Minggu, 16 September 2012

This Is War!

Status Ustadz felix Siauw : saat Rasululah dihina | minimal seorang Muslim harus marah, dan sampaikan ketidaksukaannya sampai berhenti penghinaan itu logikanya begini | bila Allah aja bershalawat kepada Nabi, maka kita harusnya lebih bershalawat kan ? | nah, Allah larang Nabi dihina, kita? tapi ya itu-lah, di kondisi sekarang, orang banyak berlindung dibalik HAM dan demokrasi untuk menghina agama | katanya freedom of speech, lha kalo Muslim malah alasan ini dan itu, dan mendiamkan penghinaan itu | kita wajib bertanya-tanya, nyisa nggak tuh iman di hati? nggak usah Nabi deh, ibu kita aja deh | kalo dihina sama orang dan difitnah ? minimal harus ada rasa nggak suka kan ? ini Nabi loh ? dulu saya masih inget, pas baru Muslim, ada penghinaan terhadap Nabi | saya turun ke jalan, ikutan gelar aksi protes, harus ada suara ada org kafir bilang begini "Nabi mah nggak usah dibela, dia bisa bela diri kali" | saya jawab, "beda denganmu yg nggak peduli sama nabimu!" org kafir, di barat yesus jadi bulan-bulanan karikatur, jokes, segala macem hinaan lain, santai aja | Muslim nggak, mereka cinta Nabinya Rasul nggak akan marah kalo dirinya dihina | tapi shahabat? marah besar | dan Rasul diamkan itu, artinya membela Nabi itu adalah perbuatan terpuji zaman dulu, pas Islam masih ada Khilafah, masih ada kekuatan | nggak kebayang orang kafir untuk insult Islam masih inget saat Inggris mau sandiwara ttg Nabi di panggung | Khalifah bilang "kalo masih berani, besok kami serang" | nggak jadi tuh Phillip K. Hitti dalam “History of Arabs” nulis | "saat itu satu telunjuk khalifah bisa menggerakkan jihad seantero dunia Islam" ulama2 fiqh jelas ngasi hukum terhadap yg menghina Nabi | suruh mereka berhenti, kalo nggak maka layak disukabumi-kan, atau balikpapan-kan bukan kasar, bukan kejam | tapi memang orang kafir itu suka sengaja bikin ribut | kita adem2 aja, eh dia malah nyolot ummat Muslim nggak pernah minta masalah | tapi nggak boleh lari kalo ada masalah | lo jual gue borong kt bang ben jadi sikap minimal adalah marah atas penghinaan thd Nabi | kemudian suarakan itu sampai berhenti penghinaan thd Nabi tapi marah tentu bukan dengan caci maki, apalagi bales hina Nabi agama lain | ada marah yg elegan, ada cara yang disyariatkan tapi kalo sampe santai-santai aja Muslim yg tau Nabinya dihina? | kita doakan aja deh agar kembali ke jalan lurus.. "marah elegan" itu adl marah tanpa balas mencaci, mendidik agar dia berhenti menghina, dan ingatkan konsekuensi kl mereka nggak berhenti "marah elegan" itu ingatkan santun | di dalam Islam ada hukuman mati, bagi yg menghina Nabi dan nggak berhenti saat sudah dinasihati pengalihan isu: "terus pemboman dubes AS gara2 penghinaan nabi? bakar bendera? bener tuh?" | eh, itu nggak kan terjadi kl gak ada penghinaan banyak orang bahas tentang AKIBAT masalah penghinaan terhadap Nabi | tapi abai terhadap PENYEBAB masalahnya adl penghinaan itu sendiri ya kalo nggak mau ada Muslim yg marah | jangan hina Nabi mereka, jangan publikasikan, mudah banget kan? you mention about the killing, flag burning and bombing | but you forgot who started it in the first place kalo kita nggak setuju demokrasi, langsung dicap teroris | mereka hina Nabi, alasan "ini HAM dan demokrasi" | pinter! 


Topik hangat yang kini sedang dan akan terus dibicarakan semua orang, terkhusus bagi mereka yang beragama Islam di seluruh belahan dunia. Tak cukup dengan segala kejadian yang telah lalu, orang-orang kafir itu terus dan terus menghina dan mencaci salah satu agama dan memang pada hakikatnya merupakan satu-satunya agama yang benar dan di-ridhoi oleh Allah Swt. di muka bumi ini. 

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam jadi agamamu." 
(QS. AL-MAIDAH, 5:3) 

Ketika dulu mereka menuduh Muslim itu sebagai teroris, membuat sebuah karikatur Nabi Muhamad Saw., membakar dan mengajak semua orang untuk membakar Al-Qur’an dan kini mereka, orang-orang kafir, itu kembali berulah dengan membuat sebuah film pendek, mereka edarkan luas di situs video ternama di dunia ini, sebuah film yang dengan sangat gamblang, sangat vulgar menghina, mencaci, merendahkan harkat martabat, bukan umat Islam tapi lebih dari itu mereka menghina dan merendahkan Nabi besar, panutan utama umat Islam yaitu Nabi Muhamad Saw. 

Saya pribadi belum mempunyai suatu keberanian untuk melihat dan menonton film itu, saya takut, saya takut ikut terbawa arus provokasi. Tapi itu tidak berarti saya bersikap acuh terhadap segala pemberitaan mengenai hal ini, saya tetap terbuka dan mengikuti setiap perkembangan berita yang ada. Sehingga saya pun ikut dalam barisan penentang dan memang sudah seharusnya setiap umat Islam bersuara keras juga lantang terhadap segala bentuk penghinaan terhadap agama kita! 

Tapi kemudian terbersit dalam benak saya, perlawanan seperti apa yang harus kita lakukan? Jauh dalam benak saya, menurut logika saya, dewasa ini, di zaman ini, sebenarnya semua orang, entah itu Yahudi, Nasrani, Hindu, Budha atau agama apapun dan bentuk apapun kepercayaan yang ada di dunia pada hakikatnya, pada dasarnya telah dengan sangat sadar memahami atau setidak-tidaknya mengetahui bahwa agama Islam dan umatnya itu tidak pernah sedikit pun mengajarkan suatu kemudharatan apalagi kekerasan. Bahkan segala bentuk cacian yang saya pikir tidak masuk akal seperti halnya penggambaran secara visual maupunn audiovisual terhadap Nabi Muhamad Saw. merupakann suatau hal yang sangat tidak relevan dan saya yakin mereka pun telah mengetahui hal itu. 

Sehingga saya meyakini bahwa tujuan utama mereka membuat hal-hal itu, menghina serta merendahkan agama Islam beserta semua hal yang menyertainya bukan ditujukan untuk merubah pemahaman orang-orang di dunia ini, tapi mereka membuat itu semua hanya untuk memprovokasi umat Islam itu sendiri, membuat suatu kekacauan dan “memaksa” umat Islam untuk senantiasa berbuat anarki dan melakukan serangkain aksi kekerasan lainnya sehingga apabila umat Islam berbuat demikian maka semakin sulit bagi umat Islam untuk bersatu dan akan semakin menguatkan teori yang dibuat oleh orang-orang kafir itu bahwa umat Islam sangat dekat dengan sebuah kekerasan. 

Ya, itu-lah yang mereka harapkan, melakukan serangkaian provokasi yang sangat sistematis dan sangat terencana dengan matang dan sialnya bagi kita umat Islam kita telah terjebak dalam grand design kekecauan yang mereka ciptakan itu. Orang-orang kafir, orang-orang yahudi itu sangat pintar bahkan cerdas, mereka tidak akan bertindak tanpa sebuah pemikiran matang dan perencanaan panjang, mereka tak akan melangkah tanpa terlebih dahulu mengetahui apa yang akan terjadi nantinya ketika mereka melangkan kakinya itu sehingga sebenaarnya di dunia ini telah masuk dalam rancangan besar mereka. Itu karena kita, umat Islam, terjebak dalam respon seperti yang telah mereka pikirkan! 

Lalu bagaiamana kita seharusnya? Protes, marah dan melawan untuk harga diri agama adalah sesuatu hal yang wajib kita lakukan, tapi seperti yang telah Ustadz Felix katakan kita harus mampu untuk bersikap “elegan”, bersikap dan bertindak cerdas juga tuntas serta dimulai dari segala hal kecil karena lawan yang kita hadapi sudah terintegrasi dalam sebentuk sebuah Negara. Sebuah Negara tak akan mampu untuk dilawan hanya oleh sekelompok atau beberapa kelompok, tapi juga harus kita lawan dalam satu kesatuan Negara dan permasalahannya adalah umat Islam itu belum mampu untuk menjadi satu dalam payung sebuah Negara dan oleh karena itu kita masih belum mampu untuk melawan mereka itu secara utuh dan menumpas mereka hingga ke akarnya, sampai pada saatnya nanti kita telah menyatu dalam satu payung hukum atau biasa kita menyebutnya khilafah dan khalifah, maka mereka pun akan terus “berkuasa”. 

Jadi, apa yang bisa untuk sekarang kita lakukan adalah jangan pernah sekalipun kita bersikap acuh apalagi apatis terhadap segala hal yang berkenaan agama kita. Kita harus mampu berjuang sesuai dengan apa yang kita milki, sesuai dengan kemampuan yang kita punyai. Mari bersikap elegan kawan. 

Fight doesn’t mean that we have to raise our weapon! 
Let’s fight with our brain, let’s start a cold war, a psy war and a war of mind.

4 komentar:

  1. dengan banyaknya hinaan yang muncul terhadap Islam, hal ini membuktikan bahwa kejayaan Islam akan semakin terang benderang...karena musuh-musuh Islam akan semakin terpojok, sehingga mereka melakukan apa saja unutk menghina Islam .... :)

    BalasHapus
  2. @BlogS of Hariyanto : betul pak, kita Umat Islam hanya perlu tetap tenang sembari terus berjuang untuk kesatuan dan persatuan umat Islam!

    BalasHapus
  3. Jujur ane marah banget sob, tapi jangan sampai berbuat anarkisme juga seperti yang di TV. Sesuai dengan isi postingan diatas "marah dan bersikap dan bertindak cerdas juga tuntas serta dimulai dari segala hal kecil". dan ini juga bisa jadi bahan instrospeksi bagi muslim sendiri, jika memang benar2 cinta kepada Rasulullah Sallallhu Alayhi wassallam, apakah selama ini mereka mengikuti ajarannya ? sudah meninggalkan apa yang di larangnya ? mengikuti sunnah2nya ?.

    Ada satu artikel menarik yang saya temukan di grup salaf, yakni pernyataan salah satu ulama besar yakni dari Syaikh Abdulaziz bin Abdullah Alu Syaikh. Silakan baca di bawah ini

    Inilah Fatwa Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh Tentang Film Innocence of MuslimsRiyadh – Syaikh Abdulaziz bin Abdullah Alu Syaikh, yang mana beliau adalah Ulama Ahlussunnah, termasuk jajaran Kibarul Ulama dan Ketua Lajnah Daimah lil Buhuts Al Ilmiah wal Ifta’ Kerajaan Saudi Arabia, menekankan bahwa jalan terbaik membela Nabi Shallallahu’alaihi wasallam adalah dengan mengikuti sunnah-sunnahnya (tuntunan beliau), menyebarkan dakwah beliau, mencontoh perikehidupan beliau, dan menyebarkan nilai-nilai Islam.
    Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan hari ini, Syaikh mengatakan bahwa tindakan tercela dan jahat dalam upaya mengedarkan film yang menghina Nabi Shallallahu’alaihi wasallam tidak akan merendahkan kedudukan Nabi Shallalahu’alaihi wasallam dan Islam, karena Allah Azza wajalla berfirman dalam Alquran,
    إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأبْتَرُ
    “Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.” (Al Kautsar: 3)
    Namun dalam menyikapi tindakan jahat yang seperti ini hendaknya harus sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan As Sunnah.
    Kaum Muslimin tidak boleh membiarkan kemarahan mereka menjadikan mereka membunuh orang yang tidak bersalah dan menyerang fasilitas umum. Jika umat Islam mudah terpancing emosi, justru musuh-musuh Islam akan tercapai maksud dan tujuan mereka dalam memproduksi film ini.
    Syaikh Abdul Aziz menghimbau semua negara dan organisasi internasional untuk mempidanakan tindakan menghina semua nabi dan rasul ‘Alaihis Sholatu wassalam.
    (SPA – Saudi Press Agency / Website resmi pemerintah Kerajaan Saudi Arabia)

    BalasHapus
  4. @Hzndi : saya sangat setuju! terima kasih kawan, komentar agan semacam rangkuman dari maksud tulisan saya. :)

    BalasHapus