Terkadang sikap realistis yang kita atau yang saya tunjukan tak beda jauh dengan sebuah rasa pesimis. Ya, karena perbedaan antara realistis dan pesimis sangatlah tipis dan hanya dibedakan oleh satu sikap kecil saja. Orang yang realistis akan tetap bermimpi dan bersemangat untuk mewujudkannya karena telah berpikir bijak nan matang segala sesuatunya. Tapi bagi mereka yang pesimis, jangan kan untuk bertindak, untuk sekedar bermimpi pun mereka tak punya keberanian untuk memikirkannya. Mereka terlalu berpikir negatif tentang kehidupan yang telah, sedang dan akan mereka jalani.

Tapi, permasalahan lain yang muncul adalah saya masih belum bisa secara tepat dan mantap menemukan apa sebenarnya yang menjadi potensi dalam diri ini. Saya masih mencari dan mencoba segala sesuatunya. ( baca : Tanda Tanya ) Hal itu semakin diperburuk dengan kedaan mental saya yang memang labil cenderung lemah. Saya terlalu sering kalah secara mental dan psikologis ketika dihadapkan dalam suatu masalah hidup, sehingga menghambat diri ini untuk menggali dan menemukan potensi itu. Inilah hasil buruk dari sikap manja. ( baca : 19th )

Last but not least, itu lah segala isi otak yang saya miliki dengan segala pengalaman dan pengetahuan yang saya punyai, itulah pendapat dari jalan hidup yang saya yakini, setidaknya untuk sekarang dengan segala ilmu dan pengalaman yang saya jalani dan miliki hingga detik ini. Masih sangat mungkin untuk berubah dan itu wajar adanya. Karena hidup akan selalu berputar dan segala sesuatunya akan selalu berubah, bertambah atau bahkan berkurang. Anda boleh tidak setuju dengan segala apa yang saya telah kemukakan karena itu semua hanyalah sebuah opini persepsi diri. Ketidaksukaan adalah sesuatu yang wajar. Silahkan ungkapkan segala apa yang anda rasakan dalam sebentuk cacian, kritikan atau mungkin pujian. Karena kita adalah sekumpulan manusia yang berbeda, dengan isi otak yang berbeda pula. Perbedaan merupakan sesuatu yang wajar, asalkan bukan perbedaan mengenai sesuatu hal yang sangat PRINSIP dan perbedaan itu tidak menimbulkan atau menyebabkan suatu kerugian pada diri sendiri ataupun orang lain dan perbedaan itu tidak menyebabkan sesuatu hal yang mudharat, maka perbedaan dalam konteks itu adalah sesuatu yang teramat WAJAR.

"Semua bisa berubah sejalan dengan kejadian yang kita alami, entah musibah ataupun anugerah. Persepsi kita, cara pandang kita, opini kita, pengalaman kita, semuanya bisa berubah. Tapi, satu hal yang jangan berubah adalah : Aqidah kita, kepercayaan kita terhadap Allah, terhadap semua kekuasaan-Nya dan pilihan-Nya."

Minggu, 15 Mei 2011

Tanda Tanya




Aku ini, dengan segala otak dan nurani yang ku milki,
masih terlalu normal untuk menyadari bahwa diri ini tidak berbakat untuk bernyanyi.
tapi, tak ada hak satu orang pun untuk melarang ku mengikuti seleksi.
untuk sekedar mencoba dan menguji nyali.
mencoba keberuntungan dengan tidak berharap lebih.
dan memang, aku tak bisa berlari dari realiti.
diri ini tak terpilih dan hanya bisa meratapi takdir dengan lirih.

Dan hati pun tak bisa untuk mengingkari,
ada secercak rasa iri hinggap dalam hati.
Iri karena mereka yang terpilih akan bernyanyi dan tampil dalam suatu acara yang dihadiri oleh orang nomor satu di negeri ini.
Kesempatan langka dan kecil kemungkinan untuk bisa datang dua kali.

Suatu pengalaman hidup yang benar-benar akan berbekas, tak akan pernah lepas.
Terus akan terkenang hingga nyawa kita meregang.

Huft...sudahlah, hidup sudah memilih diri ini untuk tidak terpilih.
Toh, itu adalah realita nyata tanpa ada hal yang mengada-ngada.

Dan ketika hati sedang mencoba menghibur diri dengan terus meyakinkan diri bahwa ini bukan lah potensi yang aku miliki.
Sesaat kemudian, muncul sebuah tanya, pertanyaan yang menyebabkan suatu ketakutan besar.
mengganggu sistem kerja nalar.
suatu pertanyaan yang tak pernah aku harapkan untuk ku dengar

"Kalau ini pun bukan potensi ku, lalu sebenarnya potensi apa yang aku miliki ?!"
DAMN!!


Sabtu, 14 Mei 2011

19th part. II

"Special thanks to his damn friend in Wisma Nusantara 1 : Ridho Winar Lagan, Arief Setio Aji, Dewa Ngakan Nyoman, Stevie, Arnando Yugantara, Patris, Edgar, Sani, and Ardian Anggawa. Good fuckin' job guys. U guys really make him angry, so fuckin' angry!! hahahahaha"
(artikel : 19th)

Apa yang sebenarnya terjadi pada waktu itu? apa yang mereka lakukan kepada dia (Adima) sehingga dia bisa begitu sangat "marah"? Seperti yang telah ditulis pada tulisan/artikel sebelumnya, 19th, setiap tahunnya, ketika datangnya hari ulang tahunnya, tak pernah ada sesuatu hal yang spesial yang terjadi. Walaupun memang tidak bisa dia pungkiri, ada beberapa bagian dari ulang tahun yang ia lewati dengan sesuatu yang spesial, ucapan yang spesial, hadiah yang spesial dan perlakuan yang spesial. Tapi apa yang terjadi pada ulang tahun nya kali ini bukanlah spesial dalam artian sesuatu yang menyenangkan atau yang membahagiakan, spesial yang mereka lakukan kepadanya lebih kepada sesuatu hal yang sangat tidak dia harapkan dan bahkan oleh semua orang yang berulang tahun.

Kampus IPDN Kalimantan Barat adalah kampus baru dan baru menerima Praja pada tahun ini, sehingga disini Angkatan XXI IPDN menjadi junior sekaligus senior. Mereka menjadi sekelompok Wasana tanpa bintang dan senior tanpa junior. Hal itu sedikit banyaknya membuat mereka agak lebih bebas untuk mengekspresikan diri mereka masing-masing, dalam arti yang seluas-luasnya dan dalam segi positif maupun negatif sekalipun. Walaupun begitu, mereka tetaplah sekumpulan Muda Praja, tingkat pertama, yang tetap harus mendapat serangkaian tekanan, khususnya dalam bidang Pengasuhan. Apalagi pengasuh mereka disini seluruhnya merupakan Purna Praja (alumni APDN/STPDN/IPDN) yang sudah tau seluk beluk kehidupan Praja dan bagaimana cara untuk mendidik mereka.

Berbanding lurus dengan adanya sedikit kebebasan untuk lebih mengekspresikan diri mereka itu, timbulah suatu tradisi yang sangat menakutkan bagi mereka yang berulang tahun dan bahkan mungkin setiap orangnya berharap untuk tidak pernah berulang tahun di kampus ini. Tradisi itu adalah memasukan setiap Praja yang berulang tahun ke dalam sebuah kolam. Bila anda pikir ini suatu hal yang biasa, maka coba anda pikirkan kondisi kolam yang ada di sini. Kolam di sini bukanlah kolam yang sengaja dibuat untuk menghiasi sebuah taman, tapi kolam di sini adalah sebuah kolam yang berbentuk lubang nan dalam berisikan air hujan dan segala sampah yang secara sengaja ataupun tidak sengaja dibuang kedalamnya. Terkadang, bila hujan lama tidak turun, maka kolam itu akan berubah menjadi kolam hitam pekat dan bau nya cukup menusuk telinga. Entah siapa yang memulai, tapi suatu tradisi memang terkadang timbul tanpa sebuah perencanaan dan oleh sekelompok orang yang tidak pernah dapat diketahui identitasnya. Sebuah kegiatan tiba-tiba dan tiba-tiba pula disenangi oleh banyak orang.

Dan itu lah yang terjadi pada seorang Adima Insan Akbar Noors, dia akhirnya harus merasakan kolam itu, Kolam Pencucian Dosa sebutannya, karena biasanya bila ada Praja yang berbuat suatu deviasi (Pelanggaran) yang cukup membuat pengasuh marah, maka disitulah tempat dia untuk mencuci segala dosa yang telah ia perbuat. Hal itu menjadi sangat membuatnya "marah" karena mereka semua melakukannya ketika dia masih berpakaian PDH (Pakaian Dinas Harian).
Jadi, siang itu, pada hari Selasa, tanggal 10, bulan Mei, tahun 2011, beberapa saat setelah selesai dilakukannya apel siang. Segerombolan orang mulai datang menghampirinya, mereka dengan senyum penuh makna mengucapkan selamat yang sebenarnya orang-orang itu telah mengucapkan selamat pada pagi harinya. Dia memang telah curiga dan memang telah waspada dari semenjak malam harinya, karena dia tahu benar tradisi itu dan karena orang-orang itu telah berkali-kali mengatakan bahwa dia harus siap untuk basah dan menerima segala apa yang terjadi besok hari. Dan memang benar adanya, seketika saja segerombolan orang tersebut mencengkram dia dan seketika itu pula banyak orang yang berdatangan untuk menolong segerombolan orang tadi. Tak perlu waktu lama, orang-orang itu telah mampu untuk mengangkatnya dan bersama-sama membawanya menuju Kolam pencucian Dosa. Segala upaya dan daya yang dia lakukan menjadi terlihat percuma, teriakan dan gerakan tubuh pun terbuang sia-sia. Mereka dengan penuh rasa bahagia diiringi gelak tawa, tanpa ampun membawa dia menuju ke lokasi ritual. Beberapa saat kemudian, kolam itu mulai terlihat dekat, rontaan yang dia lakukan semakin kuat tapi semakin kuat pula mereka untuk sesegera mungkin menjatuhkannya ke kolam tersebut dan sesaat kemudian tubuhnya pun melayang dan jatuh tepat ke dalam kolam hitam nan pekat berbau itu. Dia pun berenang pasrah menuju daratan, orang-orang semakin keras dan lepas tertawa. Dia hanya bisa tersenyum pasrah meratapi kedaan. Penderitaan tak berhenti disitu, kembalinya dia ke wisma dia mendapati kedaan kamarnya yang hancur berantakan dan kasur yang menghilang entah kemana. Suatu hal yang cukup untuk membuatnya "marah" dan dongkol sedongkolnya manusia.

Tapi, jauh dari itu semua, jauh dari perasaan marah dan dongkol yang dia rasakan. Jauh dalam hatinya, dia merasa sesuatu rasa bahagia dan suatu ketenangan. Bahagia bahwa dia merasa dicintai dan disayangi oleh teman-teman dan lingkungannya sendiri dan tenang karena ternyata masih ada orang-orang yang peduli terhadapnya. Sekali lagi itu semua adalah sesuatu yang selalu membuatnya tertegun dan terhenyak,sesuatu hal yang tak akan pernah mampu dia balas. Satu hal yang pasti, dia akan selalu mendoakan semua orang dan setiap jiwa yang telah mau untuk peduli dan menyayanginya.

Rabu, 11 Mei 2011

Paket Cinta

Happy Birthday My Dima ^^
Panjang umur ya...
Makin dewasa, banyak rezekinya,
jadi anak yang berbakti sama ortu, tambah sholeh, tambah
ganteng ^-^, pokonya tambah-tambah
yang positifnya dan ngurangin yang negatifnya. Amin!
Segala yang terbaik harus dilakukan ya sayang.
Dan aku harap, aku tetep sama ayang di ultah" ayang yang berikutnya. Semoga
ayang makin sayang sama aku. Amin =)

Yeah 19 tahun! Selamat tambah tua :p

Love u so much

ttd

Intan Maharani

Nb : Ini mah bukan kado yang,
tapi hadiah. Kapan lagi bisa
ngasih sesuatu buat ayang, cuma
pas-pasan aja sama ultah ayang. he..

dipake ya! semoga suka ^-^

Sebuah kejutan yang benar-benar mengejutkan, tak pernah saya pikirkan dan tak pernah terpikir oleh saya bahwa Intan Maharani mau dan sudi untuk sekedar mengirimkan hadiah berupa kaos Ac Milan dan sebuah jam tangan Ripcurl warna hitam.

Dimulai dengan sebuah telepon yang tidak saya kenal pada hari Rabu, tanggal 10, bulan Mei, tahun 2011, sekitar pukul 14.30.
"Assalamualaikum", seketika saya ucapkan setelah saya angkat telepon itu.
"Waalaikum salam. Selamat siang, Pak. Saya dari TIKI, ingin menginformasikan bahwa ada kiriman untuk bapak. Ini betul dengan Adima Insan Akbar Noors di IPDN Kubu Raya, kan?", terdengar suara orang, yang dari suaranya saya dapat perkirakan bahwa dia adalah seorang pemuda yang berusia sekitar 20 tahunan. Beragam tanya langsung menyeruak dalam benak saya, siapa yang mengirimi saya paket?terlebih lagi mengirim via TIKI. Setau dan seingat saya, saya telah menginformasikan kepada keluarga dekat atau kerabat atau kepada mereka yang ingin mengirimi saya sebuah paket, jangan mereka kirim leawt TIKI atau JNE, tapi kirim lah lewat POS. Karena hanya POS saja yang bisa dan mau mengirimkan paket tersebut langsung menuju kampus ini. Alasan yang TIKI kemukakan adalah karena kampus IPDN ini berada diluar jangkauan mereka. Sesaat setelah perbincangan itu selesai, saya pun segera menghampiri ke seorang mandor di kampus ini, yang memang telah biasa untuk membantu kami, para praja mengambil paket di kantor TIKI, bang Yayan namanya. Karena kebetulan dia tinggal di daerah dekat dengan kantor TIKI tersebut. Singkat kata keesokan harinya atau pada hari ini, hari Kamis, tanggal 11, bulan Mei, tahun 2011. Paket itu sampai ke tangan saya dan ya, ternyata itu adalah paket dari Intan Maharani, kekasih saya. :)

Jauh dari pulau Jawa di sana menuju ke tempat saya di pulau Kalimantan ini. Bukan barangnya yang saya lihat, tapi pengorbanannya yang bermakna dan bernilai lebih. Hadiah sebagai sebuah bukti nyata bahwa dia memang benar-benar akan selalu sabar menanti ketika perjumpaan kita masih bisa dihitung oleh jari.





Saya anggap hadiah itu sebagai sebuah hadiah yang kebetulan diberikan tepat di hari ulang tahun saya, bukan untuk merayakan apalagi bersuka cita karena bertambahnya umur sekaligus berkurangnya umur saya. Hari ulang tahun hanya dijadikan sebuah momentum agar ada suatu "pembenaran" untuk memberikan hadiah. Kalaupun ada yang bisa dirayakan itu hanyalah kebahagian dia sebagai suatu bentuk ucapan syukur karena saya masih bisa diberi umur untuk menjalani hidup dan bisa bersama dia.

Lebih dari itu, lebih dari barang yang dia berikan, saya sangat terharu dan tersentuh oleh ketulusan hatinya. Tak banyak bicara, tak banyak berjanji, tapi banyak memberi bukti akan ketulusan dan kesabaran cintanya. Perjalanan kita masih panjang, terlampau panjang memang, masih banyak yang perlu kita kenali dan pahami satu sama lainnya, dan bahkan kita pun belum tau apakah kita memang berjodoh atau tidak. Tapi, biarlah itu semua berjalan dengan semestinya dan sesui dengan kehendak-Nya, kita hanya tinggal menjalani semuanya yang ada di hadapan kita sebaik mungkin dan terus berdoa berharap yang terbaik. Setelah itu mari sama-sama kita lihat apa yang akan terjadi di masa depan nantinya. ;)

Terima kasih banyak sayang, saya hanya bisa membalas dengan doa dan bukti bahwa saya pun akan setia menjaga cinta ini.

with love,

ttd

Adima Insan A. Noors
(noorzmilanello)

Selasa, 10 Mei 2011

19th


“Mas, ngaturakeun sugeng tanggap warso. Mugi2 diparingi yuswo ingkang barokah lan manfaat. Amin.. “ Hajid Arif Hidayat – Jatim

Happy Birthday – Selamat Ulang Tahun – Wilujeng Tepang Taun – Wilujeng Milad


Pada suatu masa, di suatu hari pada tanggal 10, bulan Mei, tahun 1992, konon katanya telah dilahirkan seorang anak lelaki dari pasangan H. Iman Nursyah dan Hj. Aminah. Anak itu terlahir dengan selamat tanpa ada kekurangan suatu apapun. Pasangan orang tua yang berbagia tersebut sepakat untuk memberi nama anak lelaki yang merupakan anak ketiga dan satu-satunya anak lelaki di keluarga tersebut, dengan nama Adima Insan Akbar Noors. Dia cukup dimanja untuk ukuran seorang anak lelaki. Dipahami memang, dia merupakan anak terakhir (bungsu) dan satu-satunya anak lelaki serta kondisi ekonomi keluarga itu pun tidak lah miskin walaupun tidak juga kaya. Hal lain yang mungkin juga bisa menjadi suatu pembenaran untuk hal itu adalah karena semenjak kecil hingga dia berusia sekitar 13 tahun, dia terlampau sering keluar masuk Rumah Sakit untuk mengobati penyakit yang dia derita. Dan seiring waktu berjalan, seiring dengan berbagai peristiwa hidup yang dia jalani, lambat laun mentalnya terbentuk juga. Berubah dari anak cengeng ingusan menjadi anak yang lebih kuat dan mampu lebih positif memandang hidup. Tapi sebagaimanapun dia berusaha berubah, dia tidak bisa mengelak hasil buruk didikan manja, dia menjadi seorang yang arogan, seorang yang egois yang susah untuk mengalah. Dia sadari realita tersebut dan mencoba untuk berbenah. Dan perkara dia berhasil atau tidak itu sepenuhnya dia serahkan kepada orang lain yang memang lebih pantas untuk menilai dia.

Kini dia menginjak suatu masa peralihan, menuju ke kedewasaan. Kini usianya tepat menginjak 19 tahun. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, tak ada yang spesial dan memang tidak harus ada sesuatu yang spesial di hari jadi seseorang, atau khalayak luas biasa menyebutnya sebagai hari ulang tahun. Hanya ada ucapan selamat dan doa, seperti biasanya, yang mungkin tulus dari orang-orang terdekat sampai yang terjauh sekalipun. Dia tidak pernah mempersoalkan itu, karena memang dia tidak dididik untuk bertindak spesial pada sebuah hari ulang tahun. Karena seharusnya hari ulang tahun, hari kita bertambah umur sekaligus hari semakin berkurangnya umur kita, bukan diisi oleh suatu suka cita. Tapi, seharusnya dan sebaiknya di isi oleh suatu renungan sebagai bentuk introspeksi diri dan moment untuk mematangkan mental dan mendewasakan diri. Melihat apa yang telah lalu sebagai suatu pelajaran kita melangkah ke depan dan sebagai suatu masukan berarti untuk menata masa depan. Tidak mengulangi kesalahan, melanjutkan segala yang baik dan meningkatkannya serta memantapkan mental dengan segala kejadian yang telah dilalui. Itulah hakikat dari ulang tahun. Satu-satunya suka cita yang boleh ada adalah suatu rasa syukur karena masih dipercaya untuk menjalani kehidupan ini. Itu yang coba dia pahami dan coba dia implementasikan.

Pernah suatu ketika dia berkata dengan arogan khasnya,

“cukuplah dengan ucapan selamat. Jangan ada tiup lilin dan segala macam yang menyertainya. Karena itu bukan kebiasaan agama saya dan secara logika pun tidak relevan.”
Sekali lagi cukup arogan memang (WHO IS NOORZ ?), tapi itu memang benar adanya. Kegiatan merayakan ulang tahun, tiup lilin, dsb., merupakan kebiasaan agama lain (non-Islam). Bagi kaum mereka, mengucapkan selamat ulang tahun dan merayakannya adalah sesuatu hal yang wajib. Jadi bila kita mengikuti hal-hal tersebut bukankah kita menyerupai kaum mereka? Secara logika pun tidak relevan, karena bila kita merayakannya secara suka cita dan berfoya-foya, secara tidak langsung kita telah menganggap bahwa diri kita ini berhasil tanpa ada yang harus dievaluasi dan secara tidak langsung juga kita telah merayakan semakin dekatnya kita dengan kematian. Sekali lagi, suka cita yang pantas hanyalah sebatas rasa syukur karena kita masih di beri kesempatan untuk hidup dan itu berarti masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri. Lalu, bila ini bukanlah suatu kebiasaan kita, kenapa dia berependapat mengucapkan selamat masih diperbolehkan? Itu karena dia berpendapat bahwa dengan ada orang yang mengucapkan selamat, itu berarti orang-orang mengingatkan kita untk sadar dan menyadari bahwa diri ini sudah bertambah tua. Dan karena dalam setiap ucapan selamat itu selalu terselip doa yang entah tulus atau tidak telah mereka ucapkan kepada kita, doa-doa positif yang sangat indah bila mampu untuk menjadi nyata. Bagaimana dengan hadiah?? Well, he isn’t sure 'bout that, but everytime he gets a present he always take it and keep it well. So, just make ur own conclusion.

Satu hal yang selalu membuat hatinya tersentuh adalah setiap tahunnya masih ada orang-orang yang peduli dan mau untuk mengucapkan selamat serta mendoakan dia untuk segala yang baik, padahal terkadang dia lupa dan melupakan mereka. Satu hal yang selalu membuat hatinya tertegun dan mulutnya terdiam. Suatu hal yang tak bisa dia balas, hanya mampu dia mendoakan kemabali semua orang itu.

Happy B*day, noorzmilanello!
Thank to God for all the people who care and love you and for the chance to live this life well. Don’t waste ur time, stand up and change to the better person!

Thnaks to : his family and his lover, Intan Maharani (he really loves you girl)

Special thanks to his damn friend in Wisma Nusantara 1 : Ridho Winar Lagan, Arief Setio Aji, Dewa Ngakan Nyoman, Stevie, Arnando Yugantara, Patris, Edgar, Sani, and Ardian Anggawa. Good fuckin' job guys. U guys really make him angry, so fuckin' angry!! hahahahaha......
but just wait for his damn revenge, he won't let you guys get away clean!

Minggu, 08 Mei 2011

A.C. Milan : Championi d'Italia 2010-2011



07-05-2011
22.01 (waktu setempat)
MILAN - MILAN WON THE 18TH SCUDETTO IN THE CLUB'S HISTORY. The Rossoneri, who have spent 25 weeks at the top of the standings, secured the title with two rounds left in the championship.


Terbangun oleh suara musik yang terdengar cukup keras dan menganggu telinga, musik yang kemudian saya ketahui adalah lagu dari Kerispatih berjudul Akhir Penantian yang diputar oleh teman saya, Ridho Winar Lagan, teman satu wisma saya yang baru selesai melakukan dinas jaga serambi (piket dinas, berjaga di luar wisma di depan serambi, yang dilakukan oleh setiap anggota wisma mulai pukul 22.00-04.00 dan bergantian setiap dua jam sekali) pada pukul 02.00-04.00. Kenapa dia memutar keras lagu pada pagi hari?atau lebih tepatnya di waktu yang terlalu pagi? sebenarnya itu merupakan sesuatu yang tidak disengaja karena dia lupa tidak men-setting volume pengeras suaranya terlebih dahulu dan ternyata setting-an pengeras suara itu berada di volume yang cukup tinggi.

Seketika saya bangun dan melihat jam di layar hape Nokia 2323 yang biasa saya letakan di sebelah tempat tidur saya,
"setengah lima?!!", seakan tak percaya saya arahkan cahaya lampu hape itu ke arah jam tangan guess yang terpasang di lengan kiri dan yupz, it was 4.30 o'clock in the fuckin' morning.
Damn, I missed Milan's game, I missed that important match. Pertandingan yang mungkin menjadi penentu apakah Milan akan mengunci juara Liga Italia lebih cepat atau justru harus menuggu hingga akhir musim. Saya menjadi sangat kesal, karena yang saya tau malam sebelumnya saya telah memasang alarm tepat pukul 01.45, tapi entah kenapa saya tidak terbangun, tidak seperti biasanya. Mungkin ini adalah pertandingan pertama Milan, yang sangat menentukan, yang setaraf dengan pertandingan final, yang disiarkan secara LIVE oleh televisi lokal yang saya lewatkan. Damn!!

Tapi, sudahlah, semua telah terjadi, mau apa lagi?? Dengan hati yang sejujurnya masih dongkol, saya pun membuka laptop, memasang modem dan mulai browsing mencari berita tentang hasil pertandingan As Roma Vs. Ac Milan, berharap lebih dan berharap Milan setidaknya bisa mendapat hasil imbang untuk bisa mengunci rapat Scudetto. Situs yang pertama kali saya buka adalah Situs resmi Ac Milan, alasannya sederhana, agar berita yang saya dengar benar-benar relevan dan bisa dipercaya sepenuhnya.
Koneksi intenet pada pagi hari memang cukup cepat sehingga tidak memerlukan waktu lama bagi saya untuk akhirnya bisa membuka situs Ac Milan tersebut and yes! latar depan situs Ac milan dengan gagah menampilkan lambang perisai bendera Italia sebagai tanda Milan telah mendapatkan Scudetto, dengan angka 18 di tengahnya, menandakan bahwa telah 18 kali Milan meraih Scudetto serta dikelilingi oleh tulisan Juara Italia dalam berbagai bahasa.



What a relieve, it is a very good news to all Milanisti all over the world! Menanti panjang selama tujuh tahun dan akhirnya gelar itu kembali juga, kembali ke tempat seharusnya dia berada. Hasil imbang memang sudah cukup bagi Milan dan ternyata hasil itu lah yang mereka dapat, skor kacamata, 0-0 hingga akhir peluit panjang ditiupkan.

Rasa kesal itu hilang walau masih terbesit sedkit rasa penyesalan, saya pun membuka situs Youtube, untuk mencari dan melihat video perayaan Milan. Dan tak perlu memakan waktu lama, video itu pun saya dapatkan. Perayaan yang terlihat begitu emosional, Stadion Olimpico Roma yang sedianya merupakan kandang dari As Roma mendadak menjadi selayaknya San Siro, merah-hitam khas Ac milan menghiasi sebagian besar isi stadion.


Milan memang terlampau pantas untuk mendapatkan gelar pada musim ini, seperti yang telah saya sebutkan di tulisan saya sebelumnya, A.C. MILAN 2011-2012, Milan musim ini memang menunjukan bahwa revolusi di tubuh Milan telah berjalan dengan baik. Dalam masa transisi itu, Milan telah menemukan dasar permainan mereka, permainan menyerang dari kaki ke kaki dan akhirnya Perisai itu kembali ke dada Milan, kembali menghiasi baju Milan.

Milan Champione!!!










Kamis, 05 Mei 2011

Pertanyaan di Acara Kunjungan Kerja Ibu Sekjen Kemendagri RI


Acara : Kunjungan Kerja Ibu Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Diah Anggraeni, S.H., M.M., ke IPDN Kampus Daerah Kalimantan Barat.
Hari, tanggal : Kamis, 5 Mei 2011
Waktu : 14.30-16.00 WIB.
Dihadiri juga oleh Rektor IPDN, Gubernur Kalbar, Wakil Gubernur Kalbar, Sekda Provinsi Kalbar, Kaban Diklat Provinsi Kalbar, pejabat -pejabat lainnya yang terkait sekaligus pejabat struktural dan fungsional IPDN kampus daerah Kalbar.

saya (Adima Insan Akbar Noors) :
"Bissmillah...Assalamu'alaikum Wr. Wb. Mohon izin kepada bapak dan ibu sekalian. Izin memperkenalkan diri, nama Adima, Npp 21.0431, pangkat Muda Praja, asal pendaftaran Provinsi Jawa Barat. Izin bertanya, tapi sebelumnya saya ingin menegaskan bahwa apa yang akan saya katakan bukanlah sebuah pertanyaan tapi lebih tepatnya merupakan sebuah pernyataan yang ingin mendapat sebuah tanggapan dari Ibu Sekjen.
Seperti yang kita ketahui, IPDN merupakan sebuah lembaga pendidikan kedinasan, yang pembiayaannya dibebankan atau ditanggung oleh APBN yang merupakan uang rakyat. Sehingga ada sebagian masyarakat yang berkata bahwa IPDN itu sebuah sekolah yang hanya menghambur-hamburkan uang rakyat. Atas dasar kenyataan itu, penilaian dan perhatian masyarakat kepada IPDN menjadi sangat lebih dan cenderung berlebihan. Banyak hal-hal kecil yang apabila terjadi di kampus-kampus pendidikan lain mungkin hanya akan menjadi suatu hal yang biasa tapi seketika menjadi suatu hal yang luar biasa apabila terjadi di IPDN ini. Media cenderung mem-blow up habis-habisan berita atau apapun kejadian yang terjadi di IPDN.
Saya akan memberikan contoh, mulai dari seleksi penerimaan Calon Praja (Capra) IPDN, banyak kabar-kabar yang beredar bahwa seleksi tersebut hanyalah sebuah formalitas belaka, bagi anda-anda sekalian yang bukan anak-anak pejabat dan bukan anak dari keluarga berduit, sebaiknya sadar diri dan sesegera mungkin angkat kaki. Karena toh pada akhirnya, jatah-jatah penerimaan Capra telah jauh-jauh hari diisi dan telah ditentukan.
Kemudian dalam hal kegiatan belajar mengajar tau siklus kehidupan praja, saya masih ingat ketika Prof. Sadu Wasistiono, wakil rektor IPDN, menanggapi sebuah insiden perkelahian yang terjadi di kampus pada waktu itu. Beliau dengan sangat bijak memberikan sebuah komentar, bukan untuk mengomentari substansi dari permasalahan itu tapi lebih ke mengkritik cara media dalam memberitakan kejadian itu, beliau berkata, "Perkelahian itu merupakan hal yang biasa terjadi dalam sebuah kelompok remaja lelaki. Tapi, hanya karena itu terjadi di lembaga pendidikan IPDN, maka hal itu menjadi suatu hal yang luar biasa."
Dan kasus yang palin baru adalah ketika beberapa hari menjelang dibukanya pendaftaran penerimaan calon praja IPDN tahun ajaran 2011-2012, ada beberapa foto bugil yang beredar luas di masyarakat melalui media internet, yang mengatakan bahwa pelaku dari foto bugil tersebut adalah purna praja atau alumni IPDN.
Dari peristiwa-peristiwa tersebut dan dari waktu terjadinya, terlihat jelas bahwa ada pihak-pihak tertentu yang tidak menyukai lembaga ini, merasa iri dan ingin membubarkan lembaga ini.
Atas fenomena-fenomena tersebut bagaimana tanggapan ibu sebagi seorang Sekjen yang dengan kata lain merupakan atasan langsung di lembaga ini?
Terima kasih banyak atas perhatiannya.
Wasssalamu'alaikum Wr. Wb."



Tanggapan :
Ibu Sekjen lebih menyukai untuk memberikan tanggapan tentang kabar atau gosip-gosip murahan yang mengatakan bahwa IPDN hanya berisikan anak-anak pejabat dan anak-anak dari orang tua yang berduit. Beliau dengan tegas menyatakan bahwa semua hal tadi tidaklah benar dan beliau berani menyatakan bahwa bila diadakan suatu pencatatan atau pendataan, maka anak-anak pejabat atau anak-anak dari kalangan berduit masih merupakan kaum minoritas di IPDN. beliau mencontohkan tentang anak ketiganya, yang merupakan Madya Wanita Praja di IPDN kampus Pusat Jatinangor. Beliau berkata bahwa anaknya masuk ke IPDN dengan murni, karena sewaktu lulus dari SMA pun mendapatkan nilai rat-rata 8,3. Anak beliau masuk tanpa embel-embel anak seorang Sekjen. Itu dibuktikan dengan ketika dia masuk dan menjadi muda praja, tak ada perlakukan khusus dari pihak lembaga dan senior sekalipun. Sedangkan untuk permasalahan terkait kemungkinan adanya pihak-pihak luar yang ingin membubarkan IPDN, beliua hanya berkata bahwa itu semua merupakan sebuah tantangan dan untuk melakukan suatu perlawanan, kita harus bertindak secara nyata dan membuktikan bahwa IPDN merupakan pencetak kader-kader pamong praja yang handal dan tidak sekedar membuang-buang uang rakyat.
Oh iya, dalam kesempatan itu juga ibu Sekjen salah dalam menyebutkan nama saya, beliau memanggil saya "Adiman". Hmmm....perasaan saya, saya merasa sudah cukup jelas dalam menyebutkan nama saya ketika perkenalan di awal pembicaraan atau pernyataan saya. But, that's okay mam. :)

Emosi yang WAJAR

RABU, 4 MEI 2011
Besok, tanggal 5, bulan Mei, tahun 2011, kampus baru kami, kampus IPDN Regional Kab. Kubu Raya, yang masih menempati kampus sementara dengan segala keterbatasan dan sedikit kelebihannya, mendapat sebuah kehormatan dalam sebentuk sebuah kunjungan dari ibu Sekjen Kementerian Dalam Negeri yang datang untuk melihat secara langsung kondisi nyata kampus baru ini.

Seperti biasa dan akan terus terbiasa dan mungkin akan menjadi sebuah budaya, segala persiapan dadakan pun dilakukan secara marathon dan bahkan cenderung berlari sprint. Pembenahan di sana-sini dilakukan secepat mungkin dengan harapan hasil yang didapat akan semaksimal mungkin. Inilah memang potret kehidupan nyata kita, kita mampu untuk bekerja keras dan memaksakan segala potensi diri ke batas yang paling maksimal di saat yang paling akhir dan dalam suatu moment tertentu saja. Sehingga akhirnya kita menjadi sekelompok orang yang terlampau santai dan tiba-tiba menjadi terlampau sibuk seketika ketika ada sebuah acara atau yang semacamnya. Suatu hal yang tidak jelek, tapi tidak bagus. Budaya seperti itu, seakan menegaskan kita sebagai orang-orang yang cinta terhadap sesuatu hal yang instant, melakukan sesuatu karena pamrih, memungkinkan banyaknya kesalahan dan hal-hal penting yang terlupakan serta kita menafikan indahnya suatu proses. Karena tanpa kita sadari hidup ini bukan tentang sebuah hasil, tapi tentang sebuah proses. Karena di dalam proses tersebut terdapat banyak pelajaran dan pengalaman yang bisa kita ambil. ( Proses atau Hasil ? )

Dalam hal kecil, dalam hal kebersihan. Bukankah jauh lebih baik kita bekerja setiap harinya, setiap waktunya menjaga agar lingkungan tetap bersih. sehingga kapan pun kita akan hidup nyaman, menghemat waktu dan tenaga serta kalaupun ada suatu acara ataupun kunjungan, kita telah siap dan hanya tinggal melakukan pembenahan kecil-kecilan dalam waktu yang relatif singkat.

Singkat cerita, untuk menyiapkan itu semua sore harinya, selepas selesai Pelatihan kami semua wajib untuk melakukan kurvei (pembersihan) di wisma (tempat tinggal praja, dulu disebut barak) dan sekitar lingkungan wisma. Kebetulan pada hari itu, kelas saya, kelas A3, jadwal pelatihannya adalah pada pukul 16.00-17.00, sehingga kami menjadi kelas terakhir yang kembali ke wisma. Keadaan diri, sudah cukup letih dan mata terasa berat, tapi tentu saja saya harus menyesuaikan dengan teman-teman yang lain yang telah lebih dulu melakukan kurvei. Saya menempati Wisma Nusantara 1 bersama sembilan orang lainnya. Wisma di Kampus Kubu Raya terdapat lima kamar, stiap kamarnya diisi oleh dua orang praja. Dari sepuluh orang di wira (Wisma Nusantara) 1, jujur, hanya beberapa orang saja yang memiliki kesadaran lebih untuk bekerja, apapun itu. Yang lainnya terkadang malas dan bekerja bila sudah di paksa-paksa.

Kurvei kami lakukan hingga waktu makan malam, kemudian sepulang makan malam di Menza (Ruang Makan), dilakukan latihan untuk penyambutan ibu Sekjen esok harinya. Berlatih hingga sekitar pukul 20.30, kami semua kembali ke wisma dan tepat pada pukul 21.00 kami harus sudah berkumpul di depan Posko Pusat Pelayanan Nusantara (Pos piket pengasuh dan Praja) untuk melakukan apel malam. Akhirnya, seiring berakhirnya apel malam, selesai sudah kegiatan wajib kami sebagai seorang praja pada hari itu. Istirahat nyaman sudah terbayang indah dalam pikiran. Tapi, ternyata air kran tak kunjung mengalir padahal bak mandi kami kosong karena sore tadi kami telah menguras bak tersebut. Inilah permasalahan utama di kampus Kubu Raya, dan Kalbar khususnya, sulitnya air bersih untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Perintah pun datang, agar setiap anggota wisma mengambil air ke salah satu rumah pegawai yang air krannya mengalir lancar.

Disinilah emosi saya mulai memuncak dan pecah seiring rasa lelah yang sangat teramat. Lagi-lagi hanya beberapa orang saja yang sadar dan tersadar. Masih saja ada diantara kami yang tak tau malu dan tak terketuk hati nuraninya untuk ikut membantu mengambil air, bergotong royong mengisi bak mandi. Karena toh ini untuk kepentingan kita bersama.

Ada apa? apa yang salah? teman-teman yang lain terlihat tidak begitu peduli, tapi saya pribadi sangat risih dan muak. tapi sebiasa mungkin saya menahan diri karena apapun itu, kami tetap saudara satu keluarga. Saya mencoba untuk mawas diri dan berintrospeksi pada diri sendiri, bukan untuk menyalahkan diri ini tapi lebih ke mengambil tanggung jawab dan tak ingin dengan mudahnya melempar tanggung jawab dan menuduh mereka yang salah dan saya yang benar. Tidak, bukan itu yang saya inginkan, saya mencoba untuk melihat kedalam, mencoba mencari apa ada yang salah dengan saya hingga akhirnya mereka enggan untuk ikut membantu walaupun saya sudah berbusa mengajak mereka. Apa mungkin saya salah dalam cara mengajak mereka?? atau kenapa??
Itu semua coba saya pecahkan dan harus saya perbaiki, dan sembari menjalani proses perbaikan itu. Saya harap teman-teman saya dan semua orang di seluruh dunia bisa dengan konsekuen dan memiliki tanggung jawab yang besar dalam menjalankan status serta peran mereka. Jangan karena terpaksa, tapi dengan kesadaran hati dan naluri.

Karena itulah hidup, kita harus menyesuaikan diri bukan justru memaksa kehidupan ini untuk beradaptasi dengan ego kita. Jangan menjadi seorang yang hidup segan mati pun tak mau.

Selasa, 03 Mei 2011

A.C. MILAN 2011-2012



Musim kompetisi 2010-2011 belum lah usai, masih ada beberapa partai untuk dilewati hingga akhirnya bisa kita temukan siapa penguasa di setiap liga di setiap negaranya. Yes, I'm talkin' 'bout football, the most favourite sport in this world. Sepak bola telah menjelma lebih dari sekedar olahraga dan hiburan, It is Our Life, our life in the small version.

Sejauh yang saya liat dan tahu, sampai dengan hari ini, belum ada satu tim pun dari kompetisi liga yang sudah bisa memastikan gelar juaranya (setidaknya untuk liga-liga besar nan populer yang ada di negara eropa). Itu juga yang terjadi pada liga Italia Serie-A, A.c. Milan, tim favorit saya, yang kini sudah unggul 8 poin dengan Inter Milan di posisi kedua, masih belum bisa berpesta merayakan gelar juara Scudetto. Karena secara matematis mereka masih bisa dikejar oleh Inter, karena liga masih menyisakan empat pertandingan lagi. Akan tetapi karena Serie -A menganut aturan head-to-head dalam menentukan gelar juara atau posisi akhir dalam klasemen nantinya bila ada dua tim atau lebih yang sama nilainya, maka dalam partai minggu nanti melawan A.s. Roma, Milan hanya membutuhkan satu poin saja atau hasil imbang untuk mengunci rapat Scudetto dan berkata bangga bahwa "KAMI LAH SANG JUARA!!".

Milan musim ini memang cukup bermain baik, walau lagi-lagi harus tersingkir cepat dari kompetisi eropa, Liga Champion. Tapi, setidaknya untuk masa transisi dengan banyaknya pemain baru dan pelatih baru. Milan sudah menunjukan sebuah karakter yang baru dan menemukan jati dirinya untuk bermain sepak bola dengan indah, menyerang dan menang secara kompetitif. Milan mempunyai daya gedor yang sangat tajam dan juga pertahanan yang sangat baik. Jadi, sangat pantas bila Milan musim ini bisa memenangkan sebuah gelar juara.

Tapi, dibalik itu semua, secara cukup mengejutkan Milan telah merilis baju baru mereka untuk musim kompetisi 2011-2012, pada hari Senin, tanggal 2, bulan Mei, tahun 2011. Mereka seolah ingin memanfaatkan euforia yang ada. Baju Milan yang baru tersebut, sangat kental bernuansa klasik, seolah ingin mengulang masa kejayaan mereka di masa lalu. Milan yang kini dibawah asuhan Max Allegri, memang memainkan sepak bola gaya Milan di era keemasaannya dulu. Dan dengan desain baju yang klasik seperti itu, Milan seakan-akan mempertegas itu semua. Lambat laun, revolusi itu memang mulai berjalan, Milan mulai mengais kepingan-kepingan kekuatan mereka yang dulu pernah ada tapi untuk beberapa waktu sempat hancur berserakan. Strip vertikal warna hitam yang menjadi ciri khas Milan, untuk musim kompetisi tahun depan menjadi lebih kecil dan lebih banyak, persis di masa era kejayaannya di masa lalu.




Akhirnya, sebagai seorang Milanisti, sebagai seorang yang berdarah merah dan berhati Milan, semoga tahun ini, akhir kompetisi 2010-2011 ini bisa berakhir indah untuk Milan. Berakhir indah dengan mendapatkan Scudetto dan mungkin bisa disandingkan dengan Piala Coppa Italia. Sehingga Milan bisa memperindah lagi baju mereka untuk musim depan dengan perisai bendera Italia di dada baju setiap pemainnya.
Semoga Milan tetap melanjutkan revolusinya, secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap pemain tua dan mempercayakan dan menginvestasikan lebih kepada para pemain muda berkualitas serta aktif dalam bursa transfer musim depan sehingga tim ini lebih kompetitif dan bisa berjaya kembali seperti seharusnya.
Semoga Milan tidak hanya hidup di bayang-bayang indah masa lalu dan terbuai terlupa bernostalgia. Tapi, justru menerapkan kejayaan di masa lalu itu sebagai suatu semangat untuk menjadi yang lebih baik dan lebih besar lagi.
Semoga...