Kamis, 16 September 2010

Wisdom, Justice And Love

"Kebenaran akan terasa layaknya sebuah kebohongan bagi para pendosa."

"Kita harus memahami dan menerima sebuah masa lalu sebelum kita melangkah pergi meninggalkannya."

"Hidup itu harus realistis tapi bukan berarti pesimis. Karena mengejar sesuatu hal yang pasti tak berarti kita tak boleh bermimpi."

"CANTIK itu RELATIF, tapi terkadang lelaki RELATIF sama berpendapat tentang wanita CANTIK dan JELEK itu MUTLAK, karena lelaki MUTLAK sama berpendapat tentang wanita JELEK."

"Tempat kuliah itu dipilih bukan karena gaya, tapi harus karena kita minat dan punya bakat. Agar nantinya kita kuliah dengan hati penuh dedikasi, bukan dengan gengsi."

"Do your best, Allah takes the rest and in the end let your parent decide whether they will pay the bill or not!"

"Jangan karena banyaknya simpati dan empati, sebuah kemaksiatan menjadi terasa benar dan wajar!"

"Logikanya, kalau anda mengikuti sebuah tes ke sebuah PTN/PTS, apapun jenis dan nama tes nya, maka anda memang ingin masuk ke PTN/PTS itu. Lalu kenapa setelah anda berhasil masuk, anda justru meninggalkannya?justru mengejar yang belum pasti?"

"When you didn't get what u want or what you need. Just sit tight, relax and smile. 'cause Allah is thinking of something better to give you. Believe in Allah and I'm damn sure, Believers Never Die!"

"Suatu kekeliruan bila mempunyai anggapan harus memiliki kekuasaan untuk menegakan kebenaran. Tapi juga suatu kesalahan bila menegakan kebenaran tanpa adanya suatu kekuasaan."

"Jika kau tidak mempunyai atau memiliki sesuatu yang kau sukai maka semua akan menjadi istimewa dan kau akan lelah dibuatnya."

"Kita tidak boleh menganggap remeh hal kecil tapi kita juga janganlah membesar-besarkan hal yang sebenarnya kecil."

"Bila anda seorang PENDUSTA, maka janganlah anda menjadi seorang PELUPA."

"Jika dunia tidak beradaptasi denganmu, maka kau yang harus beradaptasi dengan dunia.

"Semua bisa berubah sejalan dengan kejadian yang kita alami, entah musibah ataupun anugerah. Persepsi kita, cara pandang kita, opini kita, pengalaman kita, semuanya bisa berubah. Tapi, satu hal yang jangan berubah adalah : Aqidah kita, kepercayaan kita terhadap Allah, terhadap semua kekuasaan-Nya dan pilihan-Nya."

"Memikirkan sebuah masalah tak akan pernah bisa menyelesaikan masalahnya, tapi pikirkan lah solusinya. Dan semua akan terasa mudah bila kita percaya kepada Allah dan tetap tersenyum menjalaninya."

"Beriktiar dan berdo'a, lalu biarkan Allah yang mengurus dan menyiapkan HASIL nya. Apapun itu, itulah yang terbaik menurut Allah. Menyesal?iya, bila kita tidak maksimal dalam prosesnya. Sudah maksimal tapi tidak sesuai harapan?just sit tight and relax coz Allah is thinkin' something better to give you. Just enjoy it and keep positiv thinking. Allahu Akbar!!"

Jumat, 03 September 2010

A.C. MILAN 2010/11


A.C. MILAN 2010-2011

It is the new season with new coach and new hope. Some players go, some players come. But, Milan is milan, the greatest club ever, the champ of champs! Evolution is begin and It is our time to shine! FORZA MILAN!

Data Klub
Nama Lengkap : Associazione Calcio Milan.
Julukan : I Rossoneri, II Diavolo Rosso.
Berdiri : 16 Desember 1899.
Stadion : San Siro (Giuseppe Meazza), 80.074.
Ukuran Lapangan : 105x68 meter.
Situs resmi : www.acmilan.com.
Pemilik : Silvio Berlusconi.
CEO : Adriano Galliani.
Manajer Olahraga : Ariedo Braida.
Pelatih : Massimiliano Allegri.
Asisten Pelatih : Mauro Tassotti.





SQUAD
Goalkeeper :
1-Marco Amelia, 30-Flavio Roma, 32-Christian Abbiati.

Defenders :
5-Oguchialu Chijioke "Oguchi" Onyewu, 13-Alessandro Nesta, 15-Sokratis Papastathopoulos, 17-Massimo Oddo, 18-Marek Jankulovski, 19-Gianluca Zambrotta, 22-Bruno Montelongo Gesta, 25-Daniele Bonera, 33-Thiago Emiliano da Silva (Thiago Silva), 76-Mario Alberto Yepes Díaz, 77-Luca Anto
nini.

Midfielders :
8-Gennaro Ivan Gattuso, 10-Clarence Clyde Seedorf, 14-Rodney Strasser, 16-Mathieu Flamini, 20-Ignazio Abate, 21-Andrea Pirlo, 23-Massimo Ambrosini, 27-Kevin Prince Boateng.

Forwards :
7-Alexandre Rodrigues da Silva (Alexandre Pato), 9-Filippo Inzaghi, 11-Zlatan Ibrahimovic, 70-Róbson de Souza (Robinho), 80-Ronaldo de Assis Moreira (Ronaldinho), 90-Nnamdi Oduamadi.

Jumat, 23 Juli 2010

1931-2010. Dan di Saat Terakhir ...



Semua yang telah terjadi,
tak sepantasnya kita sesali.
Apalagi menentang, melawan takdir yang terjadi.
Karena sungguh, itulah yang terbaik dari Illahi.

Selama hampir setahun kau berjuang,
melawan kerasnya penyakit jantung yang kau dera.
Dan umur pun menjadi penyakit kedua untuk mu.
Tapi, tekad mu kuat untuk bertahan hidup.

Segala daya upaya kau lakukan,
dibantu oleh isteri, anak, cucu dan saudara.
Mereka semua ikut membantu,
walau hati tetap pesimis.
"Umur menjadi kendala", ucap mereka lirih.

Di usia senja, kematian memang semakin terlihat jelas.
Entah dengan datangnya sebuah penyakit,
atau bahkan menusuk tiba-tiba ke dalam diri.

Tapi, kita adalah manusia,
yang hanya wajib berusaha.
Bila memang mampu secara materi, kenapa tidak mencoba segala macam obat?
Karena dengan ikhlasnya kita yang membantu,
merupakan pahala yang kela karenaya kita akan dibantu.

Tapi terlepas itu semua.
Terlepas dari semua rasa pesimis yang ada.
Kau, kami tetap berjuang semangat.
Padahal tidak ada lagi cita-cita dunia yang kau kejar.
Semua telah kau dapatkan.
Bila materi bukan menjadi ukuran.

Hingga akhirnya, kau terbaring di Rumah Sakit.
Masih terus mencoba melawan sakit.
Dan aku menemani, bermaksud untuk menjadi cucu yang baik.
Tapi ternyata di saat terakhir, di malam sebelum kau tiada.
Aku tak bisa menjadi baik,
bukan karena aku tak bisa menemani.
Tapi karena sifat ku yang tak baik,
di balut ego kesenangan pribadi.

Huft...
Padahal kau beberapa kali menunjukan sayang mu padaku.
Tapi aku tak pernah bisa menunjukan itu pada mu.
Dan bahkan di saat terakhir sekalipun.

Ku memang bisa bersamamu, melihat dan memegang wajah mu,
tapi ego ku terlalu besar untuk menjadi seseorang yang baik...

Maafkan aku ya Allah..
Maafkan aku, Aki...
I really love you, I just can't say it or show it tou you. It all just because of my fuckin' ego!

Innalillahi wa inna Illaahi roji'un...



Taman Antre

*Artikel ini merupakan salah satu artikel yang telah diterbitkan di harian Republika hari Ahad tanggal, 6 Sya'ban 1431 H/Nomor 186/Tahun ke-18 yang bertepatan dengan tanggal 18 Juli 2010. Artikel ini ditulis oleh Arya Hilman, di kolom Solilokui, halaman A7.

Mereka gampang tersihir oleh kemenangan undian yang tak mempersyaratkan kerja keras, padahal hadiah terbesar semestinya adalah jerih terpayah kita.

Namanya saja Taman Pintar. Banyak benar alat peraga yang bisa bikin pintar anak-anak kita. Mau tahu soal dinosaurus? Ada. Memecahkan teka-teki listrik? Juga ada. Belajar soal tsunami? Bisa. Meneropong jeroan mobil? Juga bisa.

Kebetulan lagi musim liburan sekolah, waktu saya datang di tempat itu. Apalagi lokasinya Yogyakarta, alias Jogja, kota tujuan wisata. Tak heranlah, ratusan anak menyemut. Mau parkir sulit. Bergerak pun susah.

Saya membayangkan orang-orang tua ingin anak-anak mereka pintar. Maka, mereka ajaklah buah hati mereka ke tempat itu, sebagaimana mereka membawa para bocah itu ke candi-candi, museum, dan keraton.

Salut buat mereka. Tapi, saya heran juga melihat sebagian besar anak-anak itu saling berebut di berbagai alat peraga. Tak pernahkah para orang tua mengajari mereka tentang cara antre? Tak adakah ajaran untuk bersikap respek terhadap anak-anak lain yang lebih lama menanti giliran? Situasi seperti ini mudah kita temukan di negeri ini dan bukan monopoli anak-anak. Tak ada yang meragukan keandalan pribadi-pribadi manusia Indonesia dalam pengetahuan. Anak-anak kita unggul dalam berbagai olimpiade sains, pekerja-pekerja kita laku di ladang-ladang minyak dan industri penerbangan. Tapi, mengapa antre saja susah, atau setidaknya harus dipaksa-paksa? Nah, ini memang bukan soal pengetahuan. Ini masalah mental.

Prof. Koentjaraningrat menyebut mental menerabas sebagai karakter bangsa kita, sebuah karakter yang tidak akan sinkron dengan kemodernan. Mental menerabas hanya mengharapkan keunggulan hasil dan tak mengacuhkan kualitas proses (Kebudayaan Mentalitet dan Pembangunan, 1974). Ini jelas tidak sesuai dengan dunia modern yang penuh prosedur kompetisi untuk mendapatkan hasil.

Anak-anak "yang tak tahu harus antre'' (saya sebut demikian saja karena yang bertanggung jawab atas hal ini tentu para orang tuanya) mungkin segera bertambah pengetahuan. Namun, secara tak sadar mereka sesungguhnya telah pula belajar menerabas norma sosial. Intellectual building mereka dapatkan, tapi character building tidak sama sekali.

Tiga puluh enam tahun berlalu sejak Koentjaraningrat mengungkap analisisnya. Bayi-bayi yang lahir pada era itu adalah generasi penerabas baru yang kemudian juga punya anak. Nah, anak-anak yang tak mengerti norma antre di Taman Pintar adalah penerabas generasi ketiga sejak analisis Koentjaraningrat itu.

Di jalan-jalan raya negeri ini, kita dengan mudah akan menemukan orang-orang bermental penerabas. Mereka tak hirau akan lampu merah atau garis stop. Mereka tak bisa membedakan fungsi trotoar dan jalan raya. Mereka tak mau tahu bahwa jalur busway bukanlah untuk kendaraan pribadi. Bagi mereka, hasil akhir berupa kecepatan sampai di tujuan lebih penting dibandingkan prosedur dan cita-cita tentang ketertiban sosial. Jangan kaget kalau para advokat pun seenaknya meloncati pagar dan memaksa masuk ke gedung MA tanpa merasa itu adalah pelanggaran norma. Masyarakat jenis ini amat mudah larut dalam takhyul, seperti jadi sinyalemen Mochtar Lubis dalam pidato kebudayaan "Manusia Indonesia'' di TIM pada 1977. Masyarakat seperti ini mudah terpukau iming-iming hadiah. Mereka gampang tersihir oleh kemenangan undian yang tak mempersyaratkan kerja keras, padahal hadiah terbesar semestinya adalah jerih terpayah kita.

Secara tak sadar kita sedang mengembangkan mental jago kandang. Kita akan sulit bersaing di pasar global yang menghendaki ketertiban norma dan kepatuhan akan rambu-rambu. Kita takkan mampu bersaing pada arena modern yang menggunakan prosedur kompetisi sebagai jalan menuju hasil. Ketidakbiasaan mengikuti aturan membuat daya tahan kita rendah dalam maraton persaingan dunia.

Ini adalah cermin dari gambaran besar kegagalan kita memahami norma modernitas. Kita bukan saja gagal untuk menghargai prosedur kerja keras, melainkan juga tak mampu mengenali norma-norma tepat waktu, tanggung jawab, disiplin, dan sikap saling respek dengan orang lain. Kita hanya mengenali kemasan modernitas seperti gaya hidup, rokok, dan jam tangan mewah.
Kita permisif terhadap pergaulan bebas dan memandangnya sebagai kemajuan.

Orientasi terhadap hasil membuat kita tak terbiasa dengan kegagalan. Kita jadi antikritik karena memang tidak ada peluang kritik bagi sesuatu yang berjalan di luar prosedur. Rasa tanggung jawab melorot. Bahkan ketika gagal mendapatkan hasil, kita tebal muka karena tak ada yang dapat dipertanggungjawabkan dari sesuatu yang tidak berasal dari proses normal. Jangan heran, misalnya, takkan ada kata mundur bagi pengurus PSSI walaupun mereka terbukti gagal memimpin, karena mereka memang tidak bergerak pada rel modernitas.

Kita butuh tempat-tempat seperti Taman Pintar. Tapi, kita juga perlu Taman Antre, Taman (Tertib) Lalu Lintas, Taman Tepat Waktu, Taman Kerja Keras, Taman Tanggung Jawab, dan sejenisnya.
kalyara@yahoo.com

Kamis, 15 Juli 2010

GET REAL, PLEASE!

WHY CAN'T YOU LIVE WITHOUT THE ATTENTION?
Jarak bukanlah masalah di zaman Globalisasi seperti sekarang ini. Dengan semakin canggihnya alat komunikasi, jarak bukan lagi menjadi sebuah halangan bagi kita semua untuk bertegur sapa. Tidak hanya dengan keluarga, teman, kekasih, bahkan dengan orang-orang yang kita tidak kenal sekalipun, komunikasi dewasa ini amat mudah kita lakukan. Tapi, layaknya dua sisi mata pisau, komunkasi yang dalam hal ini diwakili oleh situs jejaring sosial, mempunyai dua sisi yang berlawanan. Tak bisa kita pungkiri, karena itulah konsekuensi logis sebuah penemuan atau lahitnya suatu alat/barang baru.

Dan sebagai manusia, kita sudah seharusnya menyikapi kedua akibat tersebut, positif dan negatif, secara utuh dan dengan bijak. Masih hangat dalam ingatan kita, banyak bermunculan kasus kriminal, penculikan/perkosaan/dan lain senagainya, yang terjadi akibat terjadinya sebuah interaksi antara dua insan yang tak saling mengenal di salah satu situs jejaring sosial paling populer sekarang ini, yaitu Facebook dan yang cukup menyita perhatian warga Indonesia adalah kasus dimana ada siswa yang secara terang-terangan menghina dan sedikit "mengancam" akan membunuh guru mereka sendiri.
Dengan munculnya banyak kasus, masyarakat yang dalam hal ini dimobilitasi oleh dramatisasi opini media, mulai resah dengan kehadiran situs jejaring sosial. Mulai banyak orang yang berani berkoar agar dibuat aturan khusus dalam menyikapi masalah dan efek negatif dari hadirnya situs jejaring sosial tersebut dan bahkan tak sedikit yang bersifat lebih ekstrem dengan meyuarakan agar semua situs jejaring sosial, Facebook/Twitter/MySpace/Friendster/dan lain sebagainya, ditutup atau dilarang di buka dan digunakan di Indonesia.

Suara-suara keras banyak bermunculan menyikapi fenomena tersebut, ada yang mendukung dan tentu saja ada yang menolak. Yang jelas peristiwa tersebut amat mengagetkan semua pengguna situs jejaring sosial tersebut, apalagi dengan fakta bahwa pengguna situs jejaring sosial di Indonesia, Facebook khususnya, mampu mendududki peringkat ketiga dunia. Mmm...entah sesuatu yang membanggakan atau sesuatu yang justru memalukan.
Tapi, satu hal yang pasti dan harus kita sadari adalah, kita bagaimanapun juga tidak bisa dan sangat lah tidak bijak bila menyalahkan sepenuhnya pada sebuah situs jejaring sosial tersebut atas apa yang telah terjadi. Karena, apakah kita akan menyalahkan sebuah pisau bila pisau itu digunakan seseorang untuk membunuh seseorang lainnya?

Kita harus bersyukur mampu hidup atau diberi kesempatan hidup di zaman seperti ini, dimana teknologi sangat membantu kita dalam menjalani beratnya hidup. Teknologi membuat semuanya terasa lebih mudah untuk kita jalani. Begitu juga dengan situs jejaring sosial yang ada sekarang ini, situs-situs tersebut membuat kita lebih mudah mendekatkan diri dengan teman-teman kita dan lebih jauhnya berkenalan dengan orang-orang yang tentu saja awalnya tidak kita ketahui. Di dalamnya kita bisa berbagi cerita, pengalaman, saling bertukar pikiran dan mungkin menjalin persahabatan bahkan percintaan. Semua hal yang kita anggap mustahil kini menjadi sebuah hal mudah untuk kita lakukan. Dan persoalan pun muncul, ketika kata "terlalu" mulai melekat pada semua pengguna situs jejaring sosial di seluruh dunia. Mereka menjadi seperti seorang yang ketagihan untuk selalu membuka akun pribadi mereka, mereka mulai menghabiskan waktu mereka hanya untuk bersosialisasi semu dengan semua teman-teman semu nya.
Bagaimanapun juga, sesuatu hal perlu dan harus ada batasnya. Kita sebagai manusia, harus mampu mengatur "benda" tersebut, bukan justru"benda" tersebut mengatur kehidupan kita, manusia yang jelas mempunyai akal dan pikiran.

CENTER OF ATTENTION
Mulai terjadi pergeseran moral dan pembentukan karakter baru pada setiap pengguna situs jejaring sosial yang tidak mampu mengendalikan hasrat mereka. Dari awalnya mereka hanya saling berbagi sesuatu yang bersifat umum, kini mereka mulai haus dan menginginkan banyak nya perhatian dari orang, yang justru kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang tak mereka ketahui. Mereka saling berkompetisi untuk mempunyai banyak "teman", yang walaupun mereka tak kenal dan tak seditpun rasa untuk ingin saling mengenal. Tak berhenti di situ, guna mendapatkan banyak nya perhatian di dunia maya tersebut, mereka mulai berbagi atau menceritakan sesuatu hal sebetulnya sangat pribadi dan sensitif. Dan tak sedikit dari mereka justru mengambil jalan sebaliknya untuk mendapatkan perhatian itu, mereka menuliskan hal-hal yang berbau porno, menghina, kata-kata kotor penuh amarah, meghasut untuk melakukan hal-hal yang negatif dan bahkan mengumumkan setiap perilaku atau aktifitas negatif mereka yang sebetulnya amat tak layak untuk menjadi konsumsi publik, terlebih lagi kepada mereka yang tak mereka kenal.Dari sini mulai terlihat jelas, bahwa di zaman sekarang, privasi bukanlah menjadi sebuah hal yang patut kita hargai atau banggakan. Semua orang dengan bangga memperlihatkan atau memberitahukan hal-hal privasi mereka, hal-hal buruk yang mereka lakukan dan dosa yang telah mereka lakukan kepada khalayak luas, hanya untuk mendapatkan sebuah perhatian.

SEDIKIT SOLUSI
Tak ada salahnya untuk saing berbagi karena itulah hakikatnya hidup. Kita harus mampu berbagi pengalaman dengan orang lain, agar pengetahuan kita bertambah dan kita pun mampu mempelajari sesuatu hal dari pengalaman orang lain. Saling bertukar pikiran, saling memberi masukan, memberikan motivasi, menghibur dan semua kegiatan positif lainnya. Dan kita pun tak bisa memungkiri bahwasannya kita memang selalu membutuhkan sebuah perhatian. Tapi yang perlu kita ingat di sini adalah kita harus mampu menyikapi sesuatu nya secara utuh dan secara bijak, kita harus mampu berpikir panjang sebelum kita berbagi sesuatu. Apakah hal ini layak untuk diketahui orang lain? apakah hal ini tak akan menyakiti oarang lain? apakah memang hal ini tak akan menganggu hak orang lain??
Intinya, situs jejaring sosial yang ada, harus mampu membentuk kita menjadi seseorang yang bersikap dewasa. Jangan biarkan kita gadaikan privasi kita hanya untuk sebuah ketenaran di sebuah dunia tak nyata bersama semua teman-teman tak nyata kita.

GET REAL, DUDE!
PEACE and CHEERS!

Rabu, 14 Juli 2010

INFOTAINMENT

*Artikel ini merupakan salah satu artikel di koran Republika hari Rabu, 2 Syaban 1431 H, yang bertepatan dengan tanggal 14 Juni 2010 Nomor 182/Tahun ke-18. Artikel ini terdapat di halaman 4 kolom Opini, karya Iswandi Syahputra, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Artikel ini berisi tentang "salah arah nya" Infotainment kita.

INFOTAINMENT
Masih ingat dengan komedian Parto saat melepaskan tembakan untuk membubarkan pekerja infotainment yang mengerumuninya untuk memburu suatu informasi yang sebenarnya tidak penting bagi publik?
Atau, fatwa haram NU terhadap infotainment karena dinilai hanya menebarkan ghibah (gosip) daripada fakta dan berita? Dua hal tersebut cukup diajukan untuk mengetengahkan dirkursus ada masalah pada industri infotainment.

Kasus video porno selebritas dan keputusan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang digelar pekan lalu di Bandung, untuk meninjau ulang program infotainment sebagai produk faktual mencuatkan kembali manfaat infotainment bagi publik. Sikap KPI yang mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan justru dicibir sinis oleh pebisnis infotainment. Dengan sedikit agak membabi buta KPI dituding tidak memiliki kewenangan memantau dan menegur konten siaran televisi yang melanggar standar program siaran.
Tudingan ngawur tersebut menunjukkan ada pihak-pihak tertentu yang bekerja secara sporadis mempertahankan sesuatu yang tidak memberi manfaat bagi kepentingan, bahkan dapat mematikan rasionalitas publik.

Mematikan demokrasi
Konsep infotainment awalnya berasal dari John Hopkins University (JHU), Baltimore, Amerika Serikat. Ide dasar infotainment berawal dari asumsi informasi kendati dibutuhkan oleh publik, tetapi tidak dapat diterima begitu saja, apa lagi untuk kepentingan mengubah sikap negatif menjadi sikap positif manusia. Dari sini ke mudian muncul istilah infotainment, yaitu kemasan acara yang bersifat informatif, tetapi dikemas atau disisipi dengan berbagai entertainment untuk menarik perhatian khalayak sehingga informasi sebagai pesan utamanya dapat diterima.
Dalam tradisi ini, infotainment benar-benar menghidupkan demokrasi bukan mematikan, karena informasi yang di sajikan dengan cara menghibur benar-benar merupakan informasi yang dibutuhkan oleh publik.

Konsep infotainment tersebut kemudian diadaptasi oleh industri televisi di Indonesia. Namun, para pekerja industri infotainment bukan mengumpulkan, menghimpun, mengolah, dan menyajikan informasi dengan cara menghibur seperti konsep awal infotainment, tetapi mengumpulkan, meng himpun, mengolah, dan menyajikan informasi tentang hiburan yang disajikan penuh dramatisasi dan terkadang sarat dengan rekayasa. Formula aneh infotainment ini berpotensi dapat mematikan demokrasi bahkan mematikan nalar publik secara luas.

Liputan khas infotainment yang selalu didasarkan pada upaya mencari sensasi dan histeria daripada fakta dan berita mungkin saja dalam jangka pendek baik untuk menarik minat publik. Namun, untuk masa jangka panjang, infotainment berpotensi mematikan demokrasi. Demikian juga, dengan penelitian pasar media melalui rating yang menyampaikan bahwa infotainment laku dijual karena ramai penonton, dapat menjadi benar dalam jangka pendek. Namun, dalam jangka panjang, infotainment dapat menurunkan ke tertarikan publik pada seluruh jenis berita yang penting bagi mereka.

Berbagai riset komunikasi memang menunjukkan bahwa infotainment mampu mengurangi ketertarikan masyarakat tentang urusan-urusan publik mereka. Padahal, dalam suatu sistem demokrasi, kesadaran warga negara terhadap hak-haknya hanya dapat dibangun melalui suplai informasi yang sehat dan pengetahuan yang cukup, untuk melakukan pilihan yang benar-benar rasional berdasarkan kebutuhan mereka sebagai warga negara.

Dalam perspektif ini, jelas sangat keliru jika ada pandangan yang berpendapat bahwa peninjauan program infotainment di televisi merupakan ancaman bagi kebebasan pers sebagai pilar demokrasi serta indikasi mulai bangkitnya kembali sistem otoriter. Pendapat tersebut khas industri infotainment yang selalu membesar-besarkan masalah, dengan teknik mencuri perhatian melalui dramatisasi opini untuk mencari perhatian publik.

Pendapat tersebut jelas keliru dan dapat menyesatkan publik. Sebaliknya, publik harus dicerahkan dengan pandangan baru, jika iklim infotainment seperti saat ini dipertahankan, secara substansial justru infotainment dapat mematikan demokrasi. Karena infotainment tidak menyuplai informasi yang dibutuhkan oleh publik serta belum mampu memberi kontribusi bagi pencerdasan publik. Di sini, industri infotainment harus dapat membedakan antara kebebasan pers dan pers yang bebas.

Kebebasan pers yang kita anut adalah kebebasan pers yang bertanggung jawab dan taat pada fakta bukan rekayasa.
Kebebasan pers tanpa batas pertanggungjawaban dan ketaatan pada fakta cenderung
menjadi pers yang bebas. Pers bebas tanpa batas tidak jauh berbeda dengan praktik rezim tiran yang bekerja secara otoriter karena pers memliki kekuatan subtil membentuk opini. Kendati pendapat tersebut keliru, keinginan untuk menyampaikan pendapat yang keliru tersebut tetap harus dibela dan dipertahankan, sebagai sebuah indikasi siapa saja dapat berpendapat dan berbeda pendapat dalam sistem demokrasi.

Lantas, jika selama ini infotainment tidak menyajikan in formasi yang dibutuhkan publik dan memberi kontribusi bagi perkembangan demokrasi mengapa tetap diminati? Pendapat Carpini dan Williams (2001) relevan untuk menjelaskan maraknya industri infotainment tersebut. Beberapa alasan pokok maraknya infotainment, antara lain karena pergeseran dalam struktur industri penyiaran, dari state regulation kepada market regulation, akibatnya memuncul kan kompetisi dan berbagai tekanan dalam pencapaian ekonomi berbagai sektor dalam bisnis media.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah faktor minimnya pemahaman kode etik jurnalistik para pekerja infotainment serta cara pandang yang keliru tentang produk jurnalistik. Apakah infotainment produk jurnalistik? Jurnalisme tentu berbeda dengan hiburan.

Jurnalisme mengabdikan reportasenya pada seluruh pekerjaan mencari, menghimpun, mengolah, dan menyajikan in formasi yang dibutuhkan publik. Tidak jarang untuk memperoleh informasi tersebut, seorang jurnalis harus menyamar bahkan mempertaruhkan jiwa nya dalam sebuah reportase di wilayah konflik. Apa kah reportase perselingkuhan selebritas merupakan informasi yang di butuhkan oleh publik?

Jumat, 09 Juli 2010

Isra Mi'raj

*Artikel ini merupakan salah satu artikel yang terdapat dan telah diterbitkan di Koran Republika, hari Jum'at, 26 Rajab 1431 H yang bertepatan dengan tanggal 9 Juli 2010. Di bagian Tabloid Republika, Dialog Jumat, kolom Ensiklopedia atau bisa kita baca secara on-line di, REPUBLIKA.

Secara bahasa, Isra berarti berjalan pada malam hari atau membawa berjalan pada malam hari. Dalam kajian sejarah Islam, Isra berarti perjalanan pribadi Nabi Muhammad SAW. pada malam hari dalam waktu singkat dari Masjid Haram di Makkah ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Sedangkan Mi'raj secara bahasa berarti tangga alat untuk naik ke atas. Dalam istilah Islam, Mi'raj berarti perjalanan pribadi Nabi Muhammad SAW. naik dari alam bawah (bumi) ke alam atas (langit), sampai ke langit ketujuh dan Sidratulmuntaha.

Dalam istilah lain, Mi'raj berarti kenaikan Nabi Muhammad SAW. dari Masjid Al-Aqsa di Yerusalem ke alam atas melalui beberapa tingkatan terus menuju Baitul Makmur, Sidratulmuntaha, Arasy (tahta Tuhna) dan kursi (singgasana Tuhan) hingga menerima wahyu di hadirat Allah SWT.

Dalam perjalanan ini, Rasulullah SAW. mendapat perintah mendirikan shalat lima waktu sehari semalam. Karena peristiwa Isra bersamaan dengan Mi'raj, maka kedua kata itu senantiasa digabungkan pemakaiannya menjadi Isra Mi'raj.

Peristiwa yang sangat penting dan bersejarah itu terjadi pada 27 Rajab, setahun sebelum Nabi Muhammad SAW. hijrah ke Madinah. Peristiwa mahadahsyat itu diterangkan Allah SWT dalam surah Al-Isra (Bani Israil) ayat 1.
"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjid Haram ke Masjid Al-Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi maha mengetahui." (QS Al-Isra:1).

Peristiwa Isra Mi'raj juga disebutkan dalam surah An-Najm ayat 1-18.
"Demi bintang ketika terbenam. Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Alquran) menurut kemauan hawa nafsunya.
Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)."

" Yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.
Sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi. Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hambaNya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. Maka apakah kaum (musyrik Makkah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya? Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha."

"Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar."
heri/ disarikan dari Ensiklopedi Islam terbitan Ichtiar Baru van Hoeve Jakarta.

Kamis, 01 Juli 2010

HOPE FOR THE BEST & PREPARE FOR THE WORST!

Inilah kita sekarang, Loer! Kita telah sampai di bulan Juli, bagi mereka dan termasuk di antara kita, bulan ini adalah bulan penentuan apakah kita berhasil melewati hadangan dan masuk ke PTN favorit kita. Karena di bulan inilah, SNMPTN yang merupakan jalur terakhir untuk masuk ke PTN akan diumumkan hasilnya. Untuk itu kita yang telah selesai melaksanakan kewajiban kita sebagai seorang manusia, yaitu berusaha semaksimal mungkin, pada akhirnya hanya mampu berdo’a dan berharap segala sesuatunya sesuai dengan harapan sembari mempersiapkan untuk segala kemungkinan yang terburuknya.

Kadang kita terlupa untuk mempersiapkan diri kita untuk menghadapi sebuah kenyataan yang tak sesuai dengan harapan ataupun cita-cita awal kita, akibatnya tidak sedikit yang frustasi dan depresi tiada henti. Sungguh perbuatan yang hanya membuang-buang energi.
Oleh karena itu, mulai dari sekarang mari kita sama-sama kuatkan diri kita masing-masing, ikhlaskan hati kita sejernih mungkin agar nantinya kita siap dengan segala kemungkinan yang mungkin terjadi. Persiapkan semuanya sebaik mungkin dan perhatikan setiap detail nya, sekecil apapun itu.

Dan satu hal yang perlu dan harus kita pahami adalah apapun yang terjadi nantinya, apapun hasilnya nanti, itu merupakan yang terbaik menurut Allah SWT., yang kadang memang selalu tak sesuai dengan harapan dan cita-cita kita. Tapi itulah kenyataan dan itulah yang terbaik, karena Sang Pencipta akan selalu lebih tau apa dan mana yang terbaik untuk makhluk ciptaanya.
Jadi apapun itu, sikapilah dengan dewasa dan bijak, Loer!! Sekali lagi, masa depan kita hanya ditentukan oleh semangat dan niat kita sendiri. Tak ada kaitannya dengan dimana kita bersekolah dan dengan siapa kita bersekolah.

KEEP STRUGGLING FOR OUR FUTURE, KEEP SPIRIT IN OUR HEART AND BELIEVE IN ALLAH! ‘CAUSE BELIEVERS NEVER DIE!!

PEACE and CHEERS, Loer!
FIGHT!!

Selasa, 15 Juni 2010

Moving Forward

*Tulisan ini saya buat untuk teman-teman, keluarga besar SOUL_ID/DCID khususnya dan pada umumnya untuk semua orang yang akan melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi dan melanjutkan hidup mereka ke tingkatan yang lebih baik.

Hari esok adalah sebuah misteri yang tak akan pernah kita ketahui, hingga akhirnya kita merasakannya. Dan masa depan merupakan kumpulan dari banyaknya hari esok yang kita nanti. Akan menjadi apa kita di masa depan dan bagaimana masa depan kita nanti? Itu semua sangat tergantung dengan apa yang kita lakukan dan usahakan sekarang ini. Kita harus mampu merangkai setiap kepingan yang ada untuk menjadikannya sebuah bentuk masa depan yang indah, yang sesuai dengan harapan dan impian kita. Dan oleh karena itu, untuk mampu merangkai sebuah masa depan, dan dalam rangka untuk mewujudkan masa depan yang sesuai dengan harapan kita, sekarang..setelah kita melewati masa-masa indah di SMA dalam balutan keluarga besar SOUL_ID/DCID, kita semua akan melanjutkan pendidikan kita ke jenjang yang lebih tinggi, menjadi seorang MAHASISWA. Entah kita melanjutkan di sebuah PTN, PTS, IKATAN DINAS atau apapun itu, sekali lagi, itu bukan merupakan patokan atau jaminan dari kesuksesan kita di masa depan, Loer. Karena masa depan kita hanya tergantung dengan seberapa besar usaha kita dan seberapa maksimal upaya kita dalam mewujudkan itu semua. It's not a matter about a place, but it's all about Our Will, Loer!! KEEP STRUGGLE FOR OUR FUTURE AND KEEP MOVING FORWARD, LOER!!!

Mari kita sama-sama mendo'akan agar kita semua bisa mendapatkan semua yang terbaik dari Allah SWT. dan juga ketabahan sekaligus kelapangan hati bagi kita semua agar kita mampu menerima segala yang terbaik itu dengan penuh rasa ikhlas. Karena sungguh, segala yang terbaik menurut Allah kadang tidak sesuai dengan harapan dan cita-cita kita.
Dan akhirnya, Selamat bagi skuad SOUL_ID/DCID yang telah diterima di PTN/PTS.
Dan Selamat berjuang dan terus semangat bagi mereka yang masih terus berusaha mengejarnya dan khusunya bagi doeloer yang akan mengikuti SNMPTN tgl 16-17 Juni 2010, yang merupakan jalur terakhir untuk masuk ke PTN!
Good Luck, Loer! and Wish Us Luck!

And this is a Lyric from a song that I hope can cheer you all!
PEACE and CHEERS!

HOOBASTANK
"Moving Forward"
Every Man For Himself

At least I'm moving forward.
At least I'm moving forward.
At least I'm moving forward.
At least I'm moving forward...

I stand before, a road that will lead,
into the unknown. At least unknown to me.
I want to go, but I'm paralysed with fear.
Fear of a choise, where the outcome isn't clear.

Nooo, but still I gooo.

And I take, the first step of a million more.
And I'll make mistakes I've never made before.
But at least I'm moving forward, at least I'm moving forward.
At least I'm moving forward...

I wonder if, the journey will be,
Shorter as I hope, or much longer than it seems.
But either way, I've made up my mind.
I'm through feeling scared, I'm leaving that behind.

Sooo, Now it's time to gooo.

And I take, the first step of a million more.
And I'll make mistakes I've never made before.
But at least I'm moving forward, at least I'm moving forward.
At least I'm moving forward...

And in while I''l be singing,

Na, nana nana

And I take, the first step of a million more.
And I'll make mistakes I've never made before.
But at least I'm moving forward, at least I'm moving forward.
At least I'm moving forward, at least I'm moving forward.

And I take, the first step of a million more!
And I'll make mistakes I've never made before!
But at least I'm moving forward, at least I'm moving forward.
At least I'm moving forward, at least I'm moving forward!

Mo-ving, for-ward.
Mo-ving, for-ward.
Mo-ving, for-ward.
Mo-ving, for-ward...

Na, nana nana

Sabtu, 12 Juni 2010

Aurat

*Artikel/Tulisan ini telah dimuat di koran Republika, edisi Sabtu 12 Juni 2010/29 Jumadil Akhir 1431 H. Nomor 152/Tahun Ke-18. Artikel ini dibuat oleh M. Sahrul Murajjab, dalam kolom Hikmah. Tulisan ini pun bisa kita lihat di situs koran Republika.

Sesuai dengan fitrahnya, manusia merasa lebih nyaman untuk menyimpan rahasia atau privasinya dari jangkauan orang lain. Akan tetapi, seiring perkembangan zaman dan teknologi, banyak orang yang berubah "pikiran" menjadi lebih senang membuka rahasia agar diketahui orang lain.

Dalam Islam, wilayah privat sangat dilindungi. Dan, setiap Muslim diwajibkan untuk menjaga, menutupi, dan menyimpan jenis-jenis privasi tertentu yang biasa diistilahkan dengan aurat. Selain yang berupa privasi fisik (anggota tubuh), yakni seluruh apa berada di antara lutut dan pusar (bagi laki-laki) dan seluruh anggota badan kecuali muka dan telapak tangan (bagi perempuan), Aurat juga mencakup privasi-privasi yang bersifat nonfisik. Apa yang dilakukan oleh seseorang ketika melakukan hubungan suami istri adalah termasuk di antara wilayah privat yang dilarang untuk dibuka dan disiarkan.

Asma' binti Yazid menceritakan, suatu ketika ia berada di majelis Rasulullah SAW, sementara kaum laki-laki dan perempuan duduk bersama. Rasulullah bersabda, "Barangkali seorang laki-laki menceritakan hubungan intim yang dilakukannya bersama istrinya? Barangkali seorang perempuan menceritakan hubungan intim yang dilakukannya bersama suaminya?" Para Sahabat yang berada di tempat tersebut terdiam. Akupun (Asma--Red) berkata, "Demi Allah, benar wahai Rasulullah! Sesungguhnya kaum perempuan melakukan hal itu demikian juga laki-laki!" Rasul bersabda, "Jangan lakukan, sesungguhnya hal itu seperti setan laki-laki yang bertemu dengan setan perempuan di jalan, lalu keduanya bersetubuh sementara orang-orang melihatnya." (HR Ahmad, hasan lighairihi).

Rahasia yang termasuk aurat dan harus ditutupi adalah aib atau perbuatan dosa dilakukan oleh seseorang. Menutupinya merupakan tanggung jawab bersama, baik pihak yang melakukannya maupun orang lain yang mengetahui perbuatan tersebut.

Rasul SAW bersabda, "Seluruh umatku akan diampuni dosa-dosanya kecuali orang-orang yang terang-terangan (berbuat dosa). Di antara itu adalah seseorang yang pada waktu malam berbuat dosa, kemudian di waktu pagi ia menceritakan kepada manusia dosa yang dilakukannya, padahal Allah telah menutupi aibnya. (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Wallahu a'lam.

Selasa, 08 Juni 2010

Dig

*Tulisan ini saya buat, untuk persahabatan saya dengan sahabat-sahabat saya di SMA Negeri 1 Sumedang, Kelas XII IPA 2 a.k.a. SOUL_ID/DCID khususnya dan umumnya untuk semua persahabatan di seluruh dunia.
PEACE and CHEERS!

Lagu ini sangat cocok untuk menggambarkan sebuah persahabatan, yang dalam hal ini tentu saja persahabatan kita dalam ikatan IPA 2/SOUL_ID/DCID. Secara garis besar lagu ini mencoba menjelaskan pada kita semua bahwa di dunia memang tidak akan pernah ada manusia yang sempurna. Mau tidak mau kita semua memang mempunyai kelemahan dan terkadang ego kita yang terlalu besar untuk berbesar hati menerima dan mengakui kelemahan itu. Dan disinilah kita sebagai makhluk sosial sangat memerlukan peranan orang lain dalam bentuk sahabat yang bersatu dalam ikatan persahabatan. Sahabat yang baik akan selalu mengingatkan kita dikala kita salah, membantu kita saat kita terjatuh dan menyadarkan kita di kala ego kita meninggi. Sahabat selalu mendukung kita dan mempercayai kita pasti bisa, di saat kita sendiri pun ragu untuk melakukan suatu hal. Tidak harus sebuah persahabatan yang benar-benar sempurna ataupun benar-benar kompak. Cukup sebuah persahabatn yang didalamnya penuh senyum dan canda tawa. Hope you can feel this lyric and maybe you can hear this song! KEEP OUR FRIENDSHIP, LOER!
Kabeh doeloer, doeloer kabeh...

INCUBUS
"Dig"
Light Grenades

We all have a weakness
Some of ours are easier to identify
Look me in the eye

And ask for forgiveness
We'll make a pact to never speak
That word again, yes, YOU ARE MY FRIENDS

We all have something that digs at us
AT LEAST WE DIG EACH OTHER

So when weakness turns my ego up
I KNOW YOU'LL COUNT ON THE ME FROM YESTERDAY

If I turn into another
Dig me up from under what is covering
The better part of me

Sing this song
REMIND ME THAT WE'LL ALWAYS HAVE EACH OTHER
When everything else is gone

We all have a sickness
That cleverly attaches and multiplies
No matter how we try

We all have someone that digs at us
AT LEAST WE DIG EACH OTHER

So when sickness turns my ego up
I know you'll act as a clever medicine

If I turn into another
Dig me up from under what is covering
The better part of me

Sing this song
REMIND ME THAT WE'LL ALWAYS HAVE EACH OTHER
When everything else is gone
Oh, each other when everything else is gone

If I turn into another
Dig me up from under what is covering
The better part of me

Sing this song
REMIND ME THAT WE'LL ALWAYS HAVE EACH OTHER
When everything else is gone
Oh, each other, sing this song, when everything else is gone
Oh, each other, when everything else is gone

Rabu, 26 Mei 2010

No Roads Left

Now everything's clear, so crystal clear.
the line from my favourite song become real,
it says :
"Well you're never gonna find it If you're looking for it Won't come your way yeah"

The dream is over now, the reality is ready from now on.
I'm running out of spirit,
i need a distraction.
i need a stupid joke with my friends.
i wanna laught so hard, don't care with my heart!
cause, i wanna feel this pain, with a different taste.

and this is a song, a song of my condition rite now..

Standing alone with no direction
How did I fall so far behind?

Why Am I searching for perfection?

Knowing it's something I won't find


In my fear and flaws

I let myself down again

All because


[Chorus]

I run

Till the silence splits me open

I run

Till it puts me underground

Till I have no breath

And no roads left but one


When did I lose my sense of purpose?

Can I regain what's lost inside?

Why do I feel like I deserve this?

Why does my pain look like my pride?


In my fear and flaws

I let myself down again

All because

I let myself down

In my fear and flaws


[Chorus]

I run

Till the silence splits me open

I run

Till it puts me underground

Till I have no breath

And no roads left but one

No roads left but one


In my fear and flaws

I let myself down again

All because


I run

And the silence splits me open

I run

And it puts me underground

But there's no regret

And no roads left to run


LINKIN PARK
"No Roads Left"
Minutes to Midnight (Bonus Track)

Kamis, 20 Mei 2010

Api-Asap, Sebab-Akibat

Mendekati pertengahan tahun, biasanya para remaja, anak-anak dan orang tua disibukan dengan sebuah masalah, yaitu masalah pendidikan, untuk melanjutkan pendidikan mereka. Satu hal yang selalu menjadi pembicaraan hangat adalah tentang bagaimana lulusan SMA/MA/SMK dan yang sederajat untuk bisa masuk Perguruan Tinggi/PT yang sesuai dengan keinginan mereka atau mungkin keinginan orang tua mereka.

Ini selalu menjadi topik utama setiap tahunnya, terutama bagi mereka yang secara pribadi memang sedang atau akan mengalaminya. Seiring perkembangan zaman, meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dalam hal ini meneruskan pendidikan di PT, yang memang merupakan impian setiap orang, bukanlah suatu perkara mudah. Zaman berganti diiringi dengan jumlah populasi yang semakin membludak dan ketika jumlah populasi tinggi maka sebuah persaingan adalah sebuah kenyataan yang tak bisa kita tolak atau hindari. Bisa dipahami memang alasan kenapa orang begitu ngotot untuk bisa masuk PT, terlebih masuk PTN/Perguruan Tinggi Negeri favorit yang jelas-jelas telah mempunyai reputasi besar dan nama baik. Ada harapan dan cita-cita yang mereka pertaruhkan di sana, ada sebuah masa depan yang coba mereka rangkai dan persiapkan di sana, walaupun tak sedikit ada gengsi dan harga diri yang coba mereka pertahankan atau bahkan mereka tingkatkan di sana. Terlepas dari apapun alasan mereka, persaingan adalah sesuatu hal yang harus mereka hadapi.

600 RIBU UNTUK 2,4 JUTA
Secara statistik/data, aroma persaingan sudah sangat terasa ketika Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) mengeluarkan data bahwa sekitar 2,6 juta siswa SMA/MA/SMK dan yang sederajat yang ada di Indonesia telah dinyatakan lulus dan siap untuk meneruskan pendidikan mereka. Tapi di lain pihak, PTN dan PTS yang merupakan tujuan dari kebanyakan siswa tersebut hanya menyediakan tempat sebanyak 600 ribu. Okay, angka-angka tersebut memang bukan angka pasti, masih merupakan hitungan kotor yang belum memperhitungkan segala faktor lainnya. Tapi sekali lagi, data tersebut sudahlah cukup bagi kita untuk tau betapa persaingan itu sangatlah nyata dan kita harus bersiap untuk itu.

BERSAING ?
Ya, mau tidak mau, bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi memang harus menyiapkan dirinya sebaik mungkin untuk menghadapi kerasnya persaingan. Tapi sebenarnya, bila kita mau jujur, persaingan yang ada sekarang adalah sebuah persaingan karena banyaknya peminat yang tidak terfasilitasi dengan banyaknya tempat yang disediakan. Terkadang antara kuota dan pendaftar sangatlah tidak rasional. Lalu munculah sebuah fakta atau sebuah akibat dari persaingan itu yang sebenarnya tidak terlalu mengenakan karena ternyata dan bahkan sudah menjadi rahasia umum, sebuah persaingan memasuki sebuah PT untuk meneruskan pendidikan, bisa dilalui dengan cara di luar pendidikan, yang ironinya justru memakai nama "Pendidikan", yaitu atas nama "Sumbangan Pendidikan". Mari kita coba ilustrasikan : Misalnya di sebuah PT hanya menyediakan 10 tempat saja, tapi pendaftar yang ingin memasukinya mencapai 100 orang. Itu berarti secara kasar, 1 tempat diperebutkan oleh sekitar 10 orang. Bagi mereka yang mempunyai kepintaran di atas rata-rata bukanlah hal yang sulit untuk bisa mendapatkan nilai sempurna, untuk dapat meraih peringkat tertinggi dan masuk PT tersebut dengan mudah. Tapi bagi mereka yang tak benar-benar pintar, kemungkinan mereka untuk mendapat nilai yang sama satu sama lainnya sangatlah besar dan ketika banyak orang yang memilki atau mendapatkan nilai yang sama, apa yang terjadi selanjutnya?bagaimana cara memutuskannya? Ada orang yang menyebutkan faktor "Lucky" bermain di sana, ada yang mencoba menerapkan kata "Kolusi", dan ada pula yang memakai besarnya "Sumbangan Pendidikan".

Yupz, kita tidak bisa menyalahkan siapa pun, karena tak akan ada asap bila tak ada api, tak akan ada akibat tanpa adanya sebab. Fakta ini menunjukan pendidikan kita hanya ramah untuk mereka yang Benar-benar Pintar atau Benar-benar Kaya.
PEACE and CHEERS!

Rabu, 19 Mei 2010

Menara Loji

*Artikel atau tulisan ini, saya buat/kerjakan untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Sejarah, tentang Kearifan Lokal di SMA Negeri 1 Sumedang tahun ajaran 2009-2010

ADIMA I.A. NOORS
XII IPA 2
KEARIFAN LOKAL
(sumber http://jatinangorpisan.blogspot.com/2008/01/menara-loji-saksi-sejarah-yang.html)

Jatinagor merupakan daerah pendidikan, setidaknya pernyataan itu didukung oleh fakta bahwa terdapat empat perguruan tinggi negeri yang berdiri megah di sana. Keempat perguruan tinggi itu adalah : UNPAD, UNWIM, IKOPIN dan IPDN. Tak hanya itu, Jatinagor pun menyimpan sebuah bukti sejarah yang sebenarnya belum terlalu dikenal oleh masyarakat luas dan bahkan oleh penduduk asli Sumedang sekalipun. Bangunan yang dimaksud adalah sebuah menara bergaya neo gothic berwarna putih yang biasa disebut sebagai Menara Loji. Menara ini terletak di sebelah Utara UNPAD. Menara, yang dibangun pada tahun 1800-an ini, merupakan bukti sejarah penjajahan Belanda di Indonesia dan di Jatinangor khususnya.

Dalam sejarahnya, pada masa penjajahan Belanda, Jatinangor adalah areal perkebunan pohon karet, yang luasnya mencapai 962 hektar. Perkebunan karet ini didirikan pada tahun 1841 hasil kerjasama perusahaan swasta milik Belanda dengan seorang pria berkebangsaan Jerman bernama Baron Baud. Perkebunan ini membentang dari tanah IPDN hingga Gunung Manglayang. Untuk mengontrol perkebunannya yang luas itu, Baron Baud membangun sebuah menara. Menara ini dilengkapi dengan sebuah lonceng yang terletak di puncak menara dan tangga untuk sampai ke puncaknya.

Menara Loji memiliki dua fungsi utama. Pertama, untuk mengawasi para penyadap karet yang ia pekerjakan. Kedua, sebagai penanda waktu kerja bagi para penyadap karet. Pada pukul 05.00, lonceng dibunyikan, tanda bagi pekerja untuk mulai menyadap karet. Lonceng kembali berbunyi pada pukul 10.00, yang berarti sudah saatnya bagi pekerja untuk mengambil mangkuk-mangkuk yang telah terisi getah karet. Terakhir, lonceng dibunyikan lagi pada pukul 14.00, yang artinya para pekerja diperbolehkan untuk pulang.
Terlepas dari penderitaan yang mungkin dirasakan oleh para pekerja pada waktu itu, ada satu hal menarik yang bisa kita ambil dari sudut pandang yang berbeda. Ada satu kearifan lokal disitu, yang dalam hal ini berarti suatu ikatan pengetahuan yang dimiliki oleh kelompok masyarakat untuk memahami perubahan budaya yang ada di sekitarnya. Dalam konteks pembicaraan ini, kearifan lokal merupakan sesuatu yang berkaitan secara spesifik dengan budaya tertentu, dan mencerminkan cara hidup suatu masyarakat tertentu. Disini kita bisa menyimpulkan bahwa masyarakat Indonesia pada zaman pendudukan termasuk orang-orang yang memiliki budaya berdisiplin tinggi dan juga budaya malu untuk melakukan hal yang salah.
Sekali lagi, kita kesampingkan dulu faktor penjajahan yang ada pada waktu itu, tapi mari kita coba renungkan tentang bagaimana para pekerja bisa bekerja dengan penuh disiplin dan tepat pada waktu yang telah ditentukan hanya dengan sebuah lonceng? Bayangkan, apakah mungkin bunyi lonceng itu akan terdengar jelas di area seluas 962 hektar? Sekali lagi, fakta-fakta itu menunjukan bahwa masyarakat pada zaman penjajahan memilki budaya berdisiplin yang sangat tinggi. Hal lain yang perlu kita renungkan adalah budaya malu untuk melakukan hal-hal yang salah. Karena walaupun setiap harinya ada orang-orang yang mengawasi mereka untuk bekerja, tapi orang itu hanya mengawasi para pekerja dari kejauhan, dari sebuah sebuah menara. Jadi, bisa kita bayangkan bahwa sebenarnya ada banyak waktu untuk para pekerja untuk berleha-leha, bermalas-malasan dan mungkin untuk mengambil karet untuk keuntungan mereka sendiri. Tapi, semua tindakan itu tidak mereka lakukan bukan semata-mata karena mereka takut, tapi mereka juga menyadari bahwa itu bukanlah hal yang baik untuk dilakukan dan bukanlah termasuk budaya mereka.

Itu semua merupakan suatu kearifan lokal yang sebenarnya patut kita kita tiru dan lakukan pada era globalisasi seperti sekarang ini. Dengan menanamkan budaya disiplin dan budaya malu kita pasti bisa untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Kita akan menjadi orang-orang yang penuh dedikasi dan tanggung jawab dengan apa yang sedang kita kerjakan sekarang. Jadi, masa penjajahan memang tidak selalu identik dengan hal yang mengerikan, Karena sebenarnya ada banyak kearifan lokal yang terdapat di dalamya, apabila kita mau untuk melihat segala sesuatunya dari sudut pandang yang berbeda.

Senin, 17 Mei 2010

THE BEST, THE WORST

Seperti jutaan orang lainnya,
aku pun mempunyai sebuah impian.
Seperti jutaan orang lainnya,
aku pun berusaha 'tuk mewujudkannya.

Tapi aku bukanlah orang yang benar-benar kaya,
ataupun orang yang benar-benar pintar.
Aku hanya orang biasa,
yang selalu mencoba 'tuk berusaha diiringi do'a.

Dulu...mimpiku indah,
terasa mudah..
teras dekat..

Diriku mantap melangkah,
meninggalkan semua pilihan yang ada
karena yakin dengan hati
yang telah memilih sebuah tempat 'tuk berpijak, di hari nanti.

Saat hari itu tiba,
aku terhenyak!
Semua tak seindah bayangan..
semua tak semudah harapan.
ternyata...
hidup lebih kejam dari yang telah ku persiapkan.

Dulu...aku mampu tersenyum penuh harapan,
melihat sekolah impian.

Tapi kini...diriku takut 'tuk sekedar melihat,
ku tersenyum takut memandangnya.
yang ada bukan lagi bangunan megah nan mewah,
tapi bayangan mimpi ku yang hancur, jatuh ke dasar tanah.

Semua hal itu menakutiku,
membuatku terlupa dengan masa kini.
Semua itu menghantuiku,
membuatku terlupa 'tuk mempersiapkan diri.

Semua hal itu adalah semua hal yang belum pasti..
Hal-hal yang hanya ada dalam pikiran dan hati..

Mmm...
Disinilah aku tersadar,
bahwa hidup jangan terlena dengan hanya mimpi-mimpi belaka,
tanpa adanya implementasi nyata,
dalam kehidupan kita, realita!

Fokuskan diri untuk apa yang ada di depan kita,
untuk setiap yang kita lakukan.

Dan biarkan segala apapun hasilnya,
hanya Allah yang mengaturnya.

"HOPE FOR THE BEST, PREPARE FOR THE WORST"

Sabtu, 15 Mei 2010

Benar-benar Pintar atau Benar-benar Kaya!

Ada dua kisah berbeda
dari dua anak manusia.
Yang berbeda tentunya.

Kisah ini tentang pendidikan mereka
tentang bagaimana mereka menggapainya

Pertama mari kita mulai
dari seorang teman
bukan teman dekat memang
Tapi cukup dekat untuk tau betapa pintarnya dia.

Tak ada yang meragukan itu
semua mengangguk setuju
karena itulah kenyataannya
tapi sayang memang
Dia bukan terlahir dari keluarga berada
dan ayahnya pun telah tiada
berpulang untuk selamanya..

Tapi dia tidak jatuh
dia tetaplah teguh
menjalani beratnya hidup
bermodalkan ilmu yang lebih dari cukup

Dan syukur Alhamdulillah,
sekarang dia mendapat beasiswa
dari perguruan tinggi ternama
mmm...dia memang pantas.
Dia memang benar-benar cerdas!

Kembali ke awal,
dengan kisah yang sedikit beda
Masih tentang tema yang sama
tapi dengan cara yang berbeda.

Masih salah satu dari teman,
dan lagi-lagi bukanlah teman dekat.
tapi cukup dekat untuk tau betapa beradanya dia.

Terlahir dan dibesarkan di keluarga mapan
hingga segala sesuatunya terkesan gampang
Cukup gampang karena dia memiliki apa yang menjadi impian setiap orang...
Uang...

Semuanya coba dia hargai,
hingga sampai pada sebuah titik
dimana pendidikan mampu dia beli.

Ini dimulai ketika suatu waktu
dimana dia harus menjalani sebuah seleksi masuk
sebuah perguruan tinggi termahsyur
guna untuk menambah ilmu

Tak ada yang istimewa
dia mengerjakan soal seperti kebanyakan orang
tapi ketika sampai di sebuah kolom
tertulis angka cukup menohok
400 juta rupiah, atas nama sebuah sumbangan
sumbangan pendidikan katanya...

Hari berganti
dan dia pun berhasil melewati
seleksi ketat, mengalahkan yang lain..
mmm...dia memang pantas
Dia memang benar-benar kaya!

Kamis, 15 April 2010

IPDN 2010/2011

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) adalah salah satu Lembaga Pendidikan Tinggi Kedinasan dalam lingkungan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, yang bertujuan mempersiapkan kader pemerintah, baik di tingkat daerah maupun di tingkat pusat.

Berawal dari didirikannya Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) di Malang, Jawa Timur pada tanggal 1 Maret 1956 berdasarkan SK Mendagri No.Pend. 1/20/565 tanggal 24 September 1956 dengan Direktur Pertama dr. Raspio Woerjadiningrat. Untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kader aparatur pemerintah di tiap daerah, maka sejak tahun 1965 satu demi satu didirikan APDN di berbagai provinsi dan pada tahun 1970 telah berdiri 20 APDN di seluruh Nusantara, lokasi-lokasi APDN tersebut adalah di Banda Aceh, Medan, Bukittinggi, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Tanjung Karang, Bandung, Semarang, Malang, Mataram, Kupang, Ujung Pandang, Manado, Pontianak, Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, Ambon, dan Jayapura.

Sampai dengan tahun pendidikan 1991 yaitu tahun alumnus berakhimya operasi APDN di daerah-daerah telah menghasilkan 27.910 orang, yang penempatannya tersebar di 27 Propinsi. Kini para alumninya sudah mengembangkan diri untuk pendidikan selanjutnya dan pada umumnya sudah menduduki jabatan teratas di lingkungan Departemen Dalam Negeri. Untuk menyamakan pola pendidikan APDN dikeluarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 38 Tahun 1988 tentang Pembentukan APDN yang bersifat Nasional yang dipusatkan di Jatinangor, Sumedang Jawa Barat. Dalam proses perkembangan selanjutnya dikeluarkan Keputusan Presiden No.42 Tahun 1992, yang mengubah APDN menjadi Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri disingkat menjadi STPDN. Bagi lulusan Program D-IV STPDN berhak menyandang gelar "SSTP" (“Sarjana Sains Terapan Pemerintahan”). Lulusan atau alumni STPDN diharapkan memiliki tiga kompetensi dasar yaitu:
• Kepemimpinan (Leadership),
• Kepelayanan (Stewardship),
• Kenegarawanan (Statemanship).

Setelah terjadi kasus kekerasan pada praja Wahyu Hidayat yang menyebabkannya meninggal dunia, pemerintah melalui Departemen Dalam Negeri akhirnya memutuskan melebur Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) dalam wadah baru bernama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada tahun 2005. Perubahan yang diatur Keppres Nomor 87/2004 tentang Penggabungan STPDN dan IIP dan Permen Dalam Negeri No. 29 tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja IPDN, sebenarnya sudah dirancang sejak 1998 karena ada aturan yang membatasi setiap departemen (sekarang kementerian) hanya memiliki satu pendidikan kedinasan.

Tak bisa dipungkiri memang, lulusan SMA/MA pada umumnya masih banyak yang memutuskan untuk meneruskan pendidikan mereka di perguruan tinggi yang statusnya ikatan dinas. Selain biaya yang memang terjangkau dan bahkan gratis, mereka juga beranggapan bahwa dengan bersekolah di ikatan dinas maka nantinya mereka tak kan sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Dari sekian banyak perguruan tinggi ikatan dinas yang terdapat di Indonesia, IPDN merupakan salah satu yang menjadi favorit. Walaupun sempat membuat geger masyarakat dengan serangkaian kasus kekerasan yang menyebabkan hilangnya beberapa nyawa praja IPDN tapi hal itu tidak menghalangi minat masyarakat untuk meneruskan studi mereka di IPDN. Apalagi pemerintah, yang dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri telah memberikan janji dan jaminan bahwa sistem pendidikan di IPDN telah mengalami perubahan yang tak akan memberikan kesempatan untuk tindak kekerasan.

Dan bagi mereka yang berminat untuk meneruskan pendidikannya di IPDN untuk Tahun Ajaran 2010/2011, silahkan lihat persyaratan, waktu dan tempat pendaftaran dan juga jadwal tes yang bersumber dari Admin Badan Diklat, di bawah ini:
SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN IPDN 2010/2011
JADWAL TES IPDN 2010/2011

*catatan:Jadwal tes masih mungkin untuk mengalami perubahan.
(sumber tulisan : WIKIPEDIA)

PEACE and CHEERS!

Rabu, 14 April 2010

MK Diharap Pertahankan UU Penodaan

*Artikel ini adalah artikel yang ditulis oleh Muhammad Bachrul Ilmi, yang terdapat dan telah diterbitkan di harian Republika halaman 12, 29 Rabiul Akhir 1431 H yang bertepatan dengan hari Rabu tanggal 29 bulan April tahun 2010.

Pencabutan UU Nomor 1/PNPS/1965 membuka peluang kian besarnya penodaan agama.

JAKARTA — Ormas Islam berharap Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan uji materiil terhadap Undang-Undang Nomor 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. Langkah ini, untuk melindungi kemurnian ajaran agama di Indonesia. Sekretaris Jenderal (Sekjen) MK, Janedjri M Gaffar, menyatakan, para hakim MK kini dalam proses rapat permusyawaratan hakim (RPH) membahas soal gugatan uji materiil undang-undang tersebut, setelah menyelesaikan serangkaian sidang dan mendengarkan keterangan para saksi. ''Para hakim sedang melakukan RPH untuk memutuskan apakah menolak atau menerima gugatan terhadap undang-undang itu. Kapan berakhirnya RPH ini, tergantung dinamika dalam rapat. Kami berharap keputusan mengenai uji materiil ini bisa secepatnya,'' kata Janedjri di Jakarta, Selasa (13/4).

Janedjri mengatakan, pihaknya tak bisa menentukan kapan keputusan akan dibacakan dalam sidang. Semuanya bergantung pada RPH yang dilakukan para hakim. Jadi, para hakim MK membahas dengan cermat hasil dari serangkaian siding uji materiil undang-undang itu. Sebelumnya, Ketua MK, Mahfud MD, menyatakan, uji materiil ini akan dibacakan pada pertengahan April ini. ''Harapan kami, MK mau melindungi kemurnian agama dengan menolak uji materiil Undang-Undang Penodaan Agama. Ini sikap umat Islam,'' kata Ketua MUI, Ma'ruf Amin. Menurut Ma'ruf, konstitusi Indonesia tak hanya menjamin kebebasan beribadah, tetapi juga kemurnian agama yang dipeluk masyarakat. Hal ini, ditunjukkan oleh para pendiri bangsa yang menjadikan sila pertama Pancasila bernilai religius. ''Oleh karena itu, kalau Undang-Undang Penodaan Agama dicabut maka kemurnian agama tak terlindungi lagi dan saya kira itu melanggar sila tersebut. Pencabutan Undang-Undang Penodaan hanya akan membuka peluang lebih besar atas terjadinya aksi penodaan agama,'' kata Ma'ruf.

Kondisi seperti ini, jelas Ma'ruf, bakal memicu konflik antarumat beragama. Dengan

demikian, sudah semestinya kemurnian agama yang seharusnya dilindungi oleh negara melalui keberadaan undang-undang tersebut sebagai perangkat hukum. Ma'ruf menyatakan, undang-undang ini harusnya diperkuat bukan malah dicabut. Secara terpisah, Sekjen Pengurus Besar Al Jamiyatul Al Washliyah, Masyhuril Khomis, juga meminta MK bijaksana dalam menyikapi kepentingan masyarakat Muslim di Indonesia. Mereka, kata Masyhuril, menginginkan agar Undang-Undang Penodaan Agama ini di pertahankan. Saat ini, berbagai ormas Islam termasuk Al Wasliyah menilai undang-undang itu diperlukan untuk mencegah terjadinya pelecehan terhadap agama. ''Kami berharap, MK arif dalam menyikapi kepentingan Muslim yang merupakan mayoritas,'' kata Masyhuril. Ia menambahkan, undang-undang ini sangat penting karena menjadi instrumen hukum mencegah aksi penodaan agama. Ia menegaskan, undang-undang ini juga berfungsi mencegah terjadinya penafsiran yang terlalu bebas atas nilai-nilai

ajaran agama. Dengan mempertahankan undang-undang ini, generasi mendatang akan bisa lebih memahami dan menghormati nilai-nilai agama.

Pencabutan Undang-Undang Penodaan Agama, jelasnya, hanya akan menyebabkan suburnya aliran menyimpang dan tindak penodaan agama. ''Ini akan berujung pada perpecahan antarumat beragama. Sebab, masyarakat tak lagi memiliki alat hukum melindungi keyakinannya.'' Masyhuril menyebutkan, alasan hak asasi manusia (HAM) dari sekelompok orang yang mendorong dicabutnya Undang-Undang Penodaan Agama, sebetulnya tak bisa digunakan sebagai dasar untuk melakukan pencabutan undang-undang itu. Sebab, jelas dia, undang-undang ini menghormati kebebasan beribadah seluruh umat beragama sepanjang tak melakukan pelecehan terhadap agama. Sebab, kebebasan juga tak bisa digunakan untuk semena-mena melecehkan orang dan ajaran agama. ed: ferry



Sabtu, 27 Maret 2010

XII IPA 2/IPA 2/SOUL_ID = KABEH DULUR






Inilah kami, Sekelompok Orang Berilmu Alam, yang bersatu padu dalam naungan rumah kecil bernama Ipa Dua.

Di sini, di Ipa Dua, kami mencoba menata masa depan dengan belajar sambil diiringi canda tawa dan senda gurau khas anak muda, barudak Ipa Dua.
Walaupun memang, tak sedikit masalah yang datang menerpa, menggoyahkan solidaritas dan mengganggu keharmonisan kami. Tapi, kami tetap bersama penuh semangat melewati semua itu, karena kami yakin persahabatan memang harus melewati suka dan duka, sebagai suatu ujian kebersamaan dan kedewasaan.







Ya, kami mungkin tak sekompak kawanan lebah di sana ataupun seseragam kelompok semut di tanah. Tapi, bukankah setiap orang mempunyai ceritanya masing-masing? Karena pada dasarnya kehidupan kita telah diatur sedemikian rupa oleh Allah, Sang Mahapencipta. Yang justru dengan itulah semuanya menjadi istimewa, asalkan kita menikmati dan mensyukuri semua yang ada.









Kami tak akan pernah menyesali setiap waktu yang telah terlewati, karena memang itulah yang harus terjadi dan itulah pelajaran yang harus kami pelajari. Bukankah hidup adalah sebuah pembelajaran??
Dan bila kita tidak berbuah salah maka kita tak akan pernah belajar untuk berbuat benar.







Kami menimati setiap waktu yang ada, Kami bangga dengan kami, dengan 42 KARAKTER yang ada dan 42 EKSPRESI yang berbeda. Tapi tetap satu dalam persaudaraan yang kami sebut Ipa Dua.
Karena Ipa Dua menyatukan kami...


KABEH DULUR...DULUR KABEH...