Langsung ke konten utama

Postingan

Ilmu yang tak bermanfaat.

RABU, 16 SAFAR 1438 H / 16 NOVEMBER 2016 13.05 WIB “Tidak boleh hasad (ghibtoh) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya.” ( HR. Bukhari no. 73 dan Muslim no. 816 ) Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan, “Hasad yang dimaksud di sini adalah hasad yang dibolehkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bukan hasad yang tercela.” Ibnu Baththol mengatakan pula, “Inilah yang dimaksud dengan judul bab yang dibawakan oleh Imam Bukhari yaitu “Bab Ghibthoh dalam Ilmu dan Hikmah” . Karena siapa saja yang berada dalam kondisi seperti ini (memiliki harta lalu dimanfaatkan dalam jalan kebaikan dan ilmu yang dimanfaatkan pula), maka seharusnya seseorang ghibthoh (berniat untuk mendapatkan nikmat seperti itu) dan berlomba-lomba dalam kebaikan tersebut.“ ( Syarh Al Bukhori, Ibnu Baththol, Asy Syamilah, 1/153 ) ...

Harta Haram

Sabtu, 28 Muharram 1438 H / 29 Oktober 2016 18.54 WIB Buku Harta Haram Muamalat Kontemporer merupakan sebuah buku yang mengupas secara tuntas berkenaan dengan permasalahan muamalat yang dewasa ini banyak terjadi. Permasalahan tersebut memang perlu untuk dikaji secara khusus dan mendalam karena tak bisa dipungkiri bahwasanya kini telah banyak terdapat kerancuan hukum yang menyertai beberapa muamalat akibat dari segala perkembangan serta asimilasi yang ada. Baik perubahan nama, substansi, teknis pelaksanaan, atau pun perubahan lain yang sejenis yang disebabkan oleh perkembangan zaman terutama teknologi. Terlebih lagi, hukum asal muamalat secara Islam adalah halal sampai adanya hukum yang mengharamkan. Oleh karena itu inovasi di dalam muamalat sangat dimungkinkan untuk dilakukan karena pada hakikatnya tindakan muamalat dihalalkan. Akan tetapi, perhatian yang dewasa ini sering dilupakan adalah hukum-hukum yang secara jelas menyatakan haram suatu muamalat tidak lagi dikaji at...

1437, 1438

SABTU, 1 OKTOBER 2016 21.00 WIB "Semua bisa berubah sejalan dengan kejadian yang kita alami, entah musibah ataupun anugerah. Persepsi kita, cara pandang kita, opini kita, pengalaman kita, semuanya bisa berubah. Tapi, satu hal yang jangan berubah adalah : Aqidah kita, kepercayaan kita terhadap Allah, terhadap semua kekuasaan-Nya dan pilihan-Nya." http://noorzandhislife.blogspot.co.id/2010/09/wisdom-justice-and-love.html Alhamdulillah , Allah azza wa jalla masih berkenan memberikan saya umur hingga saat ini. Saya masih bisa dipertemukan dengan bulan Muharram di tahun 1438 Hijriah. Semoga di tahun yang baru ini saya masih bisa diberikan kekuatan serta kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, terutama dari segi pemahaman dan pengamalan agama Islam. Aamiin . Pada kesempatan yang insya allah baik ini, saya akan berbagi sebuah cerita tentang apa yang telah alami di tahun 1437 Hijriah serta beberapa harapan yang saya ingin wujudkan di tahun 1438 Hijriah. S...

Memaknai peristiwa (2)

AHAD, 18 SEPTEMBER 2016 11.14 WIB Menyadari serta mengakui kekurangan/kelemahan yang dimiliki adalah langkah awal untuk bisa memperbaiki dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Maka salah satu dari banyaknya hikmah yang mungkin ada dari penolakan ini adalah saya harus mampu untuk bisa mengenyampingkan perasaan jumawa atau berpikir serta membayangkan sesuatu hal yang belum terjadi secara berlebihan. Entah cuma saya atau memang manusia pada umumnya juga seperti ini, tapi untuk saya sendiri, ketika saya mempunyai suatu cita-cita dan sedang dalam proses untuk mewujudkannya saya selalu membayangkan dan bahkan dalam beberapa kasus bersikap seolah-olah cita-cita itu telah mampu saya dapatkan.  Padahal fakta yang ada, sungguh saya masih dalam proses yang panjang untuk meraihnya. Mungkin di satu sisi hal itu bukan sebuah permasalahan. Tapi kini, melalui sudut pandang lain, saya melihat bahwa hal itu bukan sebuah kebiasaan yang patut untuk dipertahankan. Bertindak seolah...

Memaknai peristiwa (1)

AHAD, 18 SEPTEMBER 2016 06.00 WIB Mendalami ajaran Islam dengan terus memperbanyak ilmu, melalui membaca ataupun mendengarkan ceramah/kajian, maka akan semakin menyadarkan kita bahwa hidup tak akan pernah lepas dari ujian. Bahkan kehidupan bahagia itu pada hakikatnya bukan sebuah kehidupan yang tidak pernah mengalami suatu ujian. Ujian akan selalu datang silih berganti menghampiri setiap manusia, siapapun dia. Ujian datang dalam berbagai bentuk. Perihal besar atau kecil ujian yang datang menerjang, itu sungguh relatif, terlebih dalam sudut pandang seorang Muslim. Karena ujian sangat tergantung dengan respon yang diberikan. Bila respon yang dikedepankan ketika ujian datang adalah respon positif maka ujian tak akan berarti apa-apa. Dan berlaku seballiknya, bila respon yang timbul adalah rentetan sikap negatif maka ujian akan menjadi besar dengan sendirinya. Di dalam salah satu perspektif agama Islam, ujian adalah sebuah cara bagi Allah Swt. untuk melihat sejauh mana keiman...