Selasa, 13 September 2011

Wisdom, Justice and Love part. III

Baca juga : Wisdom, Justice, and Love part I dan part II

"hal yang paling menakutkan dari suatu kekerasan bukanlah kekerasan itu sendiri. melainkan apabila kaum wanita telah dengan jelas ataupun secara samar menyetujui dan melihat serta menilai kekerasan itu sebagai sesuatu yang lumrah atau wajar. Dan yang paling menakutkan adalah ketika kaum wanita sendiri yang menjadi pelaku kekerasan itu."

"dan aku lebih menyukai penyiksaan, penghinaan dan kematian daripada mengingkari panggilan suci." ( Kahlil Gibran )

"bila anda menghormati satu orang maka hormati lah semua orang. tapi bila anda menyayangi satu orang jangan anda sayangi semua orang. karena anda tak akan pernah bisa membahagiakan semua orang sama besar dan persis sama."

"Saya kecewa, anda mengecewakan atau justru saya mengecewakan dan anda kecewa atau bahkan saya dan anda mengecewakan sehingga saya dan anda kecewa ?"

"Ketika diri ini ingin memiliki segalanya, memiliki semuanya yang sebenarnya tidak bisa kita miliki apalagi dalam waktu yang bersamaan. Hasil dari ketidakmampuan untuk memilih, ketidakberanian untuk mengambil resiko, ketidaksanggupan untuk jujur, serta akumulasi dari rasa egois. Yang akhirnya hanya akan tersadar ketika semuanya lepas melayang, dan tidak mendapatkan apa-apa!"

"Ketika diri dengan sombongnya masih berharap pada sesuatu hal yang secara akal, nalar, logika ataupun dengan segala pendekatan lainnya, sesuatu hal itu sudah tidak mungkin lagi bisa terjadi. Maka itu BODOH, OPTIMIS BODOH namanya!!"

"Apakah beban itu karena tekanan atau tekanan karena beban? Dan apakah tekanan itu ada karena terasa ataukah terasa karena ada?"

"Maafkn utk smw sms yg tdk sy bls dan smw ucpn yg tdk sy tnggapi. Sy msh brpgng pd bhwa sgl bntk ibdh tntg nifsu syahban haditsny dhaif. Tp,sy jg hnya brtndk sbg pendngr,bkn seorg ahli. Jd,tdk brni utk brdbt ato skdr brpndpt. Akn ttp,prl qt sdri,sgl ibdh itu hram kcli yg d halalkn dan ibdh bkn tntg kuantitas tp kualitas. Peace!"

"Jangan pernah meremehkan hal-hal yg kecil karena hal kecil itu bisa menjadi besar tapi juga jangan terlalu membesar-besarkan hal yg kecil karena tidak semua yg kecil akan berubah jadi besar."

"Salah satu cara untuk bsa menilai dan mengetahui sifat asli seseorg, maka lihat lah dia di saat akhir dalam satu periode di suatu masa dan ketika dia dalam keadaan terdesak."

"Ketika yang salah merasa benar dan melakukan pembenaran. Lalu yang benar mereka cerca serta hina. Lantas mau jadi apa kita ?!"

"Banyak diantara kita yang pintar dan mungkin terlampau pintar. Tapi, mendadak menjadi orang bodoh, karena menunjukan kepintarannya dengan bicara banyak tanpa inti dan tidak sesuai dengan tempat, situasi, dan kondisi yang ada."

"etika tak bisa dipaksakan, tapi harus dipahami. akan tetapi, terkadang perlu terlebih dulu kita paksakan untuk bisa kita pahami etika tersebut."

"Disiplin apa? Bila ternyata banyak deviasi. Respect apa? Bila ternyata mendewakan gengri. Dan loyal apa? Bila ternyata terus melakukan resistensi. Jadi, apa lagi yg mau dibanggakan ?"

"Menjadi seorang pemenang, tidak berarti kita harus selalu menang. Karena kalah, bukan bearti menyerah."

"Manusia itu akan terlihat hebat, bila berdiri sendiri. Dan akan seketika menjadi rendah bila dilakukan suatu pembandingan. Karena hebat, pintar, dan segala yg sejenis itu sangat lah bersifat RELATIF!!"

"suatu pernyataan sering kali akan mengundang datangnya banyak pertanyaan."

"Bagaimana mungkin seseorang bekerja dgn maksimal dan memberikan pelayanan yg optimal, bila seseorg tsb bekerja d suatu tempat dgn ilmu yg tidak dia kenal ?"

"Mayoritas tidak selamanya benar dan minoritas tidak selamanya salah. Tapi, benar atau salah mayoritas akan tetap mampu menekan minoritas dan salah ataupun benar nya minoritas, akan tetap tertindas mayoritas. Dont like it? lets stand up and change with the real action, not just an empty words." 

"inikah hidup? tanpa aturan yang mengekang selayaknya tali yang mengikat kencang? apakah benar hidup itu harus bebas lepas tak ada batas?"

"kecerobohan, kebodohan, ketololan, dan segala hal negatif lainnya akan relatif terjadi di saat kita terlampau gembira, bahagia atau apapun istilahnya, ketika mendapatkan sesuatu hal yang kita impikan dan harapkan."

"Kesalahan adalah bukti nyata dari ketidaksempurnaannya seorang manusia. Tapi, jangan menambah ketidaksempurnaan itu dengan lari dari tanggung jawab akibat kesalahan itu."

"menjadi seorang yang baik tak akan pernah cukup ketika tidak diikuti oleh suatu nasib yang baik dan suatu proses yang benar tak kan pernah berarti apa-apa tanpa diiringi oleh sebuah hasil yang bagus. Welcome to the Jungle!!"

"hentikan segala penyesalan dalam sebentuk kata seandainya. Karena sungguh sehebat apapun kata-kata itu tak akan mampu merubah segala yang telah terjadi. Pelajari dan jangan kita ulangi!"

"apakah wajar seperti ini? hidup tak menentu, ketika ketidakjelasan adalah sebuah kejelasan, ketika tidak memilih adalah sebuah pilihan dan begitu seterusnya. Ketika omongan tidak bersinergi dengan realita dan fakta terlampau jauh dari aturan."

"Kelemahan mengundang Pelecehan, Kekuatan mendatangkan Ketakutan."

"A+ ttp akn lbh baik dri A, A akn ttp lbh baik dri B+, B+ akn ttp lbh bk dri B, dan bgtu seterusnya. Kita tdk bsa melawan. Hasil dan nilai sbg ukurannya adalah segala-galanya dlm dunia pendidikan, dan mnkn sgla segi khdpn kita, menafikan PROSES!"

"Banyak orang baik, tapi sedikit yang bernasib baik. Akan tetapi saya yakin apabila kita konsisten berbuat hal-hal yang baik tulus ikhlas tanpa ada paksaan tanpa mengharapkan suatu penghargaan ataupun sebuah imbalan. Maka nasib baik akan datang mengikuti."

"Alangkah bodohnya orang-orang yang mengira bahwa cinta datang dari persahabatan yang lama dan rayuan yang tak henti-hentinya. Cinta Hakiki adalah buah pemahaman rasa spiritual, yang jika tak bisa tercipta dalam sekilas pandang, ia tidak bisa di ciptakan dalam bilangan tahun atau bahkan satu generasi sekalipun." ( Kahlil Gibran )

"jadi, apakah bila kau sendiri kau merasa kesepian? atau karena kesepian itu kamu jadi merasa sendiri? Atau mungkin sendiri dan kesepian itu kau rasakan secara bersamaan? Atau sendiri dan kesepian itu kau rasa tak ada sama sekali korelasinya?"

"Dia yang dinanti datang ternyata tak kunjung datang. Dia yang diharapkan datang menemani ternyata tak kunjung peduli. Dia yang ditunggu-tunggu ternyata juga tak menunggu. Dia .."

0 komentar:

Posting Komentar