Jumat, 18 Mei 2012

Tak Sekuat Hatimu

Aku tak sebaik yang dikira, 
tak sesempurna terlihat, 
tak sebijak yang terkata. 
Tapi aku pun tak bejat, 
tak juga jahat, 
apalagi seorang yang selalu bermaksiat, 
melawan melabrak segala norma. 

Aku hanya manusia biasa, 
terlalu sangat biasa, 
terkadang baik terkadang tergoda, 
penuh balutan tawa canda, 
memendam emosi di dada. 

Ku hanya terus mencoba, 
coba ‘tuk seimbangkan raga, 
antara potensi baik dan buruk dalam jiwa, 
berusaha terus menekan yang salah, 
dan menegakan segalanya agar terarah, 
menuju hidup yang cerah. 

Adapun ketika ku tergoda, 
melakukan hal yang kelam
maka ku tak pernah mengumbarnya, 
menunjukan langsung di muka, 
secara umum dan terang depan semua, 
karena aku malu dibuatnya. 

Jadi biar ku lakukan dalam gelap, 
dalam sepinya dunia bersama mereka yang tak ku kenal, 
atau sendiri sungguh hanya dengan Tuhan, 
bila hal itu bukan tentang dosa besar, 
tidak bertentangan dengan prinsip hidup yang ku pegang, 
maka ku cenderung melepasnya, 
karena ku ingin semua bahagia, 
nafsu ku terlaksana. 

Tapi cukup aku dan Tuhan yang tau, 
serta mereka yang tak ku kenal dalam hidup, 
apalagi ketika ku sedang ingin menyendiri, 
merenungi serta meratapi keras dan indahnya hidup ini, 
ketika masalah datang menghampiri, 
memeluk mesra mendekam hati,
maka itu-lah pembenaran yang kusandari, 
tapi tidak juga hakiki, 
setidaknya ku punya alasan untuk argumentasi, 

Sekali lagi, 
ku lepaskan nafsu diri, 
dan melakukan hal yang tak pasti juga meracuni, 
merusak image baik pribadi, 
bila hal itu bukan hal yang benar haram, mubah tak jarang makruh, 
Tapi sering juga memang jelas dosa, 

Tak apa-lah, 
Ini tidak selamanya, 
sampai saat ini ku masih ku masih mampu mengendalikan, Menahan, 
berpikir rasional mempertimbangkan, 
memikirkan efek ke depan, 
Dan ku siap menanggung resiko yang nanti 'kan menekan, 
dan menebusnya dengan perbuatan baik yang konsisten ku tunjukan juga implementasikan, 
Ikhlas sungguh, 
Tanpa niat untuk dinilai atau diperhatikan, 
hanya mencari pahala membayar segala kebodohan, 
berharap tak datang karma
berharap Tuhan masih berbelas kasihan, 

jadi sungguh aku tak sempurna, 
tapi sungguh ku terus berbuat baik ku usahakan. 
Tapi sampai saat ini memang setan itu masih hidup segar dalam hati tak terbantahkan

0 komentar:

Posting Komentar