Kamis, 26 Mei 2011

Proses yang benar atau Hasil yang baik ?

A+ akan tetap lebih baik daripada A, A akan tetap lebih baik daripada B+, B+ akan tetap lebih baik daripada B, dan begitu seterusnya.


Kita tak bisa melawan mencoba mencari-cari alasan sebagai suatu usaha pembenaran, ungkapan sebentuk perlawanan. Itulah nilai dari suatu hasil mengeyampingkan suatu proses. ( baca : PROSES atau HASIL ? ) Karena sungguh sebuah hasil lebih mudah untuk diukur atau dinilai daripada sebuah proses. Hasil adalah segala-galanya dan sebuah nilai adalah ukuran nyata untuk menilai hasil tersebut. Tidak pernah dan tidak akan pernah melihat apa yang telah terjadi dalam proses pembuatan hasil tersebut. Padahal secara jelas, proses sangat menentukan kualitas dari hasil yang akan didapatkan. Lebih dari sekedar hasil yang tepat dan benar sesuai dengan apa yang ditanyakan atau yang diharapkan tapi dengan sebuah proses yang benar dan dengan proses yang dilakukan dengan segala hal yang positif maka hasil itu akan lebih bermanfaat, lebih bisa dipertanggungjawabkan dan lebih bisa untuk membentuk sikap, moral dan akhlaq dari pelakunya. ( baca : Manipulasi dan Kepantasan )

Tapi inilah dunia akademis, dunia pendidikan kita dan mungkin dalam segala segi kehidupan masyarakat kita dewasa ini. Hasil adalah yang terpenting dan proses tak lebih dari sekedar tahapan yang harus dilalui. Dan nilai adalah ukuran untuk itu semua. Orang hanya akan melihat apakah proses yang dilakukan itu berhasil atau gagal dari hasil yang mampu dicapai, dari hasil yang mampu untuk diwujudkan. Apapun yang terjadi dalam prosesnya bila hasilnya sesuai, tepat dan benar menurut standar serta nilai yang telah ditetapkan maka hal itu akan dianggap sebagai suatu keberhasilan.

Jadi apa yang harus saya lakukan ? dengan semua fakta dan peristiwa yang telah saya ketahui dan saya alami ?
Karena sungguh, suatu proses yang baik tak akan serta merta menghasilkan suatu hasil yang baik dan bahkan suatu proses yang buruk tidak selamanya menghasilkan suatu hasil yang buruk.

Apakah mungkin kita mengharapkan sesuatu hal yang maksimal di saat segala usaha dan persiapan kita sangat minimal?
dan apakah wajar dan patut bagi kita untuk merasa bangga dengan segala hasil baik yang kita dapatkan walaupun itu semua kita lewati dan dapati melalui sebuah proses yang buruk dan tidak mengindahkan aturan?

0 komentar:

Posting Komentar