Langsung ke konten utama

Postingan

(mencoba) Berjiwa Besar

Kisah cinta di kehidupan nyata, tak akan pernah bisa seindah cerita fiksi belaka. Ini tentang menyatukan dua hati yang berbeda, beda emosi beda harapan. Sedikit adu argumen dan masalah adalah sesuatu yang biasa nan wajar. Tinggal bagaimana caranya kita menyikapi itu semua, bersikap dewasa dan bijak atau kah bertahan dengan pendapat sendiri karena ingin menang dan tertawa. Dan itulah Aku, hubungan ini. Belum terlalu lama, tidak juga sebentar. Tapi sudah harus terpisah jarak dan tempat. Tidak bisa bertemu dan berkomunikasi seperti biasa, seperti selayaknya pasangan kawula muda. Karena diri ini sungguh terikat dengan aturan dan sedang berusaha untuk beradaptasi agar tidak mati. Beruntungnya Aku, dia mampu memahami dan tak sedikit pun cintanya luntur. Dia tetap berjanji setia, untuk sayang dan menunggu. Lalu hati ini mulai sadar, sadar dengan segala keterbatasan yang ada. Aku mencoba memahami semuanya. Mencoba tak meminta lebih dan memaklumi segalanya. Ku coba singkirkan semua ego mengekan...

KAMPUS DAERAH DAN SEMANGAT PERUBAHAN

”Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja IPDN menetapkan : Kampus IPDN Manado, Kampus IPDN Makassar, Kampus IPDN Pekanbaru, dan Kampus IPDN Bukittinggi, yang selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 892.1¬829 Tahun 2009 ditetapkan lokasi pembangunan kampus IPDN di daerah yaitu: di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara, di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan, di Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau, dan di Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat, serta pada saat ini sedang dipersiapkan pengembangan Kampus IPDN di Pontianak di Provinsi Kalimantan Barat, Kampus IPDN di Mataram di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kampus IPDN di Jayapura Provinsi Papua.” Itulah dasar hukum diadakannya kampus daerah di lembaga pendidikan tinggi kepamong prajaan IPDN. Ada banyak sebab kenapa pemerintah dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan kebijakan untuk membuka kampus-kampus di daerah. Salah satu yang pasti dan paling lo...

Catatan ringan : keluhan dan harapan

Sebuah masa telah terlewati dan kini saya telah memasuki masa, sebuah fase baru dalam kehidupan ini. Tak terasa memang, tapi inilah keadaannya. Kini, saya telah menjadi seorang praja, Muda Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Angkatan XXI, sebuah Perguruan Tinggi Kedinasan pencetak aparatur pemerintahan. IPDN merupakan PTK di bawah lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Bukan hal yang mudah memang untuk bisa masuk dan akhirnya dilantik menjadi seorang Muda Praja. Setidaknya ada lima tes yang harus dilewati untuk bisa masuk ke IPDN. Dimulai dari Psikotest, tes kesehatan, tes kesamaptaan, tes akademik dan Pantukhir. Seperti kebanyakan orang lainnya, saya pun tidak hanya berpangku tangan atau hanya mengandalkan IPDN sebagai tujuan tempat kuliah. Prinsip Hope for the best and prepare for the worst, sangat cocok dan harus kita terapkan di setiap pilihan yang akan kita buat. Begitu juga dalam hal ini. Saya mencoba menyiapkan pilihan lainnya sebagai bentuk usaha saya dalam menata masa depan...

Valentine's Day

Berawal dari sebuah kisah, kisah legenda di masa lampau. Tentang masyarakat Romawi dengan dewanya, tentang Valentine yang mati dibunuh Claudius. Munculah sebuah tradisi, tradisi perayaan kasih sayang dengan nama Valentine's Day, 14 Februari setiap tahunnya. Sungguh itu hanya merupakan tipu daya belaka. Suatu upaya pembenaran terhadap kemaksiatan. Alasan untuk mereka yang ingin mengumbar syahwat. Dan melampiaskan segala hasrat. Ironis memang, di negara ini, Indonesia dengan mayoritas Islam agamanya. Valentine masih menjadi sebuah perayaan, bahkan ritual bagi anak muda, mengatasnamakan globalisasi dan kebebasan. Mereka dengan bangga merayakannya. Berpesta, berhura-hura hingga lupa diri dan agama. Bertindak liar tanpa batas, tak ada aturan. Ketika ego menjadi acuan dan nafsu terbebas lepas tanpa arah. mereka pun menjadi hina, sehina-hinanya binatang. Dan seakan melihat peluang, produk komersil pun ikut serta memeriahkan acara. Mereka ikut serta mengompori semua kegitan. Bahkan secara ...

Wisdom, Justice And Love

"Kebenaran akan terasa layaknya sebuah kebohongan bagi para pendosa." "Kita harus memahami dan menerima sebuah masa lalu sebelum kita melangkah pergi meninggalkannya." "Hidup itu harus realistis tapi bukan berarti pesimis. Karena mengejar sesuatu hal yang pasti tak berarti kita tak boleh bermimpi." "CANTIK itu RELATIF, tapi terkadang lelaki RELATIF sama berpendapat tentang wanita CANTIK dan JELEK itu MUTLAK, karena lelaki MUTLAK sama berpendapat tentang wanita JELEK." "Tempat kuliah itu dipilih bukan karena gaya, tapi harus karena kita minat dan punya bakat. Agar nantinya kita kuliah dengan hati penuh dedikasi, bukan dengan gengsi." "Do your best, Allah takes the rest and in the end let your parent decide whether they will pay the bill or not!" "Jangan karena banyaknya simpati dan empati, sebuah kemaksiatan menjadi terasa benar dan wajar!" "Logikanya, kalau anda mengikuti sebuah tes ke sebuah PTN/PTS, apapun jen...