Minggu, 05 Agustus 2012

Filippo Inzaghi, Nomor 9 Terakhir

*catatan : Ya, Filippo "pippo" Inzaghi telah resmi mengundurkan diri dari dunia sepak bola sebagai seorang pemain dan ini merupakan tulisan yang benar-benar mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh seorang Inzaghi, sebuah tulisan yang benar-benar mampu mengelaborasikan apa yang ada dalam otak saya dan ditulis oleh seorang reporter/wartawan sehingga tak perlu lagi untuk ditanyakan kebenaran teorinya. 

Karena sekian lama saya menjadi seorang penggemar dari Inzaghi, masih terlalu banyak orang yang salah melihat dan menilai Inzaghi. Mereka tidak memahami sepak bola secara utuh, sehingga Inzaghi dianggap sebagai "bukan seorang pesepakbola". akh...
 
Dan oleh karena itu tak perlu untuk berpanjang kata lagi, silahkan anda baca, resapi dan pahami! Inzaghi itu seorang pesepakbola, seorang penyerang sejati!
 
 
Filippo Inzaghi, Nomor 9 Terakhir 
Arnoldi 

Filippp Inzaghi akhirnya memutuskan pensiun dari dunia sepak bola setelah kontraknya dengan AC Milan habis 30 Juni 2012. Bersamaan dengan itu, punah pula pemain dengan tipikal penyerang tengah murni alias No 9. Lho, bukannya masih banyak penyerang bernomor punggung 9 lainnya. Misalnya saja Alexis Sanchez di Barcelona atau Mirko Vučinić di Juventus? Memang, namun tidak ada lagi pemain seperti Inzaghi, yang merupakan prototipe penyerang tengah murni. 

Ya, Inzaghi bisa dikatakan merupakan contoh pas untuk menggambarkan seorang penyerang tengah klasik. Ia jarang menggiring bola melewati lawannya, melakukan trik, atau lainnya. Ia lebih sering berlari menuju lini pertahanan lawan atau berdiri di posisi tepat untuk menerima umpan dan mencetak gol. Karena kaharakteristiknya itu, kita sering melihat Inzaghi terperangkap off-side. Sir Alex Ferguson bahkan sempat berkata kalau "Inzaghi dilahirkan off-side". 

Meski demikian, mantan bomber tim nasional Italia itu adalah finisher sejati. Tak ada yang bisa menyaingi ketajaman Inzaghi di kotak penalti. Penyerang berusia 38 tahun itu mempunyai naluri mencetak gol tinggi. Setiap ada bola yang diumpan ke arahnya, baik itu matang atau tidak, asal ia bisa digapai, maka Inzaghi akan menjadikannya gol. Hal itu terbukti dari catatan golnya di Serie A dan Eropa. Selama 21 tahun berkarier di Serie A dan Eropa, Inzaghi talah tampil sebanyak 623 laga. Dari 623 penampilannya itu, Inzaghi menjaringkan 288 gol di segala ajang. Ia bahkan menjadi pencetak gol keempat terbanyak di Italia dengan catatan 318 gol. Torehan gol itupun ia jawantahkan lewat trofi. Dua trofi Liga Champion, tiga Scudeto, satu Club World Cup, satu Intertoto, dua UEFA Super Cup, dua Super Coppa, satu Coppa Italia, dan satu trofi Piala Dunia telah ia persembahkan untuk klubnya dan tim nasional Italia. 

Kini Inzaghi telah pensiun. Bersamaan dengannya, punah pula nomor 9 murni. Inzaghi menjadi penutup era jaya penyerang tengah murni setelah mengikuti Gerd Muller, Gary Lineker, Ruud van Nistelrooy, dan David Trezeguet pensiun. Tak ada lagi penyerang seperti Inzaghi. 

Kini sepak bola memasuki era dimana penyerang harus menjadi pesepak bola komplet. Mereka harus bisa menggiring bola melewati lawan-lawannya, melakukan trik, atau sebagainya semisal yang dilakukan Wayne Rooney, Cristiano Ronaldo, atau Lionel Messi. 

Jika ada pemain bertipikal no 9 murni, maka kebanyakan tim tak lagi bisa mengakomodasinya. Kini klub maupun tim lebih banyak menempatkan satu penyerang di lini depan dan dia harus bisa membuka ruang dan bekerja di luar kotak penalti. Bahkan beberapa tim tak lagi memakai penyerang, contohnya Spanyol di Euro 2012. 

Dengan demikian, pensiunnya Inzaghi merupakan sesuatu yang harus kita peringati karena dunia sepak bola telah kehilangan satu sosok penting. Dunia sepak bola semakin miskin karena tak ada lagi striker murni mumpuni seperti Inzaghi, si nomor 9 terakhir. 
 


13 komentar:

  1. setiap masa akan melahirkan individu yang berbeda-beda, dan semuanya tidak memiliki kemiripan satu sama lain, termasuk dengan inzaghi, akan lahir penyerang-penyerang tengah murni lainnya tanpa harus mencontoh prototipe inzaghi ...salam ramadhan :)

    BalasHapus
  2. kalau di pikir2 iya juga yah inzaghi tipikal striker utama. Selamat jalan inzaghi, semoga sukse :)

    BalasHapus
  3. @BlogS of Hariyanto : betul pak, karena semua orang itu berbeda, mempunyai ciri khasnya masing-masing. :)

    @Hzndi : amin! skrg Inzaghi sedang merintis menjadi seorang pelatih. :)

    BalasHapus
  4. Indonesia jg punya BP, yg ngah-ngoh di kotak penalti?????
    Huchhh......

    BalasHapus
  5. @andoenk88 :betul sekali gan dan saya juga sangat suka bepe tapi sayangnya bepe juga bernadib sama dengan Inzaghi, masih banyak yang mencibir. dan bepe juga kurang beruntung terlahir di Indonesia karena kurang sokongan dari pemain tengah. Pemain lain yang setipe juga ada eL lOCO.

    BalasHapus
  6. wah patut di perhitungkan tuh, mudaha2n sukses bro si Inzaghi :D

    BalasHapus
  7. @Hzndi : mksh kawan...

    @Manchester United : salam kenal juga gan! :)

    @freeware : terim kasih dan semoga tidak terhenti di kunjungan pertama ya.

    @Full version software : makasih kawan, ditunggu kunjungan yang kedua dan setrusnya ya...

    BalasHapus