Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Episode Kelima: Bermain Peran

Selasa, 11 Rajab 1447 H / 30 Desember 2025 18.50 WIB   Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah   EPISODE KELIMA https://youtu.be/9Qj26iX4JDQ   Belum ada tema/konsep utama yang digunakan dalam obrolan rutin yang kami kemas dalam bentuk siniar ini. Tema bebas selayaknya obrolan biasa coba kami gunakan tapi rasa-rasanya hal itu tidak terlalu efektif untuk memantik obrolan.   Hingga akhirnya di episode ini, kami coba untuk meniru konsep yang dihadirkan dalam Podcast Seminggu yang disampaikan oleh Awwe dan Pican. Intinya dalam Podcast Seminggu , Awwe dan Ican akan membuka obrolan di dalam siniarnya dengan menanyakan hal-hal yang telah terjadi seminggu kebelakang. Dari sana, kemudian obrolan akan berlanjut dengan mengalir begitu saja.   Insyaallah tema seperti itu, membuka obrolan dengan flasback terhadap hal-hal yang terjadi di seminggu kebelakang, akan rutin kami gunakan untuk memantik obrolan setiap pekannya.   Di episode i...

Bila Ku Mati: Catatan tentang Peristiwa Kematian

Sabtu, 7 Rajab 1447 H / 27 Desember 2025 M 08.21 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Bila Ku Mati: Catatan tentang Peristiwa Kematian , adalah sebuah judul buku yang disusun oleh Ustaz Ammi Nur Baits. Seorang penggiat dakwah yang berasal dari pesisir pantai utara Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Saat ini beliau, semoga Allah ta'ala senantiasa menjaganya dalam kebaikan , berdomisili di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berdasarkan biografi yang tertulis di akhir buku, Bila Ku Mati: Catatan tentang Peristiwa Kematian adalah buku ke-23 yang telah beliau tulis. Buku ini diterbitkan oleh Pustaka Muamalah Jogja dan yang kami miliki saat ini merupakan cetakan pertama yang diterbitkan pada bulan Jumadil Akhir 1447 / November 2025. Buku ini terdiri dari 257 halaman yang dibagi ke dalam delapan bab besar, yaitu Bab 1 Apa itu Kematian, Bab 2 Kisah Kematian Para Nabi, Bab 3 Menjelang Kematian, Bab 4 Saat Kematian Tiba, Bab 5 Menjelajahi Alam Barzakh, Bab 6 Fiqih Takziah, Bab 7 F...

Renungan dari Aktivasi Coretax

Kamis, 5 Rajab 1447 H / 25 Desember 2025 09.44 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pendaftaran dan Aktivasi Akun Wajib Pajak serta Pembuatan Kode Otorisasi/Sertifikat Elektronik Melalui Sistem Inti Administrasi Perpajakan Direktorat Jenderal Pajak (CORETAX DJP) Mulai Tahun Pajak 2025 bagi Aparatur Sipil Negara, Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia, ditegaskan bahwa Seluruh ASN termasuk Calon Pegawai Negeri Sipil, prajurit TNI, dan anggota Polri melakukan pendaftaran pada Coretax DJP untuk mendapatkan akun wajib pajak, melakukan aktivasi akun wajib pajak dan memiliki Kode Otorisasi/Sertifikat Elektronik (KO/SE), paling lambat tanggal 31 Desember 2025. Menindaklanjuti arahan tersebut, kami segera melakukan proses aktivasi sesuai dengan tutorial yang ada. Pada prosesnya, ternyata kami harus melakukan perubahan data nomor handphone (HP) ...

Episode Keempat: Ngobrol Soal Public Speaking dan Komunikasi

Rabu, 24 Desember 2025 18.51 WIB Bismillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah EPISODE KEEMPAT: Ngobrol Soal Public Spekaing dan Komunikasi https://youtu.be/cKu2sx5DtMs Public speaking adalah sebuah seni, kecakapan dan etiket berkomunikasi. Bentuk dari sebuah public speaking bisa berupa pidato, presentasi, pembawa acara, pelatihan atau vlog.  Tujuan dari public speaking adalah untuk menyampaikan ide, mengajarkan sesuatu, melaporkan suatu kegiatan dan membujuk orang lain untuk melakukan suatu hal. ( https://www.uny.ac.id/id/berita/public-speaking-diperlukan-dalam-komunikasi#:~:text=Public%20speaking%20adalah%20seni%2C%20kecakapan,dan%20membujuk%20melakukan%20suatu%20hal. ) Secara makna kata, public speaking berarti berbicara di depan umum atau wicara publik. Sederhananya, kapan pun kita berbicara di hadapan lebih dari satu orang, baik itu informal maupun formal, maka kita sedang melaksanakan public speaking . Dan public speaking menjadi tema obrolan kami di pekan ini. Saya pri...

Episode Ketiga: Flashback Awal Pertemuan

Ahad, 14 Desember 2025 06.02 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah EPISODE KETIGA https://youtu.be/FJU4arl3a7U Salah satu faedah yang disampaikan oleh Ustaz Firanda dalam kajian tafsir surat As-Saffat adalah diperbolehkan untuk bernostalgia atau membicarakan tentang masa lalu (hal-hal yang mubah) dengan tujuan yang baik. Bukan dalam rangka berbangga-bangga terhadap dosa atau niat buruk lain yang semisal dengan itu. Oleh karena itu, dalam rangka menumbuhkan rasa cinta diantara kami, maka obrolan pekan ini bertemakan tentang kisah awal pertemuan kami. Kisah awal pertemuan kami pernah juga saya ungkapkan ke dalam beberapa tulisan, yaitu INFERIOR , Memaknai Peristiwa (bagian 1)  dan Memaknai Peristiwa (Bagian 2) . Tapi di awal pembicaraan, kami mulai dengan terlebih dahulu mendeskripsikan diri kami masing-masing sesuai dengan apa yang kami rasakan ( self-assesment) . Berpanjang lebar kami berdiskusi tentang hal itu, sebagai upaya kami untuk bisa semakin mengenal diri kam...

Episode Kedua: Berbicara tentang Kepribadian

Selasa, 9 Desember 2025 06.30 WIB Bissmillah wa shallatu salam ala rasulillah Konsekuensi kita hidup bermasyarakat adalah kita harus bisa bersabar menghadapi berbagai macam kepribadian orang lain. Sebagaimana kita tidak mungkin bisa merasa cocok dengan semua orang, maka itu juga yang dirasakan oleh orang lain terhadap kita.  Beragam karakter yang kita temui, maka itu adalah hikmah sekaligus ujian yang harus kita lewati. Hikmah ketika kita bisa bertemu dengan orang yang sesuai dengan yang kita harapkan serta menjadi sebuah ujian ketika kita harus bersama dengan mereka yang tidak kita sukai wataknya. Pertama dan yang utama, kita harus bisa menentukan batas yang jelas antara urusan personal dan urusan profesional ( https://noorzandhislife.blogspot.com/2024/09/antara-personal-dan-profesional-jangan.html ). Ini menjadi sesuatu yang penting untuk kita tetapkan sebagai tolak ukur perilaku kita terhadap orang lain.  Karena prinsipnya adalah kita hanya bisa mengontrol apa yang menjadi ...

BAHTERA CERITA: Saat Kata Menemukan Tempat

Rabu, 3 Desember 2025 07.45 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah BAHTERA CERITA: Saat Kata Menemukan Tempat adalah sebuah siniar sederhana. Siniar bermakna siaran yang dibuat dalam format digital yang diunduh melalui internet. Sehingga ini hanyalah sebuah obrolan dari sepasang suami (Adima Insan Akbar Noors)-istri (Hanifah Alshofa Nurul Aini), yang menikah pada tanggal 29 Juni 2017 dan saat ini telah mempunyai 4 anak, walhamdulillah. Selama kurang lebih 8 tahun mengarungi bahtera rumah tangga, ada beberapa peristiwa yang datang silih menyapa. Ada suka duka di dalamnya, sebagaimana rumah tangga lainnya.  Dalam perjalanan ini, kami terus mencoba saling memperbaiki diri, dengan harapan bahtera ini tidak akan pernah berhenti. Tentu, di setiap kisah dan perjalanan selalu akan ada akhir yang menanti, tapi harapan kami, dalam bahtera ini, akhir itu adalah surga-Nya yang abadi. Maka hadirlah obrolan ini yang kami coba kemas dalam bungkus siniar. Obrolan rutin yang diharapkan...

Pesimis bertamengkan Intropeksi diri

 Jumat, 3 Oktober 2025 16.07 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Pada akhirnya kita tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan yang sempurna di dunia ini. Nasihat yang sering keluar dari para guru di beberapa kajian yang kami ikuti. Apa yang terjadi di dunia, sekarang ini, akan selalu tercampur satu sama lainnya. Dan itu, kini sedang kami alami. Ketika kami sedang menikmati, satu perjalanan hidup yang sesuai dengan ekspektasi. Bekerja dengan orang-orang yang membuat kami bahagia, bisa berekspresi dalam ruang diskusi. Memiliki Waktu yang cukup dengan teman dan keluarga. Walaupun kami masih sekadar rakyat biasa, bukan seorang pejabat tenar yang memiliki banyak kuasa dan harta. Tapi merasa tenang dan nyaman dengan apa yang ada sekarang. Lalu kemudian drama terjadi mengusik segala kenyamanan diri kalimat emosi yang keluar membuat diri tersadar dan melakukan evaluasi. Apa memang kami seburuk itu? tak sebermanfaat itu dan sengeyel itu untuk menerima masukan? Apakah kami ha...

Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Ketujuh)

AHAD, 10 MUHARAM 1447 H // 6 JULI 2025 12.41 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Pertama)  1. Membagi tugas. 2. Menjadi mentor. Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Kedua)  3. Pengambilan Keputusan (Decision-making). Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Ketiga)  4. Tidak Terlalu Membutuhkan pada Bawahan. Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Keempat)  5. Jujur. Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Kelima)  6. Menciptakan dan/atau membangun sebuah iklim birokrasi/proses kerja sesuai dengan yang dia inginkan/ucapkan/janjikan. Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Keenam)  7. Teladan Pimpinan dan Konsistensi Penerapan Aturan Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Ketujuh) 8. Regenerasi Di dalam sebuah organisasi yang baik harus memiliki pembagian tugas yang jelas sehingga masing-masing orang yang ada di dalam organisasi tersebut bisa melakukan identifikasi serta bertindak sesuai dengan tugas yang telah mereka miliki. ...

Mau Dibawa Kemana?

Selasa, 27 Mei 2025 08.58 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah PROLOG Peraturan perundang-undangan tentang Pegawai Aparatur Sipil Negara (Pegawai ASN) di lingkungan pemerintah Indonesia sepertinya akan kembali mengalami perubahan (baca: https://noorzandhislife.blogspot.com/2023/11/uu-nomor-20-tahun-2023-tentang-aparatur.htm l). Undang-undang Nomor 20 tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara yang baru berusia kurang lebih 2 (dua) tahun dan belum memiliki satu peraturan teknis (Peraturan Pemerintah) sebagai turunan langsung dari UU tersebut, diwacanakan untuk kembali dilakukan perubahan. Bagi kami wacana perubahan tersebut murni sebagai sebuah tindakan politik bukan sebagai sebuah bentuk evaluasi untuk mendapatkan perubahan positif. Karena kita akan sulit untuk mendapatkan feedback utuh dari pelaksanaan UU Nomor 20 Tahun 2023 tanpa adanya aturan teknis yang mengatur segala ketentuan umum yang ada di dalam UU tersebut. Walhamdulillah , harian Kompas edisi Selasa, 13 Mei 20...

Kritik terhadap artikel "Tertawa di Tengah Kepunahan: Meme, Humor, dan Krisis Iklim"

Selasa, 29 April 2025 09.25 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Pada tulisan ini, kami akan memberikan kritik terhadap beberapa point pada artikel yang ditulis oleh Anwar Kurniawan. Artikel tersebut berjudul "Tertawa di Tengah Kepunahan: Meme, Humor, dan Krisis Iklim" , yang telah dimuat pada kolom Opini harian KOMPAS (27/04/2025) . Penulis adalah seorang pegiat kajian budaya dan media, peneliti wacana eco-Islam dan humor, dosen ISI-Surakarta. Secara garis besar, sebenarnya isi utama dari artikel dengan judul "Tertawa di Tengah Kepunahan: Meme, Humor, dan Krisis Iklim" adalah mencoba untuk menjelaskan apakah fenomena masyarakat dewasa ini yang menjadikan beberapa masalah iklim menjadi sebuah bahan lelucon akan membawa dampak negatif atau justru bisa memberikan pengaruh yang positif. Akan tetapi di dalam artikel tersebut terdapat beberapa pembahasan yang kemudian memberikan pandangan negatif terhadap sebuah pemikiran agama, khususnya Islam. Pada sala...

Politik dan Teknokratisme

Selasa, 22 April 2025 08.25 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Namun, di balik imajinasi itu, ada pekerjaan besar bersifat teknis, administratif, dan sering kali tak tampak: menyusun regulasi, mengelola anggaran, merancang sistem, memastikan kebijakan berjalan. Inilah tugas utama teknokrat (baca:BIROKRAT): mengonkretkan imajinasi kebahagiaan menjadi kebijakan nyata dan terukur. Kompas, 22 April 2025 Pada harian Kompas (22/04/2025 ) kolom Opini terdapat sebuah artikel dengan judul "Matinya Teknokratisme dalam Pragmatisme Politik Prabowo" . Artikel tersebut ditulis oleh Yanuar Nugroho , Dosen STF Driyarkara, Jakarta; Visiting Senior Fellow ISEAS-Singapura; Anggota AIPI; Deputi II Kepala Staf Kepresidenan RI 2015-2019. Artikel-artikel seperti itu yang membuat kami masih merasa perlu untuk berlangganan dan membaca koran di setiap harinya. Kami yang saat ini bekerja di dalam dunia birokrasi, mempunyai beban moril untuk juga mengetahui dan memahami situasi serta k...

Jiwa Kepemimpinan yang Baik (bagian keenam)

Senin, 21 April 2025 08.32 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah. Jiwa Kepemimpinan yang Baik (bagian pertama) 1. Membagi tugas. 2. Menjadi mentor. Jiwa Kepemimpinan yang Baik (bagian kedua)  3. Pengambilan Keputusan ( Decision-making ). Jiwa Kepemimpinan yang Baik (bagian ketiga)   4) Tidak Terlalu Membutuhkan pada Bawahan. Jiwa Kepemimpinan yang Baik (bagian keempat)  5) Jujur. Jiwa Kepemimpinan yang Baik (bagian kelima)  6) Menciptakan dan/atau membangun sebuah iklim birokrasi/proses kerja sesuai dengan yang dia inginkan/ucapkan/janjikan. 7) Teladan Pimpinan dan Konsistensi Penerapan Aturan Salah satu PR (pekerjaan rumah) besar dalam dunia birokrasi Indonesia adalah permasalahan disiplin pegawai. Disiplin adalah ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan (tata tertib dan sebagainya).  Sependek pengalaman kami bekerja dalam dunia birokrasi, permasalahan disiplin memang merupakan salah satu penyakit akut dan kronis yang ada dalam tubuh birokrasi Indone...

Dua Kisah Satu cerita

Selasa, 15 April 2025 09.11 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah. Tampak Belakang Tampak Depan Buku dengan judul "Dua Kisah Satu Cerita", merupakan sebuah buku yang dituliskan berdasarkan kisah nyata. Buku ini ditulis dengan gaya penulisan buku harian ( diary ).  Pada zamannya, buku diary pernah mendapat tempat khusus di hati banyak orang Indonesia. Sehingga kemudian dikenal istilah, " dear diar y", sebagai sebuah frasa awal dalam menuliskan cerita yang dialami oleh masing-masing penulisnya. Pada intinya, buku harian atau buku diary adalah sebuah catatan yang bersifat pribadi. Catatan tersebut bisa tentang pengalaman, pemikiran, dan perasaan yang dialami oleh penulis.  Tentunya tidak harus pengalaman, pemikiran, dan perasaan yang bersifat harian yang dituliskan. Penulis bisa saja menuliskan pengalaman, pemikiran dan perasaan yang telah dia himpun dalam kurun waktu tertentu.  Buku diary berfungsi untuk mendokumentasikan kehidupan sehari-hari penulis...

Kepentingan elektoral dan akademik.

Senin, 14 April 2025 08.48 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah. Pada tulisan sebelumnya, "Jika Negara Terlalu Banyak Mengurus Kasus" , dijelaskan berkenaan dengan fenomena mayoritas politisi yang "memanfaatkan" kasus viral untuk membuat dirinya dikenal sebagai seseorang yang pro rakyat. Di dalam tulisan ini, kami akan mengemukakan pendapat tentang respon yang ideal dari fenomena tersebut. Bila seorang politisi memanfaatkan berita viral untuk mendongkrak popularitasnya, maka bagi kami hal itu menjadi sesuatu yang lumrah, toh itu merupakan bagian dari strategi dirinya agar dikenal luas.  Karena tanpa dikenal, sehebat dan secerdas apapaun seorang politisi maka akan sulit baginya untuk terpilih dalam kompetisi demokrasi yang ada di Indonesia saat ini. Tapi ketika nantinya politisi tersebut telah mampu terpilih, dalam konteks ini dia terpilih menjadi seorang Kepala Daerah (Gubernur, Walikota/Bupati), maka dia harus bisa menyesuaikan gaya "pencitraan...

"Jika Negara Terlalu Banyak Mengurus Kasus"

Rabu, 9 April 2025 09.27 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah. ”Memecahkan suatu kasus memang penting. Namun, lebih penting lagi membuat kebijakan publik yang akan mencegah terjadinya seribu kasus.”  (KOMPAS, 07/03/2025) Kolom opini pada harian KOMPAS (07/03/2025) dengan judul "Jika Negara Terlalu Banyak Mengurus Kasus" , menjadi sebuah tulisan yang mampu merangkum secara ilmiah fenomena politisi yang ada di Indonesia akhir-akhir ini. Tulisan tersebut ditulis oleh Adrianus Meliala , seorang Kriminolog dan Guru Besar UI. Secara garis besar, tulisan tersebut menjelaskan beberapa hal: Pertama , fenomena "menyimpulkan sesuatu berdasarkan beberapa kasus" Penulis (Adrianus Meliala) mengatakan bahwa ketika sebuah kalimat kesimpulan semisal ”Program Makan Bergizi Gratis Kacau Balau”, merupakan sebuah produk akhir dari sebuah kajian akademis, yaitu dilakukan dengan cara pengambilan data yang benar atas data yang juga berjumlah atau berkualitas cukup. Maka kes...

Hari-hari Efisiensi.

Senin, 17 Februari 2025 10.39 WIB Bissmillah was shallatu was sallam ala rasulillah Berdasarkan KBBI ( https://kbbi.kemdikbud.go.id/ ), efisiensi memiliki dua makna, yang pertama ketepatan cara (usaha, kerja) dalam menjalankan sesuatu (dengan tidak membuang waktu, tenaga, biaya) dan makna yang kedua adalah kemampuan menjalankan tugas dengan baik dan tepat (dengan tidak membuang waktu, tenaga, biaya). Definisi di atas memberikan pemahaman bahwa berbicara tentang efisiensi berarti kita sedang berbicara tentang cara (prosedur yang harus ditempuh) dan kemampuan ( skill ). Idealnya dua makna tersebut mampu kita laksanakan.  Kita siapkan prosedur yang baik dan juga SDM yang handal, sehingga seluruh tugas bisa dijalankan dengan baik dan tepat. Akhir-akhir ini, di media sosial dan khususnya di kalangan internal birokrasi, tema efisiensi menjadi sebuah perbincangan hangat. Diawali dengan munculnya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan A...