Langsung ke konten utama

Postingan

Mahkota Pengantin

MINGGU, 12 JUNI 2016 13.27 WIB Pernikahan merupakan penyempurna agama. Perihal pernikahan sangat istimewa karena mampu menghalalkan sebuah hubungan yang sebelumnya haram. Menjadikannya bernilai pahala padahal sebelum adanya pernikahan, hubungan itu akan menjuruskan pada perbuatan dosa. Oleh karena itu sudah sepantasnya semua orang, pria dan wanita, baik yang telah menikah, belum menikah, atau sedang dalam tahapan persiapan pernikahan, perlu untuk membekali diri dengan pengetahuan mendalam berkenaan dengan pernikahan sesuai dengan tuntunan Qur’an dan Hadits Shahih. Karena seperti yang telah disebutkan di awal tulisan, peristiwa pernikahan bukan suatu peristiwa kecil yang dilalui begitu saja tanpa ada ilmu yang mendasari. Peristiwa itu mampu merubah sebuah hukum Allah secara 180 derajat sehingga jelas bahwa pernikahan adalah perkara penting yang harus dipersiapkan sebaik mungkin. Buku Mahkota Pengantin adalah salah satu buku yang mampu menghadirkan tuntunan berkena...

Zona Nyaman

SELASA, 7 JUNI 2016 21.00 WIB Seharusnya dengan status sebagai seorang pegawai pusat di salah satu instansi yang menjadi tolak ukur pemerintahan terutama pemerintahan daerah, saya bisa berpikir secara makro dan mengetahui segala macam informasi berkenaan dengan isu-isu terhangat perihal problematika pemerintahan Indonesia. Itu idealnya. Kenyataannya saya tidak atau belum mampu memiliki pola pikir seperti itu. Saya justru sering mengetahui informasi dari beberapa teman yang berada dan bekerja di daerah. Hal itu sebenarnya wajar terjadi karena saya tidak bekerja di bagian yang secara langsung menangani urusan pemerintahan. Saya bekerja di bagian kesekretariatan, lebih spesifik lagi menangani urusan kepegawaian. Saya bertugas untuk melayani beberapa urusan kepegawaian pegawai di instansi saya bekerja. Jadi saya lebih banyak berkutat dengan urusan internal instansi dengan titik berat kepada pelayanan kepegawaian. Akan tetapi alasan bekerja di sekretariat tak lantas menja...

Falsafah Hidup

MINGGU 15 MEI 2016 16.14 WIB Falsafah berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia ( kbbi.we.id ) mempunyai arti sebagai anggapan, gagasan, dan sikap batin yang paling dasar yang dimiliki oleh orang atau masyarakat/pandangan hidup. Beberapa orang menganggap sama antara falsafah dengan filsafat. Dan beberapa yang lainnya memisahkan kedua kata tersebut walaupun dengan perbedaan yang tak terlalu mencolok. KBBI sendiri memberikan 4 (empat) pengertian filsafat yang satu diantaranya dapat diartikan sebagai falsafah. Oleh karena itu saya berpendapat bahwa pada intinya falsafah adalah filsafat. Pengertian filsafat atau falsafah dari segi semantik berasal dari bahasa Yunani, philosophia ( philos : cinta, sophia : pengetahuan/hikmah), yakni cinta kepada kebijaksanaan atau cinta kepada kebenaran. Tak heran apabila asal usul kata filsafat/falsafah berasal dari Yunani karena awal mula orang-orang mulai berfilsafat dimulai di Yunani, pada masa Thales. Setelah itu filsuf-filsuf terkenal...

Kejelasan ketidakjelasan (2)

RABU, 11 MEI 2016 07.35 WIB "Cinta laki-laki kepada perempuan dan sebaliknya, walaupun bagaimana susun katanya dan halus bunyinya, maksudnya hanya satu, yaitu nafsu kelamin." Profesor Freud Kamu terlalu berlebihan. Mungkin juga terlalu dibutakan. Tak usah saling menyalahkan. Karena sedari awal kita berdua yang bersama sepakat terus bertahan. Mencoba untuk bisa menyatukan. Segala perbedaan yang sangat jauh memisahkan. Diawal aku penuh semangat tak terelakan. Beragam hadangan aku kalahkan. Tak ku pedulikan cibiran. Orang tuamu pun tak aku dengarkan. Entah sombong atau bodoh yang aku banggakan. Akhirnya aku yang diawal mengobarkan semangat perjuangan. Kini justru menyerah tak bisa lagi meneruskan. Maaf bila aku menjadikan agama sebagai alasan. Tapi ku tak mau terus menggantung hubungan. Tanpa sebuah kejelasan. Aku belum sanggup merencanakan suatu pernikahan. Masih terdapat ragu yang tertahankan. Ragu karena sikap dan jarak yang memisahkan. Ya kamu ka...

Kejelasan Ketidakjelasan

SENIN, 25 APRIL 2016 07.18 WIB Ini bukan yang pertama. Terus menyakiti wanita di saat perasaannya begitu besar kepada saya. Apakah saya sebegitu sombongnya sehingga terus melakukan hal yang sama? Saya tau, apapun alasan yang kemudian saya kemukakan hanya akan dipandang sebagai omong kosong.  Pada akhirnya lelaki dinilai berdasarkan seberapa banyak janji yang mampu dia realisasikan. Jadi tak akan berguna setiap kata yang saya untai sebagai kalimat pembuka permintaan maaf. Saya menjadi seseorang yang sangat berdosa karena telah membuat wanita begitu sangat mencintai, dengan berjuta janji dan usaha yang saya lakukan, tapi di saat akhir saya justru pergi meninggalkannya. Jelas dia akan menyematkan penipu kepada saya! Jelas dia akan meneriaki saya sebagai seorang pembohong. Begitu juga dengan sahabat yang ada di sekitar dia. Saya tak munafik. Saya tak ingin membuat dia terus merasa sakit. Saya tak bisa memberikan kepastian. Dia katakan ingin terus bertahan...