Senin, 23 Rabiul Akhir 1448 H / 5 Oktober 2026
11.00 WIB
Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah
Tulisan bertajuk Inferior pernah kami tuliskan pada tahun 2016, sebuah masa yang sudah cukup lama terlewati.
Kala itu konteksnya adalah kami yang baru belajar agama dan memberanikan diri,
untuk mengajak menikah wanita yang ilmu dan praktiknya telah lebih dulu ia selami.
Tak disangka, kini kami bersua dengan situasi yang seolah berulang kembali.
Kali ini konteksnya adalah kami,
yang masuk ke sebuah lingkungan kerja yang nyaris tak tertandingi.
Orang-orang hebat yang sebenarnya sudah tak memerlukan lagi bantuan dari pihak eksternal seperti kami.
Mereka telah bergerak seimbang antara dalamnya kemampuan analisis dan praktik yang teruji.
Ya, tentu saja ada kekurangan yang menyertai.
Namun, sangat minim dan bahkan tenggelam oleh lautan kehebatan yang mendominasi.
Ya, hal ini mungkin belum objektif karena kami belum lama berinteraksi di lingkungan ini.
Namun, setidaknya kesan pertama sungguh menyilaukan pandangan kami.
Kami makin tertampar dan tertunduk malu hati.
Di satu sisi, ini adalah motivasi bagi kami agar bisa terus membenahi diri.
Terus belajar dan meningkatkan kompetensi,
tetapi di sisi lain, ada rasa khawatir yang datang menghampiri.
Apakah kami akan sanggup mengejar langkah kaki mereka yang kini sudah berlari?
Ataukah justru kami menjadi hambatan dan membuat mereka harus sejenak berjalan kaki, bahkan menepi?
Benar nasihat orang tua, kita harus berani pergi dan keluar dari zona yang telah nyaman memeluk diri.
Agar terlihat luasnya dunia yang kita tinggali.
Agar makin terbuka pandangan mata dan hati.
Agar tak arogan merasa diri ini yang paling tinggi.
Padahal, amatlah rendah ketika bersanding dengan mereka yang lebih mumpuni.
Wallahu'allam.
Selesai ditulis pada hari Senin, 23 Rabiul Akhir 1448 H yang bertepatan dengan tanggal 5 Oktober 2026 pukul 12.28 WIB.

Komentar
Posting Komentar