Langsung ke konten utama

Ramadhan 1434 H

JUMAT, 5 JUNI 2013
13.51 WIB

http://indahnyahidupku.files.wordpress.com/2010/08/ramadhan5nu81.jpg

Alhamdulillah! 

Akhirnya dalam beberapa hari ke depan, saya dan seluruh umat Islam yang ada di dunia akan kembali dipertemukan dengan bulan penuh berkah, yaitu bulan Ramadhan. Walaupun dalam beberapa hari kedepan apapun bisa terjadi dan tak ada jaminan saya bisa bertemu dengannya. Tapi tak ada salahnya bagi saya untuk tetap menuliskan perasaan serta harapan saya apabila nantinya kembali bersua dengan bulan Ramadhan. 
Pertama dan yang utama, saya ingin terlebih dahulu memohon ampun kepada semua orang yang pernah tersakiti oleh lisan, tulisan, sikap, dan pola pikir saya baik secara langsung maupun tidak langsung. 

Saya sungguh meminta maaf! Karena 1000 sahabat tak akan pernah cukup tapi satu orang musuh sungguh terlalu banyak. 

Saya pun lantas tak berharap lebih agar semua orang bisa menyukai saya seutuhnya tapi cukup-lah semua orang itu tidak menjadi musuh bagi saya.
 
Lalu harapan saya di bulan Ramadhan 1434 H ini, tentu saya ingin menjadikan bulan tersebut sebagai momentum perubahan diri ini menjadi jauh lebih baik lagi serta mampu untuk lebih bermanfaat bagi orang lain. Saya ingin mampu untuk bersikap seimbang serta selaras dalam hubungan saya dengan Allah, sesama serta diri saya sendiri dan lingkungan alam sekitar. 

Saya ingin menjadi adil, menempatkan segala sesuatunya sesuai dengan tempat dan porsinya.

Saya ingin mampu untuk membedakan mana yang bisa untuk saya rubah dan mana yang memang sudah ketentuan Allah Swt., saya butuh kebijaksanaan untuk itu, dan saya harus mengusahakannya.

Saya ingin selalu mampu menempatkan diri pada pola dan gaya hidup positif optimis. Melihat peluang dari setiap tantangan yang ada serta mensyukuri setiap peluang yang mampu dihasilkan.

Ahh, betapa sangat klisenya. 

Ini semua hanya permainan kata, hanya membolak-balikan kalimat. Pada akhirnya semua bermuara pada satu : menjadi manusia yang menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Ya, itu semua (kata-kata di awal tadi) hanya bentuk penjabaran dari apa yang diperintahkan dan apa yang menjadi larangan Allah. Tak lebih. Tapi nafsu-lah yang membuat semuanya menjadi melewati batas.

Jadi, harapan saya akan selalu sama, tidak berarti stagnan, tapi merupakan wujud dari pemahaman diri, bahwa hidup itu harus senantiasa lebih baik dan lebih bermanfaat. Kuantitas dan kualitas itu yang selalu berubah. Tapi substansinya tetap satu dan sama : ISTIQOMAH.

Terakhir, saya ingin mentup segala harapan positif yang saya harapkan ada dalam tubuh saya dengan balutan satu sikap yaitu konsistensi.

Eh, bagaimana dengan segala perbedaan yang ada? perdebatan antara hisab dan rukyah yang kembali mengemuka? ah, kita sudah cukup dewasa. Media kini (untuk kesekian kalinya saya sebutkan) tidak lagi dalam posisi untuk memberi informasi, tapi menggiring opini.

Celakanya, tindak tanduk kita pun amat dekat untuk diperselisihkan. Solusinya? Ada yang mau mengalah, menundukan ego. Ada yang berani menjadi pemersatu. Pasti bisa.

Lalu sikap kita sekarang? jangan taklid dengan satu pemahaman, mari satukan semua pendapat yang ada. Toh, kita semua punya akal dan nurani. Sepanjang kita masih bisa membedakan mana tiang listrik dan mana pena, kita pasti cukup dewasa untuk memilih mana yang berargumen kuat dan mana yang lemah.

Ya, itu tadi, kuncinya ada pada konsistensi, jangan memprovokasi, dan jangan malu untuk mengevaluasi.

Selamat bulan Ramadhan 1434 H dan selamat menjalankan ibadah shaum.

#PMA all day, guys! ;)

silahkan membaca juga :
  1. Hisab dan Rukyah
  2. Hisab dan Rukyah part. 2  

Sidang Itsbat
Rabu, 03/07/2013 17:20 WIB
Tentukan 1 Ramadan, Pemerintah Gelar Sidang Isbat Senin 8 Juli
Mega Putra Ratya - detikRamadan

http://ramadan.detik.com/read/2013/07/03/173209/2291806/631/tentukan-1-ramadan-pemerintah-gelar-sidang-isbat-senin-8-juli?r990101mainnews

Jakarta - Pemerintah akan menentukan awal bulan puasa atau 1 Ramadan dengan menggelar sidang Isbat. Sidang akan digelar pada Senin (8/7) pekan depan.

"Memang sudah ada yang umumkan bulan puasa 1 Ramadan 9 Juli. Tapi pemerintah belum putuskan. Nanti akan diketahui jatuhnya 1 Ramadan, dengan sidang Isbat pada 8 Juli," ujar Menag Suryadharma Ali di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/7/2013).

Ketum PPP ini mengatakan, sejak 1 Juli lalu, Kementerian Agama sudah mengundang sejumlah organisasi Islam untuk mendengarkan laporan terkait peneropongan atau rukyat di berbagai tempat. Dari hasil tersebut Kemenag kemudian mencocokkan secara ilmiah melalui hisab atau penghitungan.

"Karena kriteria bulan terlihat di beberapa tempat derajatnya itu berbeda-beda. Ada 6 derajat, ada di bawah 2 derajat, bahkan ada 1 derajat," tutur Suryadharma.

Surya berharap, apapun nantinya hasil keputusan sidang isbat, diharapkan dapat dijadikan sebagai keputusan pemersatu dari perbedaan tersebut. "Perbedaan itu tidak bisa dicegah," kata dia.

Ormas Islam terbesar kedua di Indonesia, Muhammadiyah, telah menetapkan 1 Ramadan pada 9 Juli sedang Idul Fitri 8 Agustus.

Muhammadiyah
Hilal Wujud di tanggal 8 Juli, Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 9 Juli 2013
Kamis, 13-06-2013

http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-2750-detail-hilal-wujud-di-tanggal-8-juli-muhammadiyah-tetapkan-awal-ramadhan-9-juli-2013.html

Yogyakarta- Ijtima jelang Ramadhan 1434H, akan terjadi pada hari Senin Pon, 8 Juli 2013 mulai pukul 14:15:55WIB, sedangkan tinggi bulan pada saat matahari terbenam di Yogyakarta adalah +0® 44’ 59”, dan hilal akan wujud membelah dari kawasan Indonesia. Dengan criteria Hisab Wujudul Hilal yang telah terpenuhi tersebut, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1434H akan jatuh pada Selasa Wage, 9 Juli 2013M.

Hal tersebut diungkapkan wakil ketua Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah Oman Faturohman dalam konferensi pers yang juga didampingi ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yunahar Ilyas dan juga Haedar Nashir di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jl Cik Di Tiro No.23, Yogyakarta, Kamis (16/06/2013). Dalam Maklumat yang dibacakan pada acara tersebut, juga dibarengi dengan penetapan awal Syawal dan juga Dzulhijjah 1434H, dengan 1 Syawal akan jatuh pada tanggal 8 Agustus 2013, serta 1 Dzulhijjah akan jatuh pada Ahad 6 Oktober 2013, dengan begitu maka Idul Adha akan jatuh pada Selasa Pahing, 15 Oktober 2013M. Saat ditanya wartawan megenai potensi perbedaan dalam penetapan yang akan diputuskan pemerintah pada siding Itsbat, Oman Faturohman tidak menepis akan adanya perbedaan tersebut, karena dengan motode hisab Imkannurukyat 2 derajat yang digunakan pemerintah, maka saat Hilal Wujud di Yogyakarta dengan ketinggian kurang dari 1 derajat, jelas tidak memenuhi unsur metode yang digunakan pemerintah. Sedangkan untuk awal Syawal dan Dzulhijjah ungkap Oman, kemungkinan besar akan bersamaan, karena ketinggian bulan pada saat matahari terbenam setelah Ijtima, sudah lebih dari 2 derajat.

Sementara itu menurut Yunahar Ilyas, perbedaan yang kemungkinan akan terjadi pada 1 Ramadhan nanti tidaklah perlu untuk diperdebatkan, karena masing-masing berpedoman pada Fikih yang diyakini . Muhammadiyah berpedoman bahwa, berpuasa pada tanggal 1 Ramadhan adalah sesuatu yang dalam ibadah disebut Taabudi yakni hal yang tidak bisa diperdebatkan, sedangkan untuk metode yang digunakan untuk menetapkan awal bulan, merupakan wilayah yang masih dapat diperdebatkan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang ada. “Muhammadiyah tidak akan menawar metode yang ada dengan metode pemerintah, karena wilayah Ibadah adalah wilayah yang harus dipertanggungjawabkan pada Allah SWT,” tegasnya. Saat ditanya mengenai kemungkinan Muhammadiyah bergabung kembali pada sidang Itsbat yang dilaksanakan pemerintah, Yunahar menegaskan bahwa Muhammadiyah masih belum mencabut keputusannya untuk tidak mengikuti Sidang tersebut, yang dianggap tidak menampung aspirasi Muhammadiyah dan cenderung mengolok-olok.

Komentar

  1. marhaban yaa Ramadhan,
    bila ada salah kata salah perbuatan,
    salah baca salah nonton dan salah komentar,
    mohon dimaafkan ya.... lahir dan batin...salam :-)

    BalasHapus
  2. iya pak @BlogS of Hariyanto, sama2 ya pak. :)

    tetap saling mendukung sebagai sesama blogger. ;)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Ketujuh)

AHAD, 10 MUHARAM 1447 H // 6 JULI 2025 12.41 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Pertama)  1. Membagi tugas. 2. Menjadi mentor. Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Kedua)  3. Pengambilan Keputusan (Decision-making). Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Ketiga)  4. Tidak Terlalu Membutuhkan pada Bawahan. Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Keempat)  5. Jujur. Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Kelima)  6. Menciptakan dan/atau membangun sebuah iklim birokrasi/proses kerja sesuai dengan yang dia inginkan/ucapkan/janjikan. Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Keenam)  7. Teladan Pimpinan dan Konsistensi Penerapan Aturan Jiwa Kepemimpinan yang Baik (Bagian Ketujuh) 8. Regenerasi Di dalam sebuah organisasi yang baik harus memiliki pembagian tugas yang jelas sehingga masing-masing orang yang ada di dalam organisasi tersebut bisa melakukan identifikasi serta bertindak sesuai dengan tugas yang telah mereka miliki. ...

D-IV atau S1 ?

Suatu malam pada hari Sabtu , tanggal 14, bulan Januari , tahun 2012, berlatar tempatkan teras masjid Al-Ilmi IPDN Kampus Kalimantan Barat, terjadi satu percakapan ringan sangat sederhana tapi kemudian mampu untuk membuat otak ini menjadi rumit karena terus memikirkan substansi dari apa yang diperbincangkan itu, terlalu rumit sehingga saya pikir perlu untuk dituangkan dalam sebuah narasi penuh kata, tidak berpetuah dan tidak juga indah. Tapi cukup-lah untuk sekedar berbagi ide dan informasi yang pastinya tidak sesat. Dan ini-lah percakapan singkat itu : HP ( inisial teman saya ) : “Dim, kamu lebih milih mana, S.IP atau S.STP ?” Saya : “mmm….pengennya sih S.IP” HP : “Kenapa, Dim? Kata orang kan kalo S.STP tuh lebih baik buat karir dan kata orang juga S.IP tuh lebih condong buat jadi dosen.” Saya : “Wah gak tau sih kalo masalah yang kayak gitunya, tapi saya ingin S.IP karena yang saya tau S.IP itu lebih mudah untuk nantinya kita mau nerusin ke S2, nah kalo S.STP itu gak semua unive...

Sekilas tentang PP 11/2017

Rabu, 22 Rajab 1438 H / 19 April 2017 19.00 WIB Pasal 134 Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) menyebutkan bahwa Peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang ini (UU ASN) harus ditetapkan paling lama 2 (dua) tahun terhitung sejak Undang-Undang ini diundangkan. Berdasarkan ketentuan diatas, peraturan pemerintah sebagai bentuk dari peraturan pelaksana berkenaan dengan UU ASN harus ada selambat-lambatnya tanggal 15 bulan Januari tahun 2016. Karena UU ASN disahkan serta diundangkan pada tanggal 15 Januari 2014. Akan tetapi kenyataan yang ada adalah peraturan pelaksana itu baru muncul ke permukaan di tahun 2017, tepatnya pada tanggal 7 bulan April tahun 2017. Kurang lebih 1 (satu) tahun 3 (tiga) bulan lebih lama dari waktu yang telah ditetapkan. Ya, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PP 11/2017) telah resmi disahkan pada tanggal 30 Maret 2017 dan kemudian diundangkan pada tanggal 7 April 2017. Dengan...