Selasa, 29 September 2009

The Resistance dan Plagiat




The Resistance adalah album kelima dari grup band rock asal Inggris, MUSE. Album ini dirilis di Eropa pada tanggal 14 September 2009. Pada rilis pertamanya, album ini sudah mampu memuncaki chart album di 19 negara dan mampu menembus 3 besar di chart Amerika. Bukti diatas sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa MUSE memang band rock yang sangat berkualitas, bahkan para kritikus pun memberikan penilaian positif terhadaap album ini.

"Uprising" merupakan hits pertama yang dilempar ke pasaran dari album ini pada tanggal 7 September 2009. Hmmm...jujur, saya sangat terkagum-kagum mendengarkan 11 lagu yang terdapat dalam album itu, waktu sekitar 54:18 menit terasa tak percuma saya luangkan hanya untuk mendengarkan album terbaru MUSE itu.

Saya memang bukan kritikus dan saya pun tidak bisa memainkan satu jenis alat musik. Saya hanya orang yang sangat menyukai musik sebagai sebuah hiburan yang mampu membuat hati dan pikiran ini menjadi lebih tenang dan segar.

Saya tak lebih sebagai seorang konsumen saja dan sebagai konsumen, saya pikir saya mempunyai hak untuk mengungkapkan pendapat mengenai "barang" yang saya punya.

Oleh karena itu, ketika saya selesai mendengarkan "The Resistance" yang begitu megah dan indah, juga terdengar berat karena di album ini MUSE sangat terpengaruh oleh musik klasik dan musik opera, saya teringat akan perkembangan musik di Indonesia ini. Ketika di negara Barat sana, mereka berlomba-lomba untuk membuat sebuah album yang berkualitas, maka di sini, di Indonesia kita masih bergulat dengan persoalan plagiat.

Belum hilang dari ingatan kita, ketika d'Masiv band yang begitu sensasional dikagetkan dengan isu plagiat! Tidak tanggung-tanggung lebih dari setengah lagu dari album mereka, dituding menjiplak lagu orang lain.

Sebuah ironi dan peristiwa yang sangat memalukan industri musik Indonesia. Dan setelah kejadian itu, bak bola salju, banyak grup band ataupun musisi lainnya yang juga diisukan menjiplak lagu orag lain, khususnya musisi Barat.

Banyak pendapat dan opini yang berkeliaran dan tidak sedikit yang berdebat akan hal ini. Saya pribadi berpendapat, selama tak ada aturan ataupun hukum yang jelas yang mengatur tentang permasalahan ini, maka berdebatan mengenai penjiplakan akan terus ada dan hanya akan menjadi sebuah debat kusir.

Kenapa? karena, semua orang berpendapat berdasarkan apa yang mereka tau dan pendidikan yang mereka punya, tak ada payung hukum ataupun dasar hukum yang jelas untuk membenarkan suatu pendapat. Karena pada dasarnya, bila kita berbicara tentang benar dan salah maka harus ada sebuah dasar hukum yang jelas yang mengatur tentang itu, sebuah hukum yang telah disepakati dan diketahui semua orang. Dan bila tidak, maka pembicaraan itu tak akan pernah ada habisnya.

Yang ada sekarang hanyalah hukum moral, sebuah hukum yang sangat mahal dan tak ada sangsi fisik untuk para pelanggarnya. Hukum moral sangat ditentukan oleh setiap pribadi orang yang ada. Dalam hal ini, berarti moral para musisi kita masih sangat mengkhawatirkan. Mereka hanya memikirkan popularitas dan materi yang akan mereka peroleh, tak peduli apakah karya mereka itu mirip atau bahkan menjiplak karya orang lain.

Bisa dimengerti memang, karena di negara Indonesia masalah dapur masih menjadi yang utama bagi setiap orang dan moral hanyalah sebuah bagian kecil yang terdapat jauh dalam hati mereka.

MUSE - THE RESISTANCE
www.4shared.com/file/133415421/afeec871/Muse_-_The_Resistance_2009.html?s=1

0 komentar:

Posting Komentar