Minggu, 08 Mei 2011

A.C. Milan : Championi d'Italia 2010-2011



07-05-2011
22.01 (waktu setempat)
MILAN - MILAN WON THE 18TH SCUDETTO IN THE CLUB'S HISTORY. The Rossoneri, who have spent 25 weeks at the top of the standings, secured the title with two rounds left in the championship.


Terbangun oleh suara musik yang terdengar cukup keras dan menganggu telinga, musik yang kemudian saya ketahui adalah lagu dari Kerispatih berjudul Akhir Penantian yang diputar oleh teman saya, Ridho Winar Lagan, teman satu wisma saya yang baru selesai melakukan dinas jaga serambi (piket dinas, berjaga di luar wisma di depan serambi, yang dilakukan oleh setiap anggota wisma mulai pukul 22.00-04.00 dan bergantian setiap dua jam sekali) pada pukul 02.00-04.00. Kenapa dia memutar keras lagu pada pagi hari?atau lebih tepatnya di waktu yang terlalu pagi? sebenarnya itu merupakan sesuatu yang tidak disengaja karena dia lupa tidak men-setting volume pengeras suaranya terlebih dahulu dan ternyata setting-an pengeras suara itu berada di volume yang cukup tinggi.

Seketika saya bangun dan melihat jam di layar hape Nokia 2323 yang biasa saya letakan di sebelah tempat tidur saya,
"setengah lima?!!", seakan tak percaya saya arahkan cahaya lampu hape itu ke arah jam tangan guess yang terpasang di lengan kiri dan yupz, it was 4.30 o'clock in the fuckin' morning.
Damn, I missed Milan's game, I missed that important match. Pertandingan yang mungkin menjadi penentu apakah Milan akan mengunci juara Liga Italia lebih cepat atau justru harus menuggu hingga akhir musim. Saya menjadi sangat kesal, karena yang saya tau malam sebelumnya saya telah memasang alarm tepat pukul 01.45, tapi entah kenapa saya tidak terbangun, tidak seperti biasanya. Mungkin ini adalah pertandingan pertama Milan, yang sangat menentukan, yang setaraf dengan pertandingan final, yang disiarkan secara LIVE oleh televisi lokal yang saya lewatkan. Damn!!

Tapi, sudahlah, semua telah terjadi, mau apa lagi?? Dengan hati yang sejujurnya masih dongkol, saya pun membuka laptop, memasang modem dan mulai browsing mencari berita tentang hasil pertandingan As Roma Vs. Ac Milan, berharap lebih dan berharap Milan setidaknya bisa mendapat hasil imbang untuk bisa mengunci rapat Scudetto. Situs yang pertama kali saya buka adalah Situs resmi Ac Milan, alasannya sederhana, agar berita yang saya dengar benar-benar relevan dan bisa dipercaya sepenuhnya.
Koneksi intenet pada pagi hari memang cukup cepat sehingga tidak memerlukan waktu lama bagi saya untuk akhirnya bisa membuka situs Ac Milan tersebut and yes! latar depan situs Ac milan dengan gagah menampilkan lambang perisai bendera Italia sebagai tanda Milan telah mendapatkan Scudetto, dengan angka 18 di tengahnya, menandakan bahwa telah 18 kali Milan meraih Scudetto serta dikelilingi oleh tulisan Juara Italia dalam berbagai bahasa.



What a relieve, it is a very good news to all Milanisti all over the world! Menanti panjang selama tujuh tahun dan akhirnya gelar itu kembali juga, kembali ke tempat seharusnya dia berada. Hasil imbang memang sudah cukup bagi Milan dan ternyata hasil itu lah yang mereka dapat, skor kacamata, 0-0 hingga akhir peluit panjang ditiupkan.

Rasa kesal itu hilang walau masih terbesit sedkit rasa penyesalan, saya pun membuka situs Youtube, untuk mencari dan melihat video perayaan Milan. Dan tak perlu memakan waktu lama, video itu pun saya dapatkan. Perayaan yang terlihat begitu emosional, Stadion Olimpico Roma yang sedianya merupakan kandang dari As Roma mendadak menjadi selayaknya San Siro, merah-hitam khas Ac milan menghiasi sebagian besar isi stadion.


Milan memang terlampau pantas untuk mendapatkan gelar pada musim ini, seperti yang telah saya sebutkan di tulisan saya sebelumnya, A.C. MILAN 2011-2012, Milan musim ini memang menunjukan bahwa revolusi di tubuh Milan telah berjalan dengan baik. Dalam masa transisi itu, Milan telah menemukan dasar permainan mereka, permainan menyerang dari kaki ke kaki dan akhirnya Perisai itu kembali ke dada Milan, kembali menghiasi baju Milan.

Milan Champione!!!










0 komentar:

Posting Komentar