Rabu, 08 Juni 2016

Zona Nyaman

SELASA, 7 JUNI 2016
21.00 WIB

Seharusnya dengan status sebagai seorang pegawai pusat di salah satu instansi yang menjadi tolak ukur pemerintahan terutama pemerintahan daerah, saya bisa berpikir secara makro dan mengetahui segala macam informasi berkenaan dengan isu-isu terhangat perihal problematika pemerintahan Indonesia. Itu idealnya.

Kenyataannya saya tidak atau belum mampu memiliki pola pikir seperti itu. Saya justru sering mengetahui informasi dari beberapa teman yang berada dan bekerja di daerah.

Hal itu sebenarnya wajar terjadi karena saya tidak bekerja di bagian yang secara langsung menangani urusan pemerintahan. Saya bekerja di bagian kesekretariatan, lebih spesifik lagi menangani urusan kepegawaian. Saya bertugas untuk melayani beberapa urusan kepegawaian pegawai di instansi saya bekerja. Jadi saya lebih banyak berkutat dengan urusan internal instansi dengan titik berat kepada pelayanan kepegawaian.

Akan tetapi alasan bekerja di sekretariat tak lantas menjadi sebuah argumen kuat untuk membenarkan fakta saya tak bisa untuk mengetahui informasi terhangat tentang jalannya pemerintahan. Di luar rutinitas, seharusnya saya bisa mengakses informasi sebanyak mungkin karena kedekatan jarak.

Tapi apa mau dikata, hampir satu tahun saya berada di instansi pusat, saya justru belum memiliki akses memadai terhadap informasi terkini pemerintahan.

Indikatornya adalah saya tak lagi banyak menuliskan opini serta kritikan yang dulu biasa saya lakukan. Rasa-rasanya dulu saya banyak memiliki referensi serta ide tentang isu-isu hangat pemerintahan. Tapi kini saya kok seperti kehilangan?

Kurangnya informasi sebagai salah satu referensi utama membuat tumpulnya daya analisis saya terhadap suatu permasalahan yang sedang terjadi. Pada akhirnya semua rutinitas mengarahkan saya pada zona nyaman.

Padahal tak sulit untuk menjadi seorang pegawai yang baik. Karena bekerja di pemerintahan berarti bekerja di sebuah lembaga eksekutif. Lembaga eksekutif mempunyai fungsi menjalankan peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh lembaga legisatif (Trias Politica) di samping tugas dan fungsi lainnya.

Jadi kita hanya perlu untuk membaca, memahami, serta terus memperbaharui pengetahuan tentang aturan/dasar hukum berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi yang kita miliki.

Sehingga jawaban utama kenapa saya tak mampu berpikir makro adalah karena kurangnya kemampuan serta keinginan saya untuk membaca, memahami dan memperbaharui aturan. 

Saya hanya unggul dengan sebuah label pegawai pusat tapi isi/kualitas saya tak lebih baik dari teman-teman saya yang bekerja di daerah.

#PMA

1 komentar:

  1. Semangat Adima, Keren juga bisa pindah kepusat. Abang juga pengen pindah kepusat, tapi asal pusatnya jangan dijakarta, jauhhh hehhee

    BalasHapus